
Bai Fu'er mengetuk kamar sebelah tapi tidak ada yang membukanya. Dia mendengar segala teriakan dari dalam.
"Berhenti disana! Jangan mendekat!"
"Aish Rongrong bagaimana kamu bisa tega seperti ini?"
"Kamu terlalu menjijikkan! Cepat ganti bajumu!"
"Apa itu menjijikkan heh? Apa kamu ingin mencobanya?"
Bai Fu'er segera bergidik dan mendorong pintu dengan paksa. Apa yang ada di dalam membuat dia terperangah.
Saat ini Qi Rong berdiri diatas tempat tidur sambil memegang sebuah bantal. Tubuh bagian atasnya sudah terbuka menampilkan bahunya yang kokoh.
Sedangkan Ji Fan membuka jubahnya dan hanya tersisa pakaian tipis. Dada palsunya tampak sangat menggoda.
Kemarahan Bai Fu'er segera meledak.
"Ji Faaannn!!!!"
Bai Fu'er segera berteriak. Dia merasa pria itu semakin menjadi menjijikkan.
"F*ck! Fu'er, lihat dia begitu tidak tahu malu menggodaku sejak aku bangun tidur. Apa dia tidak lelah hah? Aku masih kurang asupan tidur!" Wajah Qi Rong tampak sangat kusam saat ini.
"Aku akan pindah! Dimana Qing Yu? Aku lebih baik tidur di kamarnya!"
Qi Rong berlari keluar untuk menghindari Ji Mei jadi-jadian. Tangannya mengambil baju yang tergeletak di lantai.
"Heyy bagaimana kamu bisa meninggalkanku seperti ini?!" Ji Fan mengeluh.
Bai Fu'er menarik telinga Ji Fan dengan kasar. "Pria tidak tahu malu!"
"Aduhh iya aku tidak lagi menggodanya."
Ji Fan memegang telinganya yang memerah. Kemudian dia tersenyum miring melihat dada Bai Fu'er.
Bai Fu'er melihat tatapan kotor Ji Fan. Wajahnya langsung memerah. "Apa yang kamu lihat!!!"
"Fu'er, apa kamu tidak menyadari milikmu bahkan kurang besar jika dibandingkan dengan yang palsu ini."
Tiba-tiba Bai Fu'er merasa ingin memuntahkan darah. Memangnya siapa wanita yang mau dibandingkan bentuk dadanya dengan orang lain? Apalagi dengan dada buatan yang jelas palsu!
Dia memiliki keinginan untuk memukul pria di depannya ini.
"Ehehe jangan marah jangan marah, aku hanya bercanda. Ah kenapa kamu datang kesini?"
Bai Fu'er memberikan botol dengan kasar. Lalu tanpa mengatakan sepatah katapun dia berlalu pergi.
"Ck kakak beradik sama-sama tidak memilik kelembutan sama sekali. Bukankah aku bahkan lebih lembut dari mereka?" Ji Fan bergumam lirih.
Setelah kributan itu, Qi Rong pergi ke kamar Qing Yue'er untuk kembali tidur. Dia sama sekali tidak mempedulikan tatapan datar Qing Yue'er.
Ying Jun bergumam dalam dimensi. "Oh jika Mo Jingtian mengetahui ini, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada Qi Rong."
Orang itu tidur seperti babi bahkan tidak berkutik ketika di bangunkan untuk melanjutkan perjalanan.
"Yue'er lihat, babi ini tidak mau bangun." Bai Fu'er menggerutu kesal. Sejak dia menghadapi Ji Fan pagi ini, dia menjalani suasana hati yang buruk.
"Panggil Ji Fan, nanti dia akan bangun dengan cepat."
Benar saja, ketika Qi Rong mendengar suara Ji Fan di telinganya dia langsung melompat dari tempat tidur. "Kamu.. jangan dekat-dekat!"
"Aku tidak." Ji Fan berkata dengan polos.
"Bersiaplah, kita akan melanjutkan perjalanan." Qing Yue'er segera memberitahu mereka sebelum keributan terjadi.
Mereka berempat menaiki kuda masing-masing kemudian mulai berangkat.
Gunung Sembilan Abadi terletak tidak terlalu jauh dari kota Chang. Dan karena itu wilayah Akademi Xinfeng, gunung itu tidak memiliki bahaya yang mengancam. Perjalanan mereka berlalu dengan mulus.
Lautan pegunungan hijau membentang sepanjang mata memandang. Seperti namanya, pegunungan sembilan abadi memiliki 9 puncak. Satu puncak ada di tengah 8 puncak yang mengitarinya. Setiap puncak dihubungkan oleh sebuah jembatan yang kokoh.
Itu terlihat sangat mempesona.
"Wahh ini benar-benar menakjubkan!" Ji Fan berseru dengan takjub. Dia terlihat seperti orang kampung yang baru melihat keramaian kota.
Qi Rong melirik Qing Yue'er. "Apakah dia temanmu?"
Qing Yue'er menggelengkan kepalanya. "Aku pikir dia adalah temanmu."
"Aku juga tidak mengenalnya." Bai Fu'er menatap Ji Fan dengan ejekan.
