Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Qing Yue'er, Si Perayu yang Pemalu


Keesokan harinya Qing Yue’er bangun dengan kondisi yang lebih segar. Tubuhnya terasa lebih ringan meskipun itu belum cukup untuk mengembalikan seluruh kekuatannya yang hilang.


Dia menoleh ke samping menemukan Mo Jingtian di sebelahnya sedang menutup mata sambil duduk bersandar ke dinding kayu. Senyum tipis muncul di bibirnya.


Diam-diam dia memindahkan kepalanya ke pangkuan pria itu. Dari bawah dia menatap wajah Mo Jingtian yang tertutup topeng sebagian. Pria itu masih sama tampannya seperti pertama kali mereka bertemu.


“Jingtian ….”


Pria itu langsung membuka matanya. Telapak tangannya bergerak membelai pipinya. “Bagaimana perasaanmu sekarang?”


“Sangat baik,” kata Qing Yue’er. Dia menahan tangan Mo Jingtian di pipinya. “Jingtian, sebelum kita kembali ke Celestial, aku ingin pergi ke suatu tempat.”


“Katakan.”


“Tapi kau harus mengizinkanku.”


Sudut alis Mo Jingtian terangkat sebelah. “Aku tidak berjanji.”


“Kalau begitu aku akan pergi diam-diam,” ucap Qing Yue’er sambil tersenyum. “Bagaimanapun, kau tidak bisa menghentikanku datang ke sana.”


“Nah, kau tahu aku tidak akan bisa menghentikanmu.” Mo Jingtian tersenyum. “Katakan, ke mana kau akan pergi? Apa kau akan membawaku?”


Qing Yue’er mengangguk yakin. Dia bangkit lalu menatap Mo Jingtian dengan serius. “Kita sudah ada di Tongxuan Barat. Ayo pergi ke Organisasi Bulan Gelap.”


Mo Jingtian menatapnya dengan heran. “Organisasi Bulan Gelap?”


“Ya.” Qing Yue’er mengangguk. Dia telah mendengar tentang organisasi itu dari Niu Longhao. Dikatakan mereka bisa meramal sesuatu. Ini membuatnya meletakkan harapan baru.


Dia memegang tangan pria itu dengan lembut. “Jingtian, mereka bisa bernubuat. Kita harus pergi ke sana.”


“Kenapa harus?”


“Karena kau tidak mau memberitahuku apa masalahnya. Kau tidak mau memberi tahuku bagaimana aku bisa membantumu. Jadi, aku akan bertanya pada mereka.”


“Konyol sekali.” Mo Jingtian menatap gadis itu dengan bingung. “Bukankah kau tidak percaya pada ramalan?”


“Aku tidak percaya, tapi bahkan meskipun aku tidak percaya, aku masih harus mencobanya.”


Mo Jingtian tidak tahu harus mengatakan apa. Dia juga tidak percaya pada ramalan, tapi bagaimana jika mereka benar-benar bisa melakukannya dengan bantuan langit? Dia menjadi khawatir.


Orang-orang mengatakan meramal itu seperti membocorkan rahasia langit. Tentu saja itu kesempatan yang bagus bagi langit untuk dengan sengaja membocorkan rahasianya pada Qing Yue’er.


“Jingtian ….” Qing Yue’er menarik-narik baju Mo Jingtian sambil memasang wajah imut. Kedua matanya berbinar dan berkedip-kedip. Ah, siapa tahu pria itu akan luluh.


Namun, Mo Jingtian hanya menatapnya dengan diam. Mengabaikannya!


Itu membuat Qing Yue’er sedikit kesal. Dengan impulsif dia mendorong pria itu hingga tubuhnya setengah berbaring. Setelah itu dia naik dan duduk di pinggangnya.


Kedua mata Mo Jingtian langsung melebar dengan tindakan mendadak itu. “Apa yang kau lakukan, Yue'er?!”


