
Saat ini Qing Yue'er baru saja selesai melakukan meditasi rutin. Suara ledakan yang terdengar sangat keras membuat dia terkesiap. Apakah akhirnya orang itu datang? Dia segera mempersiapkan hatinya sebelum akhirnya keluar dari asrama.
ini benar-benar mengejutkannya. Awan hitam bergelombang di atas langit menyebabkan kesuraman yang sangat nyata. Qing Yue'er melihat asap serta debu yang terbang di mana-mana. Banyak murid-murid yang menjadi panik karena hal ini. Mereka berlari hilir-mudik untuk meminta bantuan.
“Apa yang sedang terjadi? Surga! Akademi mulai meledak bahkan gedung asrama putra juga ikut meledak!”
“Apa kamu serius? Pasti banyak yang menjadi korban!”
“Bodoh! Apa kamu tidak melihatnya sendiri?!”
“Aku melihatnya, aku melihatnya. Benar-benar menakutkan. Bangunan tiba-tiba meledak tanpa penyebabnya. Bukankah ini terlalu misterius?”
“Surga, aku jadi takut! Apakah ada musuh kuat yang datang? Aku pikir akademi tidak pernah memiliki musuh yang menakutkan seperti ini.”
Qing Yue'er mendengar murid-murid yang berbicara seperti itu sambil lalu. Ini tidak bisa dibiarkan, dia harus keluar untuk langsung menemui orang yang menginginkan naga miliknya. Sial, kenapa ada begitu banyak orang bodoh di dunia ini?
Dia bergerak cepat menuju halaman utama akademi. Di sana dia baru mengetahui situasi yang sebenarnya. Beberapa gedung akademi benar-benar sudah hancur menjadi puing-puing sampah. Tanah di bawah kaki pun terasa bergetar disertai dengan suara gemuruh yang menakutkan.
Qing Yue'er berdiri di tengah-tengah halaman. Kedua tangannya mengepal erat. Rambutnya yang panjang bergerak tertiup angin. Dia menatap ke langit dan berteriak, “Bukankah kamu datang karena menginginkan naga milikku? Keluar sekarang dan hadapi aku!”
Suara teriakannya menggelegar di kegelapan langit. Kepala akademi yang mendengar langsung bergerak cepat keluar dari kediamannya. Dia tidak menyangka kalau Qing Yue'er akan bergerak dengan cepat dan memutuskan untuk melakukan pertempuran. Meskipun mereka masih belum mengetahui siapa lawannya dan seberapa kuat mereka.
Niu Longhao tiba di halaman akademi dengan cepat. Dia menatap langit dengan saksama. Pada saat itulah bayangan yang misterius langsung meluncur turun dengan kecepatan kilat dan berhenti tidak jauh darinya. Ketika bayangan itu menginjak tanah, suara ledakan langsung terdengar beserta dengan debu yang beterbangan.
Boomm!
“Siapa dia?”
“Apa yang Xinyu katakan? Jadi ini semua adalah ulah yang dibuat oleh seseorangorang yang menginginkan naganya? Bukankah ini terlalu ....”
“Dia benar-benar gila! Orang serakah memang ada di mana-mana tetapi baru kali ini aku melihat orang serakah yang benar-benar gila!”
“Sstt! Jangan mengutuknya. Dia terlihat begitu ... kuat.”
“Aku tidak peduli. Aku mungkin harus melihat bagaimana orang itu akan dihadapi. Kita tidak akan mungkin kalah, 'kan?
“Siapa yang akan tahu? Apa kalian benar-benar ingin melihatnya?”
Bisik-bisik langsung terdengar segera setelah bayangan itu akhirnya muncul. Bahkan suara jeritan-jeritan dari korban ledakan mulai diabaikan oleh mereka. Hal ini membuat guru-guru merasa marah. “Berhenti bergosip! Pergi tangani orang-orang yang terluka! Jangan keluar atau mendekati halaman akademi. Kalian sama sekali tidak membuat perubahan apa pun!”
