
Sementara klan Xie sibuk untuk mempersiapkan penyerangan dan mematangkan strategi, Qing Yue'er masih berada di dimensi pohon pinus. Sekarang dia di sana sendirian untuk mencoba menyempurnakan bunga pohon pinus. Kakeknya membiarkannya untuk menerobos di sana.
Bunga pinus itu memiki esensi spiritual yang sangat kuat. Ini benar-benar sebuah keberuntungan untuk Qing Yue'er. Setelah mencoba menyempurnakan harta itu selama beberapa saat akhirnya dia merasa dantiannya menjadi penuh.
Qing Yue'er menarik napasnya dalam-dalam. Dengan kekuatan penuh dia mendobrak penghalang dari level 2 alam surgawi. Ternyata dia tidak menemukan kesulitan, sebaliknya justru mendapat kesempatan untuk menembus satu tingkat lagi.
Tanpa merasa ragu Qing Yue'er segera melakukan upaya sekali lagi. Tak selang lama, dengan tubuh yang bergetar akhinya bunyi ledakan sekali lagi terdengar di kepalanya. Aura yang terpancar dari tubuhnya pun berubah sekali lagi menjadi lebih kuat.
Qing Yue'er membuka matanya dengan kilatan tajam. Akhirnya dia berhasil meningkatkan kekuatannya dua tingkat. Saat ini dia berada di level 3 alam surgawi. Meskipun dia tidak sekuat para tetua di klan tetapi untuk ukuran gadis seumurannya tentu saja dia adalah jenius yang tidak bisa dipungkiri.
Dengan perlahan dia berdiri lalu berjalan mendekati pinus raksasa. Kedua matanya hanya bisa mengamati pohon itu dengan teliti. Bagaimana dia bisa menggunakan pinus itu? Tidak ada petunjuk apa pun yang dia temukan.
Qing Yue'er mengembuskan napas lalu beranjak pergi. Dia tidak bisa terlalu lama tinggal di sana. Sudah saatnya dia harus berangkat. Kakinya melewati ambang pintu dan sekarang dia sudah sampai lagi di tempat peristirahatan leluhur. Dia sedikit membungkuk pada plakat leluhur untuk penghormatan lalu berjalan keluar ruangan.
Ketika Qing Yue'er kembali matahari sudah condong ke barat. Rupanya cukup lama juga dia menghabiskan waktu untuk menerobos. Namun, ini adalah hal yang sepadan untuknya.
***
Saat ini Xie Song bersama dengan beberapa petinggi istana Tianjun sedang menunggu Qing Yue'er. Mereka tidak tahu sampai kapan gadis itu akan keluar. Semoga saja tidak akan sampai matahari tenggelam.
“Kakak Pertama, apa kamu benar-benar sudah yakin?” tanya Xie Mao yang masih meragukan rencana mereka.
“Xie Mao, kamu sudah dipukul oleh phoenix itu. Apa kamu masih ingin membuat masalah?” tanya Xie Song dengan nada yang cemberut. Dia masih merasa tidak habis pikir pada pria itu.
Xie Mao akhinya menjadi diam. Sebenarnya dia juga tidak mau jika harus diberi pelajaran oleh gadis itu. Namun, mulutnya itu sering kali sulit untuk dihentikan. Mungkin dia memiliki kelainan pada ototnya.
Pada saat dia ingin membuka mulutnya untuk melakukan protes lagi tiba-tiba dia merasakan seseorang yang sedang bergerak medekat ke ruangan ini. Secara refleks dia menoleh ketika seorang gadis berjalan masuk ke dalam ruangan.
Xie Mao sedikit tertegun. Kenapa aura gadis itu terlihat berbeda? Tidak. Bukannya berbeda, lebih tepatnya menjadi beberapa tingkat lebih kuat dari sebelumnya. Apakah gadis itu baru menerobos dua tingkat? Bukankah itu terlalu cepat?
Bukan hanya Xie Mao yang merasa terkejut, Xie Song dan beberapa orang lainnya juga merasakan hal yang sama. Xie Song sendiri tidak menyangka kalau Qing Yue'er akan bisa menerobos dua tingkat berkat bunga pohon pinus. Apakah itu karena esensi spiritualnya yang terlalu besar atau karena Qing Yue'er yang memiliki kecepatan di atas normal?
Qing Yue'er tidak memedulikan tatapan mereka yang seperti baru pertama kali melihatnya. Saat ini dia lebih peduli pada kakeknya. Pria itu mengenakan baju armor berwarna perak yang terlihat sangat mengagumkan. Siapa pun yang melihat pasti akan langsung merasakan semangat pertempuran yang meningkat.
Qing Yue'er langsung terkagum-kagum melihat kakeknya yang seperti ini. Dia merasa kakeknya ini menjadi jauh lebih kuat dan lebih muda dari penampilan biasanya. Decakan kagum pun langsung keluar dari mulutnya.
