
Qing Yue'er tidak peduli lagi dengan Xie Linxi. Dia pergi ke Rumah Shui seperti yang diberi tahu oleh remaja sebelumnya. Dia yakin Xie Linxi tahu tujuannya dan akan segera menyusulnya. Sekarang dia hanya perlu melihat apakah ada bawahan klan Liu yang menunggunya atau tidak.
Qing Yue'er yang sebelumnya menyembunyikan diri di udara kosong, sekarang muncul lagi. Saat ini dia sudah tiba di depan sebuah penginapan besar. Tentu saja ini berbeda dengan penginapan yang ada di benua Tongxuan.
Rumah Shui dibangun dengan formasi roh yang sangat rumit. Qing Yue'er benar-benar takjub melihatnya. Siapa pun yang sudah membangun formasi itu pastilah seorang spiritualis dunia yang sangat kuat. Jika diberi kesempatan maka Qing Yue'er ingin belajar juga.
Sementara dia sedang mengamati tiba-tiba dia melihat dua bawahan klan Liu yang sudah menunggunya. Dia langsung menghampiri mereka dan menariknya menjauh. Koneksi trisulanya membuat kedua orang itu tetap mengenalnya meskipun penampilannya berubah. Jadi, mereka tidak terlihat kaget.
“Bagaimana? Apa kalian mendapatkan informasi?” tanya Qing Yue'er setelah mencari tempat yang lebih tersembunyi.
“Ya. Awalnya kepala klan memang ingin menyerang Pulau Langit milik klan Xie besok malam. Namun, karena kejadian mendadak yang membuat Pulau Langit klan Liu hilang jadi mereka mengubah rencananya,” ucap bawahan itu.
“Rencana apa itu?” tanya Qing Yue'er.
“Kami belum mengetahuinya secara pasti, tapi beberapa kelompok pasukan sudah mulai dipersiapkan.”
Qing Yue'er menyipitkan matanya. Sepertinya klan Liu ini sudah bersiap-siap untuk melakukan serangan. Ini bukan hal yang baik. Meskipun dia belum tahu target serangan klan Liu, tapi dia harus berbuat sesuatu. Setidaknya dia harus melenyapkan pasukan itu untuk pencegahan.
Dia menggosok hidungnya beberapa kali. “Bawa aku ke sana,” katanya.
Kedua bawahan itu langsung saling menatap. “Bukankah ini berbahaya?”
“Tidak. Bawa aku melihat kelompok pasukan itu. Aku tidak akan melibatkan kalian,” ucap Qing Yue'er dengan yakin. Dia akan melakukannya sendiri dan tidak akan merepotkan siapa pun.
“Baik.” Akhinya kedua bawahan itu menyetujuinya. Mereka baru saja akan pergi ketika Xie Linxi menemukan keberadaan Qing Yue'er.
“Tunggu!” seru Xie Linxi.
Qing Yue'er menatap wanita yang bergerak ke arahnya itu dengan malas. “Apa lagi?”
Xie Linxi menatap kedua bawahan klan Liu yang menunduk. Dia bisa mengetahui asal mereka jika dilihat dari pakaian seragamnya yang berwarna abu-abu. Tatapannya berakhir curiga saat jatuh pada Qing Yue'er. Kenapa bawahan klan Liu berbicara dengan hormat pada Qing Yue'er?
Dia sudah lama tinggal di klan Xie dan sudah beberapa kali menemukan seorang mata-mata atau pengkhianat. Dan tingkah laku Qing Yue'er ini sama seperti mereka, diam-diam menemui klan Liu. Dia menjadi semakin yakin dengan kecurigaannya sendiri.
“Katakan dengan jujur, apa kamu seseorang yang dikirim oleh klan Liu untuk mengawasi kami?!” seru Xie Linxi dengan waspada. Cahaya terang sudah menyelimuti tangannya, bersiap untuk menyerang Qing Yue'er sewaktu-waktu.
Kedua bawahan klan Liu langsung bergerak menghalangi Qing Yue'er dari Xie Linxi. Mereka siap untuk bertempur melawan wanita itu tanpa harus disuruh oleh Qing Yue'er.
Melihat hal ini membuat Xie Linxi semakin yakin. Meskipun ayahnya mengatakan agar tidak melakukan apa pun pada Qing Yue'er, tapi dia tidak bisa berjanji. Jika gadis itu memang musuh maka dia akan segera membunuhnya.
“Hmm!” Xie Linxi mendengus. “Bagus. Kalau memang begitu maka aku akan melumpuhkanmu sekarang!”
Whoosshh!
