
Qing Yue'er melihat cahaya emas itu dengan wajah penasarannya. Kemudian dia terbang melayang menuju cahaya itu. Air yang jernih membuatnya bisa melihat apa yang terjadi di kedalaman air. Ketika dia menyadarinya, dia langsung terkejut. Tubuhnya langsung berbalik untuk mundur, tapi ternyata dia sudah terlambat.
Boomm!
Bunyi ledakan yang begitu dahsyat langsung bergema di hutan Baihu. Tanah menjadi bergetar dengan gelombang yang menakutkan. Ketika melihat ke langit, maka cahaya emas yang begitu terang nampak berpijar dari bagian tengah hutan. Para penghuni hutan langsung bergidik ngeri ketika melihat hal ini. Mereka semua bergerak untuk memasuki tempat tinggal masing-masing.
Para penjelajah yang sedang beristirahat hanya bisa tersentak kaget mendengar bunyi ledakan itu. Mereka semua menjadi penasaran ketika melihat ke langit yang dipenuhi dengan cahaya emas. Semua orang langsung menjaga kewaspadaan dan bergerak menuju arah ledakan.
Ketika mereka sampai, pemandangan yang ada di depan hanya bisa dikatakan sebagai kacau. Cahaya emas terlihat lebih silau di bagian pusatnya. Mereka tidak bisa melihat apa pun, tapi danau besar itu benar-benar berantakan. Ledakan yang sebelumnya terjadi telah menyebabkan sebuah tsunami kecil. Bebatuan di pinggir danau telah terseret bersamaan dengan pohon-pohon kecil yang berjarak dekat dari danau.
"Pei! Uhuk!" Luo Qingqi terbatuk ketika menyadari dirinya sudah terlempar jauh dari pinggiran danau. Dia merasa pinggangnya menjadi sakit, sepertinya ada sesuatu yang retak. Akhirnya dia menyuntikkan qi spiritualnya untuk sedikit meredakan rasa sakitnya.
Matanya tidak hanya diam. Dia melihat ke arah danau dan langsung menutupnya karena terlalu silau. "Apa yang terjadi?" Dia bergumam dengan bingung. Pandangannya teralih ke sekitar untuk mencari teman-temannya. Dia bisa melihat dua lainnya juga terkapar sepertinya. Namun, kenapa hanya ada dua?
Luo Qingqi bangkit dengan mendekati dua orang lainnya. Itu adalah Jing Ling dan Ming Yuxia. Dia langsung menyadarkan mereka berdua. "Jing Ling, Yuxia, apa kalian baik-baik saja?"
Orang yang dibangunkan hanya meringis sebelum akhirnya mengerjapkan mata. Mereka benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Bahkan tidak ada tanda-tanda apa pun sebelum ledakan dahsyat itu terjadi. Bagaimana mereka bisa menghindarinya? Beruntung surga masih melindungi mereka dan membiarkan mereka selamat.
"Di mana Xinyu? Kenapa dia tidak ada?" Jing Ling bertanya dengan panik ketika menyadari mereka hanya bertiga.
"Aku tidak tahu, kita harus mencarinya," ucap Luo Qingqi.
"Bagaimana dengan itu?" tanya Ming Yuxia sambil menunjuk pada pusat danau yang masih menyilaukan. Bahkan setelah beberapa saat cahaya itu masih belum padam.
"Jangan pedulikan itu. Yang penting kita harus mencari Xinyu."
Akhirnya mereka pun bergerak ke sekeliling untuk mencari keberadaan Qing Yue'er. Sedangkan banyak murid-murid lain bahkan guru-guru yang datang untuk memeriksa danau. Mereka benar-benar tidak tahu harus bagaimana menanggapi kejadian ini. Hal seperti ini adalah sesuatu yang pertama bagi mereka jadi tidak ada yang benar-benar tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.
"Guru Han, apa kamu memikirkan sesuatu?" tanya Peng Liang pada Han Qiong. Dia dan Han Qiong sedang melayang di atas ketinggian dan mengamati cahaya emas dengan saksama.
"Tidak bisa dipercaya, tapi seharusnya sesuatu seperti binatang illahi," ucap Han Qiong dengan suara yang sedikit bergetar.
