Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Impulsif


Leluhur Yin menatap Qing Yue'er dengan rumit. Sebelumnya dia sempat merasa ragu dengan keputusannya sendiri yang telah mengizinkan Qing Yue'er membuka pusaran tanpa bantuan penatua. Namun setelah melihat apa yang terjadi, dia merasa malu.


Tentu saja Qing Yue'er tidak perlu meminta bantuannya karena ada Blue Phoenix yang melindunginya!


Binatang illahi, siapa yang tidak pernah mendengarnya?


Semua orang pasti telah mendengar banyak rumor dan mitos yang beredar tentang binatang illahi. Sebuah makhluk legenda yang hanya akan dilihat dalam gambar atau hanya didengar lewat telinga. Untuk bisa melihatnya ditempat seperti ini adalah suatu keberuntungan baginya.


Namun dia lebih takjub lagi dengan Qing Yue'er yang bisa meminta bantuan seekor binatang illahi. Dugaannya menjadi semakin kuat, identitas Qing Yue'er pasti tidak sederhana. Untungnya dia sudah menyadari ini dalam waktu yang lama.


Leluhur Yin menenangkan kejutan di hatinya. Saat ini dia harus berurusan dengan monster besar yang berada tidak jauh darinya.


"Leluhur Yin? Bagaimana kamu bisa masuk?" Qing Yue'er bertanya dengan heran. Bukankah mereka sudah menyepakati agar tidak ada yang perlu datang ke tempat ini? Kenapa sekarang wanita rubah itu mengingkarinya?


"Tanah di seluruh akademi telah bergetar. Kami semua merasa cemas dengan apa yang sedang terjadi," ucapnya dengan mata yang masih terpaku pada makhluk besar yang diikat oleh aray.


"Qing Yu, dia adalah ... Taotie?"


Lagi-lagi dia harus dikejutkan dengan apa yang dilihatnya. Taotie, bagaimana dia bisa ada di tempat ini juga?


"Benar, aku adalah Taotie. Apa? Apa kamu ingin menantangku?" ucap Taotie dengan nada penuh permusuhan.


Ying Jun tidak senang dengan sifat arogannya dan segera memberikan pukulan kuat padanya. "Berhenti mengoceh!"


"Aku tidak mengoceh," jawab Taotie dengan sedih. Dia hanya merasa sedikit enggan untuk melepaskan manusia yang datang ke tempat ini.


Baginya wanita bermata rubah yang baru saja terlihat, tidak ada spesialnya sama sekali. Dia bisa langsung melahapnya sebagai cemilan pengganjal. Namun sepertinya gadis bau yang akan menjadi tuannya sudah saling mengenal dengan wanita rubah itu.


"Leluhur Yin, dia adalah Taotie. Makhluk yang telah menciptakan pusaran di puncak ke delapan."


"..."


Leluhur Yin tidak bisa berkata-kata. Semuanya masuk akal. Lawan mereka adalah binatang iblis, pantas saja Aliansi Naga Azure kewalahan saat menghadapinya.


Dia sudah banyak mendengar tentang makhluk iblis itu. Ini adalah legenda lama yang kadang masih beredar di masyarakat. Tentang makhluk iblis yang muncul dari tempat yang tidak diketahui. Makhluk iblis itu menghancurkan beberapa wilayah besar dengan cara menelannya utuh.


Namun setelah kejadian mengerikan itu, tidak ada kabar lagi tentang Taotie. Ada yang mengatakan jika makhluk itu telah dibunuh, ada juga yang mengatakan jika dia telah di taklukkan. Namun semuanya hanya cerita dari mulut ke mulut.


Setelah memikirkannya, leluhur Yin hanya bisa bergidik ngeri. Jika memang Taotie yang selama ini berada di balik pusaran maka semuanya memang bukan hal yang mustahil.


Dengan mulut lebar dan sifat serahkahnya, bahkan seluruh akademi tidak akan bisa selamat jika dia ingin memakannya. Untuk hanya melahap beberapa bagian di puncak ke delapan saja itu sudah dianggap keberuntungan.


"Ais! Aku pasti sudah populer, bukan? Jadi sepertinya kita tidak perlu berkenalan." Taotie berkata dengan malas.


Sudut bibir Qing Yue'er berkedut. Sepertinya Taotie ini cukup tidak tahu malu.


Dia sudah lama menunggu hari ini. Ketika dia mendapatkan siapa pelaku yang telah memusnahkan Aliansi Naga Azure, rasanya sangat ingin memukul orang itu berkali-kali sampai menjadi ****.


"Penjelasan? Penjelasan apa yang kamu inginkan?" Taotie memicingkan matanya yang besar.


