Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Pertempuran Dua Ahli Alam Duniawi


"Saudara Zhao, Saudara Ma, waktu berjagaku dengan saudara Guo sudah habis. Kami akan kembali lebih dulu," ucap salah satu penjaga gerbang.


"Ya ya, pulanglah. Anak istri kalian pasti sedang menunggu," timpal dua yang lain. Kemudian mereka tampak tertawa sejenak sebelum dua orang yang baru berpamitan itu melangkah masuk, mungkin untuk bertukar dengan penjaga baru yang akan bertugas.


Jing Ling dan Qi Rong yang telah bersiap untuk mengalihkan perhatian para penjaga pun melebarkan matanya. Ini adalah hal yang berada di luar dugaan mereka. Ternyata ini adalah waktu yang tepat untuk pergantian waktu jaga.


"Wah, surga benar-benar membantu kita," ucap Jing Ling dengan senang. Dia dan Qi Rong saling mengangguk untuk mengubah rencana.


Qi Rong melemparkan segenggam kerikil ke arah semak-semak yang ada di luar gerbang. Jaraknya jauh ke depan dari gerbang istana. Kerikil-kerikil itu langsung mencuri perhatian penjaga yang jumlahnya kini tinggal dua. Kedua penjaga itu saling melihat ke sekeliling dengan waspada.


Setelah itu mereka berdua nampak berdiskusi sejenak. Kemudian dengan bodohnya kedua penjaga itu akhirnya pergi untuk memeriksa semak-semak. Sekarang gerbang benar-benar kosong tanpa penjagaan.


Jing Ling dan Qi Rong mengambil kesempatan ini untuk memasuki gerbang. Dengan gerakan yang cepat dan efisien, mereka pun menyelinap masuk tanpa menimbulkan kecurigaan apa pun.


Ketika Jing Ling dan Qi Rong sudah masuk barulah kedua penjaga itu menggelengkan kepala. "Tidak ada apa-apa. Mungkin hanya kucing lewat." Akhirnya mereka pun kembali ke gerbang untuk melanjutkan tugasnya.


Sementara itu Jing Ling dan Qi Rong mencari jejak dua penjaga yang baru saja masuk. Setelah beberapa saat akhirnya mereka menemukannya.


Kedua penjaga itu sedang berpapasan dan melakukan penyerahan tugas dengan penjaga yang akan menggantikan mereka. Setelah itu akhirnya mereka kembali melanjutkan langkah pergi.


Sekarang apa yang akan dilakukan oleh Jing Ling dan Qi Rong adalah menyekap dua penjaga tersebut. Mereka akan mengambil alih pakaian penjaga itu untuk penyamaran.


Tanpa mengalami banyak kesulitan, Jing Ling mampu mengatasi dua penjaga itu. Dia tersenyum penuh kemenangan pada dua penjaga yang kini sudah jatuh tak sadarkan diri.


"Kenapa mereka begitu lemah? Seharusnya seorang penjaga memiliki kekuatan yang bagus," ujar Jing Ling. Dia tidak mengejek, tetapi itu adalah kenyataan. Jadi dia merasa cukup heran.


Qi Rong tidak mengatakan apa pun. Dia berniat untuk melepas pakaian salah satu dari penjaga itu. Tentu saja hal itu membuat Jing Ling memprotes. Dia adalah seorang gadis muda, bagaimana bisa melihat seorang pria dilucuti pakaiannya di depannya?


"Aiyoh, jangan merepotkanku. Kami pria juga memiliki pakaian pelapis!" Qi Rong merasa kesal. Tanpa memedulikan Jing Ling dia pun mulai melepaskan pakaian kedua penjaga itu.


Jing Ling menggerutu tidak jelas. Dia mengalihkan pandangannya ke sembarang arah dan hanya mengulurkan tangan untuk menerima pakaian kedua penjaga itu.


Setelah beberapa saat akhirnya dia menerima pakaian penjaga. Namun dia bingung harus berganti pakaian di mana. Belum lagi ada Qi Rong yang belum tentu dapat dipercaya.


"Apa lagi? Aku tidak akan mengintipmu," ucap Qi Rong ketika menyadari keraguan di wajah Jing Ling. "Cepatlah, jangan sampai kita ketahuan."


"Berbalik! Jangan menengok sedikit pun!" Jing Ling berkata dengan tegas. Setelah memastikan bahwa Qi Rong tidak melakukan hal aneh, dia pun mulai mengganti pakaiannya.


Setelah beberapa saat akhirnya Jing Ling selesai mengganti baju. Dia menggulung rambutnya yang panjang hingga tak terlihat sedikit pun. Mungkin dia terlihat sedikit lucu, tapi itu memang mirip dengan laki-laki.


"Heheh, tidak buruk tidak buruk," ucap Jing Ling sambil memandangi penampilannya sendiri. Dia merasa cukup puas dengan hasilnya.


