Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Liu Shaoqing


Sejak pasukan klan Xie masuk menyerbu istana Shenghuo, tempat itu seketika berubah menjadi kekacauan penuh. Cipratan darah tidak mungkin bisa dihindari. Tempat yang bersih itu mulai dipenuhi dengan kabut darah.


Bukan hanya manusia saja yang ikut andil. Namun, binatang-binatang roh dari beragam jenis juga mulai dikeluarkan untuk saling bunuh membunuh. Beberapa dari mereka memiliki kekuatan yang menakjubkan. Namun, masih belum ada yang mengeluarkan binatang ilahi yang menarik perhatian kecuali milik Qing Yue'er dan Xie Ying Fei.


Saat ini tidak ada orang yang bisa bersantai-santai. Semuanya menjadi serba sigap dan tangkas. Xie Song bertarung melawan Liu Wen. Pertarungannya begitu mengguncang. Kebanyakan mereka tidak menggunakan adu tinju secara kasar melainkan menggunakan teknik bela diri yang lebih teratur.


Sementara itu Xie Ying Fei dan harimau putihnya bergerak untuk mengatasi para penatua klan Liu. Kerja samanya dengan harimau putih itu membuat kekuatannya tidak bisa diremehkan. Keduanya bergerak dan membuat para penatua harus lebih berhati-hati.


Ying Jun juga tidak hanya diam. Dia terbang menghantam para pasukan susulan klan Liu. Kelihatannya dia seperti sedang bersenang-senang. Ying Jun hanya akan menghadang pasukan-pasukan yang hendak memasuki medan berdarah. Dengan begitu pasukan klan Liu tidak akan mendapat tambahan karena Ying Jun sudah terlebih dahulu menghancurkannya di tengah jalan.


Qing Yue'er memang memercayakan masalah itu pada Ying Jun. Dia sendiri saat ini sedang menatap Liu Shaoqing dari atas ke bawah. Tatapannya yang begitu teliti terlihat seperti sedang menguliti orang itu. Bukan, dia masih belum begitu ingin membunuh orang sekarang. Dia justru penasaran dengan Liu Shaoqing yang kelihatannya begitu tertarik pada ibunya.


Dia terkekeh geli. Setelah berhenti dia pun bertanya, “Paman, apa kau menyukai ibuku?”


Liu Shaoqing yang ditanya seperti itu menjadi heran. Sebelumnya gadis itu berteriak memanggil ibu pada Xie Ying Fei. Apakah dia putri Xie Ying Fei? Kenapa dia tidak pernah mendengar kabar mengenainya?


Jika dilihat dari penampilannya, dia tidak terlalu ragu. Maksudnya gadis itu juga memiliki penampilan yang luar biasa seperti Xie Ying Fei. Jadi, wanita cantik memang menurunkan kecantikannya pada putrinya.


Bukan hanya itu. Bahkan, gadis itu juga memiliki seekor phoenix sebagai binatang ilahinya. Jika dia tidak salah maka seharusnya gadis itu juga merupakan seorang jenius muda. Bagaimana bisa seperti itu? Benarkah itu putri Xie Ying Fei dengan pria yang tidak diketahui asal-usulnya itu?


“Apakah kamu putri Xie Ying Fei?” tanya Liu Shaoqing.


Qing Yue'er terkekeh pelan. “Bagaimana menurutmu? Apakah kamu percaya jika aku adalah putrinya?”


Liu Shaoqing tidak menjawabnya. Hanya menatap Qing Yue'er sambil mengukur kemampuannya. “Kalau begitu, Paman, apa kamu ingin membuat kesepakatan denganku?” tanya Qing Yue'er.


“Kesepakatan?”


Qing Yue'er menganggukkan kepalanya. Kemudian dia mengamati sekitar untuk memastikan ibunya tidak ada di sekitarnya. Setelah dirasa aman dia pun bertanya, “Itu seperti ... aku yakin Paman ini ingin menghabiskan waktu dengan ibuku bukan?”


Liu Shaoqing tidak bisa berkata-kata. Bagaimana gadis itu bisa bertanya seperti itu? Apa mungkin dia bisa membantunya? Dia sedikit ragu.


“Aiya, Paman, jangan berpikir aku tidak tahu. Biar begini aku bisa melihat percikan cinta di dalam mata Paman,” ucap Qing Yue'er dengan nada yang meyakinkan. Sebenarnya dia hanya pura-pura tahu. Lagi pula sepertinya orang ini bisa sedikit dimanfaatkan.


“Memangnya apa yang kamu inginkan?” tanya Liu Shaoqing setelah berpikir hingga beberapa saat.


