Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Perjamuan


Pada hari yang sudah ditentukan, perjamuan untuk perpisahan Cloud Fairy membawa banyak keramaian. Orang-orang sibuk menyiapkan segala keperluan, mulai dari tempat pelaksanaan sampai hidangan yang akan disajikan.


Perjamuan dilaksanakan di malam hari. Jadi ini akan memerlukan lebih banyak pencahayaan. Banyak yang menyiapkan lentera-lentera kecil untuk diletakkan di tempat perjamuan. Itu akan terlihat lebih indah daripada menggunakan lampu spiritual.


Ketika hari menjelang malam, Qing Yue'er keluar dari kediaman bersama dengan Xie Ying Fei. Mereka menggunakan pakaian dengan warna senada, yaitu putih. Jika Qing Yue'er berjalan dengan Xie Ying Fei, orang yang tidak tahu pasti tidak akan mengira jika mereka adalah sepasang ibu dan anak. Itu karena Xie Ying Fei tidak terlihat menua sama sekali.


Perjamuan akan dilaksanakan di dalam aula Awan Seribu Bintang yang merupakan aula terbesar di Puncak Awan Abadi. Mereka membutuhkan waktu selama beberapa saat sampai akhirnya tiba di tempat tujuan.


Qing Yue'er memandangi bangunan yang ada di depannya. Ada dua penjaga pria di depan pintu. Ini adalah kali pertama dia melihat pria yang tinggal di sana sejak mendatangi tempat ini. Mereka tersenyum ramah ketika melihat Qing Yue'er dan ibunya.


“Apa ini Nona Qing dan ibunya?”


Qing Yue'er mengangguk. “Benar.”


“Silakan masuk. Kami sudah menyiapkan tempat yang bagus untuk Nona.” Salah satu dari mereka bersiap untuk mengantar Qing Yue'er. Perlakuan sopan itu membuat Qing Yue'er dan Xie Ying Fei merasa terhormat. Tanpa merasa ragu, mereka pun langsung mengikuti penjaga pria itu.


Aula Awan Seribu Bintang memang memiliki ukuran yang luas. Langit-langitnya didesain lebih tinggi dari bangunan pada umumnya. Ada banyak meja perjamuan yang sudah diisi dengan anggur dan berbagai macam hidangan ringan.


Ada banyak lentera yang berjejer di dekat dinding. Benda itu membuat tempat ini terlihat indah dan terasa lebih hangat. Qing Yue'er dan Xie Ying Fei mengikuti penjaga pria hingga tiba di meja bagian depan.


Ketika mereka berjalan masuk, ada banyak orang yang langsung menatap mereka dengan tatapan penasaran. Mungkin karena masih asing dengan penampilannya. Bagaimanapun juga Qing Yue'er dan ibunya tidak pernah mengelilingi seluruh Puncak Awan Abadi yang besar.


“Terima kasih,” ucap Qing Yue'er. Penjaga pria itu mengangguk dan segera pergi. Setelah duduk, Qing Yue'er mengedarkan pandangannya untuk mencari Cloud Fairy. Namun, wanita itu masih belum terlihat. Mungkin belum datang.


Meskipun aula Awan Seribu Bintang memang sangat luas, perjamuan ini sebenarnya tidak seramai itu. Orang yang diundang bukan semua penghuni Puncak Awan Abadi, melainkan orang-orang yang memiliki banyak pengaruh di sana. Termasuk guru-guru yang mengajar atau petinggi-petinggi lain.


Qing Yue'er tidak begitu peduli dengan mereka semua. Dia hanya akan tersenyum tipis jika ada yang mengangguk padanya. Sambil menunggu kedatangan Cloud Fairy, Qing Yue'er mengambil loquat di atas piring. Tiba-tiba dia merasakan pandangan dingin yang datang dari jauh.


Kepala Qing Yue'er menoleh dan dia melihat Su Zen yang menatapnya dengan pandangan dingin. Wanita itu mungkin menyimpan dendam padanya. Namun, Qing Yue'er tidak begitu peduli selama Su Zen tidak membuat masalah.


Tatapan dingin Su Zen dibalas dengan cengiran oleh Qing Yue'er. Melihat itu, Su Zen langsung mendengkus tidak senang. Jika ini bukan di sebuah perjamuan mungkin dia akan mengutuk.


Qing Yue'er hendak memakan loquat ketika tiba-tiba ada seseorang yang menahan tangannya. Qing Yue'er mengerutkan kening karena itu sama sekali bukan tangan seorang wanita.


Dengan cepat dia mendongak dan melihat seorang pria yang memiliki seringaian di wajahnya. Qing Yue'er langsung merasakan perhatian semua orang yang tertuju kepadanya. Akhirnya dia segera menarik tangannya menjauh. “Tolong perhatikan sopan santunmu,” tegur Qing Yue'er.


