
Kemunculan makhluk tulang yang sangat mendadak langsung menyebabkan keributan. Orang-orang yang berada di laut bergegas membelokkan arah perahu agar tidak mendekat ke lokasi berbahaya.
Sementara itu, para pemuda Shang berdiri dengan kaki yang gemetar. Mereka merasa sangat kecil jika dibandingkan dengan makhluk tulang yang sangat tinggi. Apalagi perahu mereka adalah yang paling dekat dengan kemunculan makhluk.
Qing Yue'er mengerutkan keningnya dalam-dalam. Jadi tulang-tulang yang menumpuk di dalam laut ternyata bisa bertransformasi menjadi makhluk seperti itu. Namun, apa yang membuatnya muncul keluar? Sebelumnya Qing Yue'er tidak pernah berpikir ada hal seperti ini.
“Jingtian, kenapa makhluk itu bisa keluar?” tanya Qing Yue'er dengan perasaan yang tidak menentu.
“Darah yang menetes ke laut akan membangunkan mereka,” balas Mo Jingtian.
Akhirnya Qing Yue'er mengerti. Darah dari Shang Tong menetes ke laut dan tanpa sengaja telah memanggil makhluk itu keluar. Qing Yue'er menyayangkan hal ini. Ternyata perkelahian pemuda Shang membawa bahaya pada orang lain.
“Cepat pergi dari sini! Gunakan kekuatan kalian sebanyak mungkin untuk menggerakkan perahu!” seru Shang Ji yang sudah bisa berpikir normal. Makhluk tulang itu mungkin akan membunuh mereka jika tidak cepat pergi.
Mereka akhirnya mengangguk dan mencoba menggerakkan perahu. Perahu yang sebelumnya sudah terombang-ambing itu kemudian bergerak lebih cepat dari sebelumnya. Namun, makhluk itu tidak membiarkan mereka pergi. Dia melangkahkan kakinya hingga air laut menjadi penuh gelombang.
Jumlah makhluk tulang tidak lebih dari lima. Namun, keberadaan mereka seakan menguasai wilayah laut. Mereka tidak memiliki mata seperti layaknya makhluk lain, tetapi mereka bisa merasakan keberadaan manusia dengan cukup baik.
Makhluk-makhluk itu mulai menyebar dan memburu manusia-manusia yang sedang kalang kabut melarikan diri. Mungkin di antara mereka semua, orang yang paling tenang adalah Qing Yue'er dan Mo Jingtian. Qing Yue'er sendiri hanya khawatir dengan air yang mungkin terciprat. Namun, dia bisa menggunakan kekuatan roh untuk membuat penghalang khusus.
Manusia tidak bisa terbang di atas laut. Jadi kebanyakan dari mereka merasa putus asa dan segera melarikan diri jauh-jauh. Dalam situasi seperti ini mereka menyadari bahwa kemampuan untuk terbang adalah kemampuan yang sangat penting.
Bagi orang yang tidak percaya dengan rumor, mereka mencoba menggunakan kekuatan penuh untuk terbang. Namun, hanya dalam beberapa saat mereka jatuh dari langit ke dalam air, lalu mati begitu saja. Itu salah satu akibat untuk mereka yang keras kepala.
“Jingtian, aku ingin melihat bagaimana cara mereka akan melawan.” Qing Yue'er menunjuk pada perahu pemuda Shang.
“Mereka hanya berada di puncak level duniawi. Akan sulit untuk melawan.”
Qing Yue'er mengangguk setuju. Di sana ada lebih banyak kultivator yang berada di alam surgawi. Namun, mereka masih tetap kesulitan. Bagaimana dengan pemuda Shang yang hanya di puncak alam duniawi? Itu terlihat mustahil.
Makhluk tulang mengangkat tangannya tinggi dan mengayunkannya menuju perahu Shang Lian. Dengan cepat mereka langsung menggerakkan perahunya untuk menghindar. Mereka mulai ketakutan apalagi ketika kapal mereka bergoyang dengan dahsyat.
