
Mungkin Qing Yue'er mengatakannya dengan cara yang sederhana. Bukan sebuah gertakan atau ancaman, tapi hal itu justru membuat kelompok Ling Suyao merasa sedikit aneh. Mereka pikir dengan serangan yang baru dilepaskan oleh Ling Suyao akan membuat Qing Yue'er merasa takut. Namun, gadis itu seolah tidak pernah memiliki ketakutan apa pun. Bahkan ketika dihadapkan dengan orang seperti Ling Suyao.
"Memangnya apa yang bisa kamu lakukan?" Ling Suyao tetap bersikap seperti biasa. Meskipun dia masih merasa sedikit takut ketika merasakan aura gadis yang baru saja dia serang.
Qing Yue'er menundukkan kepalanya. Sebuah seringaian muncul di bibirnya ketika tangannya mencengkeram erat tongkat rotannya. "Membunuhmu."
Whooshh whoossh!
Bahkan sebelum kalimatnya sampai di telinga Ling Suyao, dia sudah bergerak dengan cepat. Seperti halnya angin, ketika tubuhnya bergerak dedaunan kering di bawah kaki langsung berhamburan ke mana-mana. Qing Yue'er menggunakan kecepatannya gilanya untuk menyerang Ling Suyao.
Tentu saja gerakan Qing Yue'er yang terkesan tiba-tiba benar-benar membuat Ling Suyao terkejut. Dia bahkan tidak diberi kesempatan untuk melawan sama sekali. Akhirnya apa yang bisa dia lakukan hanyalah membuat pertahanan untuk menahan serangan tongkat rotan Qing Yue'er.
Dia menggunakan tangannya untuk menepis serangan Qing Yue'er, tapi ketika tangannya bertabrakan dengan tongkat rotan tiba-tiba perasaan kram muncul di sana. Wajahnya benar-benar terkejut. Bahkan dia sudah melindungi tangannya dengan qi spiritual, tapi kenapa tongkat itu masih melukainya?
Dia tidak tahan untuk mendesis. Namun, dia tidak bisa membiarkan gadis itu melukainya atau bahkan lebih unggul darinya. Akhirnya dia segera meluncur mundur untuk menjauh dari Qing Yue'er. "Jangan berpikir tongkat itu saja bisa menghancurkanku!"
Qing Yue'er menatap Ling Suyao dengan tatapan datar. "Itu berarti aku harus menunjukkan bahwa pemikiranmu salah."
Ling Suyao mendengus. Setelah itu sebuah pedang perak yang terlihat sangat elegan muncul di tangannya. Pedang itu memiliki ukiran lily di bagian potongan gagangnya. Pedang tersebut merupakan senjata yang sudah menjadi andalannya. Selama ini dia selalu memiliki keunggulan jika bertempur menggunakan pedang lily itu. Jadi, sekarang dia masih merasa percaya diri untuk menjatuhkan Qing Yue'er.
"Tongkatmu tidak seberapa jika dibandingkan dengan pedangku. Aku akan membuatmu melihat seperti apa kekuatan yang sebenarnya!" Ling Suyao berterak sambil mengangkat pedangnya. Tubuhnya langsung meluncur ke depan dengan kecepatan kilat. Tebasan yang menghasilkan qi pedang langsung melonjak pada Qing Yue'er.
Sementara itu Qing Yue'er mengambil persiapan. Tongkat rotannya terangkat dan digunakannya untuk menyambut serangan Ling Suyao. "Sebuah senjata tidak lebih unggul dari kemampuan penggunanya," ucap Qing Yue'er dengan dingin.
Swosshh swosshh!
Kedua orang itu saling menyilangkan senjata masing-masing. Pedang dan tongkat saling bertabrakan menciptakan bunyi yang terasa asing di telinga. Orang yang menyaksikan ini hanya bisa mundur untuk menghindar dari daya hancur yang diciptakan oleh pertarungan keduanya.
