
Kepala akademi Surgawi, Niu Longhao masih berdiam diri. Setelah beberapa saat akhirnya dia memutuskan memanggil seseorang untuk menyelidikinya. Ini mungkin membutuhkan waktu lama atau malah tidak akan membuahkan hasil apa pun.
Namun, dia adalah kepala akademi yang sudah memegang jabatannya dalam waktu yang lama. Dia dan juga akademinya memiliki harga diri yang tidak akan mudah diinjak. Apalagi oleh orang yang tidak jelas seluk-beluknya.
“Kepala Akademi, apakah ini baik-baik saja?” tanya seorang guru yang bernama Zheng Yi.
Niu Longhao hanya menggelengkan kepala. “Apakah akan baik-baik saja atau tidak, aku tidak akan membiarkan Xinyu datang ke sana. Jika mereka berani maka biarkan mereka datang sendiri ke tempat ini,” ucapnya.
Zheng Yi menatap Niu Longhao dengan tatapan yang rumit. “Apa tidak perlu ada seseorang yang datang ke sana? Mungkin untuk menyelidikinya. Siapa yang akan tahu jika orang itu bisa membalikkan akademi Surgawi dengan satu tangan. Bukankah ini sama saja dengan bunuh diri?”
“Aku tidak mau memikirkannya. Akademi Surgawi sudah dibangun sejak ribuan tahun yang lalu. Hanya ada sedikit orang yang mungkin mampu menghancurkannya.” Niu Longhao menatap Zheng Yi dan bertanya, “Apa Han Qiong masih belum selesai? Sudah berapa lama sejak dia menutup?”
Zheng Yi tampak berpikir. “Mungkin dua bulan? Tiga bulan? Aku tidak mengingatnya.”
“Baiklah, kita lihat saja bagaimana nanti.” Setelah mengatakan itu Niu Longhao pun berlalu pergi. Sementara itu Zheng Yi masih tetap di sana. Ada banyak pikiran yang memasuki kepalanya.
Puncak Liang adalah sebuah puncak yang berada di perbatasan Dataran Tengah dengan Tongxuan Selatan. Puncak itu dikenal dengan udara maupun cuaca yang panas. Tidak ada begitu banyak makhluk yang tinggal di sana. Mungkin tidak pernah terdengar ada bahaya yang besar tetapi tidak ada yang dapat memastikannya.
Kenapa orang itu memilih puncak Liang? Zheng Yi sebenarnya penasaran tetapi karena kepala akademi tidak memintanya melakukan sesuatu maka dia juga tidak akan melakukan apa pun. Mungkin dia hanya perlu mengawasi gadis bernama Xinyu itu.
Sementara itu, Qing Yue'er tidak tahu apa yang terjadi di belakangnya. Saat ini dia ingin bertemu dengan Xiao Mo. Sudah lama sejak dia bertemu dengannya. Siapa yang tahu jika anak kecil itu membutuhkan bantuannya.
Qing Yue'er berjalan menuju ke kediaman Han Qiong. Di sana ternyata dia disuguhkan dengan pemandangan yang menyenangkan. Tidak tahu sejak kapan ada peony yang ditanam di halaman rumah gurunya. Kelihatannya sangat bagus apalagi ketika bunga itu bermekaran.
Dia berjalan menuju kebun herbal. Ternyata Xiao Mo memang ada di sana. Anak itu sedang memetik beberapa herbal yang sudah layak. Dia sangat tekun mengerjakan pekerjaannya. Sangat bagus.
“Xiao Mo, apa kau tidak merindukanku?” Qing Yue'er bertanya bergurau.
“Apa yang harus dirindukan?” tanya Xiao Mo. Dia tidak menatap Qing Yue'er sama sekali.
Qing Yue'er tertawa. Ternyata Xiao Mo ini orang yang sangat kaku. Tidak ada jiwa-jiwa lelucon sama sekali. Akhirnya dia bertanya, “Guru masih belum keluar?”
