Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Qing Yue'er Kembali


Pada hari berikutnya Qing Yue'er dan Xie Ying Fei sudah bersiap untuk pergi. Cloud Fairy datang dengan membawa token batu di tangan dan memberikannya pada Qing Yue'er. “Kau bisa menggunakannya jika sewaktu-waktu ingin datang ke sini.”


“Terima kasih,” ucap Qing Yue'er. Dia menerima token pemberian Cloud Fairy dengan senang hati. “Aku pergi sekarang.”


“Ya. Berhati-hatilah.”


Xie Ying Fei tersenyum dan mengangguk pada Cloud Fairy. Kemudian dia dan Qing Yue'er menginjak pedang terbang masing-masing sebelum akhirnya melesat jauh ke langit. Kali ini mereka tidak memiliki rencana lain dan hanya akan kembali ke klan Xie.


Dengan kecepatan yang tinggi, mereka tidak terlalu banyak membuang waktu. Ketika hari menjelang sore, menara tinggi di istana Tianjun pun sudah terlihat oleh mata. Qing Yue'er merasa cukup lega karena tidak ada kendala dalam perjalanan.


Di dalam istana Tianjun, Xie Song sedang menggurui Xie Wuqing lantaran putranya itu baru saja membuat kesalahan. Xie Wuqing menolak undangan dari Yuan Yichuan yang merupakan putra kepala klan Yuan.


Klan Xie dengan klan Yuan memiliki hubungan yang cukup baik jadi Xie Song tidak mau jika penolakan Xie Wuqing akan menyebabkan hal buruk bagi hubungan mereka. Dia tidak mau klan Yuan merasa tersinggung.


“Ayah, tapi aku bukannya menolak. Aku hanya tidak mendatanginya,” elak Xie Wuqing dengan alasannya.


“Apa bedanya itu?! Pada intinya kau tetap tidak datang ke sana!” Xie Song berseru kesal.


Xie Wuqing mengerutkan keningnya tidak senang. “Ayah, kau pasti tahu alasan Yuan Yichuan mengundangku, kan? Haiz, aku benar-benar tidak mau.”


“Memangnya kau tahu?” Xie Song memicingkan mata.


“Itu ... tentang adiknya,” jawab Xie Wuqing sedikit enggan.


“Maksudmu adik Yuan Yichuan? Yuan Xin'er?” Xie Song menjadi tertarik. Dia pernah mendengar tentang gadis itu, tetapi sejauh ini dia belum pernah melihatnya. Orang-orang banyak membicarakannya dan mengatakan jika Yuan Xin'er adalah gadis berbakat.


Xie Wuqing mengembuskan napas dengan perasaan malas. “Dia ingin memperkenalkanku pada adiknya.”


“Lalu kenapa kau menolaknya, bodoh?!” Bukannya mendukung, Xie Song malah semakin marah. Bukankah ini hal bagus? Lagi pula apa salahnya mengenal seorang wanita? Apalagi yang akan diperkenalkan adalah seseorang yang memiliki gambaran baik. Tentu saja Xie Song menyayangkan hal ini.


“Kenapa Ayah tidak mendukungku? Ayah ... bukankah aku masih muda? Kenapa terburu-buru untuk masalah seperti ini?” Xie Wuqing mendecakkan lidahnya. Ayahnya benar-benar tidak menyenangkan.


“Apanya yang terburu-buru? Lihat, sudah berapa usiamu? Tuan muda dari keluarga lain yang seumuran denganmu juga sudah memiliki calon istri untuk dinikahi. Sedangkan kamu?” Xie Song menjadi sedikit mengejek. “Kamu bahkan tidak memiliki siapa pun.”


Xie Wuqing hanya bisa menatap datar pada ayahnya. Dia ingin berbicara lebih, tetapi ayahnya terlebih dahulu berkata, “Wuqing, ayahmu ini bukan sedang menyuruhmu menikah. Aku hanya ingin kamu datang ke klan Yuan.”


Xie Wuqing tertawa sumbang. Sebenarnya apa yang ayahnya katakan memang benar, pria itu bukan sedang menyuruhnya menikah. Namun, tetap saja dia tidak ingin diperkenalkan pada seorang wanita. Dia menyukai hal-hal yang lebih alami. Jika bisa dia pun ingin bertemu dengan wanita secara alami, bukan atas rencana orang lain.


“Wuqing, malam ini juga kau harus pergi ke sana. Meskipun itu sudah terlambat setidaknya kau tetap datang,” ucap Xie Song dengan nada yang lebih lembut.


Wajah Xie Wuqing tetap terlihat enggan. Tiba-tiba dia mendengar pintu yang diketuk dari luar. “Tuan, Nona Qing sudah kembali,” lapor seseorang. Mendengar hal ini, Xie Wuqing langsung berubah menjadi antusias. Gadis itu benar-benar pulang pada waktu yang sangat tepat.


