
Han Qiong memikirkan beberapa hal. “Baiklah. Jika kamu ingin pergi sekarang maka itu baik-baik saja.” Akhirnya dia menyetujui permintaan Qing Yue'er. Mungkin guru Fang memang memiliki hal penting yang harus dibicarakan.
Qing Yue'er mengangguk senang. Kemudian dia mengikuti Han Qiong keluar dari ruangan itu. Tidak ada yang berkomentar atau memrotes kepergian mereka. Mungkin mereka semua tidak berani melakukannya.
Setelah tiba di luar, Han Qiong bersiap untuk memarahi Qing Yue'er. Dia mengambil napas dan mulai berkata, “Lain kali jangan melakukan sesuatu di belakangku. Jika kamu ingin bertemu kakek guru maka kamu harus berbicara denganku. Bagaimanapun juga aku adalah gurumu, bukan si Shangguan Tua itu. Bagaimana bisa dia yang malah membawamu bukannya aku!”
Qing Yue'er berdehem. Dia menepuk-nepuk pundak gurunya hingga beberapa kali. “Guru, bukankah aku sudah pernah mengatakannya? Namun, Guru tidak mengabulkan permintaanku dan hanya mengatakan jika kakek guru sangat sulit ditemui.”
“Apakah benar begitu? Kenapa aku lupa?” Han Qiong pura-pura tidak tahu.
Qing Yue'er menghela napasnya. “Aiya, lupakan saja. Bisakah kita pergi sekarang?” Dia tidak bisa menunggu terlalu lama. Sudah lewat dari beberapa hari. Kalau benar-benar ada Cloud Fairies, dia tidak tahu apakah wanita itu masih di sana atau sudah pergi.
“Ayo pergi sekarang,” ajak Han Qiong. Kemudian mereka berdua pun mulai berangkat, meninggalkan area akademi Surgawi yang sedang dibangun ulang.
Jalur yang mereka lalui sama seperti yang ditempuh ketika Qing Yue'er pergi bersama Shangguan You. Kebetulan cuaca hari itu tidak begitu terik, udaranya sangat cocok untuk melakukan perjalanan.
Dalam perjalanan, Han Qiong banyak menanyakan hal-hal mengenai apa yang sudah terjadi selama dia menjalani penutupan. Dia juga menanyakan apa yang sudah dilakukan oleh Qing Yue'er selama tiga bulan ini.
“Banyak hal yang sudah terjadi, tentunya,” ucap Qing Yue'er.
“Kamu bisa menceritakannya padaku.”
“Aku bertemu dengan kakek guru lalu aku juga sudah melakukan misi untuk melawan iblis di pusat Dataran Tengah.”
“Iblis? Oh, misi itu? Aku sudah mendengarnya dari kepala akademi. Bagus, kamu melakukannya dengan sangat baik,” puji Han Qiong. Gadis itu memang tidak pernah mengecewakannya.
“Oh, aku melupakan satu hal.” Qing Yue'er menatap Han Qiong.
“Apa itu?”
“Aku sudah membunuh guru He, membunuh murid-muridnya juga. Apakah itu berarti aku juga sudah melakukannya dengan baik?”
“....”
Han Qiong terkejut. Kalau masalah yang ini sepertinya dia belum pernah mendengarnya. Sebelumnya, dia memang heran kenapa He Jin tidak muncul. Dia pikir orang tua itu hanya sedang sibuk. Namun, siapa yang akan tahu kalau ternyata dia sudah mati. Dan itu karena dibunuh oleh Qing Yue'er(?)
“Kenapa kamu bisa membunuhnya?”
“Karena dia ingin membalaskan kematian Ling Suyao yang juga sudah mati di tanganku. Guru, apa kamu pikir aku akan diam saja?” Qing Yue'er menatap gurunya untuk meminta pendapat. Saat ini wajahnya terlihat sangat polos.
Han Qiong hanya bisa tertawa. Setelah beberapa saat barulah dia berkata, “Itu sudah sepantasnya.”
