Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Boneka Wayang


Setelah ujian disiapkan, Qing Yue'er dan dua rekannya segera diarahkan untuk menuju ke sebuah ruangan. Ruangan itu memiliki beberapa pintu yang masing-masing masih tertutup rapat. Sedangkan di dalamnya sebenarnya hanya ruangan kosong tanpa ada sesuatu apa pun.


Han Qiong dan Peng Liang berdiri di pintu masuk sambil mengamati ketiga gadis itu. Sebenarnya ada tim sendiri yang memutuskan ujian seperti apa yang akan diberikan, mereka berdua hanya menyampaikan keinginan ketiga gadis itu untuk segera disiapkan segala hal-halnya.


"Kalau begitu aku akan menunggu diluar. Kalian memiliki waktu sebanyak tiga kali pembakaran dupa. Semoga kalian berhasil," ucap Peng Liang.


"Gadis, berhati-hatilah." Han Qiong hanya meninggalkan pesan singkat.


Qing Yue'er hanya mengangguk. Sebenarnya dia masih tidak mengerti tentang ujian ini. Apa yang harus dia lakukan? Namun karena kedua orang tua itu tidak menjelaskan apa pun, sepertinya mereka juga tidak begitu mengetahui tentang ujian yang akan dia hadapi.


Dia melihat kedua orang tua itu yang mulai pergi meninggalkan ruangan. Tak lupa juga pintu kayu itu pun di tutup dengan rapat. Setelah itu yang tersisa hanyalah keheningan.


"Apa yang harus kita lakukan selama waktu tiga pembakaran dupa ini?" tanya Jing Ling.


"Aku tidak tahu, mari kita tunggu sebentar." Qing Yue'er berkata perlahan.


"Aku mendengar sesuatu," ucap Ming Yuxia.


Telinga Qing Yue'er sedikit bergetar. Dia mendengar suara langkah serempak, serta getaran di tanah yang semakin lama semakin terasa. Keningnya langsung berkerut dalam-dalam. "Sesuatu akan datang, bersiaplah!"


Blaamm blamm blaamm!


Tiga pintu yang tertutup rapat tiba-tiba hancur dengan sendirinya. Pada saat itulah sesuatu bergerak dengan cepat keluar dari pintu-pintu itu. Mereka adalah orang-orangan palsu atau yang biasa disebut sebagai boneka wayang. Jumlahnya tidak bisa dihitung, itu terlalu banyak.


Boneka-boneka wayang itu bukan dari kelas menengah, itu adalah boneka wayang kelas tinggi yang tentunya lebih kuat dari boneka kelas menengah. Sosok mereka hampir menyerupai manusia, hanya saja mereka tidak memiliki bentuk wajah yang sempurna. Itu hanya bisa dikatakan sebagai buruk rupa.


Ketiga gadis itu langsung berdiri melingkar saling memunggungi. Mereka menjadi waspada. Baru kali ini mereka akan bertempur melawan boneka wayang dan mereka tidak tahu seberapa kuat hal-hal itu.


Dalam sekejap boneka-boneka itu langsung berlari menuju Qing Yue'er dan lainnya. Mereka tidak memiliki kultivasi, tetapi pasti ada sesuatu yang mengendalikan mereka agar memiliki tingkat serangan kelas tinggi.


Qing Yue'er mengambil tongkat rotannya dan dengan gerakan yang gesit dia memukulkannya pada setiap tubuh boneka yang akan menyerangnya. Boneka kelas tinggi adalah kelas unggulan. Mereka memiliki mata layaknya manusia normal, itulah kenapa mengalahkannya akan memakan banyak usaha.


Qing Yue'er mengedarkan kekuatan rohnya agar bisa mendeteksi gerakan boneka yang hendak mendaratkan serangan padanya. Setiap kali boneka akan memukulnya, dia akan memukul balik menggunakan tongkat rotan dengan keras. Namun, ketika tongkat rotan mendarat, mereka tidak langsung jatuh begitu saja. Sepertinya dia harus mencari kelemahan mereka.


Whosh whooshh!


