
Rumah lelang semakin ramai pengunjung. Di lantai bawah kursi-kursi sudah mulai terisi penuh. Bai Yin Xue membuka tirai sehingga dia bisa melihat keseluruhan acara dengan bebas. Dia mengamati kerumunan pengunjung lalu matanya menjelajah sampai ke kamar-kamar di lantai dua. Akhirnya pandangannya jatuh pada satu kamar yang ada diseberang kamar mereka.
Seorang pria berpakaian putih sedang duduk dengan santai menggenggam kipas lipat. Wajahnya terlihat sangat tampan dengan rambut hitam terurai seperti air terjun. Merasakan pandangan seseorang, pria itu langsung melihat kearah Bai Yin Xue. Pandangan mereka langsung bertemu. Kemudian pria itu tersenyum manis.
Bai Yin Xue merasa pria itu terlihat cukup akrab. Kemudian dia mengalihkan pandangannya pada orang yang duduk disebelahnya. "Ji Fan, apakah kamu mengenal pria itu?" Bai Yin Xue bertanya dengan menunjukkan dagunya pada pria berpakaian putih.
"Dia adalah Pangeran Ke-4, terlihat sedikit mirip dengan Putra Mahkota. Kenapa? Kamu menyukainya? Apa dia tampan?" Ji Fan menggoda Bai Yin Xue.
"Oh, pantas saja terlihat sedikit akrab. Tidak buruk, tapi ada seseorang yang jauh jauh jauh lebih tampan lagi." Bai Yin Xue tersenyum dalam-dalam.
Mata Ji Fan berkedip. "Siapa itu? Ayoh bukankah kamu akan menikah dengan Putra Makota?"
"Tidak, itu tidak akan terjadi." Bai Yin Cue menggelengkan kepalanya. Dia tidak akan mau untuk menikahi seorang pria yang hanya peduli dengan tahta.
Lagi pula umurnya masih 15 tahun. Jika dia berada di bumi pada usia ini, maka dia masih bergulat dengan buku-buku pelajaran. Dulu targetnya untuk menikah adalah usia 27 tahun. Tapi saat dia dilemparkan ke dunia antah brantah ini, dia tidak lagi memikirkan masalah pernikahan. Dia hanya ingin kembali dan menikmati waktu senggangnya di bumi.
"Hah benarkah? Jadi siapa yang jauh jauh jauh lebih tampan dari mereka berdua?" Ji Fan bertanya dengan antusias.
"Seseorang yang tidak tersentuh." Bai Yin Xue menjawab dengan singkat lalu tersenyum dengan misterius.
Setelah menunggu beberapa saat lelang pun akhirnya dimulai. Tatapan semua orang tertuju ke pusat lantai satu. Seorang juru lelang memasuki platform yang ada di lantai bawah. Juru lelang itu mengatakan beberapa kata sambutan sebelum akhirnya jatuh di acara inti.
"Cukup berbasa-basi, mari kita mulai dari benda yang pertama."
Saat itu juga seorang wanita dewasa yang anggun memasuki platform dengan membawa nampan berisi botol-botol porselen. Senyumnya yang ramah mengembang di bibirnya.
"Dua botol pil refining qi level 3 yang dibuat oleh master alkemis tingkat 3. Memiliki efek tiga kali lipat dari pil biasa. Setiap satu botol berisi 20 pil. Dimulai dari 100 koin emas untuk setiap botol!" Juru lelang memperkenalkan dua botol porselen dan menyebutkan harga.
Segera setelah itu keributan pecah di antara para pengunjung. Seorang pria dewasa mulai melelang harga. "120 koin emas!"
"130 koin emas!"
"145 koin emas!"
"Ayoo ada yang lain?" tanya juru lelang dengan semangat.
"150 koin emas!" Seseorang mengajukan harga lagi.
"Ada lagi?!"
Senyap. Kemudian juru lelang menjatuhkan palunya tiga kali untuk menandakan barang tersebut sudah sah dilelangkan.
Pelelangan berlanjut ke botol selanjutnya. "Salep Heaven Skin khusus untuk wanita yang menginginkan kulit seputih salju. Harga dimulai dari 180 koin emas!"
Para wanita yang hadir segera beebondong-bondong mengajukan harga. Mereka semua sangat menginginkan salep yang sangat terkenal untuk kecantikan ini.
Berbeda dengan Bai Yin Xue yang hanya melirik sekilas pada botol itu. Dia tidak berminat menggunakan hal-hal semacam itu.
Ji Fan terkekeh. "Yin Xue, kamu sepertinya tidak tertarik?"
"Itu hanya pemborosan," jawab Bai Yin Xue. Ji Fan hanya tertawa mendengarnya.
