
"Long Ye, mari kita akhiri semuanya disini," ucap Wang Tianji dengan dingin.
Keluhan dan amarah yang telah dia simpan selama bertahun-tahun akhirnya tidak bisa ditahan lagi. Jika dia harus mati maka setidaknya orang ini juga yang akan mengakhiri penderitaannya.
Long Ye menatap Wang Tianji dengan ekspresi yang rumit. Apakah dia benar-benar harus menghadapi wanita ini?
Dia masih mempertimbangkan tindakannya, namun Wang Tianji tidak lagi mau berpikir. Dia mengangkat busur peraknya ke depan. Tangan kanannya menarik tali busur dan sebuah panah perak muncul dari udara tipis.
Panah itu adalah hasil dari qi spiritual yang terkondensasi. Jadi penggunaan busur ini tidak membutuhkan panah yang sesungguhnya. Seseorang hanya perlu mengkondensasi qi spiritual untuk membentuk panah sesuai keinginannya.
Melihat hal itu Long Ye ingin menghentikan Wang Tianji. "Ji'er ... jangan impulsif!"
Wang Tianji tidak mendengarkan ucapan Long Ye. Dia mengarahkan panahnya tepat ke arah orang itu. Tanpa berpikir panjang tangannya melepaskan tali busurnya.
*wooosshh
Panah perak meluncur dengan kecepatan yang tidak dapat dilihat oleh mata. Lintasan panah menghasilkan retakan-retakan spasial di udara kosong. Semua orang harus tahu bagaimana jadinya jika panah itu menabrak tubuh manusia.
Qing Yue'er mengamati hal ini dengan antusias. Dia ingin mengetahui bagaimana Long Ye akan menghadapi panah itu.
Long Ye tidak menunda lebih lama. Dengan sentakan tangan, sebuah gelombang yang kuat terbentuk di tangannya dan meluncur cepat untuk bertemu dengan panah perak.
*boomm
Seluruh aula bergetar saat kedua serangan bertemu. Beberapa orang yang terlalu dekat harus dilemparkan beberapa meter ke belakang.
Para penatua segera mengundurkan diri untuk keluar dari sana. Mereka takut jika menonton terlalu dekat akan menyebabkan bahaya yang tidak terduga.
*woosshh woosshh woosshh
Tiga panah meluncur secara berurutan dengan kecepatan yang sama seperti sebelumnya. Wajah Long Ye menggelap menghadapi sikap Wang Tianji yang keras kepala. Dengan secepat kilat tubuhnya bergerak ke arah lain.
*boomm boomm boomm
Tiga panah tidak mengenai targetnya dan menabrak dinding ruangan. Dinding itu langsung hancur berkeping-keping.
Wang Tianji menyipit ke arah mana Long Ye bergerak. Setelah melihat rencana Long Ye, dia menjadi semakin marah. Tubuhnya bergerak cepat menghalangi langkah orang itu.
"Guru, apa kamu tidak akan menghentikan mereka?" tanya Qing Yue'er.
Zu Tiankong menggelengkan kepalanya. "Biarkan mereka menyelesaikan masalah satu sama lain."
Qing Yue'er tidak mengatakan apapun lagi. Tiba-tiba amarahnya meledak saat melihat gerakan Long Ye. Orang tua itu, kenapa sangat tidak bermoral?!
"Ini ...."
Para penatua yang menyaksikan dari jauh tidak tahu harus mengatakan apa. Kepala akademi yang selalu adil dan bermartabat bagaimana bisa melakukan hal seperti itu?
"Long Ye, apa yang kamu lakukan!!" teriak Wang Tianji.
Dia melihat Wang Xun yang saat ini telah jatuh ke tangan Long Ye. Leher anak itu kini dicengkeram dengan kuat bahkan wajahnya terlihat ungu karena kesulitan bernafas.
"Lepaskan dia!"
Wang Tianji hampir menjadi gila saat melihat Wang Xun yang semakin tidak berdaya.
"Gu-guru ...."
Wang Xun mencoba untuk berbicara tapi tidak bisa. Lehernya benar-benar dicengkeram dengan erat oleh Long Ye.
"Hahaha!!"
Tawa kejam Long Ye bergema di seluruh ruangan, hampir membuat para penatua bergidik dengan ngeri. Baru kali ini mereka melihat kepala akademi bertindak seperti ini. Benar-benar keluar dari karakternya yang biasa.
