Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Senyum Dingin


He Jin menatap naga emas yang sangat besar dengan tatapan rumit. Dia tahu bahkan mengetahuinya dengan sangat baik mengenai naga ini. Namun, rasa jengkel dan amarah sudah menyelimutinya. Jadi dia merasa ingin menentang gadis itu di awal.


Dan sekarang setelah binatang itu muncul di depan mata, rasanya sangat tidak menyenangkan. Dia merasa sedikit gentar, tapi jika dia mundur sekarang itu akan sangat memalukan. Bagaimanapun juga dia adalah pribadi yang sombong dan memiliki gengsi tinggi.


Naga emas langsung bergerak maju dan mengayunkan cakarnya ke arah He Jin. Ayunannya menciptakan deruan qi spiritual yang kuat. Udara di sekitarnya pun langsung berfluktuasi dengan hebat.


He Jin segera menggerakkan tangannya dan sebuah penghalang spiritual langsung terbentuk di depannya. Penghalang itu mencegahnya dari serangan cakar naga. Mereka melakukan serangan dan pemblokiran dalam waktu yang cukup lama.


Selama mereka sedang melakukan konfrontasi, Qing Yue'er bergerak untuk membebaskan Jing Ling dan Luo Qingqi. Kedua gadis itu benar-benar tampak mengerikan. Banyak kulit mereka yang sudah terkelupas oleh bekas cambukan. Noda merah darah membuat mereka terlihat lebih kotor.


Jika ditanya apakah Qing Yue'er khawatir? Tentu saja dia khawatir. Namun, dia tidak begitu menunjukkannya. Dia memberikan suntikan energi untuk mengembalikan energi spiritual di tubuh mereka. Sedangkan luka-lukanya dia mengompresnya dengan kekuatan roh sebelum akhirnya mulai membaik sedikit demi sedikit.


Jing Ling terkekeh. "Aku pikir kamu tidak akan segera kembali."


"Aku hanya pergi keluar sebentar dan kalian sudah berubah menjadi seperti ini, bagaimana jika aku pergi untuk selamanya?" Qing Yue'er sedikit mendengus. Namun, wajahnya tidak menunjukkan kemarahan apa pun.


Luo Qingqi tersenyum. "Jika kamu pergi dalam waktu yang lama ... tidak ada yang tahu. Aku pikir tidak akan ada hal seperti ini lagi."


"Kamu benar, itu benar!" Jing Ling berseru seraya meringis sesaat.


Qing Yue'er tidak begitu memedulikan itu. Setelah dia pikir keadaan Jing Ling dan Luo Qingqi sudah membaik dan tidak terancam bahaya, dia melirik ke kerumunan orang yang sudah bertambah banyak. Mereka semua menatap pertarungan antara He Jin dan naga emas miliknya dengan antusias. Manusia memang sangat senang menonton pertunjukan.


Qing Yue'er mencari sosok yang dikenalnya. Ada Ming Yuxia di sana dan dia segera memanggil gadis itu mendekat. Dia merasa cukup beruntung karena Jing Ling mau meninggalkan pesan pada Ming Yuxia sebelum pergi menemui He Jin. Jadi Ming Yuxia langsung memberitahu padanya pada saat keadaan sudah darurat. Jika Jing Ling tidak memikirkan itu maka tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi.


Ming Yuxia berjalan ke arah Qing Yue'er. Dia mendengar Qing Yue'er yang memintanya untuk mengantarkan Jing Ling dan Luo Qingqi ke asrama. "Pilihlah jalan yang ramai, jangan memilih area yang sepi, siapa yang akan tahu seseorang masih mengincar Qingqi dan Jing Ling."


"Aku tahu." Ming Yuxia mengangguk dan memapah kedua gadis itu di kanan kirinya. Untungnya Jing Ling dan Luo Qingqi sudah mulai pulih jadi tidak begitu kesulitan untuk membawanya.


Qing Yue'er menatap kepergian teman-temannya selama beberapa saat. Setelah itu dia pun mengalihkan pandangannya ke tempat pertempuran itu berlangsung. He Jin ternyata cukup kuat juga karena mampu menahan serangan naga hingga sejauh ini. Itu menandakam bahwa kekuatannya pasti tidak bisa sembarangan.


Meskipun begitu, tidak ada keselarasan yang akan bertahan lama. Naga emas mulai mengeluarkan ciri khasnya sebagai binatang illahi yang memiliki elemen api. Dia membuka mulutnya lebar-lebar dan api yang menggulung langsung keluar dari sana.


Bbzzz!


He Jin merasa sangat terkejut. Dia langsung mundur dan menyembunyikan diri di belakang penghalang spiritualnya. Napasnya tersengal-sengal, sebenarnya dia sudah merasa kesulitan untuk menyeimbangi naga itu. Lalu berpikir untuk mengalahkannya? Itu sepertinya akan lebih sulit lagi.