Shang Lian yang sebelumnya sangat marah pada saudara Shang yang lain, akhirnya merasa sedikit lunak. Dia tidak ingin mati dan itu berarti setidaknya dia harus bekerja sama dengan mereka.
Qing Yue'er ingin melihat mereka lebih lama, tetapi dia juga tidak bisa terlalu fokus karena harus mengkhawatirkan kapalnya sendiri. Dia merasa goncangan air laut menjadi semakin besar ketika salah satu dari makhluk tulang itu tiba-tiba menolehkan kepala ke arahnya.
Meskipun mereka tidak memiliki mata, Qing Yue'er bisa merasakan jika saat ini makhluk itu sedang mendaratkan perhatian padanya. Jantung Qing Yue'er berdebar sedikit lebih kencang. Sekarang dia baru menyadari ternyata sejak tadi perahu yang ditumpanginya tidak bergerak sama sekali.
Ini membuat Qing Yue'er merasa heran. Dia menoleh menatap Mo Jingtian dan pria itu langsung berkata, “Diam adalah solusi yang baik. Mereka tidak akan merasakan pergerakan kita.”
Qing Yue'er baru tahu ini. Ternyata bergegas melarikan diri justru menjadi langkah yang salah. Itu akan membuat makhluk tulang merasakan kehadiran mereka yang melarikan diri. Mungkin ini karena makhluk tulang tidak melihat menggunakan mata, tetapi hanya merasakan menggunakan kekuatannya.
Pantas saja sejak tadi makhluk-makhluk itu tidak ada yang benar-benar mendekatinya untuk menyerang. Mereka hanya melintas sesekali. Awalnya dia pikir itu karena mereka bisa merasakan identitas Mo Jingtian dan merasa takut karenanya. Namun, ternyata tidak begitu.
Makhluk yang sebelumnya menatap Qing Yue'er akhirnya memalingkan kepala. Mungkin dia benar-benar tidak merasakan adanya tanda-tanda kehidupan di dalam perahu tersebut.
Qing Yue'er akhirnya bisa menghela napas lega. Namun, akan sampai kapan dia hanya berdiam diri di sini menunggu mereka pergi? Mungkin semua waktunya akan terbuang hanya untuk itu. Dia harus mencari cara agar makhluk-makhluk itu masuk lagi ke dalam laut.
“Jingtian, bagaimana cara agar mereka mau pergi? Kita tidak mungkin hanya berdiam diri entah sampai kapan, kan?”
Mo Jingtian menonton mereka semua dengan perasaan santai. Kemudian dia menarik Qing Yue'er hingga gadis itu jatuh bersandar di pelukannya. “Kenapa terburu-buru? Bukankah ini akan menjadi momen untuk kita?” Dia menunduk menatap menggoda pada Qing Yue'er dan melingkarkan tangannya di perut gadis itu.
“Kamu benar-benar ....” Wajah Qing Yue'er memerah. Dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Bagaimana bisa pria itu memikirkan hal ini pada situasi menegangkan seperti sekarang? Sepertinya dia bisa gila jika terus berlama-lama bersama Mo Jingtian.
“Kau sungguh pria tak tahu malu!” Qing Yue'er mencoba melepaskan diri. Apa pria itu masih belum cukup melekat sepanjang malam kepadanya? Ini perjalanan untuk sebuah misi, bukan momen untuk berkencan! Memikirkan kata kencan membuat wajahnya sedikit memanas.
“Apa aku terlihat seperti itu? Kau harus tahu, tidak ada banyak kesempatan untuk ini,” ucap Mo Jingtian tanpa merasa sungkan. Dia tidak membiarkan Qing Yue'er lepas begitu saja.
“Itu hanya alibi,” bantah Qing Yue'er.
“Aku akan pergi jika ini sudah selesai.”
Qing Yue'er langsung terdiam. Pria itu selalu datang dan pergi tanpa waktu yang ditentukan. Terkadang berlalu begitu cepat, tetapi kadang juga tinggal cukup lama. Itu bukan hal yang asing baginya. Akhirnya Qing Yue'er membiarkan Mo Jingtian melakukan apa yang diinginkan.
