
Qing Yue'er benar-benar terkejut. Dia ingin menanyakan beberapa hal tetapi sepertinya tidak ada waktu untuk melakukannya. Dengan gerakan yang gesit, dia melesat ke arah leluhurnya dan menariknya menjauh dari monster kepala hijau Quan Bufan.
Dia melihat bagaimana kondisi leluhurnya dan menemukan bahwa luka-lukanya sedikit parah, apalagi di bagian bahunya. Bahkan tubuh leluhur Yin sudah gemetaran sejak dia merangkulnya.
“Hahaha, Qing Yue'er, kaukah itu?" tanya Yin Hu dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. Jangan salahkan dia jika tiba-tiba menjadi sentimental. Gadis di depannya ini adalah murid terbaik dari akademinya. Bisa bertemu dengannya pada situasi seperti ini merupakan sesuatu yang mengejutkan dan mengharukan baginya.
“Ya, ini aku,” jawab Qing Yue'er lalu tersenyum sedikit. “Jangan berbicara banyak hal, aku akan memulihkan kondisi Leluhur.” Kemudian dia mengulurkan tangannya, mulai menyalurkan kekuatannya untuk memulihkan energi dalam tubuh leluhurnya.
Yin Hu langsung tersenyum. Hanya ada kemungkinan kecil dia bisa bertemu dengan Qing Yue'er. Dia pikir itu sedikit tidak mungkin untuk bisa bertemu. Namun, ternyata mereka bisa bertemu lagi di tempat ini. Sebuah takdir yang membuatnya sangat senang.
“Hahaha, drama macam apa ini? Leluhur dengan murid?” Quan Bufan yang melihat interaksi yang terjadi antara Yin Hu dengan Qing Yue'er pun mengejek. Melihat dua orang itu membuat dia semakin tertarik untuk menghancurkan keduanya.
“Quan Bufan, jangan pernah berpikir untuk melukainya!” teriak Yin Hu. Dia berusaha untuk mendorong Qing Yue'er ke belakangnya, berniat untuk melindungi gadis itu dari Quan Bufan itu.
“Yin Hu, Yin Hu. Kamu bahkan kesulitan untuk melindungi dirimu sendiri lalu bagaimana kamu akan melindungi muridmu?” tanya Quan Bufan dengan nada mengejek. Menurutnya jika kekuatan Yin Hu saja hanya sebatas itu lalu bagaimana dengan muridnya? Pasti jauh di bawahnya bukan?
“Gadis, aku baik-baik saja. Pergilah dari sini. Pergi, jangan pernah kembali ke sini lagi.” Yin Hu mendorong Qing Yue'er dan menyuruhnya pergi. Dia tidak bisa melihat seberapa kekuatan gadis itu tetapi dia tidak peduli. Dia hanya perlu menyuruh Qing Yue'er pergi dan dia yang akan menghadapi Quan Bufan ini sendirian.
“Leluhur—”
Sebelum Qing Yue'er bisa menjawab, Quan Bufan sudah tertawa terbahak-bahak. “Siapa yang akan membiarkan salah satu dari kalian pergi? Jangan bermimpi!”
Kemudian Quan Bufan menutup segala akses keluar yang tersedia dengan menggunakan sebuah dinding transparan. Dia tertawa terbahak-bahak menyadari kemungkinan bahwa dia akan segera menghancurkan dua orang itu.
Yin Hu menjadi semakin marah hingga dadanya merasa sesak. Pada saat berikutnya dia langsung memuntahkan seteguk darah merah. Tubuhnya yang belum begitu baik justru menjadi semakin lemah. Terpaksa dia harus jatuh ke lantai. Beruntung Qing Yue'er segera menahannya sehingga tidak perlu takut akan terbentur.
“Apa? Kamu bahkan hanya bisa meludahkan darah ketika marah, apa kamu masih bisa melindungi muridmu itu?" Quan Bufan kembali mengejek penuh kemenangan. Setelah itu tawanya pun kembali meledak.
”Bisakah kamu diam? Sangat berisik!” gerutu Qing Yue'er. Dia juga merasa marah karena pria itu sudah melukai leluhurnya. Dia ingin sedikit memulihkan leluhurnya tetapi orang itu membuatnya terganggu terus-menerus.
Quan Bufan langsung mengerutkan keningnya tidak senang. Alih-alih takut, kenapa gadis itu malah berbicara seperti itu padanya? Apakah dia gadis yang tidak tahu akan kematian?
“Benar-benar bodoh. Kamu berani berbicara dengan cara seperti itu?” tanya Quan Bufan dengan mata memelotot.
