Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Di Luar Nalar


Taotie mendengus tidak senang. Namun karena orang-orang di depannya telah membuka pusaran, mungkin dia tidak akan melakukan apa pun pada mereka. Dia juga masih heran kenapa Blue Phoenix bisa ada di alam rendahan ini.


Blue Phoenix yang masuk dalam jajaran binatang illahi adalah makhluk yang memiliki gengsi tinggi. Mereka biasanya sangat sombong untuk ditaklukkan oleh manusia biasa.


Kebanyakan binatang illahi akan tunduk pada orang-orang di alam Tengah. Untuk bisa menjumpainya di alam rendahan ini benar-benar seperti mimpi di siang hari.


Lalu jika diperhatikan dengan seksama, sepertinya Blue Phoenix juga memandang bocah remaja itu dengan penghormatan. Mungkinkah mereka bukan berasal dari tempat ini?


"Hmm! Bocah bau, keluarkan aku dari sini dan aku akan mempertimbangkan untuk melepaskanmu!" seru Taotie dengan sombong.


Qing Yue'er menatap Taotie dengan cemberut. Kenapa makhluk jelek seperti dia berani bersikap sombong di depan Ying Jun? Bahkan Ying Jun sepertinya tidak sesombong itu.


"Jangan pernah berharap. Aku datang ke tempat ini bukan untuk melepaskanmu," jawab Qing Yue'er. Dia memang tidak pernah berniat untuk melepaskan makhluk besar ini. Jika bisa dia bahkan ingin memanfaatkannya untuk kepentingan sendiri.


Tujuannya datang ke tempat ini adalah untuk mencari sisa-sisa para pendahulu akademi, seperti apa yang telah disepakati dengan leluhur Yin.


"Kalau begitu, kamu sendiri yang meminta kematian!" teriak Taotie.


Dia membuka mulutnya lebar-lebar membuat aray pengikat kepalanya menggeliat bergerak-gerak. Aray itulah yang selama ini telah menahannya tetap terkurung di tempat ini.


Di detik berikutnya, Qing Yue'er merasakan gaya tarikan yang sangat kuat. Bahkan udara kosong membentuk retakan saat disedot masuk kedalam mulut Taotie.


Ketika menyaksikan hal ini, akhirnya dia menjadi mengerti. Dengan gaya tarik yang sangat kuat, bahkan manusia di tahap awal alam duniawi akan sulit untuk menahannya apalagi ahli alam langit biasa. Mungkin mereka hanya akan menjadi cemilan makanan untuk Taotie.


Lalu jangan pikirkan wilayah puncak ke-7 yang tersedot masuk, bahkan seluruh akademi bisa saja dibersihkan untuk menjadi makanan Taotie. Benar-benar makhluk yang menakutkan.


Ying Jun yang melihat aksi Taotie segera membentuk segel tangan untuk membuat dinding transparan. Dinding itu mampu melindungi mereka berdua dari sedotan mulut Taotie.


Walaupun Ying Jun bisa menahan serangan Taotie, tetap saja dia merasa tidak senang. Binatang iblis itu ternyata tidak menghormati keberadaannya sama sekali. Jika dia tidak menghukumnya, maka dia bukanlah Blue Phoenix!


"Taotie, jangan lupakan aku di sini! Lawanmu adalah aku, bukan dia," ucap Ying Jun.


Taotie yang merasa kesal karena tidak bisa menyedot mereka menatap Qing Yue'er dan Ying Jun secara bergantian. Dia masih terdiam tanpa mengucapkan apa pun. Sepertinya otaknya sedang berpikir dengan keras untuk memikirkan sesuatu.


"Ying Jun, aku memiliki rencana." Qing Yue'er berkomunikasi dengan Ying Jun melalui benaknya.


"Apa itu?"


***


Dalam aula pertemuan di akademi, leluhur Yin menatap para penatua yang sedang gelisah. Saat ini mereka semua sedang membicarakan masalah tentang pembukaan pusaran.


"Berhenti membicarakannya, anak itu sudah melakukannya," ucap leluhur Yin dengan jengah.


Dia memang tidak memberitahukan masalah ini pada para penatua. Tidak ada hal lain dalam pikirannya, dia hanya tidak mau orang-orang tua ini akan merasa cemas.


Benar saja seperti yang dia pikirkan, para penatua langsung menatapnya dengan tidak percaya. Bahkan ada yang memasang ekspresi tidak senang di wajahnya.