“Luar biasa. Kakek benar-benar luar biasa,” puji Qing Yue'er dengan jujur.
Xie Song tertawa terbahak-bahak. “Gadis, kamu juga luar biasa, tapi kamu pasti akan lebih terpana jika melihat pahlawan wanita kali ini.” Xie Song berkata sambil menyilangkan tangannya dengan bangga. Kemudian tatapannya beralih ke arah belakang Qing Yue'er. “Lihat, dia datang.”
Qing Yue'er secara refleks berbalik. Dia ingin tahu siapa pahlawan wanita yang dimaksud oleh kakeknya. Setelah melihat siapa wanita itu, dia langsung tertegun. Sesaat dia hanya bisa menahan napasnya.
Seorang wanita dengan anggunnya melangkah mendekat. Dia mengenakan pakaian yang dilapisi dengan baju armor seperti kakeknya. Di tangan kanannya terdapat sebuah pedang dengan pola bunga peony di bagian gagangnya.
Rambutnya yang panjang diikat dengan cara paling sederhana. Meskipun tidak menggunakan riasan wajah, kecantikannya yang alami benar-benar harus diakui. Usianya mungkin tidak semuda Qing Yue'er, tapi percayalah dia tidak kalah cantik dari gadis itu.
“Ibu,” gumam Qing Yue'er. Dia terpesona dengan penampilan ibunya yang tidak biasa. Benar saja, ibunya itu terlihat seperti pahlawan wanita yang sebenarnya. Udara di sekitarnya sama sekali tidak bisa dibohongi.
Diam-diam Qing Yue'er mengangguk. Pantas saja ayahnya yang merupakan seorang dewa bisa jatuh cinta pada manusia seperti ibunya. Selain karena sikapnya yang baik, ibunya itu juga memiliki kecantikan yang luar biasa. Mereka pasti pasangan yang sangat serasi.
“Apa kamu sudah siap sekarang?” tanya Xie Ying Fei pada putrinya. Sejujurnya dia terkejut dengan kemajuan Qing Yue'er. Hanya berpisah beberapa jam saja tapi gadis itu sudah maju dua tingkat. Meskipun begitu, dia tidak menunjukkan ekspresi keterkejutannya.
Qing Yue'er mengangguk dengan semangat. “Tentu saja!”
Xie Ying Fei tersenyum. Kemudian dia menatap Qing Yue'er dengan serius. Kali ini dia mungkin akan pergi habis-habisan. Dia tidak tahu apakah dia bisa kembali dengan selamat atau tidak. Jadi, dia ingin mengucapkan beberapa patah kata pada anak satu-satunya itu.
“Yue'er, apa kau tahu ini adalah tindakan yang berisiko?” tanya Xie Ying Fei.
“Aku tahu, tapi ini adalah sesuatu yang harus tetap dilakukan,” jawab Qing Yue'er.
“Ibu, tidak akan ada hal buruk yang terjadi. Semuanya akan baik-baik saja. Kita semua akan pulang dengan kemenangan di tangan.” Qing Yue'er berkata dengan keyakinan penuh. Tentu saja dia selalu percaya diri.
Xie Ying Fei tersenyum. “Kamu benar-benar seyakin itu. Bagus, jika apa yang kamu katakan adalah kebenaran maka aku akan membiarkanmu melihat seperti apa penampilan ayahmu.”
Qing Yue'er langsung mengangguk dengan semangat. Dia menjadi semakin bertekad untuk segera melakukan penyerangan dan kembali dengan kemenangan. “Kalau begitu tunggu apa lagi?”
Xie Song menepuk pundak Qing Yue'er. “Kita pergi sekarang. Pasukan istana Tianjun sudah menunggu di luar.”
Akhirnya mereka bergerak keluar istana. Setibanya di luar sudah ada ratusan pasukan berseragam putih yang berbaris dengan rapi. Masing-masing dari mereka memegang senjata yang sangat beragam. Namun, tentunya itu adalah senjata kelas menengah ke atas.
Jumlah pasukan yang disiapkan memang tidak mencapai angka seribu. Namun, Qing Yue'er bisa melihat kekuatan mereka yang kuat dan kompak. Sebagian dari mereka berada di level 3 alam surgawi, sebagiannya lagi berada di level 4 yang bahkan lebih kuat dari Qing Yue'er.
Ini benar-benar membuat Qing Yue'er harus berdecak kagum. Ini adalah pertama kalinya dia melihat pasukan yang luar biasa seperti ini. Bahkan, ketika dia melenyapkan pasukan klan Liu kemarin, kekuatan mereka tidak setinggi ini. Meskipun dia juga tahu kalau pasukan klan Liu juga pasti tidak akan sebatas itu.