He Jin mendengus dengan dingin. Dia merasa malu karena tidak dapat mengalahkan gadis muda yang sudah membunuh murid-muridnya. Sekarang dia merasa sudah gagal menjadi seorang guru. Seharusnya guru yang baik itu bisa melindungi muridnya, tapi sekarang dia malah menyebabkan dua murid lainnya terbunuh.


Dia menatap Qing Yue'er dengan mata memicing. Setelah itu dia pun mencemooh, "Kamu hanya bisa berlindung di balik binatang ini. Itu berarti kamu hanya pecundang."


Qing Yue'er tidak merasa marah. Dia terkekeh. "Aku pecundang ... atau kamu yang terlalu miskin karena tidak memiliki binatang illahi?"


He Jin menggertakkan giginya lagi hingga urat-urat lehernya yang tegang bisa dilihat. Berbicara dengan Qing Yue'er adalah pilihan yang harus dihindari oleh musuh-musuhnya. Gadis itu sangat pandai bermain lidah dan membuat orang lain harus menahan amarah.


Qing Yue'er menatap naga emasnya. Dia tampak berpikir sejenak. "Ah, siapa namamu? Aku benar-benar lupa." Dia terkekeh. "Aku bahkan belum tua tapi aku sudah menjadi lupa ingatan."


Orang yang mendengar ucapan Qing Yue'er hanya bisa menggelengkan kepala dengan heran. Siapa pun yang memiliki binatang illahi pasti akan mengingat namanya dengan sangat baik, merawatnya dan memanjakannya seperti seorang teman. Namun, gadis yang satu ini bertindak begitu berbeda. Dia seperti tidak begitu peduli dengan binatang miliknya.


Tentu saja kenyataan ini membuat hati setiap orang berdarah. 'Hei! Jika kamu tidak mau memperlakukan naga milikmu dengan baik maka berikan itu kepadaku. Aku pasti akan menjaganya sampai pada kuku-kukunya.'


Mereka hanya bisa tersenyum kecut. Hidup memang tidak ada yang adil. Apa yang mereka harapkan sedemikian rupa ternyata hanya dianggap biasa saja oleh Qing Yue'er. Bagaimana mungkin mereka bisa bersikap tenang?


Sebenarnya bukannya Qing Yue'er tidak begitu menghargainya. Namun, dia memiliki banyak hal yang terjadi dan banyak hal yang harus dipikirkan. Hanya ada sedikit waktu baginya untuk memanjakan binatang-binatang yang jumlahnya tidak hanya ada satu. Lagipula, jika dia terlalu memanjakan binatang kontraknya nanti mereka bukannya bersikap garang, sebaliknya malah menjadi lemah.


Naga yang ditanya oleh Qing Yue'er pun membuka suara. "Jinlong."


"Oh, benar, Jinlong." Qing Yue'er menganggukkan kepala, akhirnya dia bisa mengingatnya. Kalau dipikir-pikir dia bahkan lupa dengan nama yang dia berikan pada Taotie. Ah, lagipula iblis itu sudah tidak ada di dalam dimensinya. Qing Yue'er menatap naga emas. "Jinlong, bagaimana kamu bisa begitu lama untuk memberinya pelajaran? Ayo, cepat ini sudah hampir senja."


Naga emas itu langsung mengerti. Dia segera mengeluarkan kekuatan yang sesungguhnya. Tubuhnya meluncur cepat menuju He Jin dan serangan api yang bertubi-tubi pun keluar dari mulutnya.


Suara dentuman keras terdengar hingga ke seluruh akademi. Langit yang sudah berubah kemerahan menjadi lebih merah lagi. Orang-orang harus mundur karena udara di dekat pertarungan terasa terlalu panas. Siapa yang akan tahu bagaimana nasib He Jin setelah ini. Orang tua itu tidak akan bisa merangkak keluar dari lautan api yang diciptakan oleh naga emas.


Niu Ren berdiri jauh di luar kerumunan. Namun, dia dapat melihat kejadian ini dengan sangat baik. Perasaannya menjadi rumit. Kesimpulannya sekarang sudah jelas. Orang yang membunuh Ling Suyao adalah gadis yang tampak lemah dan rapuh itu.


Jika dia tidak melihat ini secara langsung maka dia pun tidak akan mempercayainya. Sungguh mengerikan. Sekarang akhirnya dia telah menjatuhkan pilihannya. Biarkan He Jin dikorbankan, lalu dia sendiri akan menjalin hubungan baik dengan gadis itu.


Bukan, bukan hanya karena dia sendiri tertarik pada Qing Yue'er. Alasan lain juga karena dia tidak ingin menghancurkan hidupnya dan juga kehidupa akademi hanya karena dia membela He Jin yang memang salah. Dari awal memang seharusnya kematian Ling Suyao tidak perlu dipermasalahkan.


Qing Yue'er menyadari sepasang mata yang sedang memperhatikannya. Dia menoleh dan tatapannya bertemu dengan mata hitam Niu Ren. Dia pun menyunggingkan sebuah senyum. Senyum yang akan membuat siapa pun yang melihatnya harus mengeluarkan keringat dingin.