Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Siapa yang Bodoh?


Iblis-iblis akhirnya mulai menunjukkan diri. Dari pinggiran lubang, para penatua bisa melihat seorang pria berpakaian aneh yang memimpin pasukan iblis. Pria itu memiliki mata ungu yang tajam dan terlihat jahat.


“Ini … iblis dari tingkat tinggi.” Penatua pemegang kocokan ekor kuda yang bernama Bai Xianfeng bergumam dengan perasaan terkejut. Iblis dari tingkat tinggi adalah keberadaan yang langka. Itu mengejutkan karena mereka bisa melihatnya di sana.


Zi Xian yang baru pertama kali melihat iblis berwujud manusia sempurna menjadi penuh semangat. Penampilan iblis itu bahkan tidak buruk. Dia cukup tampan meskipun gaya pakaiannya tidak normal dengan banyak atribut tulang.


“Guru Bai, jadi ini iblis tingkat tinggi?” Gadis itu berbisik pada Bai Xianfeng.


“Benar. Kau mundurlah, biarkan kami orang tua yang menghadapinya,” ucap Bai Xianfeng dengan serius.


“Bagaimana mungkin aku hanya menonton?” Zi Xian menolak mundur. Dia mencengkeram pedangnya dengan erat.


Pada saat itu, iblis pria itu berhenti di permukaan lubang. Dia mengabaikan para penatua di sekitar, sebaliknya justru memusatkan perhatiannya ke langit.


Di langit, Qing Yue’er sedang bergerak cepat membuat segel. Itu mulai membentuk pola berwarna ungu terang.


Iblis pria itu mendengkus dengan dingin. “Aku bertanya-tanya siapa yang berani membuat masalah di sini. Apakah kalian begitu percaya diri untuk bisa membatasi kami?”


Zi Xian mengerutkan keningnya. “Dia terdengar cukup sombong,” bisiknya pada Bai Xianfeng.


“Nak, diamlah. Lebih baik kau naik dan melindungi Nona Xinyu,” kata Bai Xianfeng yang tidak ingin Zi Xian ikut campur. Gadis itu pergi tanpa sepengetahuan ayahnya. Jika sesuatu terjadi padanya, mereka akan kesulitan menjelaskan.


Tiba-tiba iblis pria itu tertawa. “Ah, jadi namanya Xinyu. Menarik! Aku ingin tahu siapa yang bisa melindunginya.”


Mo Jingtian jauh di belakang pria iblis itu sedikit mengerutkan kening. Namun, dia tidak mengatakan atau melakukan apa pun. Dia ingin melihat apa yang akan iblis itu lakukan.


Pada saat itu, pria iblis itu melompat keluar dari lubang. Bai Xianfeng tidak membiarkannya begitu saja. Dia segera memukul kocokan ekor kudanya. Namun, itu dengan mudah ditepis.


Pria iblis itu menyeringai setelah berhasil mendarat di tanah. “Pak Tua, bahkan jika kau adalah seorang buddha, benda itu tidak akan bisa mengusirku.”


“Hmm, jangan terlalu percaya diri. Bagaimanapun juga, kami tidak akan membiarkanmu menyentuh Nona Xinyu,” balas penatua lain yang mengenakan jubah biru. Dia adalah Penatua Lan dari Lembah Qiwu.


Penatua yang berjumlah empat orang itu langsung mengepung si pria iblis. Mereka memegang senjata yang berbeda-beda dan bersiap untuk menyerang musuh.


“Kalau begitu aku ingin melihat bagaimana kalian akan menghalangiku.” Pria iblis itu kembali menyeringai sambil melihat ke arah lubang iblis. Tiba dia berteriak, “Semuanya, datanglah! Biarkan orang-orang ini mengetahui seberapa berbahayanya berurusan dengan pasukan iblis Yanhong!”


Seketika itu juga para iblis yang memiliki penampilan mengerikan melompat keluar dari lubang iblis. Mereka memiliki wujud yang sangat beragam, tapi tidak ada satu pun yang terlihat lembut.


Kepala bertanduk, cakar dan taring yang tajam, atau tubuh bersisik dan berduri. Makhluk-makhluk itu begitu kotor dengan bentuk tubuh yang tidak beraturan.


Mereka menyerang para penatua sehingga para penatua harus menghadapi iblis-iblis itu secara langsung. Mereka sudah tidak fokus lagi untuk menyerang si pemimpin iblis.


Itu kesempatan yang bagus untuk pria iblis itu. Dia mendongak ke atas dan memerhatikan Qing Yue’er yang sudah hampir menyelesaikan segelnya. Keningnya langsung berkerut dalam.


Zi Xian diam-diam melangkah mundur. Dia mendekati Mo Jingtian, lalu berbisik, “Heh! Apa kau hanya akan diam saja?!”


“Memangnya apa yang harus aku lakukan?”


“Kau bertanya padaku?” Zi Xian menggertakkan giginya. Apakah Qing Yue’er sudah berubah menjadi bodoh sehingga membawa pria semacam ini?