Berdiri di depan mereka semua membuat Qing Yue'er merasa semakin bersemangat. Dia akan berusaha sekeras yang dia mampu karena dia tidak ingin membawa ratusan orang ini ke dalam jurang kematian. Apa pun yang terjadi nanti, dia akan meminimalisir angka kematian pada pasukan istana Tianjun.
Pasukan yang melihat kedatangan Xie Song langsung memberikan penghormatan mereka secara kompak. Mereka juga takjub dengan penampilan setiap orang yang tampak berbeda dari biasanya, terutama Xie Ying Fei. Meskipun begitu mereka lebih penasaran dengan Qing Yue'er yang bisa berdiri sejajar dengan petinggi-petinggi istana.
Mereka masih belum tahu siapa Qing Yue'er yang sebenarnya. Mereka malah mendengar mengenai pengkhianatannya terhadap klan Xie kemarin malam. Namun, jika gadis itu memang melakukan pengkhianatan kenapa malah diperlakukan dengan baik oleh kepala istana?
“Semuanya, dengarkan aku! Selama bertahun-tahun klan Liu membuat kita semua menderita. Hari ini adalah hari di mana kita pergi dengan tujuan untuk mengakhirinya! Jadi, berjuanglah! Kalian tentu saja tidak ingin klan Xie terus dikejar-kejar oleh klan Liu bukan?!” Xie Song berbicara dengan keras. Aura kepemimpinannya langsung terpancar dari sosok tangguhnya.
“Berjuang! Kalahkan klan Liu!” Seluruh pasukan langsung berseru dengan kompak.
Qing Yue'er menatap semua orang dengan tenang. “Apakah ada dari kalian yang ingin mundur? Kalian mungkin akan mati nanti. Aku tidak ingin mendengar penyesalan dari mulut seseorang,” ucapnya dengan santai.
Pasukan itu tidak langsung merespons pertanyaan Qing Yue'er. Mereka tidak menyangka kalau gadis yang masih terlihat asing itu akan mengatakan hal seperti ini pada seluruh pasukan. Hal itu membuat mereka saling melirik untuk meminta pendapat satu sama lain.
“Aku akan berjuang demi kehormatan klan Xie!” Seseorang dari salah satu barisan pasukan tiba-tiba berteriak dari tempat yang tidak diketahui.
Mendengar teriakan itu membuat satu persatu mulai meneriakkan hal yang sama. Pada akhirnya tidak ada seorang pun yang mundur. Mereka semua tetap akan berjuang dengan gigih.
Qing Yue'er tersenyum puas. “Bagus.”
“Kalian pergi demi klan Xie. Kemudian kembalilah nanti dengan kemenangan untuk klan ini,” ucap Xie Song yang langsung dibalas dengan kesediaan para pasukan.
Kemudian Xie Song melambaikan lengannya pada Xie Yang. Pada saat itulah bunyi dengungan langsung terdengar di telinga setiap orang. Seketika pasukan klan Xie mulai menghilang dari halaman istana. Mereka mulai bergerak menuju istana Shenghuo untuk penyerangan habis-habisan.
“Xie Yang, jaga istana Tianjun selama kami pergi. Jangan lengah pada keamanannya,” ucap Xie Song sambil menepuk pundak Xie Yang.
“Tentu, parcayalah padaku,” jawab Xie Yang. Dia pikir Xie Song tidak akan pergi secara langsung, tetapi setelah perdebatan singkat orang tua itu tetap bersikeras. Jadi sekarang dia tidak akan menahannya lagi.
Xie Song mengangguk. Tanpa mengatakan apa-apa lagi dia pun akhirnya berangkat menuju klan Liu. Dia dan beberapa petinggi istana mulai pergi satu persatu. Sementara itu Qing Yue'er menunggu sampai ibunya pergi. Setelah itu barulah dia mulai menyusul.
***
Di dalam istana Shenghuo, seseorang tiba-tiba berlari dengan cepat dan jatuh berlutut di depan Liu Junlai. Tindakannya yang mendadak langsung menarik perhatian orang lain.
“Tuan, ini berita darurat!”
“Ada apa? Kenapa kamu begitu terburu-buru?” tanya Liu Junlai, kedua alisnya saling bertaut dalam.
“Ini klan Xie! Mereka mengerahkan pasukan yang jumlahnya tidak sedikit untuk menyerang istana Shenghuo!”
“Apa?!” Liu Junlai sontak berdiri. Dia menatap bawahan itu dengan mata yang menakutkan. “Klan Xie menyerang istana ini?”
Bawahan itu langsung mengangguk dengan takut. Kemudian dia melihat Liu Junlai yang menyipitkan matanya sambil berkata, “Tidak baik. Aku harus memberitahu masalah ini pada paman!”