Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Kompetisi


Qing Yue'er dan Jing Ling meninggalkan derek yang saat ini masih berusaha untuk menyerang orang itu. Biarkan saja orang tua itu mencicipi sedikit penderitaan. Nanti jika derek itu lelah pasti akan berhenti sendiri.


Sekarang kedua gadis itu berjalan menyusuri jalanan kota yang semakin ramai. Ada banyak umbul-umbul yang dipasang di pinggir jalan. Mereka menjadi heran, sepertinya ada aktifitas yang para penduduk lakukan.


"Jadi siapa yang akan kamu pilih? Aku percaya tuan muda Ye Ganghao akan memenangkan pertandingan ini."


"Aku tidak akan memilih siapa-siapa. Bagaimanapun ini pertandingan yang terlalu bebas, jadi biasanya pasti ada kultivator asing yang ikut."


"Cih, setidaknya kamu harus memilih seseorang untuk dijadikan kuda pejantan. Aku akan mendukung Daoist Black Three, bukankan dia selalu masuk ke dalam tiga besar?"


"Hahaha, jadi kamu mendukung orang tua konyol itu? Ngomong-ngomong dia cukup keren dengan senjata khasnya."


"Ya, aku juga berpikir begitu."


Qing Yue'er mendengar obrolan yang datang dari arah belakang. Dari percakapan mereka, dia bisa menyimpulkan bahwa sebentar lagi akan ada sebuah kompetisi.


Dia menghentikan langkahnya dan berbalik untuk melihat ke belakang. Ternyata ada beberapa pria dewasa yang baru saja bercakap-cakap. Qing Yue'er pun menyunggingkan senyum dan berniat untuk menanyakan perihal kompetisi itu.


"Kakak laki-laki, di manakah pertandingan itu akan dimulai?" tanya Qing Yue'er dengan sopan.


Tentu saja pria-pria yang melihat seorang gadis cantik menghentikan langkah mereka merasa itu adalah keberuntungan. Apalagi senyum yang muncul di wajah Qing Yue'er adalah sesuatu yang bisa menghancurkan sebuah negara.


"Ah, adik perempuan ini pasti pendatang baru bukan?"


Mendapat pertanyaan seperti itu, Qing Yue'er langsung mengangguk. "Benar, kami adalah pendatang baru."


Kelompok pria itu merasa senang, bahkan secara terang-terangan ingin mengantar Qing Yue'er ke tempat di mana kompetisi diadakan. Tentu saja Qing Yue'er tidak menolak. Ini adalah sesuatu yang sudah dia harapkan.


Akhirnya mereka pun pergi bersama ke tempat kompetisi. Ternyata itu tidak terlalu jauh, hanya dalam beberapa saat saja mereka sudah sampai.


Kompetisi diadakan di tanah lapang kota ini. Sudah ada banyak orang-orang yang datang untuk menonton kompetisi itu. Kebanyakan mereka adalah kultivator, bukan penduduk biasa.


Menurut yang pria-pria itu katakan, kompetisi yang akan segera dimulai ini tidak menetapkan batasan usia. Entah itu tua atau muda, pria atau wanita, mereka semua bisa mengikutinya. Selain itu kompetisi tersebut juga tidak menetapkan keterikatan kekuatan.


Mereka yang hanya kultivator bebas bisa mengikuti kompetisi ini. Entah itu orang asing atau penduduk asli, ini benar-benar tidak terbatas. Kultivator bebas sendiri berarti kultivator yang tidak terikat dengan sekte atau organisasi serupa lainnya. Jadi mereka biasanya akan berlatih dengan mandiri.


Hadiah yang dijanjikan pun bukan sekedar harta biasa, melainkan sebuah teknik bela diri yang katanya sangat kuat. Namun teknik itu masih dirahasiakan oleh orang yang berwenang. Meskipun begitu banyak orang yang tertarik, karena kompetisi ini sudah ada sejak jaman dahulu. Jadi mereka selalu percaya kalau hadiah itu tidak akan pernah mengecewakan.


Karena ini adalah kompetisi bebas, maka tidak ada yang namanya undian. Seseorang hanya perlu masuk ke arena lalu akan datang orang lain yang menantangnya. Setelah salah satu dari mereka menang, maka yang kalah akan keluar dari arena.