Mo Jingtian tidak mengindahkan Zi Xian. Dia sedang berpikir jika Yuwen Ming ada di sana pasti mereka tidak perlu membuang energi menghadapi iblis-iblis itu. Bagaimanapun, dia akan melihat apa yang akan pria iblis itu lakukan.


Pilihan Qing Yue’er memang bagus. Dengan berada di langit, dia tidak akan bisa disentuh oleh iblis dengan mudah. Namun, itu bukan berarti tidak ada senjata yang tidak bisa menyentuhnya.


Pria iblis itu menyeringai. Tiba-tiba dia mengeluarkan sebuah panah kecil dari balik bajunya. Panjang panah itu hanya seukuran jari manusia. Itu diukir dari kayu berwarna merah tua.


Ketika Mo Jingtian melihat itu, kedua matanya langsung menyipit. Dia mengenali panah itu, salah satu senjata kedewaan milik Di Fengxuan. Pria iblis itu memilikinya, kemungkinan Di Fengxuan telah memberikannya.


“Kenapa kau tetap diam? Apa kau idiot?” Zi Xian menjadi tidak sabar. Dia membuang napas kasar. “Kalau begitu lebih baik aku yang menghentikan iblis itu sekarang!”


Gadis itu hendak melangkah ketika Mo Jingtian berkata, “Pergilah jika kau tidak menginginkan nyawamu lagi.”


Langkah Zi Xian langsung terhenti. Dia menelan ludahnya dengan bimbang. “Kalau begitu, bukankah kau seharusnya melakukan sesuatu? Meskipun aku tidak tahu senjata apa itu, tapi itu pasti—”


Sebelum Zi Xian menyelesaikan kalimatnya, Mo Jingtian sudah melangkah pergi. Pria itu berjalan mendekati pria iblis yang bersiap membidik Qing Yue’er.


“Aku tidak mengerti bagaimana orang ini bisa akrab dengan jenius seperti Xinyu,” gumam Zi Xian.


Gadis itu hanya bisa terdiam dalam keheranan. Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh pria datar itu?


Para penatua masih berurusan dengan iblis-iblis. Sementara pemimpin iblis itu menyipitkan sebelah matanya. Seringain dingin muncul di bibirnya. Tangan kanannya memegang panah kecil dan mengarahkannya pada Qing Yue’er.


Tepat ketika dia hendak melemparkan anak panah itu, suara pria asing terdengar dari belakangnya. “Kau tahu apa perbedaan paling jelas antara iblis dan manusia?”


Pria iblis itu langsung menoleh dan mendapati pria berjubah merah berdiri tak jauh darinya. Rambut putihnya terlihat begitu kontras. Topeng yang menutupi wajahnya membuat dia mengerutkan kening.


Ada perasaan familiar. Sepertinya dia mengenali pria itu, entah pernah melihatnya atau mendengarnya di masa lalu. Dia mencoba mengingat-ingat, tapi tidak berhasil menemukan apa pun.


Dia mendengkus. “Iblis dan manusia tidak memiliki perbedaan yang spesifik. Jika kau akan mengatakan kami makhluk yang kejam, kau pasti buta. Ada banyak manusia yang bahkan lebih kejam daripada iblis.”


“Tidak. Aku tahu. Bahkan dewa bisa lebih kejam daripada siapa pun.” Mo Jingtian terdengar santai.


Yanhong mendengkus. “Kemudian?”


Mo Jingtian tersenyum mengejek. “Apa yang membuat kalian berbeda adalah otak dan kecerdasan kalian. Sebodoh-bodohnya manusia, mereka masih lebih pintar dari iblis terpintar sekalipun. Dengan begitu aku juga tidak yakin dengan kecerdasanmu.”


Kata-kata itu bukan hanya membuat Yanhong tersinggung, itu juga membuat Zi Xian menjatuhkan rahangnya.


Bagaimana Mo Jingtian bisa mengatakan itu? Apakah dia tidak takut menyinggung dan diserang secara brutal oleh pasukan iblis?


Amarah Yanhong mulai naik. Pria iblis itu benci ketika mendengar seseorang meremehkan kecerdasan iblis, apalagi kecerdasannya. Itu tidak benar!


Selama bertahun-tahun dia menjadi pemimpin pasukan iblis bukan karena tanpa alasan. Selain karena kekuatannya, itu juga karena kecerdasannya. Itulah kenapa dia bisa berevolusi lebih cepat daripada iblis-iblis lain. Bagaimana seseorang bisa meragukan kecerdasannya?


Dia berteriak, “Siapa kau sehingga berani mengatakan hal seperti itu di depanku?!”


“Aku?” Mo Jingtian tersenyum lebar. “Aku adalah berandalan yang akan mencongkel keluar matamu, menarik urat nadimu keluar dan menggulung ususmu di gunung ini.”


Anak panah di tangan Yanhong langsung berputar ke arah Mo Jingtian pada saat itu juga. Targetnya sekarang dialihkan dari Qing Yue’er.


Yanhong menyipitkan matanya. “Kau bahkan tidak memiliki kekuatan apa pun. Sekarang lihat, siapa yang bodoh?”