Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Memberi Makan Taotie


Tang Huanyu kembali ke kediamannya. Dia duduk di tengah ruangan dengan beberapa pedang tergeletak di meja. Tangannya membelai pedang-pedang itu dengan lembut. Setelah beberapa saat matanya menajam ketika dia memandang ke kejauhan.


"Xiao San, pergi selidiki bocah itu," ucapnya dengan penuh penekanan.


Sebuah bayangan hitam bergerak cepat untuk keluar dari ruangan. Kemudian sebuah suara pria bergema di ruangan yang luas itu. "Baik."


Tang Huanyu memutar pedang di tangannya selama beberapa kali dan tiba-tiba dia meluncurkan pedangnya ke dinding dengan kecepatan kilat. Bunyi ledakan kecil terdengar di telinganya. Dinding yang awalnya masih kokoh langsung retak begitu saja.


"Hahaha! Kamu juga akan berakhir seperti itu!" Tawa yang menyeramkan keluar dari mulutnya dan bergema di seluruh ruangan.


***


Qing Yue'er mengamati jepit rambut perak yang ada di tangannya. Matanya ditajamkan untuk memeriksa lebih lanjut. Hal ini sudah dilakukan selama berkali-kali, namun dia masih tidak menemukan sesuatu yang lebih spesial selain bahan yang digunakan.


"Sampai kapan kamu akan terus-terusan memandangi hal bodoh itu?" Taotie yang berada tidak jauh darinya akhirnya merasa jengah melihat kelakuannya.


Sedangkan Ying Jun? Dia sudah lama pergi meninggalkan Qing Yue'er. Burung itu lebih memilih berkultivasi dari pada harus menemani gadis yang yang kurang perkejaan sepertinya.


"Lupakan saja. Sepertinya aku yang berlebihan mengenai jepit rambut ini." Qing Yue'er menghela napas berat sebelum kakinya mulai beranjak pergi.


"Aish! Tuan, apa kamu tidak akan memberiku makanan?" tutur Taotie dengan nada yang menyedihkan.


Qing Yue'er memutar bola matanya dengan malas. Sepertinya sekarang dia harus sering memberi makan Taotie. Tapi dari mana dia bisa mendapatkan banyak makanan?


Jatah makanan yang dia dapatkan dari akademi bahkan hanya dua piring dalam sehari. Untuk Taotie, itu tidak akan bisa mengisi celah-celah giginya. Dan di lautan salju ini, dia belum pernah menemukan apa pun yang dapat dimakan.


Tapi itu belum tentu benar. Dia belum menjelajah seluruh tempat bersalju ini. Mungkin dia bisa menemukan sesuatu yang dapat dimakan. Hanya saja setelah dipikirkan baik-baik, sepertinya Taotie akan memakan apa saja biarpun itu bukan makanan. Benar bukan?


Qing Yue'er tertawa terbahak-bahak ketika memikirkannya. Siapa bilang tidak ada sesuatu yang bisa dimakan Taotie, dia bisa memberikan apa saja yang dia miliki.


"Tunggu sebentar." Tangannya segera menyentuh dahinya dan dalam sekejap dia telah kembali ke kamarnya.


Taotie menatap kepergian Qing Yue'er dengan mata berbinar. Kemungkinan besar anak itu sedang mencari makanan untuknya. Jika memang seperti itu maka dia tidak salah melakukan kontrak dengan anak itu. Taotie menjadi tidak sabar menunggu kedatangan Qing Yue'er.


Setelah beberapa saat berlalu, Qing Yue'er benar-benar kembali dengan karung besar di tangannya. Namun Taotie bukannya senang malah mendengus dengan tidak puas. Hanya satu karung, itu sama sekali tidak dapat memuaskan rasa laparnya.


"Karena aku sedang dalam masa hukuman, aku tidak dapat menemukan apa-apa. Jadi makan seadanya," ucap Qing Yue'er. "Oh, buka mulutmu! Aku akan melemparkannya masuk."


Taotie langsung menurut dan membuka mulutnya lebar-lebar. Setelah itu dia melihat Qing Yue'er melemparkan karung makanan ke dalam mulutnya. Saat makanan masuk, dia langsung mengunyahnya. Namun rasanya sangat hambar, tidak seperti rasa makanan.


"Ini, kenapa sangat hambar?" Aku seperti memakan sampah."


Qing Yue'er tidak bisa berhenti tertawa. Memang apa yang dia berikan kepada Taotie adalah sampah-sampah yang selama ini dia kumpulkan. Dia terlalu malas untuk pergi ke tempat pembuangan jadi dia membiarkannya menumpuk di belakang asrama.


Sekarang karena ada Taotie yang bisa menelan sampah, sepertinya dia bisa langsung membuang sampah ke mulut Taotie.


"Mungkin lidahmu mati rasa karena sudah terlalu lama berpuasa," ucap Qing Yue'er setelah menghentikan tawanya.


"Itu masuk akal," gumam Taotie. "Tapi aku masih lapar." Dia kembali merengek pada Qing Yue'er.


Qing Yue'er menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Benar-benar merepotkan memiliki peliharaan seperti Taotie. Kemarin dia tidak sempat memikirkan hal ini jadi dia melakukan kontrak begitu saja.