“Tidak banyak,” ucap Qing Yue'er sambil terkekeh. “Hanya biarkan aku mengetahui tentang dewa yang berdiri di belakang klan Paman. Siapakah dia dan apakah dia masih akan datang ke tempat ini?”


Seketika wajah Liu Shaoqing berubah menjadi begitu arogan. Dia menatap Qing Yue'er dengan sedikit meremehkan. “Kamu pasti belum mengetahuinya. Klan Liu kami bisa berdiri dengan kokoh selama bertahun-tahun karena pernah melahirkan satu dewa.”


“Bukankah itu hanya di masa lalu? Dan bukankah dewa tidak akan ikut campur?”


Liu Shaoqing menggelengkan kepalanya beberapa kali. “Gadis, jangan bodoh. Orang-orang di sini selalu memeluk paha pada orang-orang yang sudah sukses. Mereka selalu ingin menjilat orang-orang kuat. Begitulah mereka hidup.”


Qing Yue'er mengangguk. “Kalau begitu, apakah orang itu pernah datang sejak sudah diangkat menjadi dewa?”


Liu Shaoqing menatap Qing Yue'er sejenak. “Tidak, dia tidak datang. Seharusnya memang begitu bukan? Namun, siapa yang tahu?” Dia mengangkat bahunya dengan pelan.


“Kalau begitu ....” Qing Yue'er menggantung kalimatnya.


“Kalau begitu apa?”


Qing Yue'er terkekeh. “Kalau begitu aku bisa membunuh semua orang sekarang.” Tatapannya berubah menjadi tajam. Tangannya terangkat dan trisula dengan ujung keemasan langsung muncul di tangannya. Dengan gerakan cepat dia langsung mengayunkan senjata itu.


Whoosshh!


Liu Shaoqing segera mundur beberapa langkah. Tiba-tiba pikirannya menjadi sedikit buyar tapi dia segera menyadarkan diri. Matanya langsung melebar setelah melihat trisula di tangan Qing Yue'er. “Bagaimana kamu bisa memiliki benda itu?!”


Qing Yue'er tersenyum lalu memutar bola matanya. Ternyata trisula ini tidak sanggup memanipulasi pikiran orang itu. Mungkin itu sudah berada di luar jangkauannya. Diam-diam dia juga merasa heran. Liu Shaoqing ini terlihat seperti mengenal trisula ini. Mungkinkah orang itu memang mengetahuinya?


“Dia yang memilihku. Apa ada masalah dengan ini?” tanya Qing Yue'er.


Bukan hanya itu yang mengherankan. Trisula itu seharusnya adalah miliki seseorang dari Pengadilan Surgawi. Kenapa sekarang bisa berada di tangan gadis itu? Ini benar-benar tidak masuk akal.


“Tidak, mungkin punyamu ini palsu. Bagaimana bisa seorang gadis sepertimu memiliki senjata sebagus itu,” gumam Liu Shaoqing.


Qing Yue'er bisa mendengarnya. “Kalau begitu tentunya kita harus memeriksa apakah ini asli atau palsu,” ucap Qing Yue'er. Kemudian dia langsung berbalik hanya untuk berlari mendekati pasukan-pasukan klan Liu.


Dengan gerakan yang mantap, dia menancapkan bilah trisula ke tanah. Seketika tanah di sana langsung bergetar dengan hebat. Kekuatan asing tiba-tiba keluar dari trisula lalu merambat di tanah hingga menerjang orang-orang dari klan Liu.


Orang-orang itu langsung menyemburkan darah merah secara tiba-tiba. Mengambil kesempatan itu, pasukan klan Xie langsung menyerang mereka yang terluka secara mendadak akibat trisula Qing Yue'er.


“Chi!”


Qing Yue'er menatap trisulanya dengan takjub. Rupanya ini benar-benar senjata yang menakjubkan. Kalau begitu bukankah ini akan lebih mudah dalam melenyapkan pasukan klan Liu?


“Gadis, tandinganmu bukan mereka. Kembalilah dan bertempur denganku sekarang.” Liu Shaoqing berkata dari belakang. Dia menjadi lebih serius sekarang. Bukankah ini adalah putri satu-satunya Xie Ying Fei? Jika dia bisa menahan gadis itu bukankah Xie Ying Fei akan tunduk padanya?


Memikirkan hal ini membuat Liu Shaoqing menjadi semakin bersemangat. Benar, sekarang kuncinya sudah ada di depan mata. Dia hanya perlu menangkap gadis itu dan urusan klan mereka akan dipermudah. Dia bisa mendapatkan Xie Ying Fei dan harta itu pun bisa jatuh ke tangan klan Liu. Kenapa dia baru memikirkan ini sekarang?


