
Awan hitam di langit bergemuruh dan membuat suasana terasa semakin mencekam. Qing Yue'er merasa punggungnya sedikit meremang. Tidak biasanya dia merasakan hal seperti ini.
Pedang di tangan iblis penyamar itu memang terlalu aneh. Auranya terlalu gelap dan jahat. Itu adalah senjata iblis. Namun, sepertinya tidak hanya sebatas itu. Qing Yue'er benar-benar harus berhati-hati.
“Hmm! Meskipun kau menggunakannya trisula Dewi Air, tapi aku juga memegang senjata iblis kelas tinggi. Biarkan senjata dewi dan iblis membuktikan kekuatannya!” Iblis itu mendengkus dan menatap Qing Yue'er dengan arogan.
“Ide bagus,” balas Qing Yue'er tanpa merasa gentar. Dia mencengkeram trisulanya sambil menyipitkan mata. Dalam sekejap bayangannya sudah melesat ke depan menuju musuhnya.
Whoossh!
Kedua senjata itu akhirnya bertemu. Ketika trisula dan pedang saling bertabrakan tiba-tiba terdengar suara jeritan keras yang menakutkan. Suara jeritan itu terdengar seperti suara ribuan orang yang sedang menerima siksaan atau kesakitan.
Qing Yue'er merasa semakin tidak senang. Entah kenapa dia merasa harus segera memusnahkan senjata itu. Ada kejahatan dan kegelapan yang menakutkan. Itu bisa merenggut jiwa dan mengambil alih kesadaran seseorang.
Trisula di tangan Qing Yue'er mulai bergerak dengan cepat. Kedua senjata itu beradu dengan intensitas tinggi. Suara jeritan menjadi semakin kuat yang disertai dengan geraman penuh amarah.
Qing Yue'er merasa kepalanya menjadi pening. Tanpa sengaja pandangannya menyapu ke langit dan terkejut setelah melihat keadaan yang terjadi.
Awan-awan gelap itu bergerak bergelombang dengan cara yang tidak teratur. Namun, bukan itu yang membuat Qing Yue'er terkejut, melainkan munculnya titik-titik merah yang jumlahnya tidak bisa dihitung. Titik-titik merah itu terlihat seperti ribuan pasang mata yang sangat menakutkan.
Ini benar-benar membuat Qing Yue'er kehabisan kata-kata. Ternyata senjata iblis tingkat tinggi memiliki kekuatan seperti itu. Ini terlalu gelap. Qing Yue'er hampir diselimuti oleh kegelapan itu dan menjadi buta. Beruntung dia memiliki tekad yang kuat untuk menerangi penglihatannya.
“Hahaha!” Iblis itu tertawa terbahak-bahak. Meskipun kemenangan belum dicapai, tapi dia bisa merasakannya. Sepertinya trisula di tangan Qing Yue'er bukan senjata yang lengkap, kekuatannya tidak benar-benar keluar sepenuhnya.
Iblis penyamar itu merasa bangga dan sangat percaya diri akan kemenangannya. Dia mengayunkan senjatanya ke depan dan gumpalan awan hitam itu bergerak cepat turun ke bawah menuju Qing Yue'er.
“Rasakan kekuatan jiwa-jiwa pendendam ini!” teriaknya.
Qing Yue'er mengerutkan keningnya. Dia mendongak ke atas dan melihat awan hitam bersama dengan ribuan pasang mata merah yang bergerak mendekat. Udara terasa semakin dingin dan penindasan yang kuat membuat tubuhnya sedikit bergetar.
Sekarang dia mengerti. Jeritan-jeritan dan ribuan pasang mata itu adalah jiwa pendendam yang sudah dibunuh oleh pedang besar tersebut. Benar-benar senjata yang menakutkan. Jika Qing Yue'er tidak bisa mengalahkan maka dia yang akan dikalahkan dan jiwanya mungkin akan diserap ke dalam pedang.
“Persetan! Aku pasti akan menghancurkanmu!” Qing Yue'er berteriak penuh tekad. Dia melesat ke depan menyambut serangan awan hitam. Sosok rampingnya berkelebat di dalam kegelapan. Jubahnya yang putih sangat kontras dengan keadaan gelap di sekitarnya.
Qing Yue'er merasa tubuhnya seakan baru saja masuk ke dalam lautan air keras. Panas dan terbakar, belum lagi jiwanya seperti sedang digerogoti oleh hal yang tidak terlihat.
Meskipun demikian tidak ada kata menyereh dalam hidupnya. Dia memejamkan mata dan mulai menggumamkan mantra. Tubuhnya mulai diselimuti oleh cahaya putih yang tampak samar.
Suara jeritan tiba-tiba melonjak menjadi semakin keras. Qing Yue'er tidak terpengaruh. Dia justru mempercepat mantranya dan meningkatkan fokusnya. Cahaya yang menyelimutinya menjadi semakin terang yang akhirnya mulai menyingkirkan kegelapan yang ada.