Jing Ling dan Ming Yuxia tidak hanya diam di bawah perlindungan Qing Yue'er. Mereka juga secara kompak menghadapi boneka-boneka itu. Dengan hanya berbekal kultivasi level 3 alam langit memang membuat mereka sedikit kesulitan. Ternyata boneka-boneka itu setara dengan level 5 alam langit. Tentu saja hal itu membuat kedua gadis itu beberapa kali mendapatkan pukulan.


Qing Yue'er memang lebih unggul, tapi dia mengkhawatirkan situasi Jing Ling dan Ming Yuxia. Jika kedua gadis itu lengah sedikit saja mungkin mereka akan terluka oleh boneka-boneka wayang itu.


Boomm!


Qing Yue'er tertegun saat boneka yang baru dia pukul itu meledak dengan tiba-tiba. Wajahnya menjadi sumringah, dia kembali mencoba memukul di tempat yang sama dengan boneka yang baru saja meledak. Seketika ledakan kembali terdengar dan boneka itu langsung terhempas begitu saja ke lantai.


"Bagus. Aku menemukan kelemahannya!" Qing Yue'er berteriak dengan antusias. Kemudian dia langsung memberitahu kepada Jing Ling dan Ming Yuxia tentang di mana kelemahan itu berada. Itu adalah tepat di bawah telinga bagian kiri boneka. Jika mereka memukul di sana maka boneka itu akan meledak begitu saja.


"Cepat kalahkan mereka! Waktu kita tidak banyak lagi!" seru Qing Yue'er.


Dia memang tidak lupa untuk menghitung waktu. Mungkin orang lain akan berpikir itu baru sekejap mata, tapi ternyata mereka sudah melewati dua batang pembakaran dupa. Dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika mereka tidak bisa membasmi boneka-boneka ini tepat waktu. Mungkin gelombang boneka akan datang lagi dalam jumlah yang lebih banyak, dan itu tidak boleh terjadi.


Sementara itu, di ruangan yang berbeda, beberapa penatua sedang memperhatikan lempengan batu yang ada di meja. Lempengan batu itu memiliki tiga batu kecil yang bergerak-gerak di permukaannya. Ada pula butiran-butiran pasir yang bergerak untuk melawan ketiga batu kecil tersebut.


"Apa?! Apa mereka berhasil menemukan kelemahannya?" tanya salah satu dari mereka dengan takjub.


"Jin Tua, apa kamu benar-benar mengirim boneka kelas tinggi? Kenapa mereka begitu mudah menaklukkannya?"


"Apa kamu pikir aku akan mengeluarkan boneka dengan sembarangan?! Huh, lihat batu yang ini! Dia bergerak dengan begitu gesit, aku pikir dia lebih unggul dari dua lainnya," ucap seseorang yang dipanggil Jin Tua sambil menunjuk pada satu batu kecil yang paling banyak bergerak.


"Kamu benar, kamu benar. Hmm, jika seperti ini waktu tiga batang dupa pasti akan lebih dari cukup."


"Aku ingin tahu siapa ketiga orang itu. Setidaknya harus ada salah satu dari mereka yang sudah menginjak puncak alam langit, bukan?"


"Yang aku tahu mereka semua adalah gadis yang bahkan belum 20 tahun. Bukankah ini sedikit gila?"


"Hmm, dari mana guru Han menemukan gadis-gadis seperti itu?"


"Berhenti bergosip! Lihat, boneka-boneka itu sudah semakin habis! Ini benar-benar luar biasa!"


Semua orang sontak menghentikan obrolan dan kembali fokus pada lempengan batu. Mereka adalah tim penguji yang mempersiapkan ujian pendaftaran masuk. Dan lempengan batu itu adalah formasi yang menghubungkan keadaan Qing Yue'er dengan boneka-boneka wayang, agar mereka bisa tetap memantau keadaan ruang pengujian.


"Apa kita akan membiarkan ini begitu saja?" Tiba-tiba seseorang bertanya.


"Lalu apa yang kau pikirkan? Mengirim satu gelombang lagi?"


"Hmm, kita akan memikirkannya nanti."


Tentu saja Qing Yue'er tidak mengetahui kalau gerakan-gerakannya ternyata sedang diawasi oleh tim penguji. Dia hanya fokus dengan meledakkan boneka-boneka wayang itu. Semakin cepat selesai maka itu akan menjadi semakin baik.