Ketika orang lain sedang berjuang keras untuk melarikan diri, kedua orang itu malah saling bersandar penuh kenyamanan. Tentu saja perbedaan itu begitu mencolok. Mereka terlihat seperti pasangan surga yang tidak terganggu oleh kekacauan dunia.
Orang-orang yang melihat ini merasa marah sekaligus iri. Mereka juga ingin bersantai, tetapi makhluk-makhluk besar itu tidak membiarkan mereka melakukan itu. Dunia benar-benar tidak adil!
Shang Lian menatap Shang Ji, lalu berkata dengan serius, “Hentikan perahu ini. Makhluk-makhluk itu mungkin tidak akan mengejar perahu yang bergerak.”
Shang Tong yang mendengar ucapan Shang Lian merasa tidak percaya, sebaliknya berseru kesal, “Apakah otakmu sudah tidak waras?! Jika kita berdiam diri maka mereka benar-benar akan membunuh kita! Jika kau ingin mati maka pergilah sendiri, jangan mengajak kami!”
“Aku mengusulkan ini untuk dicoba. Lagipula apa kau lihat perahu itu?” Shang Lian menunjuk pada perahu Qing Yue'er. “Mereka tetap diam tetapi tidak ada satu pun makhluk tulang yang mengejar.”
Shang Ji yang merupakan anggota tertua akhirnya memikirkan ucapan Shang Lian. Itu memang benar. Namun, apa dia harus menuruti Shang Lian? Dia merasa enggan karena tertahan oleh gengsi yang tinggi.
Pada saat itu, satu makhluk tulang datang lagi dan bersiap untuk menghantamkan tangannya ke kapal pemuda Shang. Mereka merasa lelah menghindar dan hampir kehabisan energi. Shang Lian membulatkan tekadnya dan mengeluarkan kekuatan sebanyak mungkin untuk menggerakkan perahu.
Perahu itu berhasil selamat. Shang Lian mencari tempat yang cukup jauh dari makhluk itu sebelum akhirnya menghentikan perahu. “Untuk kali ini percayakan ini padaku,” ucap Shang Lian tanpa nada memohon.
Shang Tong ingin memprotes, tetapi Shang Ji menghentikannya. Akhirnya mereka hanya diam untuk melihat bagaimana hasilnya. Sayang sekali usaha itu tidak berhasil. Makhluk itu masih tetap datang mendekat.
Hal itu membuat Shang Tong mengejek, “Sudah kubilang itu tidak akan berhasil. Kakak Ji, jangan percaya padanya!”
“Dia memang tidak seharusnya dipercaya. Jika ibunya saja tidak bisa dipercaya maka putranya juga tidak layak!” Shang Li ikut mengejek.
Qing Yue'er menggelengkan kepala melihat perseteruan mereka. Dia merasa tidak tahan melihat Shang Lian yang terus disudutkan dengan membawa nama ibunya. Akhirnya dia berteriak, “Hei! Lihat darah di tangannya, bagaimana mungkin mereka tidak akan mengejar kalian jika masih ada darah yang menetes!?”
Shang Lian merasa terkejut mendengar teriakan Qing Yue'er. Dia segera menatap lengan Shang Tong dan melihat darah yang masih menetes. Shang Tong memang belum menangani lukanya sendiri karena tidak ada waktu untuk itu. Sekarang sepertinya dia sudah mengerti.
Sedangkan Shang Tong merasa tidak terima pada ucapan Qing Yue'er. Dia merasa apa yang dikatakan Qing Yue'er hanya akan membuat saudaranya menyalahkan dia. “Omong kosong apa yang kau katakan! Bagaimana mungkin itu karena darahku?!”
Qing Yue'er mendecih. “Terserah bagaimana kau akan berpikir.”
Shang Ji menatap Shang Tong. Tatapan matanya tidak bisa dideskripsikan. Dia memberikan kain pada saudaranya itu. “Tutup itu. Jangan membuat kami dalam bahaya,” ujarnya dengan nada yang tidak terdengar menyenangkan.
