
Qing Yue'er memasang kewaspadaan tinggi. Beberapa orang berjalan menuruni tangga dengan wajah mengejek. Pemimpinnya adalah seorang pria dengan wajah yang dipenuhi oleh kesombongan. Pria itu adalah seseorang yang barusan melemparkan serangan padanya.
Harus diakui, kekuatan orang itu memang tidak bisa dilihat atau dideteksi. Qing Yue'er yakin orang-orang yang datang ini pastinya bukan orang sembarangan di istana Shenghuo. Setidaknya seseorang yang memiliki jabatan atau pengaruh tertentu.
“Hanya gadis yang masih begitu muda,” ucap Liu Junlai dengan cemoohan. “Namun, harus kuakui kamu cukup berani untuk membuat masalah sebesar ini. Apa kau tahu apa yang sudah kau lakukan?!”
Liu Junlai mengamati pasukan-pasukan yang sebelumnya sudah dia siapkan sebaik mungkin. Mereka semua sudah bergelimpangan menjadi mayat kaku. Bagaimana mungkin dia tidak marah? Tentu saja dia marah dan ingin segera menghukum pelakunya.
“Katakan! Siapa namamu dan kenapa kamu ingin mencegah perang antara klan Xie dengan klan Liu?!”
Qing Yue'er menegakkan punggungnya dan menatap Liu Junlai dengan kepala dimiringkan. “Bukankah membuat masalah di klan sebesar ini adalah sesuatu yang menyenangkan? Namaku adalah sesuatu yang asing, aku yakin kamu tidak akan mengenalku.”
“Hmm!” Liu Junlai mendengus tidak suka. “Tidak seharusnya aku bertanya sesuatu padamu. Siapa pun kamu aku harus memberimu pelajaran yang bagus!”
Dia menyeringai. Kekuatannya berada di level 5 alam surgawi sedangkan gadis itu hanya berada di level 1 alam surgawi. Selisih kekuatan mereka begitu banyak dan dia tidak takut akan kekalahan. Dia lebih menantikan bagaimana gadis itu akan berlari untuk mencari perlindungan.
Jujur saja Qing Yue'er merasakan tekanan yang begitu kuat. Rasanya seperti ada sebuah gunung besar yang sedang menekan punggungnya. Ini bukan sesuatu yang sepele. Perbedaan satu tingkat saja sudah bisa membuat seseorang terbunuh, apalagi empat tingkat seperti sekarang?
Meskipun begitu, Qing Yue'er tidak menampilkan kepanikan. Ini adalah trik Liu Junlai untuk membuatnya berlutut. Dia sudah hafal trik ini dan dia tidak akan pernah mau berlutut pada siapa pun kecuali kedua orang tuanya.
Whosshh!
Pada saat itu juga Liu Junlai langsung melemparkan serangan qi spiritual yang tidak main-main. Sudah tentu, lagi pula tidak ada serangan qi spiritual dari ahli alam surgawi yang berakhir sepele. Serangan qi spiritual itu hampir membelah udara dan menciptakan bunyi yang menyakiti telinga.
Pada titik kritis itu, Qing Yue'er langsung mengeluarkan trisulanya dan mengayunkannya dalam sekali jalan. Dia tidak akan bisa menahan serangan Liu Junlai dengan kekuatannya sendiri. Jadi, saat ini dia akan mengandalkan trisulanya sekaligus untuk meneliti kapasitasnya.
Hempasan qi spiritual yang kuat langsung keluar dari ayunan trisula. Bahkan, untuk Liu Junlai, dia harus dibuat terkejut dengan kemunculan trisula itu. Perasaannya sudah tidak bisa terlalu santai. Bagaimana bisa ada senjata seperti itu?
Maksudnya, gadis itu hanya level 1 alam surgawi. Namun, berkat trisula itu serangan yang dia lemparkan bisa langsung dilenyapkan dengan mudah. Jika itu bukan senjata ajaib maka dia bukan lagi Liu Junlai yang hebat.
