Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Derek Putih


"Qi Rong terkutuk! Bagaimana dia masih bisa mengambil kesempatan untuk bersenang-senang dengan wanita seperti itu?!" Jing Ling memaki dengan keras setelah kereta Cloud Fairies melesat jauh. Dia benar-benar merasa kesal.


"Lupakan saja. Mereka sudah pergi, untuk apa kamu menyia-nyiakan emosi?"


Qing Yue'er berjalan kembali ke derek yang saat ini masih setia menunggu. Dia tidak akan bisa mengalahkan Cloud Fairies. Daripada bersusah payah melawan dan hanya berakhir sia-sia, lebih baik dia membiarkan Qi Rong pergi dulu. Dia berjanji akan menemukan Cloud Fairis setelah tiba di Dataran Tengah nanti.


"Kamu benar. Lebih baik kita pergi dulu," ucap Jing Ling. Dia pun kembali duduk ke derek. Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan.


Arah yang diambil oleh Cloud Fairies berbeda dengan Qing Yue'er. Memang dia memiliki urusan yang mengharuskannya pergi meninggalkan Dataran Tengah selama beberapa saat.


Qi Rong duduk tak jauh dari wanita aneh itu. Bahkan setelah masuk ke dalam kereta, dia masih belum bisa melihat wajah asli Coud Fairies. Apa itu karena dia begitu cantik sampai-sampai dia harus menyembunyikan wajahnya?


"Nona, seseorang bergerak mendekat," ucap si pengendali kuda secara tiba-tiba.


"Lakukan seperti biasanya. Aku tidak mau repot melakukan sesuatu yang tidak penting," ucap Cloud Fairies.


Si pengendali kuda atau pria yang bernama Gu Bo itu merasa heran. Sebelumnya Cloud Fairies mau keluar dari kereta hanya untuk kelompok Qing Yue'er, tapi kenapa sekarang sikapnya kembali seperti semula? Apa memang kelompok gadis itu memiliki sesuatu yang membuat nonanya tertarik?


Gu Bo memiliki banyak keheranan di hatinya, tetapi dia tidak berani bertanya lebih lanjut.


Seperti yang telah Gu Bo katakan, ada derek lain yang berpapasan dengan kereta kuda. Tangan Gu Bo mengambil cambuk yang berwarna perak. Setelah itu dia pun mencambuk udara dengan keras.


Cambukan itu menghasilkan fluktuasi udara yang begitu kuat. Kekuatan destruktif menghantam derek yang di atasnya terdapat dua orang sedang terduduk. Dalam sekejap derek itu langsung kehilangan keseimbangan.


Orang yang ada di atas derek pun merasa panik. Namun mereka tidak sempat berteriak karena saat itu juga mereka terjatuh dari atas ketinggian itu.


Qi Rong bisa mendengar apa yang terjadi di luar. Diam-diam dia merasa lega. Beruntung kelompoknya diberi keringanan oleh Cloud Fairies. Jika tidak mungkin nasibnya akan sama seperti derek yang jatuh dari langit.


Cloud Fairies terkekeh kecil. "Apa kau tidak penasaran ke mana kita akan pergi?"


"Aku yakin kamu tidak akan memberitahuku. Jadi aku hanya akan menunggunya sampai tiba," jawab Qi Rong. "Tapi aku penasaran, kenapa kamu ingin membawaku?"


Cloud Fairies menyunggingkan senyum manis. Sayangnya itu tertutup oleh kabut sehingga orang lain tidak dapat melihatnya. "Karena kamu memiliki potensi yang tidak dapat dilihat oleh orang lain."


"Potensi?" Qi Rong bertanya dengan bingung. Dia sendiri merasa kemampuannya hanya biasa-biasa saja. Apalagi jika dibandingkan dengan Qing Yue'er, pasti dia akan tertinggal sangat jauh. Pada dasarnya mungkin tidak ada yang bisa menyamakan diri dengan gadis itu.


"Kamu sendiri tidak mengetahuinya bukan? Tunggu saja, nanti kamu akan tahu," ucap Cloud Fairies.


Qi Rong hanya bisa menghela napas dengan pasrah. Namun di dasar hatinya, ada perasaan antisipasi yang tidak disadari. Mungkin akan ada kesempatan baginya untuk bisa mengejar ketertinggalannya.


***


Perjalanan menuju Dataran tengah memakan waktu selama hampir tiga hari. Selama itu pula derek yang dinaiki Qing Yue'er tetap bergerak tanpa berhenti. Di situlah keistimewaannya. Derek bisa melakukan perjalanan tanpa membutuhkan istirahat. Hal itu akan memungkinkan perjalanan menjadi lebih cepat.


Qing Yue'er menatap wilayah Dataran Tengah yang sudah bisa dilihat oleh mata telanjang. Wilayah itu memang memiliki aura tersendiri. Bahkan Qing Yue'er dapat merasakannya dan itu sangat berbeda dari benua Tongxuan Timur.


Setelah beberapa saat akhirnya derek yang dinaikinya mulai melakukan pendaratan. Di sana sudah ada orang yang bertugas untuk menerima derek itu kembali.


Qing Yue'er dan Jing Ling turun dari derek. Sebelum pergi menjauh, Qing Yue'er menyempatkan diri untuk mengusap bulu-bulu halusnya. Dia bahkan membisikkan beberapa kata yang membuat burung itu sedikit memekik. Tidak ada yang tahu kalimat apa yang dia bisikkan.


Setelah itu barulah dia mundur dan bersiap untuk pergi. Namun, tiba-tiba dia mendengar suara yang ditujukan untuk mereka berdua. "Nona, kalian diharuskan untuk membayar batu roh lagi sebagai biaya tambahan."