“Belum. Kenapa? Tuan selalu lama jika melakukan penutupan,” ucap Xiao Mo.
“Tidak apa-apa. Apakah kamu mengalami kesulitan? Aku mungkin bisa membantumu.”
Xiao Mo menggelengkan kepalanya. Kemudian dia menatap Qing Yue'er dengan mata yang dipicingkan. “Aku dengar kamu pergi untuk misi.”
“Wah, ternyata kamu tahu urusanku juga!” Qing Yue'er berseru secara berlebihan. Kemudian dia tertawa. Cukup heran juga, ternyata Xiao Mo tahu tentang kepergiannya.
“Siapa saja juga tahu.” Xiao Mo mendengus. “Bagus kamu masih hidup.”
Qing Yue'er terkekeh. Dalam benaknya dia berkata, “Ying Jun, lihatlah Xiao Mo ini. Dia sangat mirip denganmu.”
Ying Jun yang awalnya ingin menutup mata akhirnya mengurungkan niatnya. Dia mendengus tidak senang. “Binatang illahi sepertiku disamakan dengan manusia biasa? Tentu saja itu tidak bisa. Aku jauh lebih berharga darinya.”
“Yo, kelihatannya semakin hari kamu menjadi semakim arogan saja,” ucap Qing Yue'er. “Siapa yang mendidikmu? Aku tidak pernah mengajarimu seperti itu.”
“Melihatmu yang sering menjadi tidak tahu malu membuatku ingin menjadi seperti itu juga. Sayangnya aku malah berubah menjadi arogan.” Ying Jun berkata tanpa ragu-ragu. Tidak ada nada gurauan dalam suaranya.
Qing Yue'er hanya bisa berkedut. Bagaimana Ying Jun bisa berkata seperti itu. Sangat menjengkelkan. Daripada berbicara dengannya lebih baik dia kembali mengobrol dengan Xiao Mo. Namun, ketika dia menatap Xiao Mo ternyaa anak itu tampak sedang menutup matanya.
“Apa kamu tidur?”
Xiao Mo membuka matanya. Ada kegelisahan dalam wajahnya. “Seseorang telah datang membuat masalah.”
“Hah? Apa maksudmu?” tanya Qing Yue'er yang tidak mengerti dengan maksud ucapan Xiao Mo.
“Apa kamu serius?” Qing Yue'er merasa heran tetapi juga penasaran dalam waktu bersamaan.
“Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?” Xiao Mo mendengus. Dia berbalik dan mengabaikan Qing Yue'er bergitu saja.
“Baik, baiklah.” Akhirnya Qing Yue'er menuruti apa yang Xiao Mo katakan. Dia meninggalkan kediaman gurunya dan bergerak untuk menemui kepala akademi. Berbagai pertanyaan datang menghampirinya. Ini memang membuatnya penasaran.
Tentu saja kedatangan Qing Yue'er adalah kejutan untuk Niu Longhao. Dia tidak menyangka jika gadis itu akan datang menemuinya pada saat-saat seperti ini. “Gadis, kenapa kamu datang ke sini?”
“Aku?” Qing Yue'er berdehem sejenak. “Sepertinya ada sesuatu yang sedang Kepala Akademi pikirkan bukan? Itu menyangkut keberadaanku.”
Niu Longhao lagi-lagi dibuat terkejut. Dia hanya menceritakan masalah ini pada Zheng Yi lalu bagaimana gadis itu bisa tahu? Apa mungkin Zheng Yi yang membocorkannya? Itu tidak mungkin. Dia adalah orang yang dapat dipercaya sepenuhnya.
“Hmm.” Niu Longhao membelai kocokan ekor kudanya. Diam-diam dia berpikir, apakah gadis itu bisa menebak pikiran seseorang? Bukankah itu hal yang menakjubkan?
Jika Qing Yue'er tahu pemikiran Niu Longhao mungkin dia akan tertawa miris. Itu semua berkat Xiao Mo. Dia sendiri tidak akan bisa seluar biasa itu.
