Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Qi Rong


Qng Yue'er menatap lautan api di depannya dengan gamang. Suhu udara yang panas di Jurang Iblis sepertinya hasil pengaruh dari api ini. Semua orang harus tahu seberapa luasnya tempat ini, tapi itu masih bisa terpengaruh oleh api tersebut. Bukankah itu berarti api ini memiliki panas yang begitu menakutkan?


Lalu apa yang harus dia lakukan?


Rasa cemas mulai merayap di hatinya. Dia melangkah mundur sejenak, ingin memikirkan solusi lain. Namun, kekuatan dorong yang begitu kuat tiba-tiba datang dari belakang.


Qing Yue'er terkejut sampai jantungnya terasa seperti hendak melompat keluar dari tenggorokannya. Dia mencoba untuk melawan dorongan tersebut, tetapi itu begitu sulit. Tubuhnya terus didorong oleh kekuatan asing hingga mendekati api.


"Apa-apaan ini?!"


Pikiran Qing Yue'er menjadi kacau. Ia mencoba untuk mencari tahu siapa yang melakukannya, tapi itu terasa begitu alami. Tidak seperti seseorang dengan sengaja mendorongnya.


Tiba-tiba matanya menemukan sesuatu di tanah bekas pijakannya. Itu adalah pola rumit yang menyala lembut. Sial, ternyata dia telah mengaktifkan formasi!


Tubuhnya terus didorong dengan kecepatan tinggi. Bahkan dia benar-benar tidak bisa berkutik dalam keadaan seperti ini. Seseorang harus tahu betapa paniknya dia saat ini.


Wuusshh!


"Aaahhh!"


Suara teriakannya melengking di kekosongan udara. Tubuh Qing Yue'er benar-benar dilalap oleh api yang bergejolak. Semuanya terjadi dalam hitungan detik. Tidak ada yang tahu bagaimana nasibnya setelah ini.


***


Suara derap langkah kaki kuda terdengar di kesunyian. Seorang pemuda terlihat menunggangi kudanya dengan cepat. Sendirian, dia melewati berbagai tempat yang baru pertama kali dia datangi. Meskipun begitu dia memang sangat berani.


Pemuda itu tersenyum penuh antisipasi. Rasa malas akut yang biasa menghinggapinya kini seperti lenyap begitu saja. Akhirnya sebentar lagi dia sampai di kota Fuli, lalu dia bisa bertemu lagi dengan Qing Yue'er.


Pemuda itu tak lain adalah Qi Rong. Ya, dia merasa sudah tidak betah tinggal di akademi karena Ji Fan sudah berpaling pada Bai Fu'er. Dia pikir dia juga harus mencari pengalaman, mengikuti jejak Qing Yue'er.


Sebelumnya gadis itu sudah mengatakan bahwa tujuan pertama adalah klan Jiang di kota Fuli. Jadi Qi Rong akan menyusulnya ke sana, semoga dia masih belum terlambat.


Da ... da ... da.


Dia melewati gerbang kota yang cukup besar. Tentu saja sebagai ibu kota kerajaan Xirei, di sini adalah pusatnya pembangunan. Qi Rong bisa melihat banyak orang-orang yang berlalu lalang di sepanjang jalan.


Sekarang mungkin dia harus mencari tempat peristirahatan terlebih dahulu. Kudanya berjalan dengan lambat agar tidak terlalu mengganggu pejalan kaki. Setelah beberapa saat akhirnya dia sampai di depan penginapan.


Qi Rong segera masuk ke dalam. Berhubung hari sudah sore dia pun langsung memesan sebuah kamar.


"Anak muda, apa kamu ini pendatang baru?" tanya seseorang yang menjadi petugas di sana.


"Ya benar, mungkinkah ada masalah?" Qi Rong kembali bertanya.


"Aish, kamu datang bukan di waktu yang tepat. Saat ini kota sedang tidak aman," ucap orang itu sambil menghela napasnya.


Qi Rong mengerutkan kening. Rasa penasarannya sedikit terusik, tapi mengingat sikapnya yang malas dia hanya menunggu agar orang tersebut mau menceritakannya.


"Akhir-akhir ini ada beberapa orang yang kehilangan kesadaran dengan tiba-tiba. Sudah banyak orang yang mencoba mencari tahu, tapi tidak ada seorang pun yang menemukan penyebabnya." Orang itu berkata dengan cepat. Sepertinya dia seseorang yang ahli dalam bergosip.