Jika dilihat dari sudut pandang ini maka seharusnya gadis itu bukanlah gadis biasa. Semakin memikirkan ini semakin membuatnya ingin menyingkirkannya. Jika gadis itu sampai keluar dari sini siapa yang tahu kepada siapa dia akan mengadu? Jika benar keluarganya besar maka klan Liu akan mendapat masalah yang lain.
“Hmm! Jangan merasa percaya diri hanya karena sebuah senjata pembantu!” kecam Liu Junlai. Kemudian dia kembali melancarkan serangannya. Kedua telapak kanannya bersinar terang dan serangan qi spiritual yang bertubi-tubi langsung dia lepaskan.
Qing Yue'er menggunakan trisulanya untuk menangkis dan menahan serangan itu. Namun, lama-kelamaan dia merasa lelah karena serangan Liu Junlai seolah tidak pernah berhenti. Kakinya mulai melangkah mundur sedikit demi sedikit tanpa disadari.
Perasaan Qing Yue'er mulai sedikit terancam. Tidak, dia tidak akan meminta bantuan Mo Jingtian. Tidak untuk saat ini. Seharusnya dia masih bisa mencari solusi yang lebih tepat.
Qing Yue'er mencengkeram trisulanya dengan erat. Dia tidak yakin apakah trisula itu mampu memanipulasi level 5 ahli alam surgawi atau tidak. Namun, sepertinya dia harus mencoba.
“Bisakah kamu memanipulasi mereka?” tanya Qing Yue'er pada trisula di tangannya. Hingga beberapa saat Qing Yue'er tidak mendapatkan jawaban apa pun. Trisula itu juga tidak tampak melakukan pergerakan yang tidak normal.
“Trisula, aih, bukankah kamu adalah senjata hebat milik Di Liying? Kenapa begitu lemah?” ejek Qing Yue'er di tengah-tengah pikirannya. Jika trisula itu benar-benar tidak mampu maka dia mungkin akan mengeluarkan Ying Jun sekarang.
Ajaibnya setelah Qing Yue'er mengejek trisula itu, tiba-tiba suara dengungan lembut terdengar di telinga. Kedua mata Qing Yue'er langsung membola. Pada saat berikutnya Liu Junlai langsung menghentikan serangannya. Orang itu terdiam mematung secara tiba-tiba.
Qing Yue'er tidak bisa tidak bersorak. Ternyata trisula itu mampu memanipulasi level 5 alam surgawi. Hebat, ini memang hebat. Awalnya dia pikir itu tidak akan terjadi, tapi sepertinya trisula itu memang senjata yang kuat.
“Seharusnya aku memikirkan hal ini dari awal sehingga tidak perlu repot menghindar dari serangannya,” gumam Qing Yue'er.
Bukan hanya Liu Junlai saja yang pikirannya dimanipulasi oleh trisula, tetapi orang-orang yang datang bersama dengan pria itu juga menjadi korban manipulasi. Qing Yue'er hendak melakukan sesuatu pada mereka, tapi tiba-tiba tanah di bawah kakinya sedikit bergetar.
Qing Yue'er mendengar suara dari kejauhan. Dia belum melihat penampilan dari orang yang bertanya, tetapi dia sudah merasakan aura kuat yang bergerak mendekat. Hatinya merasa bergetar. Sepertinya kali ini orang yang datang akan lebih kuat dari Liu Junlai.
Bang!
Suara ledakan terdengar di depan pintu. Sebelum Qing Yue'er bisa melihat siapa yang datang, tiba-tiba seseorang menarik kerahnya dari arah belakang dengan cara yang semena-mena.
Jantung Qing Yue'er berdegup kencang. Pandangannya menjadi buram saat dia merasa tubuhnya ditarik ke tempat yang tidak diketahui. Mulutnya terbuka lebar ingin segera memaki. Namun, tiba-tiba dia mendengar suara yang tidak asing masuk ke telinganya.
“Mari pulang. Tujuanmu untuk memusnahkan pasukan sudah selesai.”
“....”
Qing Yue'er menelan kembali apa yang ingin dia serukan. Ketegangannya seketika langsung diturunkan. Namun, dia sedikit mendengus dan segera memukul tangan orang yang sedang menarik kerah bajunya seperti sedang menarik kucing.