Iblis penyamar menjadi geram. Dia tidak akan membiarkan Qing Yue'er menyingkirkan kegelapan dengan cahaya yang diciptakan. Akhirnya dia pun segera duduk menyilangkan kaki. Tangannya bergerak membentuk segel yang rumit.
Ketika iblis itu berhasil membentuk segel tangan, kegelapan yang sebelumnya sedikit berkurang pun kembali menjadi pekat. Meskipun sekarang masih siang hari, tetapi kegelapan yang ada benar-benar mirip seperti malam hari.
“Kau tidak akan bisa mengalahkanku! Hahah ....”
Qing Yue'er mendengkus dingin. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu menggertakkan giginya dengan kuat. Tidak ada yang tidak bisa dia lakukan. Itu adalah keyakinannya.
Mulutnya semakin cepat merapalkan mantra. Meskipun napasnya menjadi semakin berat, dia justru semakin cepat bertindak. Cahaya yang meredup akhirnya kembali melonjak.
Tidak berhenti di sana. Qing Yue'er terus menggumamkan mantra dan mengeluarkan kekuatannya sebanyak mungkin. Tubuhnya bersinar semakin terang dan membuat kegelapan menyingkir semakin jauh.
Iblis penyamar yang mengendalikan kegelapan itu merasa sangat marah. Dia melepas segel tangannya dan bersiap mengambil pedang untuk menyerang Qing Yue'er secara langsung. Namun, tiba-tiba dia merasakan serangan rasa sakit di dadanya.
Pada saat itu juga Qing Yue'er menepuk kedua tangannya dengan keras. Tiba-tiba ledakan cahaya putih yang sangat terang langsung tercipta dan membelah semua kegelapan yang tersisa. Suara-suara iblis itu menjadi semakin keras sebelum akhirnya mulai menghilang.
Kedua mata Qing Yue'er terbuka. Sorot matanya menjadi tajam saat menatap iblis penyamar. Dengan cepat sosoknya melesat ke bawah membawa kekuatan penuh dominasi. Tinjunya terkepal erat lalu segera dilayangkan dengan kekuatan dahsyat.
Boomm!
Ledakan besar pun terjadi. Tubuh si iblis penyamar langsung terlempar jauh. Qing Yue'er tidak mau berhenti di sana. Dia kembali mendekat dan melayangkan tinjunya yang lain.
Si iblis penyamar itu diubah menjadi penuh lebam dan memar. Namun, tidak ada ketakutan yang terlihat di wajahnya. Hanya ada kemarahan dan juga ejekan. Entah apa yang sedang dipikirkan olehnya.
“Uhuk! Lepaskan aku gadis bodoh! Jika kau membunuhku maka aku akan menyeret nyawamu juga!” ancamnya.
Qing Yue'er tidak membalas. Sebaliknya dia menendang wajah itu hingga topeng yang menutupi wajah iblis itu terlepas dari tempatnya. “Iblis jelek! Kau tahu apa konsekuensi sudah menyamar menjadi Mo Jingtian?!”
“Persetan dengan konsekuensi! Siapa juga yang akan tahu? Semua orang akan percaya kecuali kau! Gadis ingusan!”
Qing Yue'er menggertakkan gigi dengan marah. Telapak tangannya melayang dan langsung menampar wajah iblis itu. Pipi kanan dan beralih ke pipi kiri. Tentu saja kekuatan yang digunakan juga tidak sederhana.
Iblis itu langsung memuntahkan darah ungu yang menghitam di tanah. Sampai saat ini dia masih tidak mengerti kenapa gadis di depannya itu bisa sangat marah hanya karena penyamaran yang dia lakukan.
“Kenapa kau menamparku, hah?! Aku adalah pemimpin Iblis di sini, beraninya kau memperlakukanku seperti ini?!”
Tangan Qing Yue'er kembali melayang dan tamparan itu kembali mendarat. “Kau Iblis terbodoh yang pernah aku temui,” ucap Qing Yue'er dengan sedikit ejekan.
Iblis itu langsung meludah. “Aku adalah orang yang sudah menciptakan dimensi ini. Jika aku berkenan maka aku bisa menghancurkan tempat ini bersama dengan mayatmu! Sepertinya kau benar-benar ingin mati dengan cara seperti itu.”
“Kau yang akan mati. Bukan dia.”
Tiba-tiba terdengar suara magnetis dari samping. Qing Yue'er langsung menoleh dan melihat Mo Jingtian yang berdiri di sana. Auranya terasa cukup suram dan dingin. Sepertinya pria itu cukup marah.
Qing Yue'er tersenyum menyeringai, sangat berbeda dengan iblis itu yang hanya bisa gemetar ketakutan. Bagaimana mungkin tidak takut? Itu adalah Dewa Kehancuran yang sebenarnya!