"Apa itu terjadi dalam satu waktu?" tanya Qi Rong.


Kemudian orang itu menyerahkan kunci kamar untuk Qi Rong. "Ini, aku sengaja memberimu kamar yang memiliki keamanan baik. Namun, biayanya juga lebih mahal. Bagaimana?"


Qi Rong sedikit mengejek orang itu. Pada akhirnya orang tersebut hanya ingin membujuknya untuk menyewa kamar yang mahal. Untungnya dia tidak tertipu.


"Tidak perlu, aku hanya akan menyewa kamar yang murah," ucap Qi Rong.


"Ah? Apa kamu pikir aku membohongimu?" Orang itu menjadi tidak senang. Dia hanya menceritakan apa yang dia tahu dan mencoba untuk memperingatkan pemuda itu.


"Bukan begitu, sebenarnya aku tidak memiliki banyak uang. Daripada berutang bukankah lebih baik aku berhemat?" Qi Rong menjawab seperti itu.


Orang itu mendengus, tapi akhirnya dia tetap menyerahkan kunci yang sama. "Baiklah kali ini aku akan berbuat baik padamu."


Qi Rong menerimanya dengan senang. Setelah itu dia menyerahkan beberapa keping koin emas untuk membayar tagihan. "Berikan aku makan malam juga."


"Baik." Petugas itu menyetujuinya. Kemudian dia menjelaskan letak kamar yang akan ditempati oleh Qi Rong. Setelah pemuda itu mengerti barulah dia pergi ke arah belakang.


Qi Rong langsung naik ke lantai dua, di mana kamarnya berada. Di sana ternyata sangat sepi, dia bahkan tidak melihat atau bertemu dengan orang lain.


Ada deretan kamar-kamar yang masing-masing tertutup rapat. Qi Rong melangkah sampai tiba di ujung. Tiba-tiba dia samar-samar mendengar percakapan penghuni kamar yang lain.


"... mungkin banyak yang akan dikorbankan di kota ini."


"Guru memberi tugas yang sulit ...."


Qi Rong merasa penasaran pasalnya ini sepertinya sesuatu yang menyangkut dengan apa yang dikatakan oleh petugas penginapan tadi. Diam-diam dia mendekati kamar itu dan mendekatkan telinganya untuk menguping pembicaraan orang yang ada di dalam.


"Tidak akan ada yang tahu. Di kota Nan Zheng aku memang sudah terbuka, tapi mereka tidak akan mengejarku."


"Selain itu, tidak ada yang benar-benar tahu identitasku. Aku hanya harus ...."


Kalimat itu terhenti. Qi Rong mengerutkan alisnya. Orang yang ada di dalam sedikit mencurigakan. Dia ingin mendengar lebih banyak, tapi tiba-tiba dia merasa kalau keberadaannya sudah ditemukan.


Tidak baik, dia harus bersembunyi!


Qi Rong melihat kamar yang ada di sebelah. Tanpa berpikir panjang dia pun langsung masuk ke dalam kamar itu.


Brakk!


Jing Ling terkejut setengah mati. Dia otomatis melihat siapa yang masuk dan langsung meningkatkan kewaspadaannya. Dia ingin bertanya pada pemuda yang baru saja masuk, tapi orang itu langsung melarangnya berbicara.


"Sssttt! Jangan mengatakan apa pun," ucap Qi Rong. Dia juga terkejut saat melihat seorang gadis yang ternyata ada di sana.


Jing Ling akhirnya mengurungkan niatnya. Dia ada di sini tak lain untuk menyelidiki satu hal, yaitu Mei Yiran. Meskipun dia mencemaskan Qing Yue'er, tetapi tidak ada banyak hal yang bisa dia lakukan soal itu.


Daripada berkutik dalam kebingungan lebih baik dia menjalankan misinya yang sempat tertunda. Kebetulan dia mendapat kabar kalau Mei Yiran kini tinggal di penginapan ini, dan ternyata itu memang benar.


Dia sendiri sedang menguping pembicaraan kamar sebelah, itu adalah kamar yang ditempati oleh Mei Yiran. Dia sudah mendapatkan beberapa petunjuk yang dirasa penting. Namun, dia tidak menduga kalau tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke kamar ini.


Benar-benar mengganggu.