Kilatan cahaya langsung melesat cepat ke arah Qing Yue'er. Namun, kedua bawahan klan Liu segera menghadapinya. Dengan cepat serangan cahaya itu langsung menghilang.
“Pulanglah. Katakan pada ayahmu untuk memperketat penjagaan. Aku akan kembali malam ini,” ucap Qing Yue'er dengan serius. Tanpa menunggu reaksi Xie Linxi dia dan bawahan klan Liu langsung menghilang ke dalam udara kosong. Itu benar-benar membuat Xie Linxi merasa semakin marah.
“Sial! Jika kamu berani maka hadapi aku!” teriak Xie Linxi penuh dengan amarah.
“Jangan jadi pengecut! Aku akan membunuhmu!”
Namun, teriakannya hanya berakhir menjadi kesunyian. Qing Yue'er sudah benar-benar pergi dan dia tidak bisa mendeteksi jejaknya sama sekali. Sehebat apa gadis itu hingga bisa pergi dengan mudah dari hadapannya?
Xie Linxi mendengus dingin. Dia harus segera pulang dan memberi tahu masalah ini pada ayahnya. Kepala istana juga harus tahu tentang niat tersembunyi Qing Yue'er. Dia tidak tahu kenapa mereka begitu menghargai gadis itu, tapi setelah ini dia yakin Qing Yue'er tidak akan bisa datang lagi ke klan Xie.
Dengan cepat dia langsung melesat kembali ke istana Tianjun. Setelah itu dia langsung bergerak menemui ayahnya. Kebetulan pria tua itu tidak begitu sibuk jadi dia langsung berbicara.
“Ayah! Ini tidak baik! Gadis itu benar-benar busuk!” seru Xue Linxi tanpa memberi salam terlebih dahulu.
Xie Yang langsung mengangkat alisnya setelah mendengar ucapan putrinya. “Apa maksudmu?”
“Barusan gadis busuk itu pergi dengan bawahan klan Liu. Bukan seperti mereka ingin berbuat jahat padanya, tapi mereka justru menunduk hormat pada Qing Yue'er. Apa-apaan ini? Sudah jelas gadis itu pasti mata-mata klan Liu!” Xie Linxi menumpahkan semuanya dalam sekali jalan. Dia memang seperti itu, selalu menggebu-gebu.
Xie Yang terkejut mendengar penuturan ini. Qing Yue'er pergi menemui bawahan klan liu? Untuk apa? Gadis itu adalah putri satu-satunya Xie Ying Fei. Rasanya tidak mungkin jika akan melakukan pengkhianatan. Kalau begitu untuk apa dia menemui orang-orang klan Liu?
“Kamu tidak mendengar apa yang mereka katakan?” tanya Xie Yang.
“Kalau begitu di mana dia sekarang?”
“Bagaimana aku tahu? Dia pergi bersama orang-orang Liu, ke mana lagi dia bisa pergi? Paling-paling mengunjungi klan busuk itu,” ejek Xie Linxi. Dia pikir ayahnya akan menjadi marah, tapi dia malah melihat raut kecemasan di wajah tuanya. Kenapa ayahnya tidak marah mendengar ada seorang mata-mata?
“Apa dia memberikan pesan padamu?” tanya Xie Yang dengan cemas.
“Ya. Dia memintaku agar memberi tahu padamu untuk memperketat penjagaan. Dan dia mengatakan akan pulang malam ini. Omong kosong, bagaimana dia masih berpikir untuk kembali? Semua orang hanya akan mencincangnya jika dia kembali ke sini.”
Xie Yang semakin mengerutkan keningnya. Perasaannya sedikit bingung. Mungkinkah Qing Yue'er mengetahui sesuatu sehingga memintanya agar memperketat penjagaan? Hal apa yang mungkin gadis itu ketahui? Dan apa yang akan gadis itu lakukan di klan Liu?
Tidak benar. Dia harus membicarakan masalah ini dengan Xie Song. Jangan sampai hal yang buruk terjadi pada Qing Yue'er.
“Ayah! Ke mana Ayah pergi?!” tanya Xie Linxi setelah melihat ayahnya yang bergegas keluar dari ruangan.
“Jangan pedulikan aku. Kamu hanya perlu duduk dan menjadi anak yang baik,” ucap Xie Yang sebelum benar-benar menghilang. Dia akan membicarakan masalah ini dengan Xie Song.
***
Sementara itu Qing Yue'er dengan cepat tiba sebelum istana Shenghuo. Saat ini hari sudah gelap, matahari sebentar lagi akan tenggelam. Ini benar-benar waktu yang baik. Malam adalah saat yang tepat untuk mulai beraksi.
