Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Setelah Pertempuran II


Han Qiong sudah tiba di halaman. Dia melihat muridnya yang duduk dalam meditasi. Wajahnya tampak tenang dan tidak terganggu. Diam-diam ada perasaan bersalah yang menelusup ke dalam hatinya.


Mungkin seharusnya dia mempertimbangkan banyak hal ketika ingin menutup. Sekarang sesuatu yang buruk benar-benar terjadi dan Qing Yue'er pasti mengalami banyak kesulitan. Jika dia yang bertemu dengan orang bernama Liu Liu itu, pasti dia akan segera menyelesaikan hidupnya. Namun, orang itu sudah mati di tangan Qing Yue'er. Sudah lebih dari cukup jika muridnya itu selamat.


Han Qiong pergi mendekati Qing Yue'er. Dia duduk berhadap-hadapan dengan gadis itu dan mengambil posisinya. Tanpa menunda lebih jauh dia pun menyalurkan qi spiritual dari dantiannya ke dalam tubuh Qing Yue'er.


Sementara itu apa yang dirasakan oleh Qing Yue'er adalah sesuatu yang rumit. Dia merasa dantiannya bergejolak oleh qi spiritual yang jumlahnya masih sangat sedikit. Dia sendiri tidak pernah mengalami kondisi seperti ini. Tidak tahu apakah ini hal yang baik atau buruk tetapi dia masih mencoba untuk memenuhi qi spiritualnya.


Tiba-tiba dia merasakan aliran qi spiritual yang datang dari luar lalu memasuki tubuhnya dengan intensitas tinggi. Dia benar-benar terkejut. Dari mana datangnya qi spiritual itu? Ini benar-benar tidak boleh disia-siakan.


Akhirnya dia mengambil tindakan dan menyerap qi spiritual itu dengan kecepatan mengerikan. Dantiannya benar-benar sudah mengering dan haus akan energi. Sedikit demi sedikit qi spiritual yang dia serap itu mulai mengisi dantiannya.


Mulut Han Qiong berkedut. Dia tidak tahu apakah harus menangis atau tertawa. Awalnya dia hanya ingin membantu memulihkan kondisi Qing Yue'er. Namun, siapa yang akan menyangka ternyata sekarang malah dia sendiri yang akan segera dikeringkan.


Bagaimana tidak? Gadis itu terlalu mengerikan saat menyerap qi spiritual darinya. Dia menghela napas. Untuk saat ini dia membiarkan gadis itu mengambil energi dari dantiannya. Namun, setelah beberapa saat dia segera memutus koneksinya.


“Gadis, aku hanya bisa membantumu sampai di sini. Jangan berpikir untuk mengeringkan dantianku. Kamu benar-benar rakus,” gerutunya. Kemudian dia pun membenarkan segel yang ada di sana sebelum akhirnya melangkah pergi.


Qing Yue'er mendengar gerutuan Han Qiong dan hanya bisa terkekeh di dalam hati. Sebenarnya dia sangat terkejut karena qi spiritual itu ternyata berasal dari gurunya. Itu berarti orang tua itu sudah keluar dari penutupan dan mungkin juga sudah mengalami terobosan.


Akan tetapi dia tidak bisa terganggu atau memutus kultivasinya untuk menyambut gurunya. Itu hanya akan menimbulkan serangan balik untuk dirinya sendiri. Sekarang dia harus kembali fokus untuk pemulihan.


Sebenarnya dia sudah merasa lebih baik sekarang. Bahkan dia sedang merasa bahagia karena ada getaran kecil seperti tanda-tanda terjadinya terobosan. Apakah dia akan bisa menerobos? Sepertinya itu sedikit mustahil tetapi dia akan mencobanya.


Sementara itu, Han Qiong akan kembali melihat-lihat kondisi akademi ketika seseorang tiba-tiba muncul di hadapannya. Dia merasa heran ketika melihat orang itu. “Shangguan You, kenapa kamu di sini?”


“Kenapa aku di sini? Bodoh, memangnya untuk apa lagi aku di sini? Beruntung tulang tuamu itu tidak hancur karena ledakan yang terjadi.” Shangguan You mencibir. Wajahnya cemberut, tidak terlihat bahagia sama sekali.


Han Qiong mendengus. Dia merasa aneh dengan sikap Shangguan You. Biasanya orang tua itu akan langsung emosi jika melihatnya tetapi kali ini sedikit berbeda. Akhirnya dia membuka mulut dan berkata, “Berani sekali kamu langsung masuk ke tempat ini. Apa? Ingin mencari masalah denganku lagi, heh?”


