Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Titik Terang


Di tempat lain, Min Yujian atau orang yang dipanggil pemimpin Min di balai mayat, sedang berdiskusi dengan ketua sektenya. Wajahnya terlihat lebih serius saat mendengarkan ucapan ketua sekte.


“Sepertinya ada sosok yang cukup misterius,” ucap ketua sekte.


Min Yujian mengerutkan kening. “Siapa? Apa maksudnya orang-orang dari akademi Surgawi?”


“Tidak semuanya. Lebih tepatnya seorang gadis.”


“Gadis?” Min Yujian mengingat-ingat pada rombongan akademi Surgawi. Seharusnya ada empat perempuan di dalam rombongan itu. Dan siapa orang yang dimaksud oleh ketua sekte?


“Ya, dia berbeda dari yang lain.” Sang ketua sekte pun menghela napas. “Sepertinya dia akan memberikan konstribusi yang cukup besar.”


“Kenapa Ketua bisa berpikir seperti itu?” tanya Min Yujian.


“Hanya firasat tetapi bukankah aku selalu benar?” Ketua sekte menatap Min Yujian. “Jangan membuat masalah. Aku ingin orang-orang berbakat tidak menjalin hubungan yang buruk dengan kita.”


Min Yujian menatap ketua sekte dengan bingung. “Gadis yang mana? Bisakah Ketua memberi tahu ciri-cirinya?”


“Dia gadis yang cantik, mungkin akan menjadi yang paling cantik.”


Pikiran Min Yujian langsung mengarah pada gadis yang saat itu tidak begitu banyak bicara. Hanya dia yang penampilannya paling mencolok di antara gadis yang lainnya. “Baiklah. Aku akan mencoba menjalin hubungan baik dengannya.”


Ketua sekte menatap Min Yujian dengan mata yang menyipit. “Jadi kalian masih belum menemukan apa pun?”


“Belum,” jawab Min Yujian dengan malu-malu. Itu mungkin karena mereka tidak bekerja dengan begitu baik. Atau bisa juga karena pencipta masalah ini memang memiliki banyak trik dan strategi.


“Hmm!” Ketua sekte mendengus tidak senang. “Berapa banyak korban malam ini?”


“Sekitar dua puluh orang, itu memang cukup banyak. Untungnya tidak ada orang dari sekte kita.”


Ketua sekte tetap merasa tidak senang mendengar kabar ini. Dia tidak tahu siapa yang sebenarnya sedang mempermainkan wilayah ini. Akhirnya dia berdiri dan berpesan, “Tetap perhatikan orang-orang akademi Surgawi. Jangan tertinggal dari mereka.”


“Aku akan melakukan yang terbaik,” ucap Min Yujian yang membuat ketua sekte merasa lebih baik.


***


Siang ini, kelompok akademi Surgawi bekerja dengan cekatan. Mereka sudah mendiskusikan beberapa hal dan sudah memutuskan apa yang harus dilakukan, yaitu memasang formasi untuk menjebak iblis.


Secara diam-diam Qing Yue'er menyuntikkan sesuatu ke dalam formasi yang sudah dibentuk. Dia tidak percaya jika formasi saja cukup untuk menangkan iblis. Lagipula pasti orang-orang kuat di sini sudah mencoba untuk menggunakan formasi.


Seperti apa yang barusan orang-orang sekte Awan Hitam katakan. Mereka mengejek karena formasi sudah pernah digunakan dan itu tidak berhasil. Mereka berpikir jika kelompok Niu Ren juga tidak akan berhasil.


Qing Yue'er tidak pernah mau mengambil pusing dengan omongan buruk semacam itu. Apa yang dia butuhkan hanyalah pembuktian dan mari kita lihat apakah mereka masih bisa mencemooh.


Dia memandang formasi yang sudah selesai dibentuk. Kepalanya mengangguk karena merasa puas. Kemudian dia pun beralih ke formasi lainnya untuk memberikan hal yang sama. Suntikan tambahannya berupa air Yin Yang dan kekuatan roh untuk lebih menguatkan.


Formasi dibentuk di banyak tempat. Jadi Qing Yue'er harus berpindah-pindah lokasi juga. Dia melakukan ini tanpa sepengetahuan siapa pun. Setidaknya itu adalah pemikirannya.


Setelah hari mulai sore, akhirnya Qing Yue'er telah selesai. Dia menepuk tangannya dan berjalan pergi, berniat untuk kembali ke kediaman Shen.