Pria itu terkekeh. “Kau sendiri bersikap tidak sopan di sini.”


“Aku?” Qing Yue'er tidak mengerti.


“Sebelum perjamuan dimulai, seseorang tidak boleh mengambil makanan di atas meja.” Pria itu menjawab dengan tatapan mata yang menilik pada penampilan Qing Yue'er. Tatapannya cukup tajam seolah ingin menelanjangi tubuh itu.


“Ada apa dengan tatapanmu? Berhenti melihat atau jariku akan bergerak menusuk bola matamu.” Qing Yue'er merasa tidak senang dengan sikap pria itu. Tidak menyangka ternyata di tempat ini terdapat pria yang tidak bermoral.


“Aku dengar kau adalah keturunan Xie Ying Fei dengan pria tak dikenal. Melihat kalian datang bersama, itu berarti benar.”


Qing Yue'er melirik ibunya yang saat ini ekspresinya tidak bisa ditebak. Mungkin antara kemarahan dan sedikit keheranan. Kemudian dia juga melihat orang lain yang pura-pura tidak melihat atau tidak tahu. Ah, sejujurnya dia tidak ingin membuat masalah di sini. Dia akan melihat dulu apa yang diinginkan oleh pria itu.


“Apa Tuan Muda ini butuh sesuatu? Atau kita pantas mengobrol di sini?” Karena Dia tidak merasa mengenalnya.


“Aku adalah tamu di sini, sama sepertimu. Kau tahu aku berasal dari mana?”


“Tidak tahu dan aku sama sekali tidak tertarik mengetahuinya,” balas Qing Yue'er.


Xie Ying Fei yang mendengar jawaban putrinya hanya bisa menghela napas panjang. Dia sepertinya sedikit banyak tahu mengenai pria itu. Beberapa kali dia pernah melihatnya meskipun itu sudah dalam waktu yang lama.


Pria itu adalah Gong Lanjiang, putra pertama kepala klan Gong di istana Meide. Sikapnya yang semaunya sendiri memang sudah banyak menyebar di beberapa tempat di Celestial. Namun, karena kebesarannya di masa depan, hanya orang-orang tertentu yang berani menegurnya.


Mendengar jawaban Qing Yue'er tidak membuat Gong Lanjiang marah. Justru dia menjadi semakin tertarik pada sikap dinginnya. Gadis itu sangat cantik, melebihi kecantikan yang pernah dia lihat. Siapa pria yang tidak menginginkannya? Apalagi Gong Lanjiang adalah pengagum kecantikan muda.


Tiba-tiba saja Gong Lanjiang duduk di seberang Qing Yue'er. “Aku adalah keturunan klan Gong dan di masa depan akan menjadi penerus klan. Apa sekarang kau sudah tertarik?”


“Kenapa kau berkata seperti itu? Gadis cantik seharusnya bisa sedikit lebih halus bukan?” Tangan Gong Lanjiang mendarat lagi di tangan Qing Yue'er yang lain. Bibirnya menyeringai samar.


Mo Jingtian yang ada di dalam dimensi langsung menggertakkan giginya. Berani sekali pria jelek itu menyentuh gadisnya. Jika dibandingkan dengannya maka penampilan Gong Lanjiang hanya bisa disebut sebagai papan penggiling gandum.


Meskipun Mo Jingtian merasa tidak senang, dia tidak akan keluar. Dia percaya gadis itu tidak akan membiarkan Gong Lanjiang pergi dengan mudah.


Benar saja, Qing Yue'er segera menepis tangan b*jingan itu dengan kekuatan level 8-nya. Tentu saja hal itu membuat Gong Lanjiang terlempar jauh menghantam meja lain yang ada di sana.


Situasi yang baru itu membuat semua orang terkejut. Gong Lanjiang merupakan salah satu jenius muda di Celestial. Bagaimana mungkin gadis klan Xie itu bisa dengan mudah menghempas jauh Gong Lanjiang?


“Itu pasti karena Tuan Muda Gong tidak dalam keadaan siap.” Begitulah kira-kira yang mereka pikirkan. Mereka hanya tidak tahu seberapa tinggi kekuatan Qing Yue'er dengan tampang tidak pedulinya.


“Tuan Muda Gong, lupakan ide busukmu itu. Jika kau melanjutkan, maka aku tidak bisa menjamin keselamatan seluruh klanmu.” Qing Yue'er berkata sambil mengelap tangannya menggunakan saputangan.


Apa yang dikatakan oleh Qing Yue'er bukan hanya ancaman omong kosong. Bahkan jika dia tidak melakukannya maka akan ada orang lain, Mo Jingtian. Bagaimana mungkin pria itu akan membiarkan orang lain menyentuh gadisnya?


