
Sepuluh orang berdiri dilangit membuat orang yang melihat bergidik ngeri. Siapapun yang mampu terbang dilangit adalah kultivator yang sudah menginjak alam langit. Sedangkan dalam kerajaan Linxiang belum ada seseorang yang sudah memasuki alam langit.
Paman Wuqing hanya puncak dari alam bumi. Bahkan Ling Tian yang sudah mati hanya di level 8 alam bumi.
Sudut mata Bai Yin Xue berkedut saat penindasan datang dari langit.
"Ha ha ha Bai Yin Xue, jangan lupa kamu telah membantai murid-muridku!"
Seorang pria paruh baya yang berdiri paling depan berseru pada Bai Yin Xue. Suara terdengar sangat berat dan mengandung tekanan.
Penonton yang tidak berkultivasi sudah terduduk lemas di tanah. Keringat dingin membasahi dahi mereka.
Bai Yin Xue tidak bisa bergerak. Penindasan yang datang membuat tubuhnya sulit digerakkan.
Xie Wuqing berkeringat saat melihat orang-orang dari Sekte Hujan Darah. Dia berdiri berdampingan dengan Bai Su.
Bai Yin Xue mendongak ke langit menatap mereka yang juga sedang menatapnya dengan penghinaan.
"Jadi apa kalau aku membantai muridmu?"
Pria itu tertawa, "kamu masih berani membalasku? Baik sangat baik. Serahkan blue phoenix padaku!"
Semua orang tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan. Diam-diam mereka saling berbisik.
"Apa yang dia maksud?"
"Bai Yin Xue membantai murid Sekte Hujan Darah? Bagaimana itu mungkin?"
"Blue phoenix? Maksudnya phoenix yang saat itu kita lihat di langit?"
"Ah? Jadi phoenix itu milik Nona kedua Bai?"
Bai Yin Xue mencibir, "bermimpilah!"
Sepuluh orang itu turun dari langit. Mereka menginjak tanah dengan arogan. Semuanya adalah penatua dari sekte Hujan Darah dan ahli alam langit yang menakjubkan.
"Gadis, pikirkan baik-baik. Kami bisa saja membantai tanah ini sekarang. Apa kamu pikir kalian semua bisa selamat?"
Penatua lain berkata dengan arogan.
Mendengar ancaman itu orang-orang menjadi cemas. Mereka takut jika Sekte Hujan Darah akan membantai mereka semua. Diam-diam mereka mulai menatap Bai Yin Xue dengan tatapan memohon.
Bai Yin Xue mendecih. Apa yang perlu dipikirkan? Ying Jun dan dia sudah menjalin kontrak hidup dan mati. Bahkan jika tidak ada kontrak, Bai Yin Xue tidak akan menyerahkan Ying Jun.
"Ying Jun, apa kamu disana?"
Bai Yin Xue memanggil Ying Jun dalam benaknya. Tapi tidak ada jawaban yang datang. Apa yang terjadi?
Bai Yin Xue mencoba memanggil lagi tapi tetap tidak ada respon. Sepertinya phoenix itu sedang berkultivasi. Ah sial! Itu sungguh kebetulan yang buruk!
Bai Yin Xue mencoba menenangkan hatinya. Dia terdiam tidak memberikan respon kepada penatua itu.
"Tuan Tuan, apa yang terjadi disini? Mungkinkah kami layak untuk diberi tahu?"
Wei Yuan bertanya dengan sopan. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, kenapa atmosfirnya begitu berat.
"Gadis busuk ini sudah membantai beberapa muridku. Bukankah wajar untukku meminta penjelasan?"
"Cih penjelasan omong kosong. Bukankah kamu hanya menginginkan phoenix miliknya?" Ling Wuji mencibir dengan keras.
"Oh jadi ini anak lelaki yang lebih memilih kekuasaan dari pada dendam ayahnya?" Penatua menyeringai menatap Ling Wuji.
Ling Wuji memucat mendengar ucapan itu.
"Jika kamu tidak ingin terlibat, segeralah pergi dari sini!" Penatua itu berkata dengan keras.
Orang-orang yang tidak menyukai keluarga Bai segera pergi melarikan diri. Mereka bisa mencium bau permusuhan diantara orang-orang itu.
"F*ck! Apa yang terjadi?" Ji Fan mengutuk dengan keras. Dia benar-benar tidak tahu kebenaran dibalik insiden kerajaan malam itu.
"Benar, kenapa mereka membahas hal yang tidak jelas?" Qi Rong menimpali.
Penatua itu menjadi semakin tidak sabar. "Apa kamu masih tidak akan menyerahkan blue phoenix?"
"Baik, jangan salahkan aku karena kejam!"
