
Qing Yue'er merasakan sesuatu yang dipijakinya menjadi semakin bergoncang. Beberapa kali dia hendak terjatuh tapi dengan gesit dia langsung menyeimbangkan tubuhnya. Dia melihat batas antara padang rumput dengan tanah yang menjadi berbeda. Sesuatu yang menyerupai padang rumput itu bergerak menjadi semakin naik.
Perasaannya menjadi cemas saat dia mulai memahami sesuatu. Apa yang mereka injak ini semakin meninggi. Dia bisa melihat keberadaannya yang semakin tinggi meninggalkan tanah hutan. Surga, benda apa ini?
Jing Ling yang merasa kacau dengan rasa ingin tahunya pun membalikkan tubuh. Wajahnya langsung memucat ketika melihat apa yang ada di kejauhan. "Ba ... bagaimana ada hal seperti ini?" Suaranya terdengar gemetaran. Dia sudah diselimuti oleh ketakutan dan keterkejutan.
Qing Yue'er ikut menoleh ke belakang. Dia melihat sebuah mata yang begitu besar sedang melihat ke arah mereka. Mata itu memiliki kelopak yang ditutupi oleh rumput hijau. Ukurannya begitu besar, mungkin seukuran tiga kepala manusia. Bola matanya memiliki warna ungu gelap. Itu benar-benar menakutkan untuk dibayangkan.
Qing Yue'er menarik ketiga orang lainnya untuk melompat menuju tanah cokelat di bawah sana. Jika mereka tidak melompat sekarang maka mereka akan tetap berada di atas tubuh makhluk besar itu yang masih tumbuh semakin menjulang.
Jing Ling langsung menjerit ketika merasakan tubuhnya terjun dengan bebas. Dia berpegangan dengan erat pada tangan Qing Yue'er dan Ming Yuxia. Karena kemampuan terbangnya masih tidak bisa digunakan dia hanya bisa pasrah dan membiarkan tubuhnya terjun bersama dengan ketiga temannya.
Qing Yue'er membuat jaring-jaring di tanah menggunakan kekuatan rohnya. Kemudian mereka semua jatuh tepat pada jaring-jaring itu yang membuat tubuh mereka tetap aman. "Cepat pergi!" Mereka segera bangkit dan dengan susah payah bergerak untuk menjauh tanpa menoleh ke belakang.
Boomm!
Namun, tiba-tiba sebuah pilar yang ditutupi oleh rumput jatuh menghalangi jalan mereka. Pilar itu memiliki bagian bawah yang kecil, semakin naik maka itu terlihat semakin besar. Tanah sempat bergetar ketika pilar itu menghentak dengan keras.
Qing Yue'er melihat ke atas sampai akhirnya dia melihat semuanya dengan sempurna. Itu bukan sebuah pilar, melainkan salah satu bagian dari monster yang baru saja bangkit. Itu mungkin sebuah kaki, tetapi lebih terlihat seperti tentakel. Ya, itu karena makhluk itu memiliki banyak kaki seperti tentakel yang sudah dipenuhi dengan rumput hijau.
Hatinya menjadi bergetar. Makhluk itu begitu besar dan diselimuti oleh lautan rumput hijau. Dia tidak bisa memastikan bentuknya karena itu terlalu besar. Namun, itu mungkin terlihat seperti sebuah gurita! Apa-apaan ini? Bagaimana mungkin ada monster berbentuk seperti itu? Kalaupun itu adalah gurita, kenapa dia ada di sini bukannya di laut?
"Apa kita akan berakhir di sini? Seharusnya kita tidak datang ke tempat ini," ucap Jing Ling dengan wajah yang semakin pucat. Keringat dingin sudah menetes di punggungnya.
"Kita harus bisa melarikan diri, bagaimanapun caranya. Apa kita tidak bisa menggunakan hewan roh kita?"
"Apa kamu pikir ularmu itu bisa mengahadapinya? Jangan bermimpi di siang hari," ucap Jing Ling yang semakin putus asa.
Qing Yue'er tidak memperhatikan percakapan orang lain. Saat ini dia sedang sibuk untuk menghubungi Mo Jingtian, tapi dia sudah memanggil berkali-kali dan tidak ada tanggapan apa pun. Dia juga memanggil Ying Jun dan Jinlong, tapi hasilnya sama saja.