"Kalau begitu bukankah kita juga harus menaklukkannya?" Peng Ling bertanya dengan mata yang berbinar. Jika memang ini adalah binatang illahi yang belum bertuan, maka mereka juga memiliki kesempatan untuk memilikinya.
"Jangan terburu-buru. Mari kita tunggu sebentar lagi, tidak akan mudah untuk menaklukkan seekor binatang dalam level setinggi itu." Han Qiong berkata dengan pelan. Dia sendiri tidak yakin, tapi ini pasti sesuatu yang tidak terduga.
Di sisi yang lain, seorang guru juga menyaksikan keagungan ini. Matanya langsung berbinar dengan kebahagiaan. Dia adalah Gu Xingren, seorang guru yang cukup terkenal di akademi. Namun, karena sering melakukan meditasi pintu tertutup jadi dia jarang ikut dalam kegiatan akademi. Akan tetapi, sekarang dia sedang senggang jadi dia memutuskan untuk ikut dalam perburuan binatang roh ini.
Dia tidak menyangka akan ada naga yang tiba-tiba muncul di hutan Baihu. Jika seperti ini maka dia juga harus mencoba peruntungannya. Dia harus bisa mendapatkan binatang itu.
Tiba-tiba suara dengungan terdengar dari cahaya emas itu. Semua orang langsung menutup telinga dengan kedua tangan. Pada saat itu juga lonjakan cahaya emas langsung bergerak di langit malam. Semua orang hanya bisa tercengang melihat sesuatu yang melayang tinggi di langit. Itu adalah cahaya terang yang membentuk seekor binatang yang tak lain adalah naga.
Naga itu masih belum begitu sempurna. Cahaya emas masih bersinar dan melakukan transformasi pada tubuh panjangnya. Sisik-sisik mulai terbentuk dan menyempurnakan bentuk keagungannya. Kaki dan tanduk juga bersinar dan terbentuk dengan sempurna.
Orang-orang yang melihat ini hanya bisa tercengang tanpa bisa berkata-kata. Bahkan tidak sekalipun terpikirkan bahwa mereka akan melihat transformasi seekor naga. Itu berarti ledakan sebelumnya terjadi karena naga itu baru saja melewati kesengsaraan surgawi.
"Surga, ini adalah kehendak surga!" teriak seorang murid yang terkagum-kagum saat melihat keajaiban ini.
"Seseorang harus bisa menaklukkannya!"
"Jangan bermimpi! Bahkan guru di sini tidak tahu bisa menaklukkannya atau tidak."
Berbagai seruan ketakjuban dan bisikan mulai keluar dari mulut murid-murid. Mereka merasa takjub dan berharap untuk bisa memilikinya. Namun, mereka tahu jika itu hanyalah sebuah angan-angan saja. Tentunya menaklukkan seekor binatang seagung itu tidak akan begitu mudah.
Whoossh!
Tiba-tiba kilatan cahaya merah bersinar mengarah ke bagian tubuh naga. Namun, sebelum itu berhasil mendarat, sang naga langsung bergerak untuk menghindar. Serangan itu pun berakhir ke udara kosong. Naga itu menatap pada sumber serangan tersebut. Mata emasnya berkilat dengan perasaan sakral.
"Seorang manusia biasa ingin menyerangku? Kamu memang begitu berani." Suara naga itu bergema di langit malam. Semua orang hanya bisa menatap takjub padanya, sedangkan mereka menatap tidak mengerti pada Gu Xingren yang baru saja menyerang naga emas itu.
Gu Xingren berdehem. "Naga Emas, aku ingin mendapatkanmu untuk menjadi binatang kontrakku."
Han Qiong dan Peng Liang yang mendengar ini hanya bisa mendengus. Bahkan jika mereka ingin menaklukkannya, itu seharusnya tidak menggunakan kekerasan atau itu hanya memancing kemarahan naga. Itu adalah tindakan impulsif yang bodoh.
Naga emas itu tidak banyak bereaksi. Sikapnya yang tenang benar-benar menakjubkan, mengingat biasanya binatang illahi begitu sombong dan arogan. Namun, yang ini ternyata sedikit berbeda.
"Kamu tidak pantas mengatakan hal itu. Hatimu masih terlalu serakah," ucapa naga itu.
"Xingren, jangan memaksa. Pikirkan baik-baik." Peng Liang menasehati Gu Xingren. Bagaimanapun juga mereka adalah rekan dalam akademi. Jadi, dia memiliki kewajiban untuk mengingatkannya.