“Memang.” Qing Yue'er tersenyum puas. Kemudian dia pun kembali diam dan fokus pada perjalanannya.
Setelah waktu yang cukup lama mereka berdua memasuki jalur bilik transparan yang menjadi kunci dari tujuan mereka. Meskipun Qing Yue'er sudah pernah melewatinya, dia masih belum bisa memahaminya. Kali ini dia pun mencoba mempelajarinya dengan baik. Sehingga jika sewaktu-waktu dia ingin datang, dia tidak perlu merepotkan gurunya.
Jalur transparan itu mungkin mirip seperti array transportasi. Keduanya menghubungkan tempat atau dimensi yang berbeda. Namun, jalur ini lebih rumit karena seseorang harus memahami rutenya dengan baik. Jika tidak, maka mereka akan terjebak di sana untuk selamanya..
“Siapa yang menciptakan jalur transparan ini?” tanya Qing Yue'er penasaran.
“Aku tidak mengetahuinya dengan jelas. Mungkin seseorang yang luar biasa.” Han Qiong hanya menjawab seperti itu. Dia memang tidak mengetahui tentang hal ini.
Setelah melewati jalur transparan yang penuh misteri, akhirnya mereka keluar dan sampai di samping air terjun yang sangat tinggi serta memiliki keindahan luar biasa. Meskipun sebelumnya Qing Yue'er sudah melihatnya, dia masih merasa terkagum-kagum saat mengamatinya lagi.
“Ini memang tempat yang sangat luar biasa.” Qing Yue'er berujar dengan takjub.
“Cobalah untuk meminum airnya, itu sangat baik untuk menjaga penampilan agar tetap muda,” ucap Han Qiong.
“Benarkah?” Qing Yue'er menjadi penasaran. Akhirnya dia mengambil segenggam air itu dan langsung meminumnya. Rasanya sangat segar ketika air itu membasahi kerongkongannya. “Ini sangat segar,” ucapnya.
“Ayo naik sekarang.” Han Qiong langsung meluncur naik ke puncak air terjun. Qing Yue'er pun langsung mengikutinya sampai menembus awan putih yang tebal dan sangat indah.
Ketika dia sampai di puncak, dia terkejut saat menyadari pemandangan yang sedikit berbeda dari terakhir kali dia datang ke tempat ini. Ada banyak bangau putih di sana. Itu bukan bangau yang digunakan untuk transportasi karena itu hanyalah bangau liar. Meskipun begitu keberadaannya sudah menciptakan perasaan yang sangat berbeda.
“Guru, murid dan cucumu telah datang.” Han Qiong berkata dengan suara yang teduh. Dia pikir gurunya akan menjawab dalam waktu yang lama. Namun, ternyata justru sebaliknya. Gurunya langsung merespons ucapannya.
“Masuklah.”
Han Qiong merasa sangat senang. Dia dan Qing Yue'er langsung berjalan masuk untuk menemui guru Fang. Sepertinya orang tua itu sudah menunggu kedatangan mereka. Jadi ketika mereka masuk, tirai yang biasanya tertutup kini sudah terbuka sejak awal.
Kedua guru dan murid itu langsung memberi hormat pada guru Fang yang saat ini sedang duduk dengan mata tertutup. Orang tua itu tampak melambaikan tangannya untuk menyuruh mereka duduk.
Sesuai perintah, Qing Yue'er pun duduk di kursi yang tersedia. Suasana di tempat ini masih sama seperti sebelumnya. Dan ini membuatnya merasa nyaman tanpa kecanggungan.
“Gadis, apa kamu sudah memikirkan kenapa aku ingin kamu menemuiku?” tanya guru Fang setelah membuka matanya. Hal pertama bukan untuk menanyakan kabar mereka berdua tetapi malah menanyakan hal yang lain.