“Oh, kau terlihat begitu takut aku akan menyentuhmu.” Qing Yue’er mengangkat sudut alisnya.


“Yue’er, turunlah.” Mo Jingtian mencoba menarik Qing Yue’er untuk pindah. Namun, gadis itu justru menjatuhkan tubuhnya ke pelukannya. Tangan kecilnya dengan nakal mencoba meraih kerah jubahnya.


“Apa kau percaya aku bisa menjadi kurang ajar dan mlecehkanmu di sini?”


“Yue’er, bicaramu ... tidak sopan!”


Tubuh Mo Jingtian menjadi semakin tegang. Wajahnya memerah di balik topeng. Dia bingung, terkejut, tapi juga terpesona dengan sikap Qing Yue’er yang begitu berani dan sembrono.


Bagaimana bisa? Bagaimana gadis pemalu itu bisa bersikap seperti ini?


“Kenapa? Apa kau pikir aku tidak bisa mengatakan hal-hal seperti itu?”


Pria itu menelan ludahnya. “Yue’er, kau tidak bisa seperti ini. Aku ….”


Mo Jingtian terlihat cukup panik dan Qing Yue’er harus menahan tawanya mati-matian. Bahkan topeng Mo Jingtian tidak bisa menyembunyikan semburat merah di wajahnya.


Dia mempertahankan ekspresinya agar terlihat seperti wanita murahan yang berani mlecehkan seorang pria, wanita yang sembrono dan berpikiran kotor. Tangannya memegang kerah jubah Mo Jingtian dengan kuat.


“Apa kau tidak percaya aku bisa melakukannya?” Seringaian keji muncul di bibir Qing Yue’er. Jantungnya ikut berdebar-debar tidak menentu. Ketika dia hendak menarik jubah Mo Jingtian, pria itu segera menahannya.


“Baik. Baik. Kita pergi ke sana!”


Mo Jingtian menutup matanya dengan pasrah. Dia takut gadis itu benar-benar akan melakukan ‘sesuatu yang buruk’ hanya karena masalah ini.


Tawanya tiba-tiba berhenti. Mo Jingtian adalah seorang pria. Untuk apa dia takut kekasihnya membuka pakaiannya sedikit? Lagi pula dia sendiri tidak mungkin benar-benar akan menjadi gadis barbar yang berpikiran kotor.


Apakah itu karena dia dewa? Itu tidak seperti Mo Jingtian tidak pernah mencoba menciumnya pada pertemuan pertama mereka. Dia yakin, pria itu bukan pria polos yang sama sekali tidak tertarik dengan tubuhnya.


“Apa yang salah?” Mo Jingtian bertanya dengan hati-hati. Dia merapatkan jubahnya dengan pelan.


“Jingtian, apa selama ini kau tidak pernah memiliki keinginan untuk—”


“Ssssttttt!” Mo Jingtian langsung menutup mulut Qing Yue'er. Apa yang gadis itu pikirkan? Apakah dia berpikir dia sama sekali tidak menarik? Bagaimana mungkin?


Baginya tidak ada yang bisa menandingi kecantikan Qing Yue’er. Tidak ada yang lebih memesona darinya. Berkali-kali kehadirannya secara diam-diam menarik pikiran iblis datang kepadanya untuk menginginkan sesuatu yang terlarang.


Hanya saja dia memiliki pertahanan yang kuat. Langit menjaga Qing Yue’er selalu di sisinya, dengan senang hati ingin dia membuat kesalahan. Dia tidak akan membiarkan itu terjadi.


Dia berdeham. “Yue’er, kau harus tahu aku tidak berbeda dengan pria normal. Aku hanya tidak ingin kehilangan kendali,” ucapnya sambil menunduk.


“Kau yakin hanya itu?”


“Yah … kenapa aku harus berbohong?” Mo Jingtian mencoba tersenyum. “Turunlah. Bukankah kita akan pergi ke Organisasi Bulan Gelap?”