"Leluhur, ini ... si kecil Qing Yu? Bagaimana mungkin?"


Benar-benar tidak masuk akal. Kenapa leluhur mereka melakukan hal yang sangat konyol seperti itu?


Semua orang harus bisa membayangkan betapa berbahayanya pusaran misterius dan betapa menakutkannya hal itu. Dan sekarang leluhur mereka memutuskan sendiri mengirim anak remaja 15 tahun untuk membuka pusaran?


Ini sungguh di luar nalar mereka. Kenapa leluhur mereka bisa sangat sembrono? Bagaimana jika pusaran itu kembali membuat kekacauan dan tidak ada yang bisa untuk menyegelnya lagi? Bukankah itu sama saja membuat malapetaka?


Zu Tiankong yang duduk di barisan depan mendengar semua bisikan-bisikan yang ada. Mulai dari kebingungan, ketakutan, cemoohan dan ejekan tentang Qing Yue'er masuk ke telinganya.


Dia menjadi tidak senang dan segera berteriak, "Apa kalian meragukan kemampuan muridku, hah?!"


Walaupun dia juga tidak mengerti kenapa Qing Yue'er mau melakukan hal itu, namun dia tetap percaya pada pilihan Yin Hu. Wanita rubah itu adalah orang yang cerdik, dia tidak mungkin melakukan hal bodoh hanya karena keinginan semata.


"Apa? Bukankah dia hanya bocah yang beruntung karena bisa menyelamatkan hidup Wang Xun?" jawab seorang penatua.


"Itu benar. Jika dia tidak membantu Wang Xun pasti dia bukanlah apa-apa, hanya sebatas murid rendahan yang masih berkutik di asrama!" Penatua lain ikut menimpali.


Ekspresi Zu Tiankong menjadi semakin gelap. Apa mereka bilang? Qing Yue'er adalah murid rendahan? Lalu bagaimana dengan murid-murid mereka yang bahkan tidak bisa mengolah kekuatan roh?


"Heh, kalian bilang Qing Yu adalah murid rendahan bukan? Lalu apa prestasi anak didik kalian? Apakah mereka bisa menjadi spiritualis dunia di usia sedini itu?!" balas Zu Tiankong. Dia tidak mau mengalah jika murid satu-satunya dihina oleh orang lain.


"Apa prestasi muridku? Tentu saja dia adalah-"


"Berhenti!!!"


Wang Tianji yang menyaksikan perdebatan mereka menjadi tidak sabar. Saat ini mereka sedang dalam keadaan darurat namun mengapa masih sempat untuk membanding-bandingkan satu sama lain? Sungguh kekanakan!


Penatua yang terpotong ucapannya hanya mendengus tanpa mengatakan apa-apa lagi. Dia melirik leluhur Yin sebagai tanda keluhan, namun leluhur Yin mengabaikannya.


"Tianji, Long Ye saat ini sedang menjalani masa hukuman," ucap leluhur Yin. Dia menatap Wang Tianji dengan senyum puas.


"Sepertinya kamu cocok untuk menggantikan tugas-tugasnya," lanjutnya.


Wang Tianji menghela napasnya. Karena kesalahan yang diperbuat, Long Ye tentu saja tidak bisa lolos dari hukuman. Namun bukan itu yang dia sesalkan, hanya saja hal ini terjadi di waktu yang darurat seperti sekarang.


"Aku akan mengawasi Qing Yu," ucapnya.


Baru saja dia mengatakan hal itu, tanah di pijakan kakinya bergetar dengan hebat. Atap di atas ruangan menjadi tergoncang menyebabkan beberapa reruntuhan.


"Apa yang terjadi?!" seru seseorang dengan panik.


"Apakah terjadi gempa atau bencana?" Orang lain menebak dengan keras.


Namun ada suara lain yang segera membantahnya. "Tidak. Ini pasti pengaruh dari pembukaan pusaran. Leluhur bisakah kita menghentikan ini?"


Leluhur Yin memegang dahinya. Apakah dia harus melanggar ucapannya sendiri untuk tidak mengamati tindakan Qing Yue'er? Namun tidak dipungkiri jika dia memang merasa sedikit tidak yakin dengan keberhasilannya. Dan terutama ...


Benar, dia harus memperhatikan keselamatan anak itu. Atau suatu bencana akan terjadi jika Qing Yue'er mengalami bahaya.