
Qing Yue'er bergerak memasuki kedalaman Pulau Langit. Pikirannya berputar-putar untuk merenungkan hasil pembicaraannya dengan peri jamur Xiao Yi. Entah kenapa pikirannya kini tertuju pada Cloud Fairy.
Wanita itu memiliki identitas yang misterius. Jika dilihat dari namanya, bisa saja Cloud Fairy ini memang seseorang yang terkait dengan ras peri. Kalau memang seperti itu maka seharusnya Cloud Fairy bukan musuh baginya.
Baik. Dia mungkin akan menanyakannya seandainya mereka bertemu lagi di masa depan.
Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya ketika merasakan energi spiritual dari pusat Pulau Langit. Semakin masuk semakin kuat pula energi spiritual itu. Tentu saja hal ini membuat Qing Yue'er mengalihkan pikirannya.
Dengan gerakan yang cepat, dia meninggalkan bukit dan sungai yang dilewati. Namun, tatapannya menjadi aneh ketika melihat cahaya kemerahan jauh di depan sana. Cahaya itu tidak terlihat seperti terpancar dari suatu benda, melainkan seperti cahaya dari kobaran api.
Tanpa merasa ragu Qing Yue'er segera mendekati pusat cahaya itu. Tak selang lama akhirnya dia tiba di tempat tujuan. Kedua alisnya langsung mengerut heran. Kenapa ada api di sana?
Qing Yue'er merasa cukup terkejut. Ya, itu memang benar. Api. Jenis api ini berbeda dengan api yang berada di Jurang Iblis. Api di sini justru mengandung energi spiritual yang cukup kuat. Mungkinkah ini sebuah harta?
“Tunggu!” seru Ying Jun dari belakang.
“Apa yang salah?” tanya Qing Yue'er dengan heran.
Ying Jun bergerak mendahului Qing Yue'er. Kemudian dia tampak mengendus udara. Kelihatannya seperti dia mengetahui mengenai api-api itu.
“Apa ini? Kamu mengetahui tentang sesuatu?” Qing Yue'er bertanya lagi.
“Cih, aku tidak menyangka akan menemukan dia di sini,” ucap Ying Jun dengan nada yang tidak begitu senang. Dengan kecepatan kilat dia meluncur masuk ke kedalaman api.
Qing Yue'er menjadi heran dengan tindakan Ying Jun yang tidak terduga. Dia pun segera menyusul masuk lebih dalam. Ketika memasuki lahan berapi itu, tidak ada rasa panas yang menyerang. Itu seperti salju di dalam dimensi miliknya. Tidak memengaruhi tubuhnya sama sekali. Ini hanya mengartikan bahwa api ini memang bukan api biasa.
Meskipun Qing Yue'er merasa kagum, tetapi tidak ada banyak waktu untuk melakukan itu semua. Suara Ying Jun yang terdengar dari jauh membuatnya sedikit tergesa-gesa.
“Yoo, setelah bertahun-tahun .... Aku tidak menyangka bisa melihatmu di sini,” ucap Ying Jun dengan suara yang keras.
Di depan sana ada seorang wanita berjubah merah yang sedang duduk manis sambil bersandar pada batu. Di dahinya terdapat corak merah seperti api yang menyala-nyala. Matanya tajam dan cantik dengan kilatan merah yang sesekali terlihat.
“Oh. Jadi itu kamu,” balas wanita itu setelah melihat kedatangan Ying Jun. Sepertinya dia tidak begitu tertarik dengan kedatangan Ying Jun.
“Hmm.” Ying Jun mendengus. “Apa kamu masih tidak ingin meminta maaf? Hanya karena tuanmu orang yang kuat bukan berarti kamu bisa semena-mena bukan?”
Wanita itu menatap malas pada Ying Jun. “Aku bertanya-tanya, kenapa kamu datang ke sini? Apa hanya untuk mengungkit masa lalu yang sudah lama terlewat?”
“Kamu ....” Ying Jun menatap kesal pada wanita itu. Sampai mati pun dia tidak akan bisa melupakan makhluk ini begitu saja. Bagaimana mungkin dia bisa melupakan seseorang yang sudah membuat hidupnya menderita?
“Bukankah ini karena ulahmu dan pasangan sialmu itu? Di mana dia sekarang? Apa kamu sudah tidak bersama dengannya lagi?” Ying Jun bertanya dengan suara cemoohan.
