Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Pergolakan


Tanpa terasa waktu sudah berlalu hampir satu minggu. Di dalam kolam, Qing Yue'er mulai merasakan tanda-tanda terobosan yang kuat, terlalu kuat hingga dia merasa sedikit kewalahan. Akhirnya dengan satu sentakan, dia pun mendobrak dinding dari level selanjutnya.


Napasnya menjadi tertahan. Keringat mulai menetes di dahinya. Giginya digertakkan ketika dia mulai mengerahkan segalanya. Dan tak selang lama bunyi dentuman pun terdengar dua kali di kepalanya.


Boomm, boomm!


Hempasan energi spiritual menyebar dari sekitar tubuh Qing Yue'er, menyebabkan air kolam mengalami gelombang hingga beberapa kali. Ini mungkin tidak begitu keras, tapi itu adalah hal yang bisa dilihat oleh mata.


Level 9 alam duniawi!


Qing Yue'er merasa sangat senang tapi ini masih belum cukup. Persik Surgawi memang harta yang menakutkan. Setelah dipakai untuk menerobos dua alam pun energinya masih tersisa banyak. Jadi, saat ini dia masih akan melanjutkan terbosannya lagi. Dia harus bisa mendobrak alam surgawi!


Dia menarik napas panjang dan mengembuskannya. Dengan mata yang tetap tertutup rapat, dia langsung melanjutkan usahanya lagi.


Cahaya berwarna putih samar-samar melingkari tempatnya berada. Qing Yue'er merasakan sensasi yang sama sekali berbeda. Saat ini dia merasa kesadarannya seolah dibawa pergi hingga bertemu dengan sisi yang lain.


Qing Yue'er membuka kedua matanya. Apa yang tampak di depan mata adalah pemandangan yang sama sekali berbeda. Tempat itu terlihat seperti sebuah medan perang dengan begitu banyak mayat-mayat yang bergelimpangan di tanah. Bau darah yang begitu pekat langsung menyeruak ke hidungnya.


Apa yang sedang terjadi? Qing Yue'er benar-benar tidak mengerti. Dia melangkah maju tapi rasanya sedikit aneh, seperti tidak benar-benar sedang menginjak tanah. Akhirnya dia pun menunduk dan mengamati dirinya sendiri.


Setelah beberapa saat barulah dia mengerti. Ini bukan raganya melainkan kesadarannya. Hanya kesadarannya yang datang ke tempat tidak dikenal ini.


Apakah ini mungkin bagian dari iblis batin yang Mo Jingtian katakan? Tidak, sepertinya itu tidak mungkin. Seharusnya iblis batin adalah ketika hal lain mencoba untuk mengambil alih tubuhnya. Bukankah begitu?


“Semua manusia marah. Semua makhluk hidup marah. Kamu membuat masalah di mana-mana. Apa sekarang kamu tahu apa kesalahanmu?”


Samar-samar Qing Yue'er mendengar seseorang sedang berbicara. Nadanya terdengar begitu dalam tetapi juga menenangkan. Siapa itu?


Qing Yue'er mulai bergerak untuk mendekati sumber suara. Dia berjalan melewati tumpukan mayat dan lautan darah yang menggenang. Siapakah orang yang sudah melakukan pembantaian ini? Itu pasti orang yang menakutkan.


Saat Qing Yue'er masih berjalan ketika tiba-tiba mendengar suara sahutan yang berbeda. “Apa dengan menghukumku seperti ini akan membuatku merasa takut?”


Qing Yue'er terhenyak setelah mendengar suara ini. Jantungnya langsung berdetak lebih cepat. Tidak tahu apa yang sedang terjadi tapi dia merasa sedikit cemas. Dengan cepat dia pun segera berlari menuju sumber suara tersebut.


“Jingtian!”


Kedua kaki Qing Yue'er terus berlari melewati lautan mayat yang benar-benar menakutkan. Meskipun saat ini dia hanyalah sebuah kesadaran tapi dia tidak bisa terbang dengan bebas.


Langit menjadi gelap. Tiba-tiba saja kilatan petir menyambar ke suatu tempat yang berada tidak jauh dari Qing Yue'er. Ketika petir itu jatuh suaranya terdengar begitu menggelegar.


“Aku akan menghukummu sekarang!”


Langit kembali bergemuruh dengan puluhan sambaran petir yang hanya jatuh pada satu titik. Itu menciptakan kilatan cahaya yang begitu mencolok apalagi di waktu senja seperti ini.


Qing Yue'er yang melihat kejadian ini benar-benar menjadi mati rasa. Meskipun begitu dia terus berlari mendekati tempat itu. Semakin dekat dan semakin dekat hingga berakhirlah dia di sebuah altar yang memiliki beberapa tingkat.


Dia melihat semuanya sekarang. Petir masih terus menyambar dan turun menghancurkan seseorang yang diikat di sebuah tiang. Wajah Qing Yue'er langsung memucat. “Jingtian!”


Jegeerr!


Qing Yue'er tidak bisa membiarkan ini begitu saja. Dia berlari menaiki tangga untuk mencapai tempat di mana Mo Jingtian mendapatkan hukuman konyol itu. Namun, saat dia hampir mendekat, Mo Jingtian mengangkat kepalanya untuk menatapnya.


Wajah Mo Jingtian tidak berubah. Dia malah tersenyum pada Qing Yue'er. “Jangan datang. Pergilah dari tempat ini.”


