
Apa yang menakutkan bagi setiap penghuni Celestial? Apa yang menakutkan bagi penghuni di tiga alam?
Itu adalah perang Dewa dan Iblis.
Itu sudah terjadi di masa lalu. Apa di masa depan akan kembali terulang?
Tidak ada yang tahu. Namun, saat ini serangan iblis di alam bawah sudah ada di mana-mana. Mereka mulai merajalela, menginvasi sudut-sudut wilayah yang awalnya hanya dikuasai oleh orang-orang lemah.
Kerajaan-kerajaan di Tongxuan Timur mulai melakukan kerja sama untuk berjaga-jaga. Beberapa kekuatan lain seperti Akademi Xinfeng dan akademi-akademi yang dulunya sempat memiliki konflik sekarang pun sudah mulai melupakan perselisihan mereka.
Di kerajaan Linxiang orang-orang diresahkan dengan berita penyerangan iblis yang semakin merebak. Mereka mulai dilanda ketakutan dan kecemasan.
Dan kecemasan itu berakhir menjadi kenyataan pada malam ini.
Beberapa saat sebelum bencana itu datang, sesosok pria tua berlutut di depan altar leluhur keluarga Bai. Kelopak matanya terkulai lesu. Ada gurat kecemasan di wajahnya.
“Aku hanya mendengar tentang legenda perang di masa lalu. Sekarang iblis muncul menyerang. Leluhur, apa ini pertanda peperangan besar akan pecah lagi?” tanya Bai Su dengan lemah.
“Bagaimana dengan nasib kami?” Dia mengadu dan meratapi keadaan manusia. Bagaimana jika perang iblis kembali terjadi? Itu adalah hal yang mengerikan.
“Ayah ….” Bai Fu’er berjalan masuk menemui Bai Su. Dia membungkuk dan menyelimuti tubuh pria tua itu dengan selimut yang dia bawa.
“Bangunlah. Tidak ada gunanya Ayah berlutut di sini. Pasti tidak akan ada yang terjadi. Kerajaan Linxiang tidak akan mudah dimasuki iblis,” bujuk Bai Fu’er. Sudah sejak sore ayahnya berlutut di depan altar leluhur. Itu tidak baik untuk kesehatannya.
“Ayah hanya khawatir. Uhukk!” Bai Su mulai terbatuk. Di usianya yang sudah tua ini memang tubuhnya rentan dengan udara dingin.
“Jangan mencemaskan hal-hal yang belum tentu terjadi, Ayah. Ibu sudah mencemaskanmu.” Setelah mendengar itu akhirnya Bai Su mau menurut. Pria itu bangkit dan dituntun Bai Fu’er keluar dari ruangan.
Setelah mengantar Bai Su ke kamar, Bai Fu’er segera pergi menemui Ji Fan. Pria itu sekarang sedang membaca gulungan yang entah apa isinya.
“Sudah malam, istirahatlah,” pinta Bai Fu’er. Dia bergerak menyita gulungan di tangan Ji Fan.
“Aku merasakan firasat buruk. Sepertinya sesuatu akan datang,” ucap Ji Fan.
“Apa yang lebih buruk dari serangan Iblis? Lupakan saja. Jangan pikirkan itu.” Bai Fu’er tidak ingin mendengar lebih jauh. Itu hanya akan membuat perasaannya semakin tidak tenang.
Ji Fan menarik Bai Fu’er ke dalam pelukannya. Direngkuhnya tubuh hangat itu dengan lembut. “Apa kau takut?”
“Bodoh. Kenapa pula kau bertanya? Tentu saja aku takut.”
Ji Fan terkekeh. Belum sempat dia membalas ucapan Bai Fu’er, tiba-tiba tanah di bawah mulai bergetar. Terdengar suara menggelegar dan kebisingan yang seakan menunjukkan sesuatu sedang mendekati kerajaan Linxiang.
“Apa yang terjadi?” Bai Fu’er bertanya dengan kebingungan. Dia segera berjalan ke arah jendela dan melihat langit yang malam yang kini berubah menjadi keemasan.
Kening Bai Fu’er berkerut dalam. Kemudian dia mendengar Ji Fan berlari keluar sambil berteriak, “Tetap di sini! Aku akan mencari tahu apa yang terjadi!”
Bai Fu'er ingin menghentikan Ji Fan, tetapi tidak bisa. Pria itu bergerak terlalu cepat dan sudah tidak terlihat lagi sosoknya. Perasaan Bai Fu'er menjadi tidak tenang.
Setelah berpikir beberapa saat akhirnya dia ikut berlari keluar. Kepergiannya langsung membuat para pelayan berlari mengejar. Bai Fu'er pun segera menghentikan mereka.
“Jangan ikut denganku! Katakan pada ayah dan ibu agar tetap di rumah!” perintahnya.
“Tapi ....” Seorang pelayan ingin melarang Bai Fu'er, tetapi wanita itu sama sekali tidak peduli. Dia berlari keluar dari kediaman keluarga Bai.
Bai Fu'er mendongak ke langit dan masih melihat cahaya keemasan yang sama. Cahaya itu tampak seperti membungkus langit wilayah kerajaan Linxiang.
“Apakah itu formasi pelindung?” gumam Bai Fu'er heran.
Dia mendengar suara-suara iblis yang sangat ramai. Mereka terdengar saling berteriak dipenuhi amarah. Hanya mendengar suaranya saja Bai Fu'er sudah merasa merinding.
Meskipun begitu dia tidak berbalik, melainkan kembali meneruskan niatnya untuk menyusul ke mana Ji Fan pergi.
Orang-orang di kerajaan Linxiang benar-benar dibuat panik. Bukan hanya Bai Fu'er dan Ji Fan saja yang mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Namun, beberapa keluarga ternama dan keluarga kerajaan juga mencoba mencari tahu.
