
Qi pedang bergerak sangat cepat mendekati Bai Yin Xue. Dia melakukan flip di udara menghindari hal itu.
Bai Yin Xue mengangkat tangannya ke udara dan qi spiritual membentuk pedang es yang sangat tajam. Baru-baru ini dia telah berhasil menyingkat pedang dengan teknik manifestasi es miliknya.
Bai Yin Xue mengayunkan pedangnya dengan secepat kilat. Gerakannya terlihat sangat indah. Dia menyerang pria tua dengan gesit.
Sementara itu, pria tua terus menangkis serangan Bai Yin Xue dengan mudah. Dia hanya menangkis, belum memberikan serangan.
Dia tersenyum melihat ayunan pedang Bai Yin Xue. Itu terlihat acak dan tidak teratur tanpa teknik yang pasti. Tapi hal itu yang membuat orang lain tidak akan bisa menebak gerakan-gerakan selanjutnya.
Bai Yin Xue berkeringat deras di dahinya. Dia merasakan qi spiritual melonjak kuat dalam tubuhnya. Darahnya menjadi semakin mendidih.
Pria tua melihat keadaan Bai Yin Xue dan matanya sedikit terkejut. Kali ini dia mengayunkan pedangnya pada gadis itu dan lonjakan qi pedang bersinar terang menghantam tubuh Bai Yin Xue.
Bai Yin Xue terkejut dengan qi pedang yang melonjak. Dia dengan cepat mendorong qi spiritual ke batasnya untuk memblokir serangan itu. Dan tiba-tiba,
Boomm !!
Tanah bergetar karena ledakan yang datang. Orang-orang yang berdiri tidak jauh dari pertempuran terdorong mundur. Mereka bergidik ngeri melihat ledakan itu.
"Ya Tuhan, apa dia selamat?"
"Itu sangat mengerikan!"
"Dia tidak akan mati kan?"
Bisik-bisik terdengar diantara kerumunan. Mereka melihat gadis itu yang sekarang tampak berantakan.
Bai Yin Xue terpental ke belakang. Tubuhnya diterbangkan sejauh 15 meter. Pedang esnya sudah hancur berkeping-keping.
Mati rasa datang disekujur tubuhnya. Kemudian dia memuntahkan seteguk darah segar. Pakaiannya juga menjadi sangat berantakan.
Tapi saat ini dia tidak merasa marah, sebaliknya dia seperti telah mendapatkan hujan pie. Tidak tahu bagaimana menggambarkan perasaannya.
Dia baru saja mencapai terobosan!!
"Ha ha ha selamat atas terobosanmu."
Pria tua itu menghampirinya dengan senyum lebar.
Bai Yin Xue menatap pria tua dengan takjub. Serangan sebelumnya bukan untuk menyakitinya tapi orang itu tahu lonjakan qi spiritual Bai Yin Xue. Pria itu tahu Bai Yin Xue akan segera meberobos jadi dia mendorongnya dengan serangan eksternal.
"Terima kasih untuk bantuanmu."
Bai Yin Xue merasa sangat bersyukur. Dia bangkit dari tanah dan mengambil 300 koin emas untuk memenuhi bisnis sebelumnya. Dia juga menambahkan satu botol air Yin Yang.
"Orang tua, ini hadiah yang dijanjikan untukmu."
Pria tua itu hanya mengambil 100 koin emas sesuai kesepakatan. "Aku hanya akan mengambil 100 koin emas."
"Tidak, ini adalah hadiah ucapan terima kasihku. Tolong terimalah." Bai Yin Xue bersikeras dengan tindakannya.
"Hmm baiklah."
Pria tua itu menerimanya dengan senang. Lalu tatapannya jatuh pada botol porselen. "Apa ini?"
"Kamu akan tahu setelah membukanya." Bai Yin Xue tidak menjelaskan. Orang ini pasti akan tahu hal-hal itu.
"Baik baik, siapa namamu?"
Topi bambu Bai Yin Xue telah terbang entah kemana, jadi penyamarannya telah terbuka. Bai Yin Xue tidak menyembunyikan identitasnya lagi dan memberitahu namanya.
"Aku akan mengingat namamu. Kamu bisa memanggilku Old Zu. Jika takdir mengijinkan maka kita akan bertemu lagi dilain waktu."
Old Zu menepuk pundak Bai Yin Xue sesaat lalu dengan cepat menghilang dari kedalam kerumunan.
Bai Yin Xue merasa senang karena dia baru menerobos ke level 3 alam bumi. Dia memungut topi bambunya dan menggantungkan di punggungnya, kemudian dia pergi ke Perserikatan Alkemis untuk menemui Ji Fan. Dia juga ingin menantang orang itu.
Setelah tiba disana dia langsung mencari Ji Fan.
"Tunggu sebentar Nona, Tuan muda sedang memiliki tamu penting." Seorang pelayan memberi tahu.
"Siapa itu?"
"Sepertinya itu seorang matematikawan dari kerajaan tetangga."
Bai Yin Xue mengangguk mengerti. Dia menunggu beberapa saat kemudian Ji Fan datang menemuinya.
"Yin Xue, ayo masuk denganku. Aku benar-benar tidak bisa berpikir lagi. Bagaimana bisa mereka menyuapiku dengan angka-angka yang menyebalkan." Ji Fan menyeret Bai Yin Xue masuk.
Di dalam ruangan ada beberapa orang duduk mengerumuni ahli matematika itu. Mereka sepertinya sedang membahas sesuatu yang penting.