Orang yang berbicara dengannya adalah pria tua yang mengenakan pakaian sederhana. Tidak ada yang spesial dari penampilannya. Namun nada bicaranya terdengar menuntut di telinga.


"Pak Tua, aku rasa tidak ada yang mengatakan hal seperti ini di awal penyewaan," ucap Jing Ling untuk memprotes. Dia sendiri merasakan hal yang sama dengan Qing Yue'er.


"Aih? Kalian tidak mau membayarnya?" Orang itu melebarkan matanya dan mengejek kedua gadis itu. "100 batu roh pun tidak mau membayarnya? Apa sekarang manusia benar-benar menjadi tidak tahu malu?"


Qing Yue'er menyedekapkan tangannya. Dia tidak keberatan dengan 100 batu roh, bahkan 200 batu roh tidak akan memberinya masalah jika itu memang kebenaran. Namun dia tidak akan senang ketika orang lain memanfaatkan keberadaannya yang memang masih asing di wilayah ini.


Dia menatap orang tua itu dengan wajah mengejek. Orang ini pasti melakukan tindakan penipuan bukan hanya sekali dua kali. Logikanya, para pendatang baru pasti merasa harus berhati-hati di wilayah yang masih asing, jadi kebanyakan mereka tidak akan menyinggung orang-orang di sini.


Namun Qing Yue'er bukan seseorang yang mudah dimanipulasi. Dalam sekali lihat saja dia tahu kalau orang tersebut hanya memanfaatkannya.


"Bagaimana kami bisa menjadi tidak tahu malu? Bukankah itu kamu yang ingin memanfaatkan orang lain?" Qing Yue'er mencibir.


"Aku tidak akan mendengarkanmu. Jing Ling, ayo pergi!" Qing Yue'er berkata sambil berlalu pergi meninggalkan orang tua itu. Sedangkan Jing Ling hanya tertawa mengejek.


Tentunya hal itu membuat kemarahan orang itu meningkat. Sudah lama dia tidak bertemu orang yang sulit semacam Qing Yue'er. Namun dia tidak akan menyerah begitu saja, hari ini dia baru mendapat sedikit tangkapan.


"Tunggu!" teriaknya.


Qing Yue'er mengerutkan kening. Dia berbalik untuk menatap orang tua itu. "Masih ada yang ingin dikatakan?"


Orang tua itu tertawa, tetapi tawanya mengandung ejekan yang begitu jelas. "Nona, jangan berpikir hidup di tempat ini begitu mudah. Kamu harus tahu kalau orang-orang di sini tentunya lebih kuat dan lebih kejam dari orang-orang Tongxuan Timur."


"Lalu?" Kedua alis Qing Yue'er terangkat. Sepertinya orang itu masih tidak mau melepaskannya.


"Lalu, siapa yang lebih dikenal di sini? Dan kira-kira siapa yang akan lebih dipercaya? Jika aku mengatakan hal buruk tentangmu, apakah mereka akan mempercayaiku?"


Ekspresi wajah Jing Ling langsung menjadi jelek setelah mendengar ini. Jelas-jelas orang itu sedang memeras dan mengancam mereka, bagaimana ini bisa dibiarkan begitu saja?


"Jangan bersikap seolah-olah kamu sangat berkuasa di sini! Paling-paling kamu hanya orang yang akan memeluk paha orang-orang berkekuatan, sebaliknya kamu akan menginjak orang-orang seperti kami." Jing Ling berkata dengan nada mengejek. Memang harus diakui kalau gadis itu memiliki keberanian di atas gadis-gadis lainnya.


Qing Yue'er membenarkan ucapan Jing Ling dengan sebuah kekehan. Dia menyukai bagaimana Jing Ling sering mengatakan hal-hal dengan pedas.


Orang tua itu langsung menggertakkan gigi penuh amarah. Baru kali ini dia ditertawakan oleh gadis-gadis muda seperti itu. Meskipun dia tahu perbuatannya adalah salah, tetapi dia melakukan semuanya karena dia sangat membutuhkan.


"Kalian benar-benar gadis yang sulit. Kalau begitu jangan salahkan aku karena menjadi kejam!" Dia langsung mengungkapkan auranya yang cukup kuat. Ternyata dia berada di level 4 alam langit.


Qing Yue'er tentu tidak takut. Namun itu akan terlalu membuang waktu jika harus menghadapi dengan tangannya sendiri. Dengan suara yang lantang dia pun berteriak, "Baihe, bermainlah dengan orang ini!"


Suara pekikan datang dari belakang. Orang tua itu langsung berbalik. Saat itulah dia terkejut karena melihat derek yang baru saja dinaiki oleh Qing Yue'er terbang melesat ke arahnya. Derek itu memiliki wajah yang berbeda, matanya terlihat lebih hidup daripada sebelumnya.


Apa-apaan ini?


Orang itu langsung menghentikan derek yang bersiap untuk mematuknya dengan paruh panjangnya.


"Berhenti berhenti!" Orang itu terlihat kelabakan. Meskipun derek itu tidak memiliki kultivasi, tetapi dia telah menjalani pelatihan fisik. Itu memang memiliki kemampuan untuk menyerang makhluk lain.


"Wah, ternyata derek itu bisa menyerang seseorang?" Jing Ling berkata dengan takjub. Dia melirik Qing Yue'er dengan heran. Ini pasti ada sangkut pautnya dengan tindakan Qing Yue'er yang membisikkan sesuatu pada derek tersebut.


Qing Yue'er terkekeh. Memang sebagai ucapan terima kasih karena telah mengantarnya jauh-jauh ke tempat ini, dia telah membisikkan sebuah nama untuk derek itu. Baihe atau Derek Putih adalah nama yang sederhana. Tidak menyangka ternyata derek itu menyukainya.