Qing Yue'er mengakui bahwa Ling Suyao memiliki kemampuan yang cukup bagus. Wanita itu menggunakan pedangnya dengan ritme yang berbeda. Di satu sisi gerakannya lebih terkesan keras tapi di sisi lain ada keanggunan yang tersirat. Namun, itu tidak membuat Qing Yue'er merasa takut. Sebaliknya dia memiliki keunggulan dalam hal kemantapan.
Ketika Ling Suyao mengayunkan pedangnya tepat ke arah pinggang, Qing Yue'er melompat ke atas meliwati Ling Suyao. Sementara tangannya menggerakkan tongkatnya ke belakang dan ....
Buukk!
Tongkat rotannya berhasil memukul punggung Ling Suyao. Sebelum wanita itu bisa bereaksi, Qing Yue'er sudah berbalik dan kembali meluncurkan serangan dengan kecepatan kilat. Dia memukul tubuh belakang Ling Suyao dengan keras. Bibirnya terangkat membentuk senyum miring dan tongkatnya memukul tulang rusuk Ling Suyao dengan keras.
Craackk!
"Ahh!" Ling Suyao merasakan kesakitan di tulang rusuk bagian kanannya. Dia ingin melakukan perlawanan tapi tiba-tiba tulang rusuk kirinya juga tidak terhindarkan dari tongkat jahat Qing Yue'er. Dia tidak bisa menghindar lagi ketika gadis itu memukulnya berkali-kali.
Qing Yue'er bukan individu yang penuh belas kasihan. Seseorang berani membuat masalah dengannya, itu berarti mereka harus bersiap menerima akibatnya. Dia memukul Ling Suyao berkali-kali seperti orang tua yang sedang menggurui anaknya. Namun, bedanya dia melakukannya dengan penuh kekuatan. Itulah yang membuat Ling Suyao harus meludahkan darah merah ke tanah.
Semua ini membutuhkan waktu untuk dijelaskan, tapi sebenarnya terjadi hanya dalam waktu yang singkat. Orang yang melihat bahkan tidak bisa berkata-kata, terutama Lan Ying dan yang lainnya. Mereka pikir dengan bantuan Ling Suyao mereka bisa mengalahkan Qing Yue'er, tapi ternyata tebakan mereka salah.
Diam-diam Lan Ying melangkah mundur untuk melarikan diri, tapi tiba-tiba kurungan spiritual membuatnya tidak bisa melangkah lebih jauh. Dia membelalakkan matanya ketika menyadari bahwa benda itu dibuat menggunakan kekuatan roh level kuning. Itu berarti gadis itu adalah seorang spiritualis dunia!
Qing Yue'er berjalan ke depan Ling Suyao yang saat ini sudah berlutut kesakitan. Dia membungkuk dan mencengkeram dagu Ling Suyao dengan keras. "Apa sekarang kamu sudah melihat apa yang bisa aku lakukan? Aku bahkan bisa membunuhmu sekarang."
Ling Suyao menatap Qing Yue'er penuh kebencian. Ini benar-benar sesuatu yang baru dia rasakan. Entah itu siksaan atau malah penghinaan, gadis di depannya itu sudah melakukannya dengan baik. Bahkan dia merasa tubuhnya sudah remuk oleh tindakan Qing Yue'er.
Dia tidak tahu apa yang dilakukan oleh gadis itu. Namun, dia merasa jika tongkat yang digunakan oleh Qing Yue'er bukan hanya tongkat biasa. Rasa sakit yang diciptakan olehnya begitu berbeda dari ketika dia dipukul dengan benda lain.
Qing Yue'er tersenyum penuh kemenangan, tapi tiba-tiba dia melihat sebuah seringaian di bibir Ling Suyao. Dia mendadak menjadi waspada. Pada saat itulah dia melihat tangan kanan Ling Suyao yang bergerak dengan cepat untuk menghunuskan pedang padanya. Ternyata wanita itu masih mencengkeram pedang untuk melakukan serangan pada sisi lengah Qing Yue'er.
Woosshh!
Sebelum itu benar-benar berhasil, Qing Yue'er sudah menggerakkan tangannya dan .... "Craackk!" Dia mematahkan leher Ling Suyao dengan keras. Pada saat itulah kedua mata Ling Suyao langsung melotot. Tangan yang mencengkeram pedang yang hampir menusuk tepat di dada Qing Yue'er akhirnya berhenti di jalan. Seketika tubuh Ling Suyao langsung terkulai jatuh ke tanah.