“Nona, kenapa kamu berkeliaran sendiri? Tidakkah itu berbahaya?” tanya Min Yujian.


Qing Yue'er merasa heran. Kemarin orang ini tidak menyukai kelompoknya tetapi sekarang kelihatannya berbeda. Pemimpin Min jelas memiliki perubahan sikap. Meskipun Qing Yue'er cukup heran tetapi wajahnya tidak menyatakan keheranan. “Pemimpin Min, aku rasa siang hari tidak akan sebahaya itu.”


Min Yujian tertawa. “Bagaimanapun keadaannya yang terpenting tetaplah waspada dan hati-hati.”


Qing Yue'er menganggukan kepalanya. Dia tidak tahu apa alasan pria itu berubah menjadi lebih ramah. Namun, ini juga kesempatan yang bagus jika dia ingin memanfaatkannya.


“Pemimpin Min, bagaimana pendapatmu tentang masalah ini?”


“Pendapatku?” Min Yujian menatap Qing Yue'er dengan hati-hati. “Aku pernah mendengar ketua sekte mengatakan jika tempat ini dulunya merupakan tempat yang bising.”


Kedua alis Qing Yue'er langsung terangkat. Dia cukup tertarik dengan cerita Min Yujian. “Bising? Maksudmu?”


“Ya, pada zaman kuno, katanya tempat ini pernah menjadi tempat bertempurnya beberapa iblis dengan seorang dewa. Akan tetapi, sudah berapa juta tahun yang lalu hal itu terjadi? Bagaimana ada cerita yang tidak jelas seperti ini?” Pemimpin Min tertawa sendiri.


“Ketua sekte,” gumam Qing Yue'er. “Memangnya Pemimpin Min ini perwakilan dari sekte mana?”


“Kamu tidak tahu?” Min Yujian menatap heran. “Aku merupakan perwakilan dari sekte Api Surgawi.”


Qing Yue'er mengangguk mengerti. “Jadi ketua sekte Api Surgawi pernah menceritakan tentang pertempuran itu? Kenapa Pemimpin Min langsung menceritakan ini setelah aku bertanya tentang pendapat?”


Min Yujian terbelit lidah sendiri. Sebenarnya dia mengatakan itu hanya untuk membuat dia lebih mengenal gadis ini. Apakah ini gadis yang bodoh atau memang misterius seperti yang ketua sekte katakan.


Sekarang setelah melihat bagaimana Qing Yue'er bertanya seperti itu, dia menjadi yakin kalau gadis itu memang memiliki pikiran yang harus diperhitungkan.


“Aku ... aku dengar ada yang mencium aroma iblis. Jadi aku hanya berpikir ... mungkin saja. Mungkin saja ini ada hubungannya dengan itu, bukankah itu bukan hal yang mustahil?”


Pemimpin Min menjawab dengan tidak begitu yakin. Dia memang pernah mendengar ketua sekte yang mengatakan tentang pertempuran iblis yang dulu terjadi. Namun, menghubungkan kedua hal itu merupakan sebuah omong kosong yang dia ciptakan.


Qing Yue'er menatap Min Yujian dengan mata mengejek. “Jadi seperti itu.”


“Yah.” Min Yujian merasa ragu. “Jadi siapa namamu?”


“Aku Xinyu,” ucap Qing Yue'er. “Kalau begitu aku akan kembali sekarang.”


Min Yujian mengangguk dan membiarkan Qing Yue'er pergi. Sepertinya menghadapi gadis itu mengharuskannya banyak-banyak mengatur ucapan. Dia tidak bisa mengatakan hal secara sembarangan lagi.


Setelah melangkah cukup jauh, Qing Yue'er mengembangkan senyumnya. Awalnya dia hanya ingin mengorek informasi lainnya dari Min Yujian. Namun, apa yang dia dapatkan sepertinya lebih banyak dari itu.


Informasi yang dikatakan Min Yujian merupakan titik terang yang membuatnya harus berpikir lagi. Banyak gagasan yang masuk ke otaknya. Begitu pula dengan praduga-praduga yang lainnya.


“Pertempuran dewa dan iblis? Jutaan tahun yang lalu? Kemudian sekarang ada serangan iblis lagi?” Dia bergumam sendirian. Otaknya berputar keras sampai tidak sadar jika dia sudah tiba di kediaman Shen.


***


Jangan lupa vote, like dan komen.