Wajah leluhur Yin menggelap seketika. Dilihat dari nada bicaranya, Taotie sepertinya tidak akan mengakui perbuatannya. "Jangan berpura-pura tidak mengerti! Seratus tahun yang lalu kamu membuka pusaran dan melahap apapun dari luar sana!"


"Hoho, jadi maksudmu itu? Jangan salahkan aku. Aku hanya ingin menuntaskan rasa lapar, tapi siapa yang tahu bahkan setelah semua itu aku masih merasa lapar," jawab Taotie dengan jujur.


Namun jawaban jujurnya membuat leluhur Yin semakin marah. Perbuatan mengerikan seperti itu tapi Taotie mengatakannya seolah-olah dia sama sekali tidak bersalah. Bagaimana dia bisa mengatakan hal-hal dengan sangat polos?


"B*jingan!" teriaknya dengan marah. "Lalu bagaimana dengan anggota Aliansi Naga Azurku?! Apa kamu juga melahap semua orang-orang itu?!


Taotie memutar bola matanya. "Maksudmu orang-orang tua yang menyebalkan itu? Aish, aku bahkan belum merasa kenyang tapi mereka berani bertindak untuk menutup pusaran, benar-benar membuatku jengkel sampai mati."


Jangankan leluhur Yin, bahkan Qing Yue'er yang mendengar jawaban Taotie merasa sakit kepala. Dia menggosok hidungnya yang gatal. Sepertinya butuh usaha yang sulit jika dia ingin menghentikan keduanya.


Leluhur Yin benar-benar marah sampai titik ingin memuntahkan darah. Sebuah cahaya perak meledak dari tubuhnya. Hanya dalam beberapa detik saja dia langsung berubah menjadi rubah ekor sembilan. Auranya benar-benar terasa suci.


Qing Yue'er terpesona dengan tampilan dari rubah ekor sembilan itu. Namun dia tidak memiliki waktu untuk mengaguminya. Dia segera tersadar dan berteriak untuk menghentikan tindakan leluhurnya. "Tidak, Leluhur! Kamu tidak akan bisa menghadapinya!"


*boomm boomm!


Sudah terlambat. Taotie menggunakan kekuatan spiritualnya untuk melenyapkan serangan leluhur Yin. Tahap alam langit melawan ahli duniawi, itu benar-benar mencari kematian.


Tindakan serangan itu hanya membuat leluhur Yin mendapatkan serangan balik. Tubuhnya dilemparkan jauh kebelakang. Ying Jun segera terbang untuk menangkapnya atau wanita itu akan jatuh ke dimensi gelap tak berdasar ini.


Tubuh Yin Hu telah kembali berubah menjadi manusia. Dia memuntahkan seteguk darah segar yang menodai jubah putihnya. Matanya menjadi sedikit buram. Hatinya merasa sangat marah, namun sekarang dia telah menyadari kebodohannya.


Dia terlalu impulsif. Bagaimanapun dia mencoba menyerang, dia tidak akan bisa berhasil mengalahkan Taotie. Tingkat mereka bukan di tahap yang sama. Untuk berani melawan Taotie, dia benar-benar bodoh.


Qing Yue'er menggosok dahinya. Dia benar-benar merasa sakit kepala. Kenapa leluhur Yin harus datang di saat seperti ini? Benar-benar waktu yang tidak tepat.


Dia berjalan dengan hati-hati. Setiap langkah yang dia ambil akan menciptakan lempengan batu seperti yang terjadi pada Ying Jun. Akhirnya setelah beberapa saat dia berhasil sampai di sisi leluhur Yin yang sekarang sedang terluka.


Wajah orang itu terlihat pucat. Qing Yue'er memeriksa keadaannya. Sepertinya serangan Taotie telah membuat cedera internal. Ini adalah hal yang membutuhkan waktu lama untuk ditangani.


Dia mengambil pil refining qi yang menjadi satu-satunya pil persediaannya untuk saat ini. Dia memang sudah lama belum menggunakan alkimia untuk beberapa waktu terakhir, jadi dia tidak memiliki pil lain yang lebih berkualitas.


"Leluhur, ambil ini untuk sementara," ucapnya seraya mengulurkan pil ke hadapan leluhur Yin.


Tanpa menunggu lagi wanita itu langsung menerima pil dan menelannya. Namun karena cederanya terlalu parah, pil itu tidak menghasilkan pengaruh apa pun. Sedikit demi sedikit dia mulai kehilangan kesadarannya.


Qing Yue'er meninggalkan masalah ini kepada Ying Jun. Dia akan membuat kontrak dengan Taotie terlebih dahulu untuk mempermudahkan dia mengendalikannya. Jika tidak seperti ini, Taotie pasti akan membuat masalah lagi.