Han Qiong hanya bisa terdiam. Dia juga tidak menyangka. Dia pikir gurunya memanggil karena ingin melihat keadaannya. Maksudnya, mereka berdua baru saja mengalami kesulitan di akademi. Namun, ternyata gurunya itu tetap terlihat acuh tak acuh. Meskipun begitu, dia tidak berani untuk berkomentar dan membiarkan orang tua itu berbicara semaunya.
Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. Sebenarnya dia juga memikirkan hal yang sama dengan Han Qiong. Namun, dia hanya menjawab pertanyaan kakek guru. “Mungkinkah itu terkait dengan Cloud Fairies? Apakah wanita itu datang ke sini?”
“Cloud Fairies? Siapa dia?” Han Qiong bertanya dengan heran.
“Benar, itu adalah Cloud Fairies.” Bukannya menjawab pertanyaan Han Qiong, guru Fang malah menjawab pertanyaan Qing Yue'er. Hal itu membuat Han Qiong merasa gurunya telah menjadi tidak adil. Hmm, tetapi jika dipikir-pikir ini juga bukan hal yang merugikan. Ini masih lebih baik daripada ditolak langsung di luar kediaman.
“Cloud Fairies adalah orang yang sedang aku cari. Sahabatku ditahan olehnya dan dia memintaku untuk mencari keberadaannya yang misterius. Mungkin dia berpikir untuk melihat ketulusanku.” Qing Yue'er menjelaskan pada Han Qiong. Kemudian dia menatap guru Fang dan bertanya, “Bagaimana dengan wanita itu?”
“Pergilah ke belakang kediaman. Jika kamu beruntung wanita itu harus masih ada di sana,” ucap guru Fang.
“Terima kasih.” Qing Yue'er mengangguk dengan senang. Kemudian dia segera bergerak keluar dari ruangan ini.
Sementara itu, Han Qiong hanya bisa menatap Qing Yue'er yang keluar. Setelah sosoknya menghilang, dia mengalihkan perhatiannya pada guru Fang. Dia juga ingin menanyakan beberapa hal pada orang tua itu.
***
Saat itu, Qi Rong sedang berbaring di sebuah bangku panjang dengan tangan yang digunakan sebagai bantalan. Di sampingnya ada pohon willow yang besar dan berdaun lebat. Semilir angin yang datang membuat rasa kantuknya meminta untuk dimanja.
Sudah beberapa waktu sejak dia tinggal di tempat ini mengikuti gurunya. Sebenarnya dia lebih betah di sini. Siapa pun pasti akan berpikir seperti itu. Selain karena pemandangannya yang indah, itu juga karena qi spiritual yang cukup padat. Itu akan sangat baik untuk proses kultivasi.
Ah, berhenti mengevaluasi hal-hal. Saat ini dia ingin tertidur sebentar. Selagi guru sedang sibuk, pikirnya. Akan tetapi, siapa yang tahu sesuatu tiba-tiba menyerangnya dan mengagetkannya setengah mati.
Whoossh!
Qi Rong segera menghindar. Ketika dia sedang menghindar, matanya tidak sengaja menangkap sosok yang sudah sangat lama tidak dia temui. Dia tertegun dengan mata melebar. Hasilnya dia harus terjatuh dari bangku panjang itu.
Bruukk.
Qing Yue'er tertawa keras. “Yo, apa kau baik-baik saja?”
“Si—sialan! Benarkah itu kamu, heh!?” Qi Rong segera berdiri dan berlari mendekati Qing Yue'er. Namun, belum sempat dia melangkah lebih jauh, tiba-tiba sebuah dinding transparan muncul untuk menghentikan langkahnya.
Qing Yue'er benar-benar terkejut dengan kemunculan dinding tersebut. Jangan bilang kalau ....
“Bagus, sangat bagus.”
Saat itulah sebuah suara yang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga Qing Yue'er. Dia langsung menoleh ke kiri. Ternyata Cloud Fairies sudah berdiri tidak jauh darinya.
***
Jangan lupa like, komen dan vote, ya.
Jangan lupa juga follow ig author @fairylychee
Terima kasih.