Mau tidak mau Shang Tong menerimanya dan segera membalut lukanya. Setelah itu Shang Lian kembali memindahkan perahu ke tempat yang lebih jauh dan menghentikannya. Ternyata usaha kali ini berhasil. Makhluk itu tidak mengejar mereka lagi!
“Kakak Ji tidak akan menyalahkanku bukan?” Shang Tong bertanya dengan perasaan tidak nyaman. Semua sudah terbukti sekarang. Jadi darahnyalah yang sudah mengundang makhluk itu. Mungkin juga yang sudah membuat mereka muncul dari dalam air?
Tiba-tiba Shang Tong merasa takut. Jika orang-orang tahu tentang hal ini, mungkin dia akan segera digantung hidup-hidup oleh mereka.
Shang Ji mendengkus dingin. Semua ini terjadi karena Shang Tong. Untung saja mereka masih memiliki keberuntungan untuk hidup. Jika dia mati maka dia benar-benar akan mencekik Shang Tong di neraka.
Dia mengalihkan perhatiannya pada Shang Lian. Ternyata lelaki yang sudah lama diinjak olehnya memiliki pemahaman yang lebih baik dari omongan besar Shang Tong. Ada rasa bersalah yang mulai menelusup ke dalam hatinya.
Sementara itu Shang Lian menatap Qing Yue'er penuh terima kasih. Bagaimanapun juga perempuan itu sudah menolongnya meskipun hanya dengan beberapa patah kata. Jika sudah mendarat nanti dia ingin mengucapkan terima kasih secara langsung.
Orang-orang yang masih berjuang melarikan diri mulai menyadari kebenaran itu. Mereka akhirnya mengetahui bagaimana cara melepaskan diri dari makhluk tulang. Akhirnya perahu-perahu mulai berhenti berkeliaran, mengikuti cara perahu Qing Yue'er.
Lima makhluk tulang mulai kehilangan musuh. Mereka berdiri diam sambil menunggu cukup lama sampai tiba-tiba ada satu perahu yang meluncur cepat. Perahu itu bergerak ke arah Qing Yue'er membawa tetesan darah yang cukup banyak. Tentu saja hal itu langsung membuat makhluk-makhluk itu bergerak mengejar.
Qing Yue'er mendengkus dingin. Perahu yang mendekatinya adalah perahu milik wanita yang sebelumnya sudah membuat masalah dengannya. Wanita bermata besar itu terluka entah karena apa.
“Aku tidak mau sial sendirian,” ucap wanita itu setelah perahunya berhimpitan dengan perahu Qing Yue'er.
Wanita yang bernama Tantai Yiran itu memiliki luka di pergelangan tangan yang mengeluarkan cukup banyak darah. Itu bukan luka baru, sebenarnya itu adalah luka yang baru dia dapatkan ketika dalam perjalanan ke sini. Barusan dia terlalu banyak bergerak sehingga luka itu kembali terbuka.
Tantai Yiran tahu sekarang dia berada dalam bahaya. Dan kebetulan dia tidak menyukai Qing Yue'er. Dia tidak menyukai bagaimana gadis itu bersandar pada seorang pria tanpa merasa ketakutan. Berbeda dengannya yang selalu pergi sendirian dan dikejar oleh banyak masalah.
Jadi, Tantai Yiran sengaja mendekat pada Qing Yue'er. Dia ingin melihat bagaimana gadis itu merasa takut ketika dihadapkan dengan masalah.
Qing Yue'er tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Tantai Yiran. Mereka tidak memiliki dendam pribadi yang mengharuskannya untuk saling menyakiti. Jika itu ada, seharusnya Qing Yue'er yang menyimpan dendam lantaran sebelumnya wanita itu hampir membuatnya terjatuh di dermaga.
Ini membuatnya merasa heran, tetapi juga merasa kesal. Sudah jelas jika wanita itu ingin membuat masalah padanya. Qing Yue'er menyeringai. Sepertinya dia harus membuat pelajaran yang bagus untuk Tantai Yiran.
***
Ayo, jangan lupa jempol like dan komen. Vote-nya jugaa kencengiinnn!
Follow ig author @anayuliana_17