Meskipun Quan Bufan berada di dalam kabut hijau, Qing Yue'er bisa melihat bagaimana kondisi orang itu. Dia juga bisa mendeteksi tingkat kekuatannya. Sangat lemah, hanya level tiga alam duniawi dan dia sudah searogan itu ya?
Qing Yue'er terkekeh. Kekehannya langsung membuat Yin Hu merasa heran. Dia baru sadar bahwa sejak tadi gadis itu tidak terlihat takut sama sekali. Bagaimana Qing Yue'er tetap terlihat tenang pada saat seperti ini? Dia benar-benar kehabisan akalnya.
“Jangan macam-macam dengannya,” bisik Yin Hu. Dia tidak mau jika gadis ini membuat Quan Bufan semakin marah dan mereka pasti tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri sama sekali.
“Kamu benar-benar berani ya?!” Quan Bufan menggertakkan giginya dengan marah. Sepertinya menghadapi gadis kurang ajar seperti itu, dia harus memberinya pelajaran yang pantas. Benar-benar tidak sopan pada yang lebih tua!
Qing Yue'er akhinya bangkit setelah merasa keadaan leluhurnya menjadi lebih baik. Kemudian dia berjalan mendekati kepala iblis berwarna hijau yang sangat besar itu. “Aku bertanya-tanya, apa yang membuatmu berpikir bahwa seharusnya aku tidak berani padamu? Apa karena kamu berada di level 3 alam duniawi?”
Kedua mata Quan Bufan langsung berkilat. “Bagaimana kamu bisa tahu?!” Dia tidak menyangka jika gadis itu bisa melihat tingkat kultivasinya. Biasanya orang yang lebih lemah tidak akan mampu melihat tingkat kekuatan seseorang yang lebih kuat. Kecuali dibantu dengan kekuatan tertentu.
Kalau begitu apakah gadis itu memiliki kekuatan yang setara atau lebih kuat darinya? Bagaimana mungkin? Quan Bufan tidak memercayainya. Mungkin gadis itu hanya menggunakan teknik untuk mengintip seberapa tingkat kekuatannya.
“Kenapa aku bisa tahu?” Qing Yue'er menyeringai yang membuat punggung Quan Bufan menjadi sedikit dingin.
Yin Hu menatap Qing Yue'er dengan khawatir. Dia takut gadis itu akan melakukan hal-hal di luar batas kemampuannya. Bagaimana jika ada hal buruk yang terjadi padanya?
Pada saat dia sedang merasa cemas, tiba-tiba dia mendengar ledakan yang memekakkan telinga. Ruangan ini langsung berguncang dengan hebat. Di tengah ruangan, kabut hijau yang membentuk kepala iblis itu mulai memudar.
Yin Hu tidak dapat melihat semuanya dengan jelas karena kabut hijau itu menyebar ke mana-mana dan membuat pandangannya terhalang. Setelah beberapa saat akhirnya dia baru bisa menajamkan penglihatannya. Apa yang dia lihat sungguh membuatnya terkejut.
“Bagaimana ini bisa ... terjadi?” gumam Yin Hu dengan mata terbelalak.
Sementara itu, di tengah-tengah ruangan, tangan kanan Qing Yue'er sedang mengangkat sosok Quan Bufan yang sudah memucat. Sedangkan tangan kirinya mengepal erat lalu dilayangkan berkali-kali ke wajah pria itu.
Baamm! Baamm!
“Bukankah kamu begitu bangga karena sudah menginjak level 3 alam duniawi?" Qing Yue'er bertanya dengan mukut mengejek. “Kamu harus tahu bahwa aku sudah menginjak alam itu sejak lama. Bukankah kamu begitu arogan di hadapanku? Maka biarkan aku memberimu pengetahuan yang lebih luas.”
Qing Yue'er tiba-tiba melemparkan tubuh Quan Bufan ke tembok batu dengan keras hingga menimbulkan ledakan yang lain. Hal itu membuat Quan Bufan menjerit menahan rasa sakitnya.
“Kamu ... gadis ... gila!" teriak Quan Bufan dengan suara terputus-putus.
“Aku tidak mengatakan jika aku waras. Menjadi gila adalah saat yang tepat untuk menyiksa seseorang bukan?”
Qing Yue'er melangkah mendekati Quan Bufan yang sudah tersungkur di lantai. Hidung dan mulutnya sudah mengalirkan darah. Dia tampak ketakutan setiap kali melihat langkah Qing Yue'er yang semakin mendekat. Seperti malaikat kematian yang akan mengantarkannya menuju dunia bawah.
***
Maaf ya sudah membuat kalian menunggu atau mungkin membuat kalian mencemaskanku 🤭
Aku mengambil awal bulan untuk waktu libur, maaf jika belum ada pemberitahuan sebelumnya 🤗