“Jangan berpikir aku akan membiarkanmu bebas. Jika kau tidak mau pergi sendiri maka cucuku yang akan menemanimu ke sana,” ucap Xie Song sambil berjalan keluar. Wajahnya yang sebelumnya terlihat tajam sudah berubah menjadi penuh kegembiraan. “Yue'er cucuku pulang ...,” gumamnya dengan senang.


“Apa orang-orang memang seperti itu? Lebih menyayangi cucunya daripada anaknya sendiri?” Xie Wuqing menggelengkan kepalanya beberapa. Akhirnya dia menyusul ayahnya untuk menemui Qing Yue'er.


“Mana cucuku? Yo, akhirnya kau kembali dengan selamat.” Xie Song berjalan cepat menghampiri Qing Yue'er. Xie Ying Fei yang melihat ini hanya tersenyum simpul.


“Kakek, apa kau baik-baik saja selama aku pergi?” tanya Qing Yue'er.


“Tentu saja aku baik-baik saja.” Xie Song tertawa senang. Kemudian dia melirik Xie Wuqing sebentar. “Tapi Pamanmu itu membuatku sedikit marah hari ini.”


Qing Yue'er menjadi penasaran apa yang telah membuat kakeknya marah. “Kenapa dengannya?”


“Yue'er, jangan dengarkan pria tua itu. Dia hanya sedang memaksaku,” ucap Xie Wuqing sambil menyilangkan tangannya.


“Kamu menyebutku pria tua, hah? Bagus! Tidak peduli apa, malam ini juga kamu harus pergi menemui Yuan Yichuan!”


“Tidak, Ayah.” Xie Wuqing tertawa. “Aku hanya bercanda.”


“Benar-benar ....” Xie Song tidak tahu lagi harus mengatakan apa. Sedangkan Qing Yue'er masih belum mengerti apa yang sedang terjadi. Dia menatap ibunya untuk bertanya, tetapi ibunya juga menggeleng tidak tahu.


Kemudian Xie Wuqing mendekati Qing Yue'er dan berbisik, “Kakek tua itu ingin mencoba membuatku bertemu seorang gadis. Berbicara dengan banyak alasan padahal aku tahu jelas dia ingin aku bertemu dengan Yuan Xin'er.”


Qing Yue'er yang mendengar ini akhirnya terkekeh geli. Jadi itu masalahnya. Kemudian dia menjawab, “Tapi, Paman, aku setuju dengan Kakek. Kau harus tahu, memiliki seorang pendamping itu bukan hal yang buruk.”


Xie Wuqing merasa ingin menangis mendengar ucapan Qing Yue'er. Dia pikir gadis itu akan memihaknya, ternyata malah memihak pada kakeknya. Apakah Xie Ying Fei juga tidak akan memihak padanya?


Xie Song tertawa penuh kemenangan. Tentu saja dia mendengar bisikan mereka. Dan ucapan Qing Yue'er membuat dia merasa semakin senang. “Wuqing, dengarkan itu. Bahkan Yue'er tahu apa yang baik untukmu. Bagaimanapun juga kamu akan mewarisi klan Xie. Kau harus memikirkan ini, jangan kekanakan.”


Xie Wuqing menghela napas panjang. Apa yang dikatakan ayahnya memang benar. Jika jalan takdir Qing Yue'er adalah berjuang untuk membebaskan ayahnya, maka jalan takdirnya adalah memegang tanggung jawab atas klan Xie. Setiap orang memang memiliki jalannya sendiri-sendiri.


“Baiklah. Aku akan pergi, tapi bukan malam ini,” ucap Xie Wuqing.


“Lalu kapan rencanamu?”


“Besok siang.” Dia perlu memeriksa sesuatu malam ini.


“Nah, pria yang baik. Itu tidak masalah.” Xie Song tersenyum senang.


Qing Yue'er hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Kemudian dia bertanya, “Apa aku perlu ikut? Mungkin Paman butuh teman.”


“Aku akan memikirkannya nanti,” ucap Xie Wuqing.


“Baiklah. Kalian pasti lelah setelah perjalanan jauh. Beristirahatlah. Aku tidak akan mengganggu lagi,” ucap Xie Song. Melihat keadaan anak cucunya pulang dengan selamat saja sudah cukup membuatnya merasa senang.


Akhirnya Qing Yue'er mengangguk dan pergi menuju kediamannya. Dia membuka pintu dan merasakan kekosongan. Sudah beberapa waktu tempat itu tidak ditempati. Ini adalah rumahnya, benar-benar rumahnya. Tempat di mana dia memulangkan diri.


Qing Yue'er segera membaringkan tubuh di atas ranjang. Rasanya sangat nyaman. Benar kata orang, sebagus apa pun tempat lain, yang paling nyaman tetaplah rumah sendiri. Dia tersenyum sesaat, lalu menutup matanya selama beberapa saat.