Sebelum pergi, mereka memindahkan penjaga yang pingsan ke tempat yang lebih tersembunyi lagi. Jangan sampai ada seseorang yang menemukannya.


Kini Jing Ling dan Qi Rong berjalan dengan senormal mungkin. Mereka menghampiri salah satu penjaga yang kebetulan berpapasan di tengah jalan.


"Saudara, apa kami bisa minta tolong?" tanya Qi Rong dengan sopan. Dia terlihat sangat menghormati penjaga itu.


"Kami adalah penjaga yang baru dilantik beberapa saat yang lalu, jadi kami belum memiliki tugas berat. Bisakah kamu menunjukkan kami lokasi-lokasi penting di istana ini?" tanya Qi Rong. Dia rupanya cukup pandai menyamar.


Penjaga itu tidak langsung percaya begitu saja. "Tunjukkan token kalian."


Qi Rong dan Jing Ling langsung menyerahkan token identitas. Beruntung dia tidak lupa untuk mengambil token itu juga, karena token identitas adalah hal yang begitu penting.


Akhirnya penjaga itu mengangguk percaya. Pantas saja wajah kedua orang itu masih terasa asing. Rupanya mereka adalah penjaga yang masih baru. Baiklah, mungkin dia harus menjelaskan sedikit.


"Baiklah, dengarkan baik-baik," ucap penjaga itu. Kemudian dia pun mulai menjelaskan banyak lokasi-lokasi di istana kerajaan.


"Apa kalian memahaminya? Jangan membuat kesalahan," ucapnya.


Qi Rong dan Jing Ling mengangguk. Mereka pun mengucapkan terima kasih sebelum melanjutkan langkahnya. Akhirnya mereka bisa mengetahui hal seperti ini tanpa banyak kesulitan.


"Wah, kamu cukup pandai menipu orang," ucap Jing Ling.


Qi Rong hanya tersenyum miris. Dia tidak tahu apakah ini sebuah pujian atau ejekan. Sebenarnya itu beruntung karena dia sempat mendengar nama Zhao dan Mu. Jika tidak maka mereka tidak akan cukup untuk meyakinkan orang lain.


Selain itu semuanya juga berkat bantuan cahaya malam yang gelap. Wajah mereka tentu tidak terlihat begitu jelas. Jadi ini memang waktu yang tepat untuk melakukan penyamaran.


***


Jika Jing Ling dan Qi Rong sedang bergerak dengan tegang dan penuh kehati-hatian, maka situasi Qing Yue'er begitu berbeda. Saat ini dia terbang di atas ketinggian yang tidak diketahui. Namun bukan itu yang menarik perhatiannya, melainkan sesuatu yang saat ini dia lihat.


Dua pria tua sedang bertempur di atas langit. Salah satu dari mereka adalah seseorang yang Qing Yue'er kenal. Dia adalah Han Qiong, orang yang pernah membantunya mengalami terobosan kekuatan roh.


Udara di langit berfluktuasi dengan hebat. Qi spiritual dan gelombangnya benar-benar mengamuk di atas awan-awan gelap.


Qing Yue'er tidak berani mendekat. Dia menghentikan perjalanannya dan diam di tempat untuk mengamati pertempuran hebat yang saat ini sedang terjadi itu.


Sinar cahaya putih dan hijau saling bertabrakan menciptakan ledakan cahaya terang yang menyilaukan mata. Bunyi gemuruh keras yang tercipta mungkin bisa dikira sebagai guntur oleh orang lain, padahal itu adalah hasil perbuatan manusia.


Bukan hanya itu. Bahkan awan-awan di bawah kaki mereka mulai bergerak dengan liar, menjadi gelombang-gelombang hitam yang menakutkan.


Diam-diam Qing Yue'er tercengang. Dia tidak pernah menduga kalau Han Qiong akan memiliki kekuatan yang begitu tinggi. Sedangkan saat bertemu dengannya dulu dia benar-benar terlihat seperti pria tua yang miskin. Memang seseorang tidak boleh meremehkan orang lain dari penampilan luarnya saja.


Jantung Qing Yue'er mengalami akselerasi. Baru kali ini dia menyaksikan pertempuran yang begitu menghancurkan. Seberapa kuatkah mereka? Jika pertempuran ini berada di bumi maka tanah pasti sudah diratakan menjadi lapangan.


Qing Yue'er bergidik ngeri. Mereka sepertinya bukan ahli alam langit. Lebih tepatnya mungkin mereka adalah ahli alam duniawi. Jika memang benar, maka Qing Yue'er harus pergi. Dia tidak ingin mengganggu pertempuran mereka atau itu hanya akan membuatnya menjadi pencari kematian.


***


Mohon maaf, bab sebelumnya ada kesalahan alur. Jadi yang ini sudah saya revisi ulang ya.