Gu Xingren akhirnya terdiam. Dia juga sepertinya menyadari kalau tindakannya terlalu buru-buru. Mungkin dia akan menunggu untuk saat yang tepat. Atau mungkin juga dia akan memikirkan cara yang lain.
Naga itu menatap semua orang. Hari ini adalah hari yang dinanti olehnya setelah puluhan tahun menunggu. Dulunya dia hanya seekor ular yang memiliki garis keturunan ras naga. Akhirnya setelah melakukan banyak kesulitan, dia berhasil memasuki fase ini. Kesengsaraan surgawi tidak mudah untuk dilewati, beruntung dia berhasil menghadapinya.
Tiba-tiba pandangan naga itu beralih ke permukaan air yang masih memiliki riak. Matanya berkilat dengan sesuatu yang berbeda.
"Uhuukk! Hah ... hah ...."
Qing Yue'er muncul di permukaan air dengan wajah memerah. Napasnya terputus-putus dengan mata yang juga memerah. Dia menyeka wajahnya agar pandangannya menjadi jelas. Setelah itu dia menatap ke langit dan menatap naga emas dengan rasa tidak senang. "Naga Emas, bukankah seharusnya kamu mencari tempat yang lebih aman jika hendak menerima kesengsaraan surgawi?"
"...."
Semua orang terkejut setelah menyadari ternyata ada seseorang yang muncul di permukaan air. Dia adalah gadis yang sudah cukup terkenal di akademi. Kemunculannya yang tiba-tiba tentunya membuat semua orang mengenalinya. Mereka tidak tahu bagaimana gadis itu bisa tiba-tiba muncul di sana. Apalagi dia terlihat begitu menyalahkan sang naga, bukankah dia terlalu semena-mena?
Han Qiong yang melihat muridnya tiba-tiba muncul di sana juga menjadi heran. Dia tidak tahu harus menangis atau tertawa, terutama ketika gadis itu berbicara dengan sembarangan. Dia segera turun dan menarik Qing Yue'er untuk keluar dari air. "Gadis, bicara dengan benar. Apa kamu tidak tahu binatang apa itu?"
Qing Yue'er hanya tersenyum canggung. Dia masih emosi karena terlalu terkejut dengan kejadian ini. Jika dia tidak bisa bersikap dengan gesit maka dia mungkin akan dihancurkan menjadi bubur oleh ledakan dahsyat yang terjadi sebelumnya.
Naga emas tiba-tiba mengaum di langit. Suaranya membawa rasa hormat yang tiba-tiba muncul di hati setiap orang. Kemudian naga itu bergerak untuk menuju Qing Yue'er. Hal itu membuat semua orang berpikir kesialannya. Gadis itu pasti akan segera dihancurkan karena bersikap tidak sopan pada naga.
Han Qiong menyembunyikan Qing Yue'er di belakang tubuhnya. Dia khawatir naga itu akan melukai muridnya. Meskipun dia tidak tahu apakah bisa melawan atau tidak tapi dia akan tetap berusaha untuk melindungi murid barbarnya itu.
Naga emas berhenti di depan Han Qiong dan menatapnya dengan mata emasnya. "Biarkan aku berbicara dengannya."
"...."
Han Qiong terkejut. "Kamu tidak boleh melukainya."
Naga itu kembali mengaum. "Jangan takut, aku hanya ingin membicarakan sesuatu."
Qing Yue'er akhirnya keluar dari belakang Han Qiong. Dia melangkah maju ke depan. "Apa yang ingin kau katakan?"
Naga itu tidak menjawab dengan kata-kata, melainkan bergerak untuk membawa Qing Yue'er ke punggungnya. Kemudian dia bergerak meluncur masuk ke dalam danau. Gerakannya membuat semua orang tidak bisa berkata-kata. Apa dia benar-benar tidak akan melakukan sesuatu pada Qing Yue'er? Yang benar saja, kenapa pula gadis itu harus selamat?
Luo Qingqi dan yang lainnya hanya bisa membuka mulutnya tanpa bisa mengeluarkan suara. Setelah beberapa saat barulah mereka bisa berbicara. "Bagaimana ini bisa terjadi? Apa Xinyu akan baik-baik saja?"