“Lepaskan tanganmu! Kamu benar-benar membuatku takut,” protes Qing Yue'er yang merasa sedikit kesal. Tangannya menepuk dadanya untuk menenangkan detak jantungnya. Bagaimana pria ini bisa datang dengan cara seperti itu? Dia pikir itu adalah seseorang yang ingin mencelakainya.
Mo Jingtian langsung melepaskan tangannya dari tengkuk Qing Yue'er. Dia sedikit tersenyum lalu membawa gadis itu hingga mereka tiba di atas awan. “Kamu terlalu menantang bahaya,” ucapnya.
“Memangnya kenapa? Aku tidak takut,” jawab Qing Yue'er yang masih kesal.
“Baiklah, aku tidak akan mengulanginya lagi,” ucap Mo Jingtian. Tindakannya yang menarik Qing Yue'er secara tiba-tiba pasti sudah membuat gadis itu kaget, apalagi pada situasi menegangkan seperti tadi.
“Lupakan. Mari kita kembali. Mungkin mereka juga sedang mencemaskanku,” ucap Qing Yue'er pada akhirnya. Dia juga tahu, jika Mo Jingtian tidak datang mungkin dia sendiri yang akan berada pada situasi sulit. Kemudian dia memegang tangan Mo Jingtian sambil berkata, “Ikut denganku.”
Mo Jingtian sedikit terkejut dengan ucapan Qing Yue'er. Meskipun begitu, dia tidak mengatakan apa-apa dan membiarkan Qing Yue'er melakukan apa yang dia mau. Lagi pula tidak ada salahnya datang ke klan Xie, meskipun pada akhirnya dia masih harus menutup identitasnya.
***
Sementara itu orang yang datang ke ruang bawah tanah menatap pemandangan di depannya dengan wajah penuh amarah. Auranya yang kuat terasa jauh lebih menakutkan.
“Apa yang terjadi?!” teriaknya yang tentu saja tidak dibalas oleh Liu Junlai. Dia langsung memeriksa keadaan Liu Junlai dan beberapa orang lainnya. Wajahnya yang sudah jelek menjadi semakin buruk.
“Siapa yang bisa memanipulasi Junlai?” Dia bergumam dengan serius. Pasalnya hanya ada sedikit orang yang mungkin bisa memanipulasi pikiran orang lain. Ini memang bukan sesuatu yang sepele.
Kemudian dia mengalihkan pandangannya pada pasukan-pasukan yang sudah berubah menjadi tumpukan mayat. Di sana ada juga lebah beracun yang sudah berserakan di bawah. Orang itu juga memiliki lebah beracun?
Liu Wen mengepalkan kedua tangannya. “Bangun kalian!” teriaknya dengan keras yang langsung membuat Liu Junlai tersadar.
“Paman, ini benar-benar tidak bisa dibiarkan. Kita harus menyelidiki siapa gadis itu,” ucap Liu Junlai tanpa berbasa-basi. Dia merasa marah karena sudah dipermainkan oleh gadis semuda Qing Yue'er.
“Memangnya apa lagi jika tidak diselidiki! Cepat cari tahu siapa pun gadis itu!” seru Liu Wen dengan marah.
“Bagaimana dengan rencana penyerangan kita?” tanya Liu Junlai. Ini adalah sesuatu yang penting bagi mereka.
“Tidak ada jalan lain. Kita harus menundanya. Bagaimanapun juga kita sudah kehilangan banyak orang dan ini adalah kerugian besar!” ucap Liu Wen dengan keras. Mereka baru saja kehilangan Pulau Langit dan sekarang pasukan mereka lenyap. Ini benar-benar kerugian.
Sejujurnya dia masih tidak mengerti. Apakah ini hanya kebetulan? Kenapa dalam sehari klan mereka menerima masalah seperti ini? Apa lagi yang akan terjadi besok? Jangan sampai giliran istananya yang meledak. Jika ini semua adalah perbuatan orang yang sama maka dia tidak akan pernah memaafkannya.