Setelah mendengar teriakan itu akhirnya murid-murid mulai pergi dan kembali mencari tempat untuk berlindung. Mungkin mereka tidak akan keluar sampai situasi benar-benar aman. Untuk sementara waktu mereka harus menahan rasa penasarannya.
Zheng Yi menatap Peng Liang. “Apakah sesuatu yang lebih buruk akan terjadi?”
Peng Liang menggelengkan kepala. “Aku tidak tahu. Mari kita berharap semuanya baik-baik saja.”
“Hahaha ....” Tiba-tiba orang yang baru saja mendarat dari langit itu mengeluarkan tawa keras. Dia pria tua yang tak lain adalah Liu Teng. Pria itu tampaknya hanya sendirian karena tidak ada orang lain yang muncul setelahnya.
Qing Yue'er tidak tahu apakah orang itu benar-benar sendirian atau mungkin ada orang lain yang sedang mengawasi dari tempat tersembunyi. Namun, kalau memang orang itu berani muncul sendirian, berarti kekuatannya memang sesuatu yang menakutkan.
Tentu saja seperti itu. Memangnya siapa yang berani muncul di akademi Surgawi dengan cara merusak bangunan-bangunannya? Apalagi orang itu melakukannya tanpa diketahui dan tanpa terdeteksi oleh siapa pun.
“Siapa kamu?”
“Kamu benar-benar ingin tahu siapa aku?” tanya pria tua itu.
Niu Longhao mendengus dengan dingin. Dia menatap Liu Teng dengan penuh selidik. Sepertinya dia benar-benar belum pernah melihat orang itu. Namun, dilihat dari kekuatannya orang itu memang sangat misterius. Jadi siapakah dia dan dari mana?
“Tuan ... siapa pun kamu, tolong jangan berbuat semena-mena di tempat ini.” Niu Longhao berkata dengan cara menahan diri. Jika tidak seperti itu mungkin dia sudah meledak penuh emosi. Memangnya siapa yang tidak akan marah jika tempat kebanggaannya dihancurkan oleh orang lain?
Kening Qing Yue'er langsung burkerut dalam-dalam. Lagi-lagi orang yang membuat masalah dengannya adalah orang-orang arogan. Ngomong-ngomong, seharusnya dulu kabar tentang kemunculan naga itu disembunyikan saja. Terlalu mencolok dan itu akan menarik orang-orang yang serakah.
Inilah kenapa dia tidak ingin Ying Jun terpapar di depan umum. Terlalu merepotkan. Meskipun begitu, kadang-kadang semuanya memang di luar kendalinya. Ying Jun berhasil disembunyikan tetapi naga emas itu malah terekspos. Jika nanti Taotie muncul, apakah orang-orang yang menginginkannya juga akan bertambah banyak?
Sekarang dia baru menyadari jika memiliki banyak harta juga merupakan hal yang sulit. Dia harus mencari cara agar bisa mempertahankannya. Pantas saja kadang-kadang orang kaya justru hidupnya tidak bisa tenang. Mungkin seperti inilah keadaannya.
Niu Longhao mendengus. “Bukan urusanku? Bodoh, ini adalah akademiku. Bagaimana bisa ini bukan urusanku?”
“Berhentilah berbicara omong kosong! Serahkan naga emas itu sekarang!” Liu Teng berseru dengan dingin. Dia menatap Qing Yue'er dengan mata memicing. “Gadis, jangan bodoh. Aku bahkan bisa menghancurkan akademi ini hanya dengan sekali lambaian tangan.”
Qing Yue'er terkekeh kecil. Mungkin sudah lama sejak dia bertemu dengan seseorang yang sangat arogan. Minggu yang lalu dia hanya bertemu dengan iblis sombong dan kejam. Dan sekarang akhirnya dia bertemu dengan orang yang arogan.