Seseorang yang menang akan tetap berada di arena menunggu sampai ada penantang lainnya. Selama tidak ada yang menjatuhkannya maka orang itu akan tetap ada di sana, sampai benar-benar tidak ada yang bisa mengalahkannya.


Sebaliknya jika ada yang mengalahkannya, maka orang yang mengalahkanlah yang akan tetap tinggal di sana sampai ada orang yang menjatuhkan dia untuk menggantikan posisinya.


Seperti itulah kompetisi berjalan. Pada akhirnya hanya ada satu orang terkuat yang bisa tetap berada di arena sampai akhir.


"Saudara-saudara, akhirnya acara yang kita tunggu-tunggu setiap tahun akan segera dimulai. Aku tahu kalian pasti sudah tidak sabar menunggu, jadi aku tidak akan mengatakan terlalu banyak. Baiklah, di sini aku Ding Yuhua menyatakan bahwa kompetisi resmi dimulai!"


Qing Yue'er melihat seorang pria tua yang berdiri untuk mengumumkan pembukaan kompetisi. Pria itu memegang slip bambu dan melayangkan ke udara. Sepertinya itu adalah pertanda bahwa kompetisi telah resmi dimulai.


Setelah itu dia langsung melihat seseorang berjalan menuju ke arena. Orang itu adalah pria dewasa dengan tubuh gempal lengkap dengan kepalanya yang botak. Wajahnya terlihat sangat garang meskipun pada akhirnya itu hanya terlihat seperti lelucon.


Di bahu kanannya, dia memanggul sebuah gada yang terbuat dari besi baja dan memiliki ukuran sebesar kepala manusia. Seseorang harus bisa membayangkan bagaimana rasanya jika dihantam menggunakan gada tersebut.


Ketika orang tersebut masuk ke arena, orang-orang langsung bersorak dengan gembira. Mereka ingin melihat bagaimana orang itu akan mengalahkan orang-orang yang menantangnya.


"Yoh, ini Ye Ganghao yang kau bangga-banggakan. Akhirnya dia akan menjadi yang memulai," ucap salah satu pria yang berada di kelompok pria yang baru saja pergi bersama Qing Yue'er.


"Heheh, aku yakin akan ada banyak orang yang terlempar oleh senjata itu," balas yang lainnya.


Qing Yue'er hanya menyaksikan dengan tenang. Dia tidak memiliki minat untuk mengikuti kompetisi. Keputusannya ada di sini adalah untuk melihat seberapa kuat kira-kira orang yang bisa dipandang dengan hormat oleh orang lain.


"Jadi siapa yang ingin menantangku?!" Ye Ganghao si pria bertubuh gempal itu berteriak dengan lantang. Matanya berkeliaran ke setiap kerumunan untuk memberikan intimidasi pada setiap orang.


Tak selang lama seorang pria yang mungkin terlihat seumuran dengan Ye Ganghao berjalan masuk ke arena. Pria itu tidak mengatakan banyak hal. Dalam sekejap dia sudah melemparkan serangan yang berupa tinju tangan kosong.


"Wah, tuan muda Wu ini sangat langsung. Dia bahkan tidak mengatakan sesuatu terlebih dahulu," ucap seseorang.


"Dia memang orang yang pendiam. Mungkin kamu tidak mengetahuinya," balas rekan yang lain.


Ye Ganghao mengangkat gadanya tinggi-tinggi. Dia bersiap memukulkan gada itu tepat ke tubuh Wu Lian. Sayangnya lawannya itu memiliki gerakan yang lincah. Tubuhnya bisa menghindar setiap kali gada besarnya ingin menghantamnya.


Wajah Ye Ganghao bukannya marah. Dia menyeringai dan mulai mengajak berbicara lawannya. "Wu Lian, tahun lalu bukankah kau tidak ikut kompetisi ini?"


Wu Lian tidak membalas pertanyaan Ye Ganghao. Dia mencari kesempatan untuk mendaratkan serangan tinjunya pada tubuh gempal itu tanpa membahayakan dirinya sendiri.


"Yo, aku dengar saat itu kamu tidak diperbolehkan oleh keluargamu? Jadi apa sekarang kamu sudah menjadi anak yang durhaka?" lanjut Ye Ganghao.


