Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Jangan Menghindariku


Bai Yin Xue baru bernafas lega ketika ada panggilan dari luar. Itu ayahnya yang sedang mencarinya.


"Kamu pergi dari sini!" Bai Yin Xue mengusir Mo Jingtian.


"Kenapa aku harus pergi?" Mo Jingtian menyeringai.


Bai Yin Xue tiba-tiba memiliki hasrat untuk memukul orang ini. Seorang pria didalam kamar gadis, ini bukan hal yang baik jika orang lain tahu.


Pintu dibuka oleh ayahnya. Dia masuk kedalam kamar.


"Kamu baik-baik saja?" Dia bertanya dengan khawatir.


"Ada apa ayah?" Bai Yin Xue balas bertanya.


"Pelayan diluar kamarmu, mereka tiba-tiba menjadi bodoh. Tidak tahu apa penyebabnya." Ayahnya berkata dengan bingung.


Mendengar ini Bai Yin Xue tidak tahu harus menangis atau tertawa. Untungnya di menit terakhir Mo Jingtian pergi.


"Ah, Wuqing baru saja memberi tahuku tentang putra mahkota. Apa kamu serius untuk mengakhiri perjodohan?"


"Iya ayah, aku tidak menyukainya lagi," kata Bai Yin Xue.


"Mungkin ini akan sulit. Tapi ayah akan membantumu." Setelah mengatakan beberapa kata kemudian dia pergi.


Hari sudah menjelang sore. Bai Yin Xue merasa sedikit lelah karena radang dingin yang menyerangnya di kolam. Dia memasuki ranjangnya untuk beristirahat. Nanti malam dia akan pergi ke istana kerajaan. Dia harus menyiapkan mentalnya.


Saat Bai Yin Xue tertidur Mo Jingtian muncul lagi. Dia tersenyum ringan melihat gadis itu.


"Oh, Wuqing itu apakah dari keluarga Xie? Tapi bukan urusanku."


Mo Jingtian tertawa. Kemudian dia duduk disamping Bai Yin Xue. Dia melepas topengnya, meletakkan disisinya kemudian mengulurkan tangannya diatas tubuh Bai Yin Xue. Aura phoenix terserap kedalam telapak tangannya. Matanya terpejam untuk berkultivasi.


Matahari tenggelam dilangit barat. Kegelapan menyelimuti malam yang dingin. Bai Yin Xue membuka matanya. Yang terlihat didepannya adalah tangan giok yang sedang menyerap aura phoenix. Dia melirik kesamping dan Mo Jingtian masuk kepandangannya. Pria itu terpejam dengan nafas yang teratur.


Bai Yin Xue memukul kepalanya sendiri. Apa yang sedang dia pikirkan!


Jadi waktu di kolam pria ini mengambil keuntungan darinya? Metode yang digunakan bukan melalui ciuman?


Sial dia telah ditipu!


Bai Yin Xue dengan marah memutus koneksi aura phoenix. Pria itu segera membuka matanya. Lalu Bai Yin Xue tersenyum dengan begitu manis. Mo Jingtian tertegun melihat senyum itu. Tapi tiba-tiba kepalan tangan datang untuk menghantam kepalanya. Dia segera menghindar.


"Kamu mengambil keuntungan dariku, sialan!!" Bai Yin Xue meraung marah.


Mo Jingtian terkekeh geli. Apa yang salah, bukankah itu hanya sebuah ciuman? Kenapa gadis ini begitu marah?


"Apa yang kamu tertawakan!!" Bai Yin Xue bertambah marah.


"Bukankah itu lebih praktis? Aku tidak perlu menunggumu tertidur hanya untuk menyerap aura phoenix."


"Enyah dari sini!" Bai Yin Xue mengusir Mo Jingtian pergi.


Tatapan Mo Jingtian meredup. Beraninya gadis kecil ini mengusirnya. Dia menatap tajam pada Bai Yin Xue. Tiba-tiba Bai Yin Xue merasa suasananya menjadi berbahaya. Dia mundur kesisi ranjang dengan takut.


Mo Jingtian mengulurkan tangannya lalu tubuh Bai Yin Xue tertarik ketangan itu. Pria itu mencengkram leher Bai Yin Xue dengan kuat. Lalu dia tertawa. "Gadis kecil, kamu benar-benar berani didepan tuan ini?"


Jantung Bai Yin Xue berdetak cepat, tubuhnya menjadi lemas. Wajahnya sudah berubah kemerahan hampir kehilangan nafas.


"uhukk!"


Kemudian Mo Jingtian melepaskan cengkraman itu. Lalu dia memeluk tubuh yang lemas itu. "Gadis, kamu satu-satunya yang bisa menghadapi Pesona Surgawi. Jangan mengusirku dan jangan menghindariku."


Bai Yin Xue terpana mendengar ini. Ternyata dewa ini bisa mengatakan sesuatu yang manusiawi?