“Bukan urusanmu. Lebih baik kamu pergi dari tempat ini. Membuang-buang waktu." Wanita itu berkata sambil berbalik pergi.
“Ah, tapi aku tidak ingin pergi dari sini. Sepertinya ini tempat yang bagus,” ucap Qing Yue'er yang tiba-tiba muncul dari udara kosong. Sosoknya yang dibalut dengan pakaian putih tampak mencolok ketika berdiri di tengah lahan berapi.
Sebelumnya dia sudah mendengar percakapan antara Ying Jun dan wanita asing itu. Sepertinya mereka memiliki riwayat masa lalu yang buruk. Ini sedikit menarik.
Setelah mendengar percakapan mereka, Qing Yue'er langsung teringat pada peristiwa masa lalu yang pernah Ying Jun katakan. Ya, Ying Jun mengalami luka dalam yang serius akibat bertempur dengan dua vermillion. Jadi, mungkinkah wanita ini adalah vermillion yang pernah melawan Ying Jun?
Qing Yue'er merasa tertarik dengan hal-hal ini. Saat itu Ying Jun juga pernah mengatakan jika pemilik vermillionlah yang justru sudah menyelamatkan nyawanya. Dan pemilik vermillion itu tak lain adalah Mo Jingtian.
Jika memang benar seperti itu, maka wanita berjubah merah ini adalah binatang ilahi yang diikat dengan kontrak oleh Mo Jingtian. Tidak menyangka mereka akan bertemu di sini. Sungguh pertemuan yang tidak terduga.
Wanita berjubah merah itu menatap Qing Yue'er dari atas ke bawah untuk meneliti kekuatannya. Memang tidak bisa dipungkiri, gadis itu adalah sebuah kecantikan. Namun, apa gunanya jika kekuatannya hanya berada di alam surgawi? Itu hanya seperti sebuah cangkang kosong.
Dia menyilangkan tangannya di dada. Dengan sedikit enggan dia bertanya, “Apa aku harus mengucapkan selamat datang padamu?”
Pertanyaan itu hanya diabaikan oleh Qing Yue'er. Sebaliknya gadis itu menoleh pada Ying Jun dan bertanya, “Apakah dia vermillion yang pernah bertempur denganmu?”
“Ya, tetapi bukan hanya dia. Ada satu lagi, pejantan. Aku rasa dia tidak ada di sini,” jawab Ying Jun.
“Bukankah ini berarti dia yang sudah menyebabkanmu terluka?” tanya Qing Yue'er lagi.
Ying Jun mengangguk. Dia masih menatap wanita berjubah merah itu dengan sorot mata mengawasi. Sekarang kekuatannya masih belum pulih dan tentu saja kekuatan wanita itu masih berada di atasnya. Ini membuatnya sedikit jengkel.
Qing Yue'er mengerti bagaimana perasaan Ying Jun sekarang. Seandainya dia berada pada posisi Ying Jun, lalu bertemu dengan orang yang sudah melukainya, pasti dia juga akan marah. Tentu saja dia pasti akan melakukan pembalasan.
Seperti sekarang. Bahkan jika wanita itu merupakan binatang kontrak Mo Jingtian, apa masalahnya? Dia tidak peduli.
“Bagaimana aku harus menyikapimu?” gumam Qing Yue'er sambil menggosok dagunya.
Wanita berjubah merah itu tertawa. Dia tahu siapa Qing Yue'er. Dia tahu gadis itu adalah seseorang yang cukup dekat dengan tuannya. Namun, dia tidak percaya kalau tuannya akan membiarkan gadis itu melakukan perlawanan terhadapnya.
“Gadis, jangan hanya karena kamu mengenal tuanku, lalu kamu berpikir bisa dengan mudah melawanku.” Dia tertawa mengejek. Menurut pandangannya, Qing Yue'er ini hanya seekor katak yang ingin memakan daging angsa. Benar-benar bermimpi.
Setelah tawanya mereda, dia kembali berbicara, “Sejujurnya kamu ini hanya gadis lemah. Kau tahu? Di luar sana ada banyak sekali wanita-wanita cantik yang jauh lebih kuat darimu. Mereka rela melakukan apa pun untuk tuanku. Jadi kalaupun tuanku memang menyukai seseorang, pastinya itu bukan gadis lemah sepertimu.”