Setelah berpikir beberapa saat, dia menganggukkan kepalanya, memikirkan hal lain. "Bagaimana pendapatmu tentang air Yin Yang? Apa itu bisa menahan laparmu?"


Mata Taotie yang sebelumnya redup menjadi berbinar lagi. Air Yin Yang adalah sesuatu yang tidak bisa dia dapatkan dengan mudah. Dia harus bersusah payah dulu jika ingin mendapatkannya.


Ajaibnya, hanya air Yin Yanglah yang mampu menahan laparnya dengan benar. Sayangnya jumlahnya terlalu langka. Bahkan dulu dia harus melawan sebuah klan atau kerajaan terlebih dahulu untuk bisa mendapatkan air itu.


Sekarang anak itu telah menyebut tentang air Yin Yang, mungkinkah dia memilikinya? Tapi bagaimana mungkin?


"Apa kamu memilikinya? Itu tentu saja sangat berfungsi!" serunya dengan gembira.


Qing Yue'er segera mengangguk. Tapi kemudian dia sedikit ragu dan melirik kepala Taotie yang sangat besar. Dari atas sampai bawah, kanan ke kiri, lalu dia menghela napasnya.


"Itu ada di dalam gua, aku rasa kamu tidak akan bisa masuk."


Taotie melirik gua yang tidak jauh darinya. Hidungnya bisa mencium sedikit aroma air Yin Yang dari arah sana. Matanya menjadi semakin berbinar dengan air liur yang menetes dari mulutnya.


"Siapa bilang aku tidak bisa masuk?!" Dia berseru dengan cepat. Setelah itu tubuhnya bersinar dengan terang membuat Qing Yue'er harus menutup matanya. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Taotie. Apakah makhluk itu akan bertransformasi menjadi lebih kecil?


Setelah beberapa saat, cahaya itu memudar dan kepala besar yang sebelumnya ada di depannya kini telah menghilang dari pandangan. Seorang pria dewasa berdiri tidak jauh darinya dengan tangan yang disilangkan. Pria dewasa itu memakai jubah hitam yang sangat longgar, bahkan dadanya yang bidang benar-benar terekspos.


Dia memiliki rambut hitam panjang yang dibiarkan tergerai begitu saja. Matanya yang hitam kelam membuat Qing Yue'er merasa tidak nyaman. Apalagi seringai yang muncul di bibirnya, benar-benar menguatkan gambaran seorang pria yang keji.


"Kamu ...." Qing Yue'er menatap bingung kepada orang itu. Apakah dia adalah Taotie dalam bentuk manusia?


Pria itu tertawa sambil berjalan mendekatinya. Wajahnya yang tampan menjadi semakin mempesona ketika dia tertawa. Pria itu tidak menjawab pertanyaan Qing Yue'er, melainkan melangkah semakin dekat kepadanya.


Qing Yue'er memundurkan langkahnya. "Berhenti! Berhen-"


Wooshh!


Sebelum kalimatnya selesai pria itu sudah meluncur cepat kearahnya dan menarik topeng yang menutupi penyamarannya. Dia melemparkan topeng itu begitu saja tanpa mempedulikan ekspresi Qing Yue'er yang menggelap.


"Seperti ini lebih baik," ucapnya dengan senyum miringnya. "Aku adalah Taotie."


Qing Yue'er tidak tahu harus mengatakan apa. Dari penampilannya saja dia sudah bisa melihat jika Taotie adalah pria yang sulit diatur. Akhirnya dia menghela napas dengan berat. "Baik, ikut denganku."


Dia berbalik pergi meninggalkan Taotie yang sedikit mematung. Apakah dia kurang tampan? Kenapa gadis itu tidak terpesona padanya?


Dulu saat dia masih bebas berkeliaran, biasanya seorang gadis yang melihatnya akan segera memerah malu. Bahkan ada yang langsung menyatakan perasaannya. Namun kenapa Qing Yue'er berbeda?


Jika itu Ying Jun mungkin wajar karena burung itu saat ini sedang dalam bentuk kecilnya. Namun dirinya berbeda! Dia adalah pria dewasa yang tampan dan mempesona, yang sudah mampu menjerat bahkan orang-orang atas.


Qing Yue'er menyadari Taotie yang tertinggal jauh. Namun dia tidak memanggilnya, lagi pula pria itu pasti akan menyusulnya. Benar saja ketika dia sudah mencapai gua, Taotie menyusulnya dengan cepat. Setelah itu suara menggodanya terus-terusan memasuki telinganya.


"Berhenti berbicara! Kamu terlalu berisik!" Ying Jun yang mendengar ocehan Taotie langsung berteriak. Untung Mo Jingtian tidak ada di sini, atau Taotie pasti akan dipanggang oleh pasangan Vermillion miliknya.


"Aku tidak berisik, bodoh!" Taotie membalas ucapan Ying Jun.


Qing Yue'er harus menepuk dahinya ketika mendengar ini. Sepertinya jika dia menempatkan makhluk-makhluk itu di dalam ruangan yang sama, keduanya tidak akan bisa berhenti berdebat.