Bai Yin Xue menjadi waspada. Dia merasa tidak berdaya saat ini. Dia tidak mungkin menyerahkan Ying Jun. Tapi dia juga tidak memiliki kekuatan untuk melawan orang-orang ini.
"Lihat siapa itu?" Penatua itu tersenyum miring pada Bai Yin Xue. Tangannya menunjuk sisi barat alun-alun.
Bai Yin Xue menyipitkan matanya menoleh ke arah barat. Apa yang dilihatnya membuat dia bergetar. Wajahnya seketika memucat.
Bai Su dan Xie Wuqing sedang meronta di tangan salah satu penatua berbaju merah. Lehernya dicengkram erat oleh penatua itu.
"Tidak! Jangan sentuh mereka!" Bai Yin Xue berteriak dengan keras.
"Prajurit! Serang mereka!" Saat itu juga Ling Wuji berkomando dengan tegas.
Prajurit yang ditempatkan di pinggiran alun-alun segera datang menyerbu ke pusat alun-alun. Mereka sudah disiapkan dari awal untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu yang terjadi.
"Kalian memilih neraka? Baik, jangan salahkan aku karena kejam!"
Suara benturan senjata segera terdengar. Semua kultivator yang tersisa di alun-alun ikut menyerang pendatang asing itu. Saat ini darah mulai terciprat menjadi aliran-aliran kecil.
Rakyat yang tidak tahu apa-apa berlarian untuk menyelamatkan hidupnya.
Bai Yin Xue berlari untuk menyelamatkan ayah dan pamannya. Dia tidak peduli lagi dengan keselamatan orang lain. Dia hanya ingin menyelamatkan mereka berdua.
Tangannya dengan cepat membentuk segel tangan untuk mengaktifkan teknik manifestasi es. Puluhan panah kecil muncul di depannya.
Panah-panah itu meluncur secepat kilat kedepan, tapi seorang penatua menghalangi lintasan panah dengan kekuatan roh. Seketika panah es hancur menjadi debu.
Bai Yin Xue semakin cemas memikirkan keselamatan ayah dan pamannya. Tidak! Dia tidak boleh kalah!
Dia kembali menyerang penatua yang menghadang jalannya. Semua qi spiritual mengalir deras ke telapak tangannya membentuk pedang panjang.
Bai Yin Xue mulai mengayunkan pedangnya dengan cepat. Dia menyerang dengan sekuat tenaga.
Alun-alun yang awalnya menjadi tempat untuk mencari kesenangan, sekarang menjadi tempat paling mengerikan. Di sepanjang jalan, darah mengalir seperti sungai.
Hanya dalam sekejap ratusan nyawa lenyap. Mayat bertumpuk menjadi gunung kecil.
Bai Yin Xue tersengal-sengal. Jubahnya sudah robek bermandikan darah. Tapi rasa sakit itu tidak bisa menghentikannya.
"Lihat! Aku tidak akan membunuh mereka. Tapi aku punya permainan." Penatua yang mencengkeram leher ayah dan pamannya berbicara.
Dia mengetuk akupuntur di tubuh Bai Su dan Xie Wuqing membuat mereka tidak bisa bergerak.
Tangan penatua itu mengambil belati tajam. Senyumnya menjadi sangat menyeramkan.
"Apa yang kamu lakukan?!"
Penatua itu tidak menjawab. Tangannya mengarahkan belati itu kedepan dan mulai menggores kulit Bai Su sedikit demi sedikit.
Bai Yin Xue merasa sangat marah. Dia berjuang untuk mengalahkan orang yang menghadang jalannya. Tapi kultivasinya sangat lemah.
"Kamu membunuh murid-murid kami, jadi aku akan membuatmu merasakan apa itu keputusasaan."
Bai Yin Xue di ketuk mundur. Mulutnya memuntahkan darah segar. Dia terus memanggil Ying Jun tapi tetap tidak ada respon.
Tubuh Bai Su sudah berlumuran darah. Goresan ada dimana-mana membuat orang merasa ngeri melihatnya. Dia menggertakkan giginya untuk menahan rasa sakit yang datang.
Rasa frustasi dan ketidakberdayaan jatuh kedalam hati Bai Yin Xue. Melihat ayahnya terluka, dia merasa marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa menyelamatkannya.
Wooshhh!
Sebuah pedang datang dari belakang dengan sangat cepat. Bai Yin Xue tidak merasakan pedang yang datang.
Pada detik selanjutnya, rasa sakit tiba-tiba menyebar di punggung Bai Yin Xue. Ada kegelapan singkat di matanya. Rasa sakit yang datang membuat dia jatuh berlutut di tanah.
Matanya jatuh melihat ayah dan pamannya yang sekarang sedang menatapnya dengan putus asa.
Itu sangat menyakitkan.