"Bagaimana jika aku membunuhnya? Bukankah dia adalah murid kesayanganmu?" Dia bertanya dengan senyum penuh kemenangan.
Long Ye sangat senang saat melihat raut wajah Wang Tianji yang sangat gelisah. Ini bahkan baru awal, selanjutnya dia akan mulai menyiksanya secara perlahan. Membiarkan wanita itu merasakan rasa sakit yang setara dengannya.
"B*jingan! Jika kamu berani melukainya aku berjanji tidak akan pernah melepaskanmu!!!"
Dengan gerakan yang cepat dia memulai serangannya. Aura kuat dari level 7 alam langit meledak dari tubuhnya.
Zu Tiankong membelai janggut putihnya sambil menggelengkan kepalanya tidak setuju. Sepertinya Wang Tianji memiliki keluhan besar kepada Wang Xun.
Tangannya bergerak untuk menyegel ruangan dengan kekuatan rohnya agar dampak dari kehancuran itu tidak melukai orang lain.
Dia bisa melihat tubuh Wang Tianji yang meluncur dengan cepat ke arah Long Ye. Namun sosoknya menghilang dengan tiba-tiba. Saat dia muncul lagi, jaraknya sudah begitu dekat sehingga Long Ye tidak diberi kesempatan untuk menghindar.
*bang bang bang
Suara ledakan terdengar sangat memekakkan telinga. Seluruh bangunan menjadi bergetar bahkan beberapa atap runtuh jatuh ke tanah.
"Apa kalian harus menggunakan kekerasan?" Zu Tiankong berkata dengan tidak senang. Awalnya dia ingin berdiam diri menyaksikan pertunjukan, namun Wang Xun ada di tangan Long Ye. Dia tidak bisa tenang saat melihatnya.
Wang Tianji menoleh ke arah Zu Tiankong. Dia sepertinya ingin mengatakan sesuatu namun bibirnya tidak mengeluarkan suara apapun.
"Long Ye, lepaskan Wang Xun terlebih dahulu. Kamu sama sekali tidak boleh melukainya," ucap Zu Tiankong sambil berjalan mendekati mereka.
Long Ye mengerutkan keningnya. Kenapa dia tidak boleh melukai anak ini? Seberapa pentingkah dia sebenarnya?
Namun terlepas dari pertanyaannya, dia masih melepaskan Wang Xun. Anak itu langsung menjauh darinya dan mendekati Zu Tiankong.
"Tianji, katakan saja kebenarannya. Kamu tidak bisa menyimpan rahasia ini selamanya." Zu Tiankong menepuk pelan bahu Wang Tianji. Dia tidak mau lagi ada pertumpahan darah atau perselisihan di antara kedua orang ini.
"Rahasia? Apa yang kamu simpan dariku?" Long Ye bertanya dengan cepat. Mungkinkah ada masalah yang disembunyikan darinya selama ini?
Wang Tianji terdiam. Dia sebenarnya tidak mau menceritakannya, namun apa yang Zu Tiankong katakan memang benar. Dia tidak mungkin menyimpan rahasia untuk selamanya. Sebelum semuanya terlambat, lebih baik dia mengatakannya sekarang.
Dia menatap Long Ye dengan rumit, nafasnya dihempaskan dengan kasar. Dia ingat bagaimana saat-saat menyakitkan itu terjadi.
Saat itu Wang Tianji merasa sangat kecewa saat Long Ye menyentuh kesuciannya. Dia adalah seorang kultivator yang menganut dao kesucian tanpa hal-hal nafsu duniawi. Namun sejak dia bertemu dengan Long Ye, dia seringkali ingin melanggar landasannya sendiri.
Saat dia mencoba mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, Long Ye merusak segalanya. **** itu memanfaatkan titik saat dia jatuh lemah dan mengambil harga dirinya.
Ketika dia mengingat bagaimana itu terjadi, dia merasa sangat marah. Namun tidak dipungkiri ternyata dia menyukainya. Menyukai bagaimana saat mereka menyatu di bawah kegelapan malam.
"Ji'er, katakan sesuatu ...."
Long Ye mendekati Wang Tianji. Dia yakin jika ada sesuatu yang wanita ini sembunyikan darinya. Entah itu hal baik atau buruk dia ingin mendengarnya.
Tangannya menarik Wang Tianji ke dalam pelukannya. Kemudian dia membelai rambutnya yang panjang.
"Aku ... Wang Xun, dia adalah anakmu," ucap Wang Tianji dengan lirih.