"Jadi bagaimana cara menghitung pasir itu?" Seorang pria bertanya.
"Yaa ini yang akan kita bahas bukan?"
"Ayo masukkan pasir itu kedalam tabung. Kita akan menghitung setelahnya."
"Bagaimana mungkin kita menghitung pasir satu per satu?!"
"....."
Bai Yin Xue menatap orang-orang bodoh itu dengan datar. Ya hitung saja pasirnya satu per satu ! Apa kalian kekurangan pekerjaan ?!
"Itu tidak akan berhasil. Ini terlalu lama!"
Bai Yin Xue tertawa terbahak-bahak melihat kejadian ini.
"Apa yang kamu tertawakan?!"
Orang yang paling tua disana memelototi Bai Yin Xue. Anak kecil semata menertawakan pekerjaannya. Dia merasa terhina.
"Tidakkah kamu pikir ini terlalu bodoh?" Bai Yin Xue berkata dengan acuh.
"Kamu yang bodoh! Seluruh keluargamu bodoh!"
"...."
Bai Yin Xue maju menghampiri mereka. "Ambilkan aku kertas dan kuas. Aku akan membantumu menghitungnya."
Seorang pelayan mengambil kertas dan kuas lalu menyerahkan kepadanya. Bai Yin Xue segera mengambilnya dan menuliskan rumus disana.
"Apa yang kamu tulis?" Mereka menjadi penasaran dan mulai mengerubungi Bai Yin Xue.
"Ini adalah rumus untuk mencari volume tabung. Lihat baik-baik!"
Bai Yin Xue mulai menjelaskan kepada mereka menggunakan rumus dari dunia modern. Penjelasannya sangat singkat dan padat.
Orang yang mendengarkan mulai mengangguk memahami. Itu tidak terlalu rumit.
"Itu mudah bukan?"
"Jadi kita tidak perlu menghitung pasir untuk mencari volume tabung ini?"
"...."
Dari awal siapa yang mengatakan menghitung volume harus menggunakan pasir?
Seorang matematikawan menatap Bai Yin Xue dengan takjub. Bagaimana ada gadis secerdas itu? Bahkan bisa mengetahui rumus yang aneh semacam ini.
Dia adalah ahli matematika yang terkenal di kerajaan Xirei. Tapi baru kali ini dia melihat rumus seperti ini.
Kemudian dia membungkukkan tubuhnya untuk memberi hormat pada Bai Yin Xue.
"Em, orang ini sangat berterima kasih atas bimbinganmu. Mulai sekarang kamu adalah setengah guru untukku."
"...."
"...."
Bai Yin Xue menatap kosong sejenak. Apa-apaan orang ini? Dia hanya mengatakan sambil lalu, itu tidak serius.
"Setengah guru? Tidak perlu untuk itu. Ini hanya hal sepele." Bai Yin Xue mengibaskan lengannya.
"Ha ha ha Yin Xue, kamu memang hebat!" Ji Fan merangkul bahu Bai Yin Xue.
"Terima kasih, aku sangat tersanjung. Tapi aku kesini untuk menantangmu membandingkan catatan denganku."
"Baik! Aku akan mengalahkanmu ha ha ha."
Setelah beberapa saat barulah Ji Fan menyesali keputusannya. Dia dilemparkan berkali-kali ke belakang oleh Bai Yin Xue.
"Berhenti ! Berhenti !"
"Oouugh berhenti memukulku lagi! Aku mengaku kalah!"
Ji Fan mencoba menghindari serangan Bai Yin Xue. Dia berlari berputar sekuat tenaga.
"Baiklah, aku juga sudah selesai. Selamat tinggal."
Bai Yin Xue pergi begitu saja tanpa memedulikan Ji Fan yang sudah berubah menjadi seperti babi.
"Hey kamu gadis tidak ada manis-manisnya sama sekali." Ji Fan mendecakkan lidahnya. "Ck tidak ada sisi feminimnya, siapa pria yang mungkin menjadi pasanganmu?"
Bai Yin Xue membalikkan badannya menatap Ji Fan. "Tentunya seseorang yang jauh lebih mampu darimu." Lalu dia kembali melangkah dengan riang.
"...."
Setelah 3 hari berlalu, kompetisi pun akan segera dimulai. Seluruh warga dan kultivator berkumpul di alun-alun kota. Banyak anggota generasi dari keluarga terkenal yang pulang dari akademi-akademi hanya untuk mengikuti kompetisi.
"Kakak, kamu akhirnya kembali."
Seorang gadis memeluk pria muda dengan berani. Pria itu balas memeluk dengan senang. Wei Yuzhen sangat merindukan kakak lelakinya, Wei Yuan.
Wei Yuan adalah salah satu murid dari Akademi Xinfeng yang terkenal sangat berbakat. Dia adalah murid kesayangan dari puncak ke-3 yang menjadi spesialisasi pedang dan saber.
"Yaa, apa Zhen'er baik-baik saja disini?"
"Tidak, aku tidak baik-baik saja. Seseorang menggertakku." Wei Yuzhen berkata dengan sangat menyedihkan.
Mata Wei Yuan menyipit. "Siapa yang berani menggertak adik perempuanku ini?"
"Itu adalah Bai Yin Xue. Kakak, kamu harus memberikan keadilan untukku." Wei Yuzhen memeluk lengan kakaknya dengan erat.
"Ya, seseorang tidak bisa menggertakk keluargaku." Wei Yuan berkata dengan dingin.