Qing Yue'er menyipitkan matanya. Kemudian dia berbalik dan menatap Liu Shaoqing dengan seringaian. “Bagaimana, Paman? Apakah ini asli atau palsu?”


Liu Shaoqing tersenyum mengejek. “Asli atau palsu itu masih tidak akan bisa untuk melawanku! Gadis, biarkan aku menjatuhkanmu!”


Whosshh!


Tubuh Liu Shaoqing langsung bergerak dengan kecepatan angin mendekati Qing Yue'er. Dia tidak langsung meluncurkan serangan melainkan berputar mengelilingi Qing Yue'er untuk membingungkannya.


Melihat hal ini membuat Qing Yue'er menyipitkan matanya dengan waspada. Dia mengedarkan kekuatan rohnya untuk mendeteksi keberadaan Liu Shaoqing secara tepat. Tangannya masih memegang trisula dengan erat. Jika dia mendeteksi Liu Shaoqing maka dia akan langsung menyerang menggunakan trisulanya.


“Hahaha.” Tawa Liu Shaoqing bergema di udara. “Kamu tidak akan bisa menemukanku, Gadis.”


Qing Yue'er mendengus. Dia memejamkan matanya lalu dengan gerakan mantap dia langsung menyabet ke titik tertentu. Hampir saja dia mengenai targetnya. Namun, Liu Shaoqing ini ternyata memiliki kecepatan yang tidak biasa. Orang itu seperti belut yang sangat licin.


Meskipun begitu Qing Yue'er tidak merasa gagal. Dia sendiri segera mengubah taktiknya. Dengan cepat dia menghilang dan menyatu ke dalam udara. Di dalam bayang-bayang dia ikut bergerak berputar dengan acak. Tangan yang memegang trisula tak henti-hentinya mengayunkan senjata itu secara membabi buta.


Whoossh whoosshh whoossh.


Liu Shaoqing hampir memuntahkan darah melihat trik Qing Yue'er. Bagaimana gadis itu memikirkan cara ini? Ini benar-benar membuatnya harus berkali-kali lebih berhati-hati. Jika lengah sedikit saja dia pasti sudah dihantam dengan trisula itu.


Qing Yue'er tertawa terbahak-bahak. Kemudian dia meningkatkan kecepatannya beberapa kali lipat. Saat ini gerakannya sudah tidak dapat dideteksi lagi. Dengan kecepatan kilat dia terus mengayunkan trisulanya berkali-kali.


Baangg!


Whosshh.


Sosok Liu Shaoqing tiba-tiba terlempar hingga beberapa meter. Mulutnya langsung meludahkan seteguk darah segar. Bahkan, sebelum dia bisa bereaksi sebuah tendangan yang sangat keras datang menghantam tepat di wajahnya.


Dia langsung tersungkur ke belakang. Ini benar-benar gila. Gadis itu hanya berada di level 3 alam surgawi, tapi kenapa kekuatannya begitu menakutkan? Apa ini? Apakah itu karena bantuan trisula itu?


“Paman, kamu bilang aku tidak akan bisa menemukanmu. Namun, sekarang bukan hanya aku bisa menemukanmu, aku bahkan sudah menjatuhkanmu,” ucap Qing Yue'er dengan cengiran lebar. Itu benar-benar membuat Liu Shaoqing merasa sangat marah. Dadanya menjadi sesak dan dia kembali meludahkan darah merah.


Qing Yue'er tersenyum lebar. Untuk saat ini dia masih cukup dengan hanya menggunakan tangannya sendiri. Sekarang dia harus mempertimbangkan lebih jauh jika harus mengeluarkan Taotie. Ya, jika dewa mengetahui keberadaan Taotie maka itu akan sedikit merepotkan untuknya.


Trisulanya di angkat tinggi. Kemudian dengan dengan gesit Qing Yue'er langsung melemparkan ujung tombak bermata tiga itu ke tubuh Liu Shaoqing.


Chi!


Tanpa bisa menghindar, Liu Shaoqing hanya bisa membelalakkan matanya ketika trisula itu menancap tepat di area dadanya. Rasa sakitnya tidak bisa ditahan. Omong kosong jika seseorang seperti dia tidak bisa mati. Pada akhirnya masih ada senjata yang bisa mencabut nyawanya.


Liu Shaoqing menatap Qing Yue'er dengan senyum lebar. Darah merah menetes dari sudut mulutnya tanpa sempat diusap. Dengan tenang dia berkata, “Gadis, kamu akan segera mendapatkan balasannya. Penyesalan itu ... tidak lama lagi ... pasti akan datang.”