“Di mana pasukan itu berada? Mereka tidak akan pergi malam ini, 'kan?” tanya Qing Yue'er dari luar istana. Dia berhenti untuk mengamati keadaan di sekitar istana besar berwarna abu-abu itu.
“Kami tidak mengetahuinya secara pasti,” ucap bawahan itu sambil menunduk.
Qing Yue'er menatap kedua orang itu dengan mata berkilat. “Kalau begitu dapatkan informasi lagi untukku. Tetap berhati-hati, jangan biarkan orang lain mencurigai kalian,” perintah Qing Yue'er dengan tegas.
Kedua orang itu langsung mengangguk dan memenuhi perintah Qing Yue'er. Mereka langsung pergi memasuki istana Shenghuo tanpa mengalami pencegatan di gerbangnya.
Qing Yue'er sendiri tidak hanya diam. Apa yang akan dia lakukan adalah melenyapkan beberapa kelompok orang. Jadi, dia tidak akan bekerja sendirian. Sosoknya menghilang memasuki dimensi. Di sana dia langsung keluar dari gua dan pergi menemui peliharaannya.
“Apa kau membutuhkan bantuanku?” tanya Ying Jun yang dibalas gelengan oleh Qing Yue'er.
“Kamu masih belum perlu pergi keluar. Tingkatkan saja kekuatanmu lebih banyak.” Qing Yue'er berkata sambil berlalu pergi. Langkahnya berhenti di depan sarang lebah beracun. Kemudian dia memeriksa mereka dengan hati-hati.
“Kalian sudah lama menganggur bukan? Sebentar lagi kalian harus bekerja agar tidak menjadi lumpuh,” ucap Qing Yue'er dengan sedikit nada ancaman. Senyum lebar yang lebih terlihat seperti seringaian justru membuatnya terlihat menakutkan.
Lebah-lebah itu langsung berdengung dengan takut-takut. Mereka mengerti maksud Qing Yue'er dan tidak berani menolaknya. Ratu lebah itu pun berkata, “Kami akan berusaha.”
“Bagus. Jika saatnya tiba, aku akan memanggil kalian.” Qing Yue'er berkata sambil berjalan pergi.
***
Di dalam istana Shenghuo, kedua orang yang berada di bawah kendali Qing Yue'er bergerak menuju ruang bawah tanah. Mereka melakukannya dengan sangat normal. Namun, ketika mereka sudah berada di depan pintu yang mengarah ke ruang bawah tanah, seseorang tiba-tiba menghentikan langkah mereka.
“Apa yang kalian lakukan di sini?!” tanya Liu San dari belakang.
Dua orang yang ternyata bernama Liu Qi dan Liu Ba langsung berhenti. Mereka beralih menatap orang yang mengetahui keberadaan mereka. “Kami akan memeriksa apakah Xiao Jiu ada di sana atau tidak.”
Liu San menatap Liu Qi dan Liu Ba dengan mata menyipit. “Jiu seharusnya bersama dengan kalian menjaga gerbang dunia bawah yang terbuka. Ini belum sampai tengah malam dan gerbang itu seharusnya belum tertutup!”
Liu Qi dan Liu Ba saling melirik seperti sedang mengomunikasikan sesuatu. Kemudian mereka melirik sekilas untuk melihat apakah ada orang lain di sekitar. Setelah dipastikan aman mereka langsung melepaskan serangan ke arah Liu San.
Whoossh!
Namun, Liu San yang merasa curiga sudah bersiap sejak awal. Dia langsung bergerak menghindari serangan itu. Selama itu juga dia menyiapkan tangannya dan mulai melepaskan serangan balik yang jauh lebih kuat.
Whooss!
Baanngg!
Suara ledakan keras bergema di lorong yang sepi itu. Liu Qi dan Liu Ba terlempar ke belakang hingga menghantam dinding bangunan.
Liu San tidak membiarkan ini berlalu begitu saja. Dia melemparkan beberapa serangan lagi yang membuat Liu Qi dan Liu Ba kewalahan. Setelah itu, Liu San bergerak cepat mengunci tubuh Liu Qi dan Liu Ba hingga mereka tidak bisa melakukan perlawanan lagi.
“Kalian tahu klan Liu tidak akan membiarkan siapa pun berkhianat! Aku akan membawa kalian pada kakak Liu Yi dan jangan berharap akan pengampunan!” ucap Liu San dengan amarah yang tertahan. Tidak peduli apakah mereka kerabat atau bukan, hukuman akan tetap berlaku pada seorang pengkhianat.