Saat ini Ling Wuji bergerak meninggalkan istana kerajaan bersama dengan beberapa jenderal dan pengawal kerajaan. Mereka bergerak cepat menuju wilayah perbatasan.
Ling Wuji duduk di atas kuda yang berlari cepat. Dia mendongak ke langit dan melihat formasi pelindung yang menyelimuti langit kerajaan Linxiang.
Bahkan di dalam buku-buku sejarah kerajaan Linxiang pun tidak ada keterangan mengenai formasi itu. Apa seseorang diam-diam sudah melindungi kerajaan ini?
Ling Wuji tidak tahu. Saat ini dia sudah semakin dekat dengan perbatasan, demikian pula suara-suara jeritan iblis yang menjadi semakin keras. Dia yakin sekali saat ini wilayahnya sedang diserbu kelompok iblis.
Ketika dia tiba di perbatasan akhirnya semua terjawab sudah. Dugaannya memang tidak salah. Ratusan iblis mengepung perbatasan kerajaan Linxiang. Namun, mereka tidak bisa menerobos masuk karena ada formasi pelindung yang menghalangi mereka.
“Yang Mulia, Yang Mulia!” Seorang prajurit berlari ke arahnya dengan wajah takut.
“Sejak kapan iblis berusaha masuk?” tanya Ling Wuji.
“Belum lama ini, Yang Mulia.”
“Katakan, siapa yang sudah memasang formasi pelindung?”
Prajurit itu langsung menggeleng. “Tidak tahu, Yang Mula. Ketika iblis-iblis itu datang formasi langsung muncul begitu saja.”
Kebetulan Bai Fu'er yang sudah tiba di sana mendengar laporan prajurit itu. Dia bertanya-tanya siapa yang mungkin menciptakan formasi sekuat itu.
Jumlah iblis ada begitu banyak. Namun, formasi itu masih tampak kokoh meskipun sudah berkali-kali diserang rombongan iblis. Pencipta formasi itu pasti orang yang kuat.
Ling Wuji menatap ke segala arah dengan perasaan rumit. Siapa pun orang yang membantu melindungi kerajaan Linxiang, dia akan sangat berterima kasih.
Setidaknya hari ini dia tahu, kerajaan Linxiang akan aman untuk beberapa hari ke depan. Selama waktu itu dia akan memikirkan cara untuk memusnahkan iblis-iblis itu.
Ling Wuji melihat Bai Fu'er dan Ji Fan. Dia langsung turun dan mendekati mereka.
“Ikutlah ke istana. Aku ingin berbicara dengan kalian mengenai masalah ini,” ucap Ling Wuji dengan serius.
“Baik,” balas Bai Fu'er dan Ji Fan.
Selama ini hubungan mereka memang cukup baik, bahkan Ji Fan menjadi salah satu orang yang berpengaruh di kerajaan bersama dengan Qi Rong.
Hanya saja Qi Rong tidak selalu tinggal di kerajaan Linxiang. Pria itu lebih sering tinggal di Akademi Surgawi karena dia memang masih sibuk memperdalam ilmu dan kekuatannya.
“Apa yang terjadi?! Aku terlambat datang!” seru seseorang dari kejauhan. Dari suaranya saja sudah bisa dipastikan itu adalah Qi Rong si pemalas.
Bai Fu'er mendengkus. Dia melihat Qi Rong yang berlari terbirit-birit ke arah mereka. Sejujurnya di antara mereka, Qi Rong adalah orang yang memiliki kekuatan paling tinggi.
Namun, kadang-kadang pria itu cukup mengesalkan karena sifatnya tidak berubah sama sekali. Pria itu masih menjadi seseorang yang suka sekali tidur, terutama jika tinggal di rumah pelelangan.
“Kapan kau kembali ke Linxiang? Aku pikir kau masih di Akademi Surgawi,” tanya Ji Fan. Dia terkejut melihat sahabat lamanya muncul tiba-tiba.
“Baru kembali siang ini. Dan .... Surga, iblis-iblis itu benar-benar menyerang Linxiang?!” Qi Rong menatap jauh ke depan dengan terkejut.
“Siapa yang memasang formasi pelindung?” tanya Qi Rong heran.
“Tidak ada yang tahu,” balas Bai Fu'er. “Lebih baik semua orang kembali ke rumah sekarang.”
Ling Wuji mengangguk setuju. Akhirnya dia langsung memerintahkan semua orang agar kembali ke rumah. Lagi pula dia yakin formasi pelindung itu masih bisa bertahan selama beberapa hari.
“Ayo pergi sekarang,” ajak Ling Wuji yang kembali naik ke atas kuda.
Ji Fan, Qi Rong dan Bai Fu'er mengangguk. Mereka pun segera mengikuti Ling Wuji pergi ke istana kerajaan.
***
Sementara itu, di atas langit, seorang perempuan berjubah putih mengamati apa yang terjadi dengan pandangan mata dingin. Qing Yue'er mendengkus melihat rombongan iblis yang jumlahnya ada ratusan.
“Rupanya Baili Linwu menggunakan kesempatan ini untuk mengeluarkan iblis,” desis Qing Yue'er. Tangannya terkepal erat menahan kemarahan.
Dia tidak pernah menyangka ternyata Baili Linwu sepicik itu. Saat ini Mo Jingtian sangat lemah dan tidak sadarkan diri. Jadi pria itu memanfaatkan kesempatan untuk membobol dunia dengan pasukan iblis.
“Sialan!” Qing Yue'er mengumpat. Sepertinya dia harus segera merencanakan tindakan perlawan, sebelum iblis-iblis yang terkurung di dunia bawah benar-benar terbebas semua.