Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Melakukan Penyamaran


Ling Wuji memerintahkan bawahannya untuk membawa tubuh Ling Xiao ke penjara bawah tanah. Saat ini Ling Wuji pergi untuk membereskan segalanya. Orang itu takut untuk menunda lebih lama jadi dia mulai bergerak cepat.


Saat ini Bai Yin Xue berjalan keluar dari gerbang istana. Dua sosok berlari dengan cepat berhenti di depannya.


"Hah ... hah ... Yin Xue, apa kamu baik-baik saja? Hah aku baru saja mendengar apa yang terjadi dan langsung bergegas kesini. Tapi sepertinya sudah terlambat."


Ji Fan berkata dengan napas yang tersengal. Ketika dia mendengar terjadi sesuatu di rumah Bai Yin Xue dia segera menyeret Qi Rong kesini tapi dia masih tetap terlambat.


"Huh, ini gara-gara kamu Si Rong Rong pemalas!" Ji Fan menyalahkan Qi Rong.


"Hoaahm! Lihat, bukankah dia baik-baik saja? Kamu yang mengganggu tidurku!" Qo Rong berbicara dengan malas. Matanya masih merah sepertinya baru bangun tidur.


"Aku akan kembali, kalian bisa ribut di sini."


Bai Yin Xue berkata dengan tenang. Dia merasa lelah. Bagaimanapun untuk mengeluarkan teknik manifestasi es dia telah menghabiskan banyak kekuatan spiritual. Wajahnya sedikit memucat.


"Ah, aku akan mengantarmu."


Saat mereka sampai Bai Yin Xue tidak menyambut mereka masuk. Dia menendang dua pria yang bertengkar sepanjang jalan dan menutup pintu rapat-rapat.


"Yin Xue, kamu tidak bisa melakukan ini padaku. Kamu terlalu jahat." Ji Fan berteriak untuk memprotes dari luar.


"Yin Xue terima kasih tidak membiarkanku masuk. Aku bisa tidur dengan tenang setelah ini." Qi Rong bersujud 3 kali dalam syukur akhirnya dia bisa pulang untuk kembali tidur.


Ji Fan memukul kepala Qi Rong dengan kejam. "Ini gara-gara kamu berisik di sepanjang jalan."


Qi Rong mendengus sambil mengusap kepalanya. "Bukankah kamu yang selalu bicara tanpa berhenti. Kembali! Aku akan tidur."


Akhirnya sekarang giliran Qi Rong yang menyeret Ji Fan untuk kembali. Ji Fan hanya merengek dengan sedih karena diabaikan Bai Yin Xue.


Bai Yin Xue kembali ke kamarnya. Dia pergi kedalam kolam untuk menemui phoenix.


"Ying Jun, teknik yang kamu ajarkan sangat menakjubkan."


Bai Yin Xue masih merasa kagum dengan teknik manifestasi es yang baru dia pelajari. Teknik ini akan menjadi semakin kuat seiring dengan meningkatnya kultivasi seseorang. Teknik ini bisa menciptakan berbagai bentuk senjata, tidak hanya terbatas pada panah es saja. Tapi untuk saat ini kultivasi Bai Yin Xue masih sangat lemah jadi dia hanya bisa menciptakan panah es kecil.


"Ya, benar. Hanya saja ini adalah orang lain yang ingin memberikannya kepadamu."


Bai Yin Xue mengangkat alisnya. "Siapa?"


"Siapa lagi kamu pikir jika bukan dia?" Phoenix tertawa menggoda.


"Mo Jingtian? Kenapa dia tidak memberikan secara langsung kepadaku?" Bai Yin Xue sedikit terkejut mendengar hal ini.


"Dia memberikan teknik ini padaku untuk disimpan sementara. Sebenarnya dia tidak ingin menyerahkan teknik ini begitu cepat. Dia tahu kamu tidak ingin terlalu bergantung padanya. Tapi hari ini sesuatu yang mendesak terjadi, aku memutuskan untuk memberikannya sekarang."


Bai Yin Xue tersenyum samar. Dia memang tidak ingin terlalu bergantung pada Mo Jingtian. Dia tidak berpikir pria itu akan sangat memahami pemikirannya. Pria itu sudah menyiapkan kartu truf untuknya. Hatinya diam-diam merasa hangat.