“Jadi begini, Xinyu.” Niu Longhao mulai menceritakan masalahnya. Sementara itu Qing Yue'er mendengarkan ceritanya baik-baik. “Seseorang ingin kamu datang ke puncak Liang. Aku tidak tahu siapa orangnya. Bagaimana mungkin aku akan membiarkannya? Itu tidak akan terjadi.”
“Bagaimana jika mereka benar-benar bisa menghancurkan akademi?” tanya Qing Yue'er sambil menatap kepala akademi dengan tenang.
“Maka sebuah pertempuran tidak akan bisa terhindarkan bukan? Biarkan saja seperti itu.”
Qing Yue'er merasa hatinya menghangat. Ternyata orang tua ini memperlakukannya dengan baik. Setidaknya dia memiliki harga diri yang tinggi dan itu patut untuk dihargai. “Ngomong-ngomong di mana letak puncak Liang?”
Niu Longhao menatap Qing Yue'er. “Kamu tidak berencana datang ke sana, 'kan?”
“Tidak. Aku hanya penasaran. Jika mereka berani maka mereka harus datang untuk menghadapku. Jadi, mereka menginginkan naga milikku? Yoh, itu tidak akan semudah itu.” Qing Yue'er mengejek. Dia tidak merasa takut. Tidak, memang tidak ada yang perlu ditakutkan.
“Bagus.” Niu Longhao merasa heran. Gadis itu terlihat tetap tenang dan tidak terganggu. Jika itu orang lain mungkin mereka sudah emosi dan berniat untuk datang dan menantang si pengirim pesan. Namun, Qing Yue'er tidak seperti itu. “Mungkin aku akan meningkatkan keamanan juga. Jangan terlalu memikirkannya.”
Qing Yue'er hanya mengangguk. Namun, dia juga berpikir, sepertinya dia belum bertemu musuh yang cukup untuk diperhitungkan. Apakah mungkin ini adalah orang yang sama sekali baru? Dia benar-benar tidak dapat memikirkannya.
“Kembalilah. Ngomong-ngomong kamu sudah menerobos lagi?” Niu Longhao baru menyadarinya. Ternyata Qing Yue'er sudah berada di level 3 alam duniawi. Surga, bukankah itu terlalu cepat? Seminggu yang lalu gadis itu masih di level 1 tapi sekarang sudah naik dua tingkat ke level 3.
“Benar-benar ....” Tidak tahu apa yang harus dia katakan. Mungkin baru kali ini dia melihat seseorang yang penuh kejutan seperti Qing Yue'er. Beruntung jantungnya sangat sehat. Jika tidak mungkin dia sudah sakit jantung sejak lama.
Qing Yue'er hanya tersenyum. Karena sudah tidak ada sesuatu yang bisa dibicarakan lagi akhirnya dia pun pamit untuk kembali. Setelah memberi penghormatan singkat dia pun melangkah keluar.
Langit di luar sangat tenang, tidak ada cahaya matahari tetapi juga tidak mendung. Angin yang lembut menyapu rambutnya. Saat ini dia hanya ingin kembali ke asrama. Mungkin untuk mempersiapkan apa yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
***
Selama tiga hari ini, tidak ada sesuatu yang terjadi. Damai, tetapi Qing Yue'er memiliki pemikiran bahwa ini hanyalah ketenangan sebelum badai. Mungkin itu adalah sebuah kenyataan karena tepat pada akhir hari ke tiga, langit di atas akademi mulai menggelap. Awan hitam bergerak menciptakan gelombang yang mencekam.
Murid-murid yang tidak tahu apa yang mungkin terjadi hanya menganggap jika hujan akan segera turun. Namun, ketika deretan bangunan akademi tiba-tiba meledak tanpa aba-aba, mereka mulai berpikir bahwa ini tidaklah benar.
Malapetaka akhirnya datang.
***
Jangan lupa like, komen dan vote, ya.
Kunjungi juga ig author: @fairylychee