"Bagaimana ini?" Qing Yue'er bergumam. Kekuatan monster itu sepertinya telah menghambat komunikasinya. Lalu apa yang harus dilakukan sekarang?
"Tidak ada cara lain. Lari! Ikuti aku!" Qing Yue'er berteriak dan memerintah pada temannya. Kemudian dia mulai berlari menuju hutan. Orang yang lain pun mengikutinya. Namun, tetap saja ke mana pun mereka berlari, kaki monster itu selalu menghalangi jalan mereka.
Kaki monster itu berkali-kali ingin menghancurkan mereka. Jika mereka tidak memilih arah yang tepat maka mereka akan diinjak menjadi pasta daging. Itu benar-benar hal yang menakutkan. Setiap kali kaki itu menghantam tanah maka tanah pun akan bergetar dengan keras.
Getaran dari monster itu telah mencuri perhatian orang lain. Mereka tidak tahu lagi apa yang terjadi. Apa ada makhluk besar lain yang muncul? Apa mungkin itu binatang illahi lain yang lebih kuat dari naga?
"Haruskah kita mencari tahu?" tanya seseorang pada rekannya.
"Benar, siapa yang tahu kalau itu adalah seekor binatang illahi yang lain," balas rekan lainnya.
"Tu ... tunggu dulu! Lihat! Apa itu?"
Semua orang langsung mengangkat kepalanya untuk melihat ke arah di mana orang itu menunjuk. Pada saat itulah mereka melihat sesuatu yang membuat bulu kuduk mereka berdiri. Seketika mereka langsung terdiam. Bahkan niat untuk mencari tahu pun langsung diurungkan.
Itu bukan binatang illahi seperti yang mereka pikirkan. Lebih tepatnya adalah monster besar yang begitu abstrak. Monster yang memiliki penampilan aneh dan akan membuat siapa pun ingin menjauh.
"Gggrrr!" Monster itu menggeram dengan keras. Pada saat itulah mulutnya yang sejak tadi tertutup akhirnya terbuka dengan lebar, menunjukkan taring-taringnya yang begitu tajam.
Orang yang melihat ini bukan hanya satu atau dua kelompok, melainkan begitu banyak orang mulai menyadarinya. Mereka langsung bergerak menjauh dari keberadaan monster untuk melarikan diri.
Semua orang mulai bergerak menjauh dari sisi timur dan menuju ke sisi barat yang berlawanan. Mereka semua tentunya bergerak dengan hati-hati agar monster yang begitu tinggi itu tidak mengalihkan perhatiannya pada mereka.
Jika diperhatikan dari jauh maka monster itu seperti sedang menghadapi sesuatu. Namun, tidak ada yang tahu apa itu. Jika itu adalah murid dari akademi maka itu pasti sebuah kesialan yang mengerikan. Mereka hanya diam-diam ikut prihatin jika memang ada seseorang yang berada di sekitar monster tersebut.
Di sisi lain Qing Yue'er bahkan tidak mengharapkan apa pun selain mengandalkan kekuatannya sendiri. Dia memahami sifat kebanyakan manusia. Karena tinggi monster begitu menjulang maka murid-murid lain pasti sudah melihat monster besar itu. Dia dapat menebak apa yang semua orang lain lakukan, yaitu melarikan diri.
Pada dasarnya kebanyakan orang akan menjauhi hal-hal yang menakutkan dan sebaliknya mendekati hal-hal yang menguntungkan. Seperti ketika sebuah naga muncul maka semua orang akan sangat antusias. Namun, begitu monster ini muncul siapa yang akan peduli? Semua orang hanya berbondong-bondong untuk menyelamatkan diri. Ini adalah hal yang manusiawi.
Qing Yue'er dan teman-temannya masih berusaha untuk melarikan diri. Namun, Qing Yue'er yang menjadi pemimpin tidak melangkah dengan sembarangan. Sesekali dia akan melihat ke atas agar dapat melihat ke mana kaki monster akan mendarat. Jangan sampai pendaratan monster akan menjadi tempat di mana dia melangkah. Jika itu terjadi maka dia hanya akan membawa temannya menemui sebuah kehancuran.
***
Jangan lupa vote, like dan komen ya.