“Pak Tua, aku pikir kamu harus mengurangi rasa percaya dirimu sedikit. Kamu mungkin bisa menghancurkan akademi dengan sekali lambaian tangan. Namun, selama aku ada di sini, jangan buru-buru berpikir seperti itu,” ucap Qing Yue'er.
“Apa yang kamu tahu? Jangan hanya karena kamu memiliki seekor naga lalu kamu sudah menjadi gadis yang sombong! Bahkan, di hadapanku naga itu tidak akan berarti banyak. Jika bukan karena Hua Tian, aku juga tidak akan tertarik dengan nagamu.”
Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. Apa yang barusan dia dengar? Hua Tian? Hua? Tunggu, marga Hua ya?
Dia menggosok hidungnya beberapa kali. Apakah Hua ini adalah orang yang memiliki kaitan dengan rune batu? Ini sedikit sulit. Hua yang dimaksud oleh orang asing ini sedang menginginkan naga miliknya. Ini berarti dia dan mereka berada di pihak yang berseberangan. Apa yang harus dia lakukan?
Dia membutuhkan orang bermarga Hua. Namun, jika orang bermarga Hua ini menginginkan naga miliknya, maka dia tidak akan mau berdamai.
“Hmm.” Qing Yue'er merenung. “Jadi kamu juga berasal dari marga yang sama? Hua?”
Orang itu tertawa. “Itu tidak mungkin. Meskipun posisi keluarga kami tidak berbeda jauh tetapi aku bukan dari keluarga Hua.”
“Aiyya, jadi siapa kamu sebenarnya? Kenapa sulit sekali mengatakan identitasmu?” Qing Yue'er menjadi tidak sabar.
“Aku adalah Liu Teng!”
Boomm!
Mendengar jawaban itu membuat hati Qing Yue'er sedikit bergetar. Jantungnya langsung berakselerasi.
Liu .... Marga Liu.
Qing Yue'er masih ingat dengan jelas. Klan Xie memiliki permusuhan dengan orang-orang dari klan Liu. Dia memang tahu, orang dengan marga Liu pasti sangat banyak dan belum tentu berasal dari keluarga yang sama. Namun, orang bernama Liu yang begitu kuat seperti ini mungkin hanya orang-orang dari Celestial yang bisa.
Dia juga masih ingat dengan pesan pamannya dulu sebelum sempat berpisah. Katanya dia harus berhati-hati dengan orang bernama Liu. Dan sekarang akhirnya dia menemukannya. Jadi dia memang harus lebih berhati-hati sekarang.
Kedua mata Qing Yue'er langsung berkilat. Ada jejak kebencian yang disembunyikan jauh di dalamnya. Namun, ekspresinya tidak banyak berubah. Dia malah tersenyum sedikit. Ada perasaan tertantang di dalam hatinya. Kemungkinan orang ini memang musuh yang sesungguhnya dan dia tentu harus melenyapkannya terlepas dari perebutan naga itu.
Niu Longhao tentu tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Qing Yue'er. Sebenarnya dia merasa marah. Apakah dia harus bertindak sekarang? Dia ingin melakukan pergerakan tetapi tiba-tiba Qing Yue'er mencegahnya.
“Kepala Akademi, aku sudah memutuskannya,” ucap Qing Yue'er.
“Memutuskan apa?” Niu Longhao menatap Qing Yue'er dengan ragu. Dia takut jika tiba-tiba gadis itu malah berubah pikiran dan berkeinginan untuk menyerahkan naga itu. Tidak bisa dibiarkan.
Liu Teng yang merasakan ketegangan di hati Niu Longhao pun tertawa mengejek. “Tentu saja memutuskan untuk menyerahkan naga itu bukan? Gadis, kamu benar-benar memiliki pemikiran yang sangat masuk akal.”
“Tidak. Sama sekali tidak.” Qing Yue'er menatap Liu Teng dengan senyum yang tidak sampai ke matanya. “Aku sudah memutuskan untuk menghadapi orang ini sendirian, tanpa campur tangan pihak akademi.”
***
Jangan lupa like, komentar dan vote, ya.