Tubuh Long Ye menegang. Mulutnya terbuka lebar tanpa ada suara yang keluar. Jawaban ini adalah sesuatu yang tidak pernah dia duga. Hatinya sungguh merasa sangat terkejut.
Setelah Wang Tianji melarikan diri darinya, dia tidak menemukannya tidak peduli dimana pun dia mencari. Dia berpikir, mungkin wanita itu membencinya karena telah merusak kesuciannya. Tapi dilihat dari saat ini, mungkin dia yang terlalu banyak berpikir.
"Bagaimana aku tidak marah saat kamu bertindak untuk menyakitinya? Apa kamu begitu benci padaku?"
Wang Tianji melepaskan diri dari tangan Long Ye. Dia menatapnya dengan mata penuh kesakitan.
"Bagaimana jika dia mati? Bagaimana jika racun ular itu berhasil membunuhnya? Kamu benar-benar b*jingan!!!"
Tinjunya yang terkepal erat menabrak dada Long Ye berkali-kali. Dia ingin melampiaskan amarahnya kepada pria itu, namun dia sama sekali tidak menghindar dan menerimanya begitu saja.
"Maafkan aku." Dia menggenggam tangan Wang Tianji dan menariknya untuk mengikutinya.
Long Ye berjalan mendekati Wang Xun yang saat ini masih tercengang. Anak itu pasti tidak pernah mengira identitasnya akan menakjubkan seperti itu.
Dia hanya tahu kalau gurunya telah merawatnya sejak kecil. Setiap kali dia menanyakan tentang orang tuanya, Wang Tianji hanya mengatakan kalau orang tuanya telah pergi.
Sekarang saat dia mengetahui kalau orang tuanya adalah seseorang yang dia kenal, dia tidak bisa berhenti terkejut. Ini adalah sesuatu diluar pemikirannya.
Dia berlari untuk memeluk Long Ye dan Wang Tianji. Air matanya mengalir dengan senggukan kecil.
"Ayah, Ibu ..."
Long Ye menepuk punggung Wang Xun penuh kasih sayang. "Maafkan aku, aku hampir membunuhmu."
Wang Xun langsung menggelengkan kepala. Dia percaya kematian sudah tertulis dalam takdirnya. Jika dia masih belum ditakdirkan untuk mati maka bagaimanapun Long Ye mencoba, dia tidak akan bisa mati.
Lagipula kebahagiaan memiliki orang tua lebih berharga dari pada harus menyimpan kebencian.
Melihat kebahagiaan mereka, Qing Yue'er tidak tahu bagaimana harus merespon. Dia teringat dengan identitasnya sendiri yang belum diketahui. Ibunya, ayahnya semuanya masih misteri. Bahkan dia ingin tahu tentang jiwanya, apakah dia memang terlahir di bumi?
Akan tetapi dia juga ikut bahagia melihat Long Ye dan Wang Tianji yang kembali akur. Awalnya dia ingin tahu bagaimana kelanjutan tentang pertempuran ini. Dia tidak pernah menyangka kalau semuanya akan berubah menjadi romansa antara pasangan kekasih, bahkan keluarga.
Senyumnya mengembang dan dia berbalik pergi dengan Zu Tiankong. Namun baru saja dia akan melangkah lebih jauh, dia mendengar Long Ye memanggilnya.
"Qing Yu, kemarilah."
Qing Yue'er ragu-ragu menatap Zu Tiankong, gurunya hanya mengangguk sebagai respon. Akhirnya dia berbalik menuju Long Ye.
"Kamu telah menyelamatkan Wang Xun. Sebagai ucapan terima kasih, aku akan memberimu kesempatan untuk masuk ke Weaponry Hall. Kamu bebas memilih satu senjata yang kamu inginkan. Tapi berhati-hatilah, jangan sampai kamu menyentuh aray pelindung yang ditanam oleh para penatua."
Setelah mendengar hal ini Qing Yue'er merasa sangat bahagia. Dengan cepat dia segera mengangguk dan mengucapkan terima kasih.
Weaponry Hall adalah aula penyimpanan senjata akademi Xinfeng. Tempat itu berada di jajaran gedung tinggi puncak utama. Tidak semua orang bisa masuk kesana, hanya orang-orang yang berhak yang bisa memasukinya.
Walaupun Weaponry Hall mungkin terkesan menyenangkan, namun semua orang harus tahu jika tempat itu bukanlah tempat yang mudah. Banyak aray dan jebakan untuk menjaga kemungkinan terjadinya kejahatan.