Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Mengejutkan Xie Song Hingga Pingsan


Orang yang datang tak lain adalah Xie Ying Fei. Wanita itu terlihat dalam kondisi yang baik. Dia berjalan mendekati kedua pria tua itu lalu segera membungkuk hormat pada Mo Tianyu.


“Xie Ying Fei memberi hormat pada Guru Agung Mo.”


“Ah, jadi ini Xie Ying Fei?” Mo Tianyu menatap wanita itu sambil membelai janggut. Dia mengangguk beberapa kali. Meskipun bakat dan kemampuan Xie Ying Fei tidak sebaik Qing Yue’er, wanita itu masih di atas rata-rata kebanyakan orang.


Xie Ying Fei tersenyum lalu mengangguk. Dia telah mendengar percakapan mereka sehingga bisa mengetahui identitas Mo Tianyu. Sebuah kehormatan karena dia bisa melihat guru seorang dewa.


“Guru Agung Mo, maaf jika aku lancang dan telah mendengar semuanya. Tolong beri tahu kami tentang apa yang sebenarnya telah terjadi. Apakah terjadi masalah di Pengadilan Surgawi?” tanya Xie Ying Fei dengan terangan-terangan.


Dia adalah istri Qing Yexuan, jadi lebih familiar dengan dunia para dewa dibandingkan Xie Song. Dia juga telah mengetahui identitas Mo Jingtian. Hanya saja, itu masih dirahasiakan dari ayahnya.


“Ying Fei, apa yang kau tanyakan? Urusan Pengadilan Surgawi bukan hal yang pantas untuk dibicarakan.” Xie Song langsung menegur putrinya. Baginya Xie Ying Fei tidak seharusnya menanyakan hal-hal tentang itu.


“Tuan Xie, ini memang harus dibicarakan. Dan dia layak menanyakan itu karena suaminya adalah seorang Dewa di Pengadilan Surgawi.”


Xie Song yang mendengar itu tidak bisa tidak terkejut. Mulut dan kedua matanya terbuka lebar. Apa katanya? Suami Xie Ying Fei adalah Dewa di Pengadilan Surgawi? Perasaannya tidak bisa tetap tenang.


Selama ini Xie Ying Fei tidak pernah secara terbuka memberi tahu identitas Qing Yexuan. Dia tahu pria bermarga Qing itu bukan orang biasa, tapi dia tidak sampai berpikir pria itu adalah Dewa di Pengadilan Surgawi!


Dia langsung menatap putrinya itu dengan wajah tercengang. “Ying Fei, itu benar?”


Xie Ying Fei menunduk sambil menghela napas. “Ayah, maafkan aku yang selalu menyembunyikan itu,” ucapnya dengan perasaan bersalah. Dia selalu ingin jujur, tapi suaminya sudah memintanya untuk menyembunyikan identitasnya.


“Jadi karena identitas itulah dia tidak bisa bersamamu?” Xie Song benar-benar tidak menyangka akan memiliki menantu seorang dewa. Ini jauh melebihi harapannya pada sosok Qing Yexuan.


“Ini bukan hal yang sederhana, Ayah.”


Xie Ying Fei akhirnya menceritakan semua yang dia tahu pada ayahnya, mengenai identitas Qing Yexuan dan masalah yang menimpa rumah tangganya. Karena Mo Tianyu sudah membocorkan itu, maka dia tidak perlu menyembunyikannya lagi.


Setelah semua diceritakan, Xie Song bertanya, “Apakah masalahnya hanya itu? Dia dihukum bertahun-tahun karena menjalin hubungan denganmu?”


“Aku tidak begitu yakin.”


Mo Tianyu tersenyum. “Tidak. Dewa memang tidak sewajarnya jatuh cinta karena emosinya sudah terhapus. Namun, jika seorang Dewa sungguh jatuh cinta pada manusia, hukumannya cukup dengan pengasingan selama beberapa ratus tahun. Pada kasus Qing Yexuan, dia bukan diasingkan, melainkan dipenjara dan disiksa. Itu jenis hukuman yang berbeda.”