Qing Yue'er menggelengkan kepalanya dengan keras. Bagaimana mungkin dia bisa meninggalkan Mo Jingtian dalam keadaan seperti itu? Meskipun pria itu terlihat baik-baik saja tapi dia tidak percaya kalau Mo Jingtian baik-baik saja.


“Gadis, kenapa kamu harus datang ke tempat ini? Ini bukan tempat yang pantas untukmu,” ucap seseorang yang berada di udara. Orang itu berdiri dengan tangan yang diistirahatkan di belakang.


“Siapa kamu? Kenapa kamu melakukan ini pada Mo Jingtian?” tanya Qing Yue'er dengan dingin.


“Ini adalah apa yang harus aku lakukan. Dia harus menerima hukumannya karena sudah tidak patuh. Melanggar aturan berarti menerima hukuman.”


“Memangnya apa yang telah dia lakukan? Aturan apa yang dia langgar?”


“Gadis, seorang manusia sepertimu tidak pantas menanyakan hal-hal seperti ini.”


“Tapi aku ingin tahu!” teriak Qing Yue'er yang merasa marah. Dia menolah pada Mo Jingtian sambil berkata, “Aku memintamu untuk membebaskannya atau aku akan menghancurkanmu.”


“Jangan lakukan itu. Kamu tidak akan bisa melawannya,” ucap Mo Jingtian dengan mata yang memerah.


Qing Yue'er tidak bisa melihatnya lagi. Bagaimana dia bisa melihat orang yang begitu berharga disiksa seperti itu?


“Aku bisa menghentikan hukuman ini, dengan satu syarat,” ucap orang misterius yang berdiri di udara.


“Katakan, apa itu?” tanya Qing Yue'er.


“Kamu harus menggantikan tempatnya.”


Mo Jingtian menatap Qing Yue'er sambil menggelengkan kepalanya. “Tidak, aku tidak akan membiarkanmu memasuki tempat ini. Pergi—arrgghh ....”


Qing Yue'er bisa melihat tubuh Mo Jingtian yang luruh ke bawah. Penampilannya tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Siapa pun bisa membayangkan bagaimana rasanya jika harus menerima sambaran petir hingga berkali-kali.


Hati Qing Yue'er merasa sakit. Sudah berapa kali Mo Jingtian membantunya? Melindunginya dan mempermudahkannya dalam mencapai sesuatu? Bukankah ini saat yang tepat baginya untuk menebus semua itu?


Sudut mata Qing Yue'er menjadi basah. Dia melangkahkan kakinya naik, tapi tiba-tiba dia mendengar bisikan di telinganya. “Jangan percaya pada mereka. Kamu tahu kamu hanyalah kesadaran, bagaimana mungkin mereka bisa melihat keberadaanmu?”


Seketika langkah kakinya langsung terhenti. Jantung Qing Yue'er kembali dipacu dengan cepat. Dia menatap Mo Jingtian dan orang misterius itu secara bergantian.


“Kenapa? Apa kamu ragu untuk menolong Mo Jingtian?”


Qing Yue'er menyipitkan matanya. Kemudian dengan dingin dia mengecam, “Kalian semua palsu. Tunjukkan wajah kalian yang sebenarnya!”


“Hahaha ....” Orang misterius itu tertawa terbahak-bahak. “Bagaimana aku bisa palsu? Pikirkan baik-baik. Jika kamu tidak menolong dia sekarang maka nyawanya akan hilang!’


“Jangan bermain trik lagi. Dia bukan Mo Jingtian! Tunjukkan wajah kalian yang sebenarnya!”


Orang misterius itu mendengus dengan dingin. Tiba-tiba tubuhnya berubah menjadi cahaya putih sebelum akhirnya menyatu ke dalam tubuh orang yang menyerupai Mo Jingtian.


Qing Yue'er masih diam melihat ini. Dia ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh orang misterius itu. Saat ini dia harus waspada, entah apa ini tapi apa yang dikatakan oleh suara bisikan itu memang benar. Dia sendiri hanya sebuah kesadaran, kenapa mereka bisa melihatnya dengan bebas? Itu memang bukan situasi yang normal.


Asap hitam keluar dan menyebar di sekitar area tiang. Qing Yue'er bisa melihat perubahan yang begitu drastis. Makhluk yang menyerupai Mo Jingtian itu mulai berubah menjadi kepulan asap hitam.


Hal yang semakin membuat Qing Yue'er waspada adalah ketika asap hitam itu bergerak dengan cepat ke arahnya. Qing Yue'er segera berlari menghindar. Ternyata dia kesulitan. Kesadaran semata tidak mungkin bisa mengeluarkan kekuatan layaknya tubuh fisik biasa.


Qing Yue'er masih berusaha menghindar. Namun, hasilnya tidak bisa maksimal. Dengan gerakan yang begitu cepat, asap hitam itu menerjang kesadarannya hingga semuanya berubah menjadi gelap.


Whosshh!


“Ini adalah iblis batin. Kamu harus melawannya sekarang,” bisik Mo Jingtian di telinga Qing Yue'er. Dia bisa melihat gadis itu yang menahan napasnya. Keringat dingin keluar di dahinya hingga membasahi anak rambutnya. Kedua tangannya pun mencengkeram erat pakaiannya sendiri.


Mo Jingtian tahu, ini adalah fase pergolakan yang begitu krusial. Saat ini Qing Yue'er sedang berperang untuk melawan iblis batin yang ingin menguasai tubuhnya. Perasaan seperti itu hanya sesuatu yang bisa dirasakan dan diceritakan oleh Qing Yue'er sendiri. Dia percaya, gadis itu bisa melewatinya.