Kali ini wajah Wu Lian langsung berubah. Emosi yang berapi-api langsung timbul di hatinya. Dia adalah seseorang yang membenci momen ketika orang lain membicarakan tentang keluarganya. Terutama tentang mereka yang sering melarangnya untuk mengikuti kompetisi-kompetisi yang diadakan untuk para kultivator.


Dia mungkin seseorang yang pendiam, tetapi emosinya langsung tidak stabil jika ada orang lain yang membicarakan sesuatu yang dia benci. Ini adalah rahasianya, dia tidak pernah berpikir kalau Ye Ganghao akan mengetahui tentang kelemahannya.


Qing Yue'er yang memperhatikan hal ini hanya bisa mengerutkan kening. Dia bisa melihat kalau Ye Ganghao sedang berusaha untuk membangkitkan emosi Wu Lian.


Semua orang harus tahu kalau orang yang sedang berada dalam pertempuran harus bisa mengendalikan emosinya, jika tidak maka dia pasti akan mudah dikalahkan. Dan Ye Ganghao tahu bagaimana cara mempermainkan emosi lawannya.


"Dia benar-benar licik," ucap Jing Ling. Ternyata dia juga menyadari apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Qing Yue'er hanya mendengus. Dia tidak menyukai cara ini tetapi kepintaran Ye Ganghao memang harus diacungi jempol.


Pertempuran masih berlanjut. Seperti yang Qing Yue'er pikirkan, setelah Wu Lian dikuasai oleh emosi, dia lebih banyak menerima serangan daripada melemparkan serangan.


Ye Ganghao memanfaatkan kesempatan ini untuk terus melakukan serangan. Gada besarnya dilayangkan berkali-kali dan menghantam dada Wu Lian dengan keras.


Dalam sekejap saja tubuh Wu Lian langsung dilempar ke belakang. Wajahnya menjadi pucat, sudut bibirnya mengalirkan darah merah yang masih segar.


"Heheh, kenapa sangat mudah mengalahkan orang sepertimu?" ejek Ye Ganghao.


Wu Lian menggeram dengan emosi. Dia kembali bangkit dan berlari ke arah Ye Ganghao. Namun lagi-lagi dia dipukul dengan gada dan kembali dilemparkan jauh-jauh ke belakang.


Dengan ini akhirnya Wu Lian dicatat dengan kekalahan. Dia terpaksa dikeluarkan dari arena tempur. Meskipun amarahnya masih meradang, tetapi dia sudah tidak memiliki kemampuan untuk melawan lagi.


"Sayang sekali. Sepertinya aku harus melihat bagaimana pria botak itu termakan oleh senjatanya sendiri," ucap Qing Yue'er dengan pelan.


Ye Ganghao tertawa dengan senang. Ini baru sebuah permulaan, dia harus bisa melawan orang-orang lainnya.


"Siapa yang ingin melawanku lagi?!" seru Ye Ganghao dengan kesombongannya. Dia menatap kerumunan dengan wajah angkuhnya.


"Ye Ganghao, jangan terlalu senang dulu!"


Tiba-tiba suara pria lain terdengar dari kejauhan. Setelah itu sosok yang terlihat mungil melompat dengan lincah memasuki arena. Tubuhnya yang kecil sangat berbanding terbalik dengan tubuh Ye Ganghao. Meskipun begitu, tidak ada keraguan sedikit pun di wajahnya.


"Ini tuan muda Zhang! Aku ingat tahun lalu dia telah dikalahkan oleh Ye Ganghao, sepertinya kali ini dia ingin membalasnya!" seru seseorang yang tak jauh dari Qing Yue'er.


"Si Botak Ganghao! Kali ini siapa yang akan jatuh? Kamu atau aku?" Zhang Wudi memainkan sepasang cakram tajam di tangannya. Cakram itu memiliki tepi yang sangat tajam, mungkin dapat merobek apa pun yang menghalanginya.


"Heh, apa kamu sudah lupa dengan kekalahanmu tahun lalu? Dan kamu ingin kembali mengulanginya?" Ye Ganghao bertanya dengan nada penuh ejekan.


Zhang Wudi berbeda dengan Wu Lian. Dia sama sekali tidak marah dengan ejekan Ye Ganghao. Mungkin karena dia sudah mengetahui trik yang biasa dilakukan oleh pria botak itu.


"Lihat saja bagaimana aku akan merobek mulutmu dengan cakramku," ucap Zhang Wudi dengan tajam.