Shangguan You tidak memedulikan pertanyaan Han Qiong. Dia malah mengalihkan pandangannya dan menatap puing-puing serta beberapa bangunan yang sedang dibentuk. Setelah beberapa saat dia mengangguk-anggukkan kepalanya. “Cukup cepat juga.”


“Shangguan You, apa niatmu datang ke tempat ini?” tanya Han Qiong.


“Guru menginginkanmu untuk datang menemuinya. Jika bukan karena orang tua itu apa kamu pikir aku masih mau bertemu denganmu?” Shangguan You kembali mencibir. “Ngomong-ngomong, dia juga ingin bertemu dengan muridmu itu.”


Han Qiong membelai dagunya. Kenapa gurunya tahu jika dia memiliki murid? Dia harus mengingatnya, sepertinya dia belum pernah menceritakan apa pun tentang Qing Yue'er pada gurunya. Apa mungkin dia sendiri yang sudah lupa?


“Aku akan pergi sendiri.”


“Kamu harus membawa gadis itu. Jika tidak, mungkin guru juga tidak akan mengizinkanmu datang.”


“Guru tahu tentang gadis itu?” Akhirnya Han Qiong bertanya dengan heran. “Biasanya dia tidak ikut campur dengan urusanku, kenapa sekarang dia begitu memaksa untuk bertemu dengan Xinyu? Apa yang sedang terjadi?”


Shangguan You yang mendengar pertanyaan Han Qiong akhirnya menjadi heran juga. Apakah gadis itu tidak pernah menceritakan tentang kedatangannya ke kediaman guru? Bukankah gadis itu mengatakan jika Han Qiong sering menceritakan tentang guru Fang padanya?


“Han Tua, apa kamu tidak tahu? Muridmu itu sudah bertemu dengan guru Fang,” ucap Shangguan You.


Tentunya Han Qiong yang tidak tahu apa-apa hanya bisa tercengang. Apakah orang ini sedang bercanda? Bagaimana gadis itu bisa menemui gurunya? Bahkan jika gadis itu bersikeras untuk bertemu dengan gurunya, belum tentu orang tua itu mau menemuinya. Dan, apa sekarang?


“Tunggu dulu. Aku sungguh tidak tahu apa yang kau katakan.”


“Hmm.” Shangguan You menggumamkan sesuatu yang tidak terdengar. Setelah beberapa saat akhirnya dia berkata, “Saat itu aku ingin bertemu denganmu. Akan tetapi, katanya kamu sedang tidak bisa ditemui. Aku ingin pergi tetapi muridmu itu meminta untuk bertemu dengan guru.”


“....”


“Aiya, jangan menatap seperti itu. Aku tidak mungkin menolak gadis seperti dia bukan? Jadi aku benar-benar mengantarnya.” Shangguan You berkata dengan takut-takut. Sekarang dia sudah yakin kalau Han Qiong tidak tahu apa-apa mengenai masalah ini. Dan dia juga tidak mungkin menyembunyikannya.


“Shangguan You, aku tidak pernah berurusan dengan muridmu, kenapa kamu harus mengurus muridku?” Han Qiong bertanya dengan nada yang tidak senang.


“Aku belum selesai bercerita,” ucap Shangguan You yang hanya dibalas dengan dengusan Han Qiong. Akhirnya dia kembali berkata, “Aku pikir itu akan sia-sia mengingat guru sangat sulit untuk ditemui. Kamu juga pasti berpikir seperti itu bukan?”


Han Qiong mengangkat kedua alisnya. Dia menjadi tertarik dengan arah pembicarannya. “Lalu?”


“Sudah kuduga akan seperti itu. Memangnya guru akan mau bertemu dengan murid sialan sepertimu?” Han Qiong tertawa mengejek. Dulu ketika guru tidak mau bertemu dengannya, Shangguan You akan mengejeknya. Maka sekarang dia juga akan mengejek orang itu sebagai balasan.


“....”


Bibir Shangguan You menjadi berkedut. Sepertinya meskipun mereka tidak menjalin permusuhan, hubungan mereka juga tidak akan bisa menjadi harmonis. Ah, tapi lupakan saja. Saat ini dia masih harus menceritakan semuanya.


“Han Tua, apa kau tahu apa yang terjadi seanjutnya?”


“Bagaimana aku bisa tahu?! Orang yang ada di sana adalah kamu, bukan aku.”


