Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Tunggu dan lihat saja!


Tiba-tiba kaki kanan Jiang Yini melangkah maju. Hanya ledakan yang terdengar sebelum tubuhnya bergerak dengan kecepatan cahaya. Aura kuat dari level 4 alam bumi langsung menyebar saat dia dengan ganas berlari menuju Qing Yue'er.


Qing Yue'er bisa merasakan serangan Jiang Yini yang tidak biasa. Jelas gadis itu tidak menahan diri sama sekali. Itu menunjukkan betapa kejamnya dia.


Tapi Qing Yue'er tidak takut sama sekali. Dia berdiri disana menyambut serangan yang datang.


"Apakah dia bodoh? Bagaimana dia masih berdiam diri disana?"


"Mungkin dia ketakutan sampai tidak bisa bergerak?"


Orang disekitarnya berpikir bahwa Qing Yue'er ketakutan sehingga tidak bergerak.


Tapi ketika Jiang Yini sudah tiba di depannya, Qing Yue'er melambaikan lengan bajunya dan aura level 4 alam bumi melonjak dari tubuhnya.


Aura itu menyelimuti tubuh Jiang Yini. Gadis itu sedikit menggigil karena merasakan jejak niat membunuh dalam aura yang menyelimutinya.


Memanfaatkan gadis yang sedang tertegun, Qing Yue'er menjulurkan tangannya dan dengan secepat kilat meledakkan di tubuh Jiang Yini.


Boomm!


Serangan telapak tangan itu sempurna mendarat di dada Jiang Yini. Gadis itu merasakan ledakan rasa sakit yang menyesakkan.


Sebelum dia beraksi, Qing Yue'er sudah mengetukkan sumpitnya di beberapa tempat titik kritis tubuh lawannya.


"Aahh!"


Jiang Yini terjatuh ke tanah dengan darah yang mengalir di mulutnya. Tubuhnya mulai terasa lumpuh.


"Ini.."


Adegan ini mengejutkan seluruh pengunjung penginapan. Mereka tidak berpikir pria kecil itu akan sangat berani untuk melukai putri dari Jiang klan.


Jiang Yini merasa sangat marah, namun tubuhnya maupun mulutnya tidak bisa digerakkan. Amarah yang membuncah membuat dia meludahkan lebih banyak darah.


Rekannya segera memapah tubuhnya. Mereka sangat marah dengan kejadian ini.


"Apa kamu tidak tahu siapa yang kamu lukai?!" Seorang wanita berteriak dengan marah.


Qing Yue'er mengangkat bahunya. "Aku tidak tahu." Suaranya terdengar sangat acuh.


"Bodoh! Kamu akan segera menyesalinya!"


"Abaikan saja dia untuk saat ini." Orang lain segera menghentikan temannya.


Mereka segera memapah Jiang Yini naik ke lantai dua. Gadis itu sama sekali tidak bisa bergerak maupun berbicara membuat orang lain panik.


"Nah berhenti membuat keributan. Aku sedang makan malam." Qing Yue'er mengusap tangannya sebelum kembali memakan makanannya.


"...."


"Tuan muda ini, aku sarankan kamu untuk meminta maaf sebelum mereka membalasmu." Seseorang memiliki niat baik untuk memberitahu Qing Yue'er.


Tapi gadis itu tidak terlalu peduli. "Dia yang memulai segalanya."


Orang itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Apa ini tidak apa-apa?" Bai Fu'er bertanya dengan khawatir. Menyinggung klan besar sungguh seperti mencari kematiannya sendiri.


"Tidak apa-apa. Setidaknya dalam waktu tiga hari mereka akan datang mencariku." Qing Yue'er masih sangat tenang.


"Mencarimu untuk membunuhmu hah? Bagaimana kita harus menghadapinya?" Qi Rong yang biasanya tidak peduli ikut merasa khawatir.


"Em, ini semua gara-gara aku." Ji Fan merasa bersalah di hatinya. Dia yang pertama melawan Jiang Yini.


"Tidak ada masalah. Kita tinggal menunggu mereka datang meminta tolong." Qing Yue'er berkata dengan mengunyah makanan. Dia terlihat seperti tidak memiliki kaitan dengan masalah ini.


"Ah? Bagaimana mereka bisa meminta tolong?"


"Tunggu dan lihat saja."


Setelah makan malam selesai, empat remaja itu pergi ke kamar.


Malam ini Qing Yue'er menghabiskan waktunya untuk berkultivasi sampai pagi. Ketika dia membuka matanya dia mengambil botol air Yin Yang dan meneguknya. Tubuhnya langsung menjadi segar kembali.


Dia melihat Bai Fu'er juga baru selesai meditasi. Dia mengulurkan botol lain padanya. "Cobalah."


Bai Fu'er menerima botol itu dan langsung meneguknya habis. Air dingin segera membasahi tenggorokannya yang kering. Air itu mengandung qi spiritual yang tinggi.


Setelah dia meminumnya, tubuhnya langsung merasa segar. Kelelahan yang disebabkan oleh perjalanan jauh langsung lenyap seketika. Dia menatap botol dengan takjub.


"Air ajaib apa ini?"


"Kamu bisa menamainya sesuka hatimu. Oh, berikan juga kepada Ji Fan dan Qi Rong." Qing Yue'er memberikan 2 botol lain kepada Bai Fu'er.


Bai Fu'er langsung tercengang. Air ajaib seperti ini tapi dia harus menamai sesuka hatinya? Maka dia akan memberikan nama air dewa surgawi, haha bukankah itu terlihat megah?


Tapi ini sangat berharga, bagaimana Qing Yue'er bisa memberikan dengan bebas ke orang lain?


"Kamu mungkin harus menyimpan untuk dirimu sendiri." Bai Fu'er menyarankan untuk kebaikan adiknya.


Qing Yue'er menggelengkan kepala dan berkata dengan acuh. "Tidak perlu, aku masih memiliki banyak bahkan cukup untuk memandikan orang satu kampung."


"...."


Apa kamu bercanda? Sejak kapan gadis itu menjadi sarang harta? Dan lihat, ekspresi acuh macam apa itu?


"Em, baiklah." Bai Fu'er hanya bisa menghela nafasnya. Mungkin dia memang harus memeluk paha Qing Yue'er.