Qing Yue’er seolah tersadar dengan tujuan awalnya. Dengan cepat dia segera turun dari tubuh Mo Jingtian. Setelah itu dia duduk, terdiam. Tiba-tiba hatinya merasa malu.


Kepalanya menunduk dengan wajah memerah. Apa yang baru saja dia lakukan sungguh sesuatu yang berada di luar pikirannya. Itu tindakan yang impulsif.


Sebenarnya dia bisa pergi ke Organisas Bulan Gelap sendiri bahkan jika tidak diizinkan pria itu. Namun, dia ingin membawanya. Dia ingin mereka pergi bersama tanpa bertengkar.


“Yue'er?”


“Maafkan aku,” ucap Qing Yue'er kemudian. Dia menggigit bibirnya.


“Kenapa kau harus meminta maaf?”


Qing Yue’er tidak tahu harus mengatakan apa. Rasanya dia tidak memiliki wajah untuk menatap Mo Jingtian. Apakah dia benar-benar terlihat seperti wanita kurang ajar?


Mo Jingtian menyadari rasa malu yang sedang ditanggung gadis itu. Dia tersenyum. “Ayo pergi. Kita harus melakukannya dengan cepat agar bisa segera kembali ke Celestial.”


“Aku tidak terlihat seperti itu lagi, kan?”


Pertanyaan itu membuat Mo Jingtian terkekeh. “Tidak. Kau adalah gadis paling pemalu yang aku kenal.”


Qing Yue’er melirik pria itu lalu tersenyum. Tanpa mengatakan apa-apa dia langsung berjalan keluar dari rumah sederhana itu. Tepat ketika sampai di luar, Zi Xian sedang berjalan di halaman untuk menemuinya.


“Xinyu, kau terlihat cukup gembira hari ini,” kata gadis yang masih mengenakan pakaian pria itu. Dia diam-diam mengintip ke dalam untuk melihat bagaimana kekasih temannya. Apakah semalam mereka tidur bersama?


“Kau juga terlihat cukup gembira,” jawab Qing Yue’er yang kemudian merangkul gadis itu dengan erat dan menariknya menjauh dari pintu masuk.


“Hey, apa yang kau lakukan?”


“Aku ingin memberi tahumu hal penting. Kau ingin mendengarkan atau tidak?” tanya Qing Yue’er dengan kening berkerut.


“Baik. Aku akan mendengarkan.”


Qing Yue’er pun memberi tahu rencananya untuk pergi menemui Organisasi Bulan Gelap. Dia belum tahu di mana tempatnya, berharap gadis itu bisa memberi tahu.


“Organisasi Bulan Gelap? Itu tidak begitu jauh dari tempat ini. Mereka juga cukup mudah untuk ditemui. Namun … mereka pasti akan merampok banyak uang darimu. Kau harus berhati-hati.”


Itu masalah sepele bagi Qing Yue’er. Karena dia tidak memiliki uang. Jadi untuk apa dia harus berhati-hati?


Dia tertawa. “Ayo beri tahu aku lokasinya.”


Zi Xian dengan mudah memberi tahu di mana lokasi Organisasi Bulan Gelap beroperasi. Setelah mengetahui itu, Qing Yue’er segera memanggil Mo Jingtian dan bersiap untuk berangkat.


“Tunggu dulu. Kalian tidak ingin membawaku juga?” Zi Xian bertanya dengan sebal.


“Tidak. Tolong sampaikan terima kasihku pada para penatua. Aku harap setelah ini Benua Tongxuan tetap aman.”


“Kau mengatakan semua ini. Apa itu artinya kau akan meninggalkan Benua Tongxuan?”


Qing Yue’er tidak membalas pertanyaan itu. Dia hanya memeluk Zi Xian sebelum akhirnya pergi bersama Mo Jingtian.


Zi Xian merasa sedih melihat sosok temannya yang menghilang di langit. Dia menghela napas. “Jenius selalu memiliki jalan yang berbeda. Semoga dia baik-baik saja di mana pun dia berada.”