Xie Ying Fei menjadi cemas mendengar itu. “Guru Agung Mo, apa kau tahu bagaimana kondisinya? Sudah belasan tahun sejak kami berpisah. Aku sama sekali tidak mendengar kabar tentangnya.”


“Aku hanya manusia biasa. Itu bukan ranahku untuk mengetahuinya.”


“Tidak. Tunggu!” Xie Song tiba-tiba menatap Mo Tianyu dengan kening berkerut. Manusia biasa tidak mungkin mengetahui hal-hal tentang Pengadilan Surgawi dan identitas suami Xie Ying Fei. Siapa sebenarnya orang tua itu?


Dia menatap Mo Tianyu dan Xie Ying Fei secara bergantian. “Mungkinkah ada hal yang kalian sembunyikan lagi?”


Xie Ying Fei terbatuk. “Ayah, apa maksudmu?”


“Itu … itu ….” Xie Song tidak tahu bagaimana harus mengatakannya. Sejujurnya dia curiga Mo Tianyu adalah Dewa dari Pengadilan Surgawi. Itulah kenapa dia bisa mengetahui hal-hal ini.”


Mo Tianyu tertawa mengetahui pikiran Xie Song. “Aku bukan Dewa.”


“Lalu, bagaimana kau bisa ….”


“Itu adalah muridku,” ucap Mo Tianyu dengan santai.


Xie Song yang mendengar itu langsung terjatuh dari duduknya. Tubuhnya gemetar tidak keruan. Jantungnya terasa seperti ingin melompat keluar dari tenggorokan. Informasi ini benar-benar mengejutkannya!


“Ayah, apa kau baik-baik saja?” Xie Ying Fei segera membantu ayahnya duduk dengan benar. Dia menuangkan minum untuk orang tua itu dengan cepat.


“Itu …. Bagaimana putri dan cucuku bisa berhubungan dengan Dewa? Dan … bagaimana aku baru mengetahuinya sekarang?” Xie Song bertanya dengan sedikit tergagap.


“Ayah, ada hal lain yang lebih mengejutkan lagi.” Xie Ying Fei menatap Mo Tianyu dengan ragu. Apakah baik-baik saja mengatakan Mo Jingtian adalah Dewa yang telah lama dijunjung oleh keluarganya?


Mo Tianyu hanya tersenyum tanpa mengatakan apa-apa.


Xie Ying Fei menggigit bibirnya. “Aku khawatir Ayah akan terkejut. Akan kuberitahu itu nanti. Mungkin ketika Yue’er sudah kembali.”


“Itu … bukankah akan terlalu lama? Aku ingin tahu sekarang. Cepat katakanlah, Ying Fei!”


Akhirnya Xie Ying Fei menghela napas. Dia menatap ayahnya dengan serius. “Ayah, Jing Tian bukanlah sosok yang asing. Dia … sebenarnya Dewa yang namanya selalu dijunjung tinggi oleh klan Xie, yang selalu kita harapkan bantuannya dengan membakar kertas-kertas itu.”


“Apa?” Xie Song tidak bisa menahan keterkejutannya. Dia memegang dadanya sebelum jatuh pingsan.


“….”


Xie Ying Fei tidak bisa berkata-kata. Dia segera memeriksa kondisi ayahnya dan menemukan bahwa pria itu baik-baik saja. Ayahnya hanya terlalu terkejut hingga jatuh pingsan.


Mo Tianyu tersenyum melihat itu. Apa yang terjadi pada Xie Song adalah hal yang wajar bagi manusia biasa. Pria tua itu sudah cukup terkejut dengan kabar tentang Qing Yexuan, lalu ditambah lagi dengan identitas Mo Jingtian.


“Jangan khawatir. Dia akan bangun tak lama lagi,” ucap Mo Tianyu dengan tenang.


Xie Ying Fei mengangguk mengerti. Kemudian dia teringat dengan alasan kedatangan Mo Tianyu. Jadi, dia bertanya, “Guru Agung Mo, jadi siapa yang sudah menyebabkan iblis-iblis itu datang dari dunia bawah? Siapa yang memiliki keberanian seperti itu?”