"Tuan, aku melanggar aturan. Jika dia menghukumku kamu harus memberikan suara untukku." Phoenik merengek pada Bai Yin Xue.


Bai Yin Xue mengabaikan ocehan Ying Jun. Dia mendekati kolam untuk berkultivasi sampai pagi.


Keesokan harinya seluruh kerajaan Linxiang gempar mendengar kabar pergantian tahta yang mendadak. Kabar lain juga datang mengejutkan.


Cerita ini dibuat dengan sangat meyakinkan sehingga rakyat tidak mencurigai adanya kepalsuan.


"Ya Tuhan, Raja Ling Tian sangat bermartabat. Aku akan menyembahkan dupa untuknya."


"Hujan Darah itu sangat kejam. Aku akan meludahi wajah mereka jika aku melihatnya."


"Benar, aku akan melemparinya dengan air cucian kaki."


"Tidak, tidak aku akan membiarkannya memakan kotoran dibelakang."


"Ling Wuji tidak kalah cakap dari Putra Mahkota. Aku menyutujuinya untuk menjadi Raja."


"Betul, aku juga setuju."


Berbagai diskusi hangat terdengar dijalan-jalan kota. Saat ini Bai Yin Xue dengan tenang berjalan menuju Perserikatan Alkemis. Sebelumnya dia telah menyamarkan diri. Memakai jubah putih dengan topi bambu di kepalanya. Udara yang mengesankan tersebar disekitarnya membuat orang yang melihat sangat menghormatinya. Dia lebih terlihat seperti seorang dewi yang turun ke alam fana.


Bai Yin Xue berniat untuk menjual sisa pil Yin murni yang dia buat. Untuk menghindari keributan yang tidak diinginkan dia memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya.


"Nona apa yang anda butuhkan?" Seorang apoteker bertanya dengan hormat.


Bai Yin Xue menyerahkan kotak kecil kepada apoteker. Gerakannya sangat anggun. "Aku ingin menjualnya."


Apeteker segera membuka kotak itu. 4 pil bundar berwarna biru tergeletak disina. Apoteker itu mencoba mengamatinya tapi dia tidak dapat memahami dengan benar.


"Nona tolong tunggu sebentar. Kami perlu memeriksanya terlebih dahulu."


Bai Yin Xue mengangguk lalu apoteker itu segera berlari untuk mencari seseorang.


Apoteker berlari menemui penatua Su. Saat ini penatua Su sedang membuat pil di halaman belakang.


"Penatua Su hah hah tolong segera periksa ini?"


Penatua Su tidak suka diganggu saat sedang membuat pil. Wajahnya menggelap melibat apoteker yang datang tanpa sopan santun.


"Apa yang membuatmu begitu gelisah? Kamu bahkan mengabaikan salam."


"Ini ... ini sangat penting. Tolong segera periksa." Apoteker itu buru-buru menyodorkan kotak yang berisi pil Yin murni.


"Aku tidak percaya ini sangat berharga."


Penatua Su mencibir kemudian mengambil kotak itu dengan malas. Saat matanya menyapu 4 pil biru ada disana matanya melebar. Tubuhnya bergetar karena kegembiraan.


"Ini ... ini wahhh dari siapa kamu mendapatkan ini?"


Penatua Su sangat gembira melihat pil Yin murni muncul didepannya. Ini adalah produk alkemis tingkat 4. Dia sendiri hanya alkemis awal tingkat 3 dan sudah menjadi yang paling hebat di kerajaan Linxiang. Sekarang seorang senior datang dengan membawa pil alkemis tingkat 4, dia sangat ingin bertemu dengan orang itu.


"Seseorang menjualnya. Dia masih menunggu untuk pembayaran."


"Benarkah? ha ha ha bawa aku ke sana!"


Penatua Su segera meninggalkan pil yang baru setengah jadi. Wajahnya sangat antusias. Dia merapikan penampilannya dari ujung kaki hingga ujung rambutnya. Dia sudah melupakan kemarahan sebelumnya dan digantikan dengan semangat membara untuk bertemu senior ini.