Harga sudah naik mencapai 250 koin emas. Tiba-tiba suara cemerlang terdengar dari lantai dua. "300 koin emas!"
Itu adalah Wei Yuzhen. Dia mencemooh ke bawah pada orang-orang yang sudah mengajukan harga. Dia sangat percaya kalau orang-orang ini pasti tidak akan berani membidik barang yang dia incar.
Benar saja, setelah beberapa saat tidak ada orang yang menawar lagi. Akhirnya salep itu jatuh pada Wei Yuzhen.
Lelang terus berlanjut sampai barang yang dilelangkan oleh Bai Yin Xue muncul.
"Botol terakhir adalah air Embun Jade. Mungkin ini terlihat asing tapi percayalah ini hanya lebih lemah dari air suci Yin Yang! Harga akan dimulai dari 300 koin emas!" Suara juru lelang bergema di seluruh ruangan.
"Wah itu terlalu langka. 350 koin emas!"
"400 koin emas!"
"425 koin emas!"
"450 koin emas!"
"500 koin emas!" Suara Wei Yuzhen terdengar.
Bai Yin Xue tersenyum miring lalu ikut mengajukan harga, "550 koin emas!"
Wei Yuzhen menatap Bai Yin Xue. Apakah jalang itu ingin bersaing dengannya? itu tidak akan bisa terjadi!
"600 koin emas!"
Bai Yin Xue kembali berseru, "700 koin emas!"
Wei Yuzhen merasa jengkel. Bagaimana bisa gadis itu menjadi sangat pembangkang kepadanya? Karena tidak mau kalah, dia mengajukan harga lagi. "800 koin emas!"
"Wei Yuzhen berhenti membuang uangmu, air ini akan menjadi milikku." Bai Yin Xue mengejek Wei Yuzhen kemudian mengajukan harga lagi. "900 koin emas!"
Ji Fan yang ada didepan Bai Yin Xue menahan tawanya. Gadis itu benar-benar berperut hitam.
Wei Yuzhen sedikit ragu-ragu tapi dia menggertakkan giginya dan berteriak, "1000 koin emas!"
Orang-orang yang ada di lantai bawah menggelengkan kepalanya. Anak pejabat kerajaan memang orang kaya yang tirani.
"Baiklah aku akan mengalah." Bai Yin Xue melirik Wei Yuzhen. Saat ini hatinya penuh dengan kemenangan.
Tidak ada yang mengajukan harga lagi. Akhirnya juru lelang mengetuk palu tiga kali. Wei Yuzhen tersenyum penuh kemenangan pada Bai Yin Xue. Dia tidak tahu kalau dia sudah dibodohi oleh Bai Yin Xue.
Ji Fan akhirnya tertawa terbahak-bahak. "Oh aku tidak bisa berhenti tertawa ha ha ha Yin Xue trik busukmu itu benar-benar terbaik!"
"Terima kasih." Bai Yin Xue tersenyum menanggapi.
Akhirnya barang yang ditunggu Bai Yin Xue muncul. Tungku kuali yang terlihat kuno terpampang didepan umum. Para pengunjung terkagum-kagum melihat tungku itu. Bai Yin Xue menyipitkan matanya melihat tungku kuno itu.
"Yin Xue, apakah ini yang kamu cari?" tanya Ji Fan.
"Ya, itu terlihat bagus."
"Aku dengar tungku ini tidak ada yang benar-benar tahu asalnya."
"Benarkah?"
"Iya, makanya tungku itu disebut Tungku Tanpa Nama." Ji Fan menjelaskan.
Bai Yin Xue menganggukkan kepalanya.
Juru lelang mulai memperkenalkan Tungku Tanpa Nama. "Saudara, ini adalah Tungku Tanpa Nama. Kalian semua pasti sudah pernah mendengar sebelumnya. Walaupun tanpa nama tapi itu dibuat dengan sangat baik. Untuk tungku ini, harganya dimulai dari 500 koin emas!"
"Omong kosong! Tuan, ini bukan tungku biasa! Kamu harus mendapatkannya!" Suara Phoenix terdengar dari benak Bai Yin Xue.
"Apa kamu tahu asalnya?" Bai Yin Xue membalas.
"Yaa tentu saja sangat tahu. Ini adalah tungku milik Dewa Alkimia! Dulu dia sering membawa tungku ini kemanapun dia pergi. Tapi bagaimana itu bisa sampai disini?"
Phoenix merasa bingung. Dewa Alkimia memang sudah tidak pernah muncul lagi, apakah dia masih hidup? Tapi kalau dia masih hidup tidak mungkin tungku itu ada disini.