“Muridmu yang aneh itu mengatakan beberapa kalimat dan guru langsung membiarkannya masuk!”


Kedua mata Han Qiong melebar. Mulutnya terbuka tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Wajah tuanya terlihat sangat bodoh. Setelah beberapa saat barulah dia mulai tertawa keras.


“Ha ha ha, Xinyu memang Xinyu! Tidak ada yang bisa menandingi keajaibannya!” Han Qiong bersorak dengan gembira. Dia sungguh tidak menyangka ternyata gadis itu sudah bertekad untuk bertemu dengan kakek guru.


Dulu ketika Qing Yue'er merasa tertarik dengan guru Fang dan rune batu, dia pikir gadis itu tidak akan memikirkan rencana sampai di sana. Ternyata memang Qing Yue'er sangat ingin bertemu dengan kakek gurunya. Bahkan sampai menggunakan Shangguan You untuk pergi ke sana.


“Berhenti tertawa! Jadi sekarang semuanya sudah jelas. Ayo pergi sekarang.”


“Tunggu dulu. Jika guru ingin bertemu dengan Xinyu maka tidak bisa sekarang.”


Shangguan You menatap Han Qiong dengan heran. “Han Tua, apa lagi? Kamu benar-benar ... terlalu bertele-tele!”


“Gadis itu terluka dan masih tidak tahu kapan akan terbangun,” ucap Han Qiong pelan.


“Benarkah?” Shangguan You sedikit tidak percaya.


“Itu benar, tetapi tenang saja. Aku akan datang ketika dia sudah pulih. Ya, ya, seperti itu. Katakan saja pada guru aku akan menemuinya di lain hari. Jangan biarkan dia merasa cemas. Gadis itu baik-baik saja.”


Shangguan You menatap penuh selidik pada Han Qiong. Namun, pada akhirnya dia hanya mengangguk percaya. Setelah maksudnya tersampaikan dia pun bergegas untuk pergi. Sebelum itu, dia menyempatkan diri untuk mengejek akademi yang sekarang sudah meruntuh.


“Sungguh kasihan.”


Han Qiong tidak mengatakan apa-apa. Setelah Shangguan You benar-benar pergi, dia memalingkan pandangannya ke arah halaman sekolah. “Gadis, kamu benar-benar melakukan sesuatu di belakang gurumu sendiri. Ketika sudah sadar, jangan berharap untuk lepas dari hukuman,” gerutunya.


***


Di tempat yang jauh, seorang pria muda sedang berteriak marah pada bawahan-bawahannya. Karena terlalu marah, wajahnya pun terlihat sangat mengerikan. Bagaimana mungkin dia tidak marah, orang yang dia andalkan ternyata sama sekali tidak berguna.


“Jadi si Liu itu mati?! Benar-benar mati?!”


Bawahan yang ditanya itu langsung gemetar ketakutan. “Tuan Muda Hua, tenangkan amarahmu. Kenapa kamu tidak pergi sendiri alih-alih meminta bantuan pada Liu Teng?”


Hua Tian mendengus dengan dingin. “Cih, apa kamu pikir aku takut? Omong kosong! Aku hanya tidak ingin kakek mengetahui aku lari dari Celestial dan malah pergi untuk mencuri naga milik orang lain di tempat rendahan seperti ini.”


Bawahan itu mengangguk dengan cepat. “Sebenarnya kenapa Tuan Muda menginginkan naga itu?”


“Bodoh, bagaimanapun juga aku ingin memiliki lebih banyak binatang roh. Dam memangnya kamu pikir siapa yang tidak menginginkan seekor naga?” Hua Tian mencibir. Bahkan jika itu Celestial, seekor naga masih tetap sangat berharga. Ketika mengetahui kemunculan naga, bagaimana mungkin dia tidak tertarik?


“Apakah Tuan Muda dapat memastikan jika kontrak antara naga dengan manusia itu bukanlah kontrak hidup dan mati? Bagaimana jika ini hanya sia-sia?”


Hua Tian menatap ke kejauhan. “Kamu pikir seekor naga mau menjalin kontrak dengan manusia rendahan? Teruslah berkhayal. Aku tidak percaya naga itu mau melakukan kontrak hidup dan mati dengan manusia itu.”


Bawahan-bawahan itu hanya bisa menunduk dan terdiam. Mereka sudah terbiasa dengan sikap keras Hua Tian dan ini masih belum apa-apa bagi mereka.


***


Jangan lupa like, komentar dan vote, ya.