Luo Qingqi menjadi terkejut dengan apa yang Qing Yue'er lakukan. Dia tidak mengangka gadis itu akan berani membunuh sesama murid akademi. Jika seorang guru mengetahuinya maka dia pasti akan mendapat hukuman yang tak kalah kejam.
"Kamu ... kamu berani membunuh murid akademi! Kamu pasti akan segera dihukum oleh guru!" Lan Ying berteriak untuk mengancam Qing Yue'er.
"Jika tidak ada orang lain yang mengetahuinya maka tidak akan ada yang mengadukanku," ucap Qing Yue'er dengan santai. Dia berbalik dan menatap Lan Ying dengan seringaian.
"Apa ... apa maksudmu?!" Lan Ying berteriak dengan gugup. Dia melihat Qing Yue'er yang berjalan mendekat ke arahnya. Gadis itu bahkan terlihat lebih menakutkan dari iblis apa pun.
"Aku tidak ingin membuang waktuku. Jadi, Kakak Qingqi, kamu mungkin bisa menggunakan binatang rohmu untuk melakukan percobaan. Ya, kamu harus menguji kekuatannya, bukan?" Qing Yue'er menatap Luo Qingqi penuh makna.
Luo Qingqi buru-buru mengangguk. Kemudian tanpa ragu dia langsung memerintah ular putihnya untuk melakukan tugasnya. Ular putih itu bergerak meluncur menuju kelompok Lan Ying. Matanya yang sedikit abu-abu telah berubah menjadi merah berapi.
Lan Ying segera mundur. Namun, gerakannya tertahan oleh kurungan spiritual. Pikiran-pikiran negatif langsung merasuk ke otaknya. Hatinya benar-benar sudah diselimuti oleh ketakutan. "Apa yang akan kalian lakukan?!"
Ular putih itu masuk ke dalam kurungan. Dia membuka mulutnya dan semburan api langsung keluar dari sana. Api itu begitu besar dan seketika langsung melalap kelompok Lan Ying tanpa bisa dihindari. Mereka hanya bisa berteriak dalam keputusasaan. Tidak ada yang tahu kalau hidup mereka akan berakhir dengan cara seperti itu.
Ular putih itu segera berbalik ketika urusannya selesai. Luo Qingqi kembali memaksanya untuk masuk ke dalam gendongannya. Sedangkan Qing Yue'er hanya menatap dingin pada tubuh Lan Ying yang berubah menjadi daging panggang. Bahkan udara di sana sudah dipenuhi dengan bau gosong dari daging yang dibakar.
Qing Yue'er tidak merasakan senang atau pun sedih. Jika dia membiarkan mereka hidup maka di masa depan mungkin mereka juga tidak akan berhenti mengganggunya, lalu bukankah hal seperti ini akan terulang lagi dan lagi? Itu akan baik-baik saja jika dia yang menang, tapi jika dia sedikit lengah maka dia sendiri yang akan mati.
Qing Yue'er mendengus. Dia menggerakkan tangannya dan tubuh Ling Suyao langsung terlempar ke dalam kobaran api. Akademi mungkin tidak akan mempermasalahkan kematian Ling Suyao dan lainnya, tapi orang yang bersangkutan pasti tidak akan membiarkan masalah ini pergi. Alangkah baiknya jika dia membuang semua petunjuk yang ada.
"Ayo pergi sekarang," ajak Qing Yue'er tanpa memalingkan wajahnya.
Luo Qingqi mengangguk. Akhirnya dia pun mengikuti Qing Yue'er pergi ke utara untuk menemui Jing Ling dan Ming Yuxia. Dari belakang dia memandang Qing Yue'er dengan cahaya yang berbeda. Gadis itu ternyata bukan orang yang mau ditindas. Beruntung dia tidak membangun hubungan yang buruk dengannya, atau dia akan menemui akhir yang sama buruknya dengan Ling Suyao.
***
Jangan lupa untuk vote, like dan komen ya.