"Hey, bagaimana kalian bisa memperlakukanku seperti ini? Aku teman kalian oke?"
"Ji Mei, kamu benar-benar mempermalukan kita." Qi Rong mencemooh Ji Fan.
"Bagaimana aku bisa mempermalukan kalian?"
"...."
"Ayo pergi." Qing Yue'er memimpin perjalanan mereka.
Pintu masuk sudah terlihat di depan mereka. Di sana terdapat penjaga yang akan memberikan petunjuk untuk perekrutan.
Qing Yue'er dan lainnya turun dari kuda dan menyerahkan di tempat penitipan. Setelah itu mereka menghampiri penjaga di pintu itu.
"Apakah kalian akan mendaftar di sini?" Salah satu petugas itu bertanya.
"Iya benar."
Kemudian mereka di beri arahan ke tempat pendaftaran dan bagaimana prosesnya.
Akademi Xinfeng tidak melakukan ujian untuk mendaftar sekolah disini. Namun, mereka menuntut untuk mengharuskan pendaftar sudah memasuki alam bumi.
Akademi Xinfeng memiliki cabang khusus sebagai pelajaran tambahan. Mulai dari archer, kekuatan roh, alkimia, dan sastra. Semua murid harus memilih salah satu dari cabang yang ada.
Setelah mendapatkan arahan, Qing Yue'er menaiki puncak utama yang ada di tengah. Mereka melewati tangga yang sangat panjang untuk naik ke puncak.
Ketika mereka sampai di puncak, itu adalah pemandangan yanh sangat indah. Kamu bisa melihat awan putih yang bergerak di bawah kaki, menutupi jurang celah antar puncak.
Keempat remaja itu tidak bisa tidak berdecak kagum. Pemandangan ini memang lebih mencerminkan kehidupan abadi.
Puncak bagian atas adalah tanah datar yang sangat luas. Disana ada beberapa bangunan bertingkat yang terlihat sangat klasik. Banyak pendaftar yang masih mengantri di sana.
Qing Yue'er menunggu hingga sore sampai tiba gilirannya.
"Siapa namamu?" Petugas duduk sambil menulis sesuatu di kertas.
"Qing Yu."
Petugas itu melirik Qing Yue'er. "Kamu sangat kecil."
Qing Yue'er "....."
Apa kamu perlu mengatakannya?
Setelah menulis beberapa saat, petugas itu bertanya lagi, "cabang mana yang ingin kamu ambil?"
"Kekuatan roh."
Awalnya Qing Yue'er berpikir untuk memilih jalur alkimia. Namun karena dia memiliki Formula Dewa Alkimia, dia bisa belajar secara otodidak. Dia juga memiliki Ying Jun sebagai instrukturnya.
Di sisi lain kekuatan roh lebih menggelitik minatnya. Terakhir kali dia melihat Old Zu menggunakan kekuatan roh untuk menciptakan pedang dan tameng. Itu sangat menakjubkan menurutnya.
Petugas kembali melirik gadis itu. "Kamu yakin bukan sastra?"
Qing Yue'er menahan perasaannya. Bukankah orang ini terlalu banyak bertanya?
Menyadari raut wajah Qing Yue'er petugas itu mengabaikannya dan kembali menulis.
Dia menyerahkan setelan seragam, token identitas dan satu slip bambu padanya.
"Slip bambu ini gunakan untuk mengambil teknik bela diri yang sudah disiapkan di aula bela diri. Itu hanya bisa digunakan satu kali. Kemudian token ini adalah token identitas yang tidak boleh dihilangkan. Seragam ini... kamu pasti tahu kegunaannya."
"Asrama untuk pria ada di puncak ke dua. Apa kamu mengerti?"
Qing Yue'er menganggukkan kepala. Kemudian pergi menemui temannya yang juga sudah menyelesaikan pendaftaran.
"Qing Yu!!! Bagaimana aku bisa dimasukkan kedalam asrama putri? Bagaimana aku bisa hidup disana?!" Ji Fan meraung memegangi kaki Qing Yue'er.
"...."
"Bukankah itu menyenangkan? Kamu bisa melihat paha berjalan setiap..."
*Plakk!
Sebelum Qi Rong menyelesaikan kalimatnya, dia sudah dipukul oleh Bai Fu'er.
"Hey kenapa kamu memukulku?!" Qi Rong mengusap kepalanya yang berdenyut.
"Kalian berdua tidak ada yang normal!" Bai Fu'er berkata dengan marah.
"Bagaimana ini tidak normal? Bukankah sebagai pria memang seperti itu? Apalagi jika diperlihatkan bagian yang lebih erotis.." Qi Rong meneguk air liurnya.
"...."
"Ah itu benar juga." Ji Fan menyetujui ucapan Qi Rong.
"Bajingan tidak bermoral!"
Qing Yue'er meninggalkan mereka bertiga dan pergi menuju asrama putra. Dia akan tinggal disana karena penyamarannya. Hal ini memang sudah dipikirkan sebelumnya. Dia merasa ini baik-baik saja selama tidak ada yang mengetahui identitas aslinya sebagai wanita.
Author : part ini mungkin rada gaje? otak saya sedikit kacau hari ini.