Gong Lanjiang merasa malu diperlakukan seperti itu oleh seorang wanita. Dia selalu percaya bahwa pria memiliki derajat yang lebih tinggi dari seorang wanita. Meskipun tidak ada yang berani menertawakannya, tetapi dia tidak akan membiarkan gadis itu menang di atasnya.


“Qing Yue'er, penampilanmu boleh luar biasa, tetapi itu bukan berarti aku tidak tega meremukkan tulang rusukmu!”


“Jadi apa yang kau mau?” Qing Yue'er tidak terlihat terganggu dengan ucapan Gong Lanjiang.


“Tunggu dan lihat saja,” ucap Gong Lanjiang. Dia mempunyai rencana di kepala yang siap dilakukan setelah kembali ke klannya. Kemarahan di wajahnya menjadi lebih surut dan senyum miring menggantikan ekspresinya.


Tiba-tiba Gong Lanjiang meringis ketika tubuhnya terasa remuk redam. Dia tidak tahu apa yang terjadi. Apakah serangan gadis itu sudah melukai tubuhnya? Itu tidak mungkin!


Tangan Gong Lanjiang menjadi gemetar. Dengan tertatih dia berjalan keluar dari aula. Dia tidak memiliki wajah lagi untuk menghadiri perjamuan itu. Apalagi rasa sakit di tubuhnya semakin menjadi-jadi seiring berjalannya waktu.


Qing Yue'er mendengkus dingin. Serangan yang dia berikan sebelumnya bukan hanya serangan biasa. Dia melepaskan kekuatan roh dan memasukkannya ke dalam tubuh Gong Lanjiang. Kekuatan roh itu bukan untuk sebuah kebaikan, melainkan akan memberikan pengaruh buruk di bawah kendalinya.


“Ada apa ini?” Tiba-tiba terdengar suara lain dari luar. Itu adalah Cloud Fairy yang baru datang. Dia berjalan masuk dan melihat beberapa meja yang berantakan. Bisa tercium ketegangan di dalam aula.


“Itu sudah diselesaikan. Nona Lin, silakan ....” Salah satu guru mempersilakan Cloud Fairy agar duduk di tempatnya dan tidak perlu memedulikan masalah yang baru saja terjadi.


Akhirnya Cloud Fairy berjalan ke tempat duduknya dan tidak bertanya lebih lanjut. Wanita itu terlihat sama seperti biasanya, tidak melebih-lebihkan seperti bagaimana jika seseorang menghadiri sebuah perjamuan.


Qing Yue'er hanya diam dan menunggu sampai perjamuan dimulai. Sementara itu Cloud Fairy mulai berbicara. “Semuanya, aku yakin kalian sudah mendengar tentang rencana kepergianku. Aku tidak tahu berapa lama atau sampai kapan, tetapi dengan perjamuan ini aku harap semua orang akan tetap saling mengingat.”


“Tentu saja,” balas seseorang. “Nona Lin adalah seseorang yang sudah membentuk Puncak Awan Abadi hingga seperti ini. Kami pasti akan mengingatnya.” Ucapan itu disetujui oleh orang lain. Dalam hal kekuasaan, mungkin ini adalah salah satu tempat yang damai tanpa ada perebutan.


“Aku senang mendengarnya.” Cloud Fairy tersenyum. Kemudian dia mengangkat cangkir berisi anggur. “Mari bersulang untuk keberangkatanku dan untuk kebahagiaan semua orang.”


Qing Yue'er yang sudah menunggu ini akhirnya mengangkat cangkiran juga. Kemudian dia mendekatkannya ke bibir. Aroma berry yang khas tercium di hidungnya. Akhirnya dia menenggak cairan itu hingga menyisakan rasa manis di lidahnya. Itu anggur yang bagus.


Malam ini semua orang merasakan beberapa emosi. Kebahagiaan karena berkumpul dan juga kesedihan atas perpisahan. Perjamuan formal membatasi sikap mereka sampai semuanya selesai di tengah malam. Orang-orang mulai pergi meninggalkan aula satu per satu.


Qing Yue'er menatap Cloud Fairy dan berkata, “Aku dan ibuku juga akan pergi.”


Cloud Fairy tidak terkejut mendengarnya. Lagi pula tidak ada lagi hal yang perlu Qing Yue'er lakukan di sana. “Kapan rencananya?”


“Besok. Kami sudah selesai dengan tujuan awal datang ke sini,” balas Qing Yue'er.


“Baiklah. Tidak akan ada yang menahanmu. Yue'er, aku senang bertemu denganmu.” Cloud Fairy tersenyum.


“Aku juga merasa senang.”


Cloud Fairy merangkul Qing Yue'er dengan akrab kemudian mereka berdua berjalan meninggalkan aula Awan Seribu Bintang. Hanya tersisa beberapa orang di sana yang akan membereskan sisa-sisa perjamuan.