Napas panjang terhela dari hidung Mo Tianyu. Pria tua itu menjadi murung. “Itu adalah perbuatan Dewa di Pengadilan Surgawi. Semuanya dilakukan atas perintah Tuan Pengadilan Surgawi, Baili Linwu.”


“Baili Linwu?” Xie Ying Fei tidak bisa tidak terkejut. Nama itu tentu saja bukan nama yang asing. Siapa orang di Celestial yang tidak mengetahui Tuan Pengadilan Surgawi? Hampir semuanya tahu.


“Bagaimana dia bisa melakukan itu? Ini …. Dia adalah Tuan Pengadilan Surgawi! Dia bahkan lebih tinggi daripada Qing Yexuan.”


“Kau benar. Dia adalah penguasa Dewa. Siapa yang bisa memberontak melawannya? Bahkan satu-satunya orang yang bisa kita andalkan harus cacat di tangannya.”


“Siapa yang Guru Agung maksud?”


“Anak Surga, Mo Jingtian,” ucap Mo Tianyu dengan lirih. Sorot matanya menjadi redup. “Hanya dia yang bisa membantu kekacauan ini. Hanya dia. Tapi saat ini ada belenggu iblis yang menahan kekuatannya. Jangan sebutkan tentang Dewa, bahkan aku bisa membunuhnya.”


Xie Ying Fei tidak bisa berkata-kata. Dia mungkin tidak tahu tentang Anak Surga, tapi mendengar tentang itu saja sudah membuatnya mengerti betapa pentingnya Mo Jingtian dan kekuatannya.


“Xie Ying Fei, kau adalah istri Qing Yexuan, jadi aku tidak ragu memberi tahumu tentang ini.”


“Guru Agung Mo, aku mengerti. Aku tidak akan membiarkan orang lain tahu.”


“Mo Jingtian lemah, tapi Baili Linwu juga dalam situasi yang sama. Ada kemungkinan dia akan membangun kekuatan baru dengan mengorbankan ratusan atau bahkan ribuan nyawa ahli alam surgawi di Celestial. Ini situasi yang serius. Jadi, aku datang ke sini untuk memberi tahu kalian untuk berhati-hati.”


Xie Ying Fei melebarkan kedua matanya. “Itu perbuatan yang sangat kejam!”


“Memang benar. Dia bahkan lebih kejam dan licik daripada iblis.”


“Lalu … bagaimana dengan Dewa? Maksudku, Mo Jingtian. Apakah ada cara untuk membebaskannya dari belenggu iblis itu?”


“Ada. Itu ada di putrimu. Hanya putrimu yang bisa melakukannya. Namun, itu hal yang sulit. Kau tidak perlu mengetahui tentang itu, kecuali Yue’er yang memberi tahu secara sukarela.”


Xie Ying Fei mengangguk. “Aku mengerti. Kalau begitu aku akan memberi tahu semua orang untuk berhati-hati. Guru Agung Mo, terima kasih sudah memberi tahu kami tentang hal-hal krusial ini.”


“Itulah yang harus aku lakukan.” Mo Tianyu akhirnya berdiri dari tempat duduknya. Dia menatap Xie Ying Fei sambil tersenyum tulus.


“Tentang suamimu … dia pasti akan bebas tidak lama lagi. Kau hanya harus mengurus hal-hal di sini dengan baik. Biarkan mereka berdua yang berurusan dengan para Dewa.”


“Kemudian … jika nanti kau mengetahui sesuatu tentang situasi Qing Yue’er dan Mo Jingtian, jangan ikut campur. Dengar? Biarkan mereka memutuskan jalan mereka sendiri. Hidup dan mati mereka sudah ditentukan sejak awal.”


“Aku mengerti, Guru Agung.”


Xie Ying Fei menunduk. Dia menunggu orang tua itu untuk berbicara lagi. Namun, setelah beberapa saat, tidak ada suara apa pun yang terdengar. Akhirnya dia mendongak. Barulah dia menyadari bahwa Mo Tianyu sudah pergi.


Dia menghela napas panjang. “Ketika Yue’er pertama kali kembali ke Celestial, kupikir badai sudah hampir berakhir. Ternyata aku salah. Badai baru saja dimulai.”