
Qing Yue'er bergerak lebih dalam ke arah hutan. Udara di sana lebih dingin dari sebelumnya. Seharusnya seseorang tidak akan berani jika bergerak ke sana, tapi Qing Yue'er berbeda dari yang lain. Dia malah menyukai suasana yang seperti ini.
Ketika Qing Yue'er sampai lebih dalam, dia bisa melihat banyak pendar cahaya yang menandakan keberadaan herbal spiritual. Bahkan energi spiritual di udara sudah semakin padat. Dia segara berhenti di lautan herbal spiritual.
Qing Yue'er memanfaatkan sisa qi spiritualnya untuk mulai memetik herbal spiritual yang ada. Setelah mendapatkan hampir tiga puluh helai herbal spiritual, dia pun menutup matanya dan mulai untuk menyempurnakan tanaman itu.
Untuk menyempurnakan 30 herbal ternyata dia menghabiskan waktu hampir dua jam. Ketika itu akhirnya dia mencapai terobosan. Ajaibnya, dia mencapai dua terobosan sekaligus. Ini benar-benar luar biasa.
Qing Yue'er berdiri. Dia ingin pergi tapi, dia menyayangkan lautan herbal spiritual yang masih tersisa sangat banyak. Dia memiliki sebuah ide. Sepertinya akan lebih baik jika dia memetik semua herbal dan akan menyimpannya untuk rekan-rekan yang lain. Itu akan lebih baik daripada orang lain datang dan mendapatkan herbal-herbal ini.
Akhirnya dia pun mulai membabat habis semua herbal spiritual itu. Ketika hari mulai menampakkan tanda-tanda matahari akan muncul, akhirnya dia telah menyelesaikan semuanya.
Qing Yue'er menepuk tasnya dengan bangga. Di dalam sudah ada ratusan herbal yang yang sangat banyak. Berhubung dia sudah mencapai terobosan ke tingkat yang sama sekali baru akhirnya dia bisa memetik herbal sebanyak itu tanpa rasa kelelahan yang berlebih.
Ketika Qing Yue'er bersiap untuk berbalik, tiba-tiba dia mendengar ada suara langkah kaki yang mendekat. Tidak, itu sedikit berbeda dari langkah kaki yang manusia biasanya.
Qing Yue'er segera menengok dan melihat dari mana langkah kaki berasal. Seketika matanya langsung menyusut ketika melihat apa yang datang. Itu adalah sosok kera hitam yang sangat besar dengan tinggi badan yang menjulang. Kera itu memancarkan sorot mata berwarna merah terang.
Siapa pun yang melihat hewan itu pasti akan segera berlari ketakutan. Kera itu memang memiliki penampilan yang sangar dan liar, sepertinya tidak akan mudah untuk bisa melawannya. Qing Yue'er menyadari itu dan akhirnya dia segera meluncur menjauh dari tempat itu. Sayangnya pergerakannya membuat kera itu malah merasakannya.
Bukan tanpa alasan dia memilih masuk lebih dalam ke hutan, dia hanya tidak mau membuat murid-murid lainnya ketakutan saat melihat kera itu. Belum lagi sepertinya itu akan merepotkan jika orang lain menemukan kejadian ini.
Kera hitam itu mengejar pelarian Qing Yue'er. Tentunya pergerakan itu membuat tanah sedikit bergetar. Namun, karena itu sudah masuk ke pedalaman hutan akhirnya murid-murid lain tidak bisa merasakannya.
Qing Yue'er menghentikan langkahnya. Sepertinya akan sia-sia jika dia akan tetap melarikan diri. Lebih baik dia mencoba untuk melawannya, sekaligus itu akan menjadi media pelatihan untuknya.
"Heh, apa kamu begitu memusuhi manusia? Kalau begitu kamu harus mencoba untuk melawanku," ucap Qing Yue'er dengan percaya diri.
"Ggrrr!" Kera itu menggeram untuk menanggapi Qing Yue'er.
Setelah itu Qing Yue'er menyiapkan kuda-kuda dan bersiap untuk melancarkan serangannya. Dia berlari mendekati kera itu dan melakukan pukulan serta tendangan untuk menargetkan berbagai tempat. Namun, tidak semudah itu untuk melawan kera hitam tersebut. Itu membutuhkan lebih banyak perjuangan.
Boomm!
Suara-suara ledakan langsung bergema di udara yang sebentar lagi akan berganti pagi. Tidak baik, Qing Yue'er harus segera mengalahkan kera besar itu atau orang lain akan segera menemukannya.