Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Hong Ming


Setelah Bai Yin Xue tenang dari memuntahkan makanannya, dia bergegas untuk kembali. Ji Fan mengantarnya sampai di depan Perserikatan Alkemis. "Yin Xue lain kali aku akan memasakkan sesuatu yang lain. Pada saat itu aku akan menjamin rasanya tidak akan buruk."


"Tidak perlu bersusah payah, sungguh itu tidak perlu." Bai Yin Xue buru-buru menolak. Dia tidak akan mau kembali memakan makanan yang sama sekali tidak seperti makanan manusia.


"Tidak apa-apa, itu tidak merepotkan."Ji Fan berkata dengan tulus.


Bai Yin Xue hanya bisa tersenyum masam sebelum berjalan pergi.


Saat memasuki gerbang manor, dia segera disambut oleh A' Qing. Gadis itu membisikkan sesuatu di telinganya. "Nona, seseorang datang bertamu. Dia bukan orang sembarangan."


"Hm?" Bai Yin Xue mengerutkan keningnya. "Siapa itu?"


"Nubi tidak tahu, orang itu sedang berbicara dengan Tuan." A'Qing menjawab.


"Baik. Bawa aku kesana."


Bai Yin Xue mengikuti A'Qing kedalam aula keluarga. Setelah itu dia segera masuk kedalam. Dia mengedarkan pandangannya dan menemukan sosok asing yang sedang duduk dengan santai.


"Putriku, kamu sudah kembali." Bai Su tersenyum pada putrinya.


Bai Yin Xue balas tersenyum. Lalu dia berjalan mendekati ayahnya.


"Jadi ini yang menjadi calon istri Putra Mahkota. Tidak buruk, tidak buruk. Aku akan memberkati pernikahan kalian." Pria asing itu tersenyum pada Bai Yin Xue.


"Siapa yang akan menikah? Aku tidak akan menikah." Bai Yin Xue berkata dengan terus terang. Dia sudah memutuskan sebelumnya untuk mengakhiri perjodohannya.


"Xue'er jangan sembrono. Tuan Hong, permintaan maaf atas sikap putriku." Bai Su membungkuk untuk meminta maaf.


Pria yang dipanggil Tuan Hong itu mendengus. "Aku tidak peduli. Tapi ... satu minggu lagi pernikahan itu akan dilaksanakan. Tidak ada penolakan lagi."


"Aku sudah bilang aku tidak akan menikah. Apa kamu tidak tahu bahasa manusia?!" Bai Yin Xue berkata dengan jengkel.


"Kamu benar-benar tidak tahu seberapa luasnya langit dan bumi !" Tuan Hong mencemooh.


Jika bukan karena kesepakatannya dengan Putra Mahkota, dia pasti sudah melumpuhkan gadis itu. selama ini siapa yang berani bertindak kurang ajar di depannya? Anak ini benar-benar tidak tahu sopan santun.


"Xue'er tenanglah, kamu tidak tahu siapa dia." Bai Su buru-buru berbicara.


"Memangnya siapa?" tanya Bai Yin Xue.


"Perdana Menteri Bai, persiapkan baik-baik pernikahannya." Tuan Hong berkata dengan acuh.


Bai Su merasa gugup. Sejak orang ini datang dia selalu mendesak untuk mempercepat pernikahan putrinya. "Em, Tuan Hong, pernikahan ini aku rasa tidak perlu dilakukan lagi. Putriku bukan pasangan yang cocok untuk Putra Mahkota." Bai Su mencoba menolak dengan sopan.


"Tidak ada penolakan. Aku sudah menentukannya." Tuan Hong bersikeras.


Bai Yin Xue menjadi marah. "Jadi apa yang kamu lakukan jika kami menolaknya?"


"Maka keluarga Bai tidak akan ada lagi." Tuan Hong berkata dengan nada yang sangat tajam. Untuk orang yang tidak menghormatinya, mereka pantas untuk diancam.


Namun tiba-tiba suara lain terdengar dari luar. "Ayoh, siapa yang mengatakan keluarga Bai tidak akan ada lagi? Bukankah mulutmu terlalu berani?"


Pintu dibuka dan paman Wuqing berjalan masuk dengan malas. "Oh siapa ini? Hong ... Hong ... ah Hong Ming ternyata. Aku hampir lupa namanya."


Tuan Hong menyipitkan matanya. Dia merasa asing dengan pria muda yang baru saja masuk. Orang itu terlihat sangat berbudi luhur dengan keanggunan yang menyelimutinya. Namun kultivasinya tidak bisa dideteksi olehnya.


Dia mendengus dengan dingin. "Siapa kamu?"


"Aku hanya orang yang tidak penting. Tapi Tuan Hong tidak perlu bersusah payah tentang urusan keluarga kami. Kamu sudah tua, aku takut tulangmu tidak akan bisa bertahan lagi jika bekerja terlalu keras." Paman Wuqing saat ini terlihat sangat anggun. Dia mengatakan kalimatnya dengan sangat tenang.


Bai Yin Xue tertawa mendengar kalimat itu. Pamannya ini sangat pandai berbicara dengan musuhnya. "Ah paman, kamu sangat perhatian dengan Tuan Hong."


Paman Wuqing tersenyum. "Tentu saja, paman selalu baik hati."


Hong Ming menjadi sangat marah. Wajahnya menggelap seperti kulit panci yang menghitam. Tangannya menghantam meja didepannya dengan kasar. Meja itu langsung terbelah menjadi dua. "Beraninya kalian!"


"Wuqing, Yin Xue aihh jangan menyinggungnya." Bai Su sangat ketakutan.


Hong Ming adalah individu yang sangat ditakuti di seluruh kerajaan. Dia sangat jarang menunjukkan dirinya didepan umum. Kekuatannya tidak perlu diragukan lagi, bahkan Raja Ling Tian tunduk padanya. Dia adalah orang ke dua yang mengendalikan kerajaan.


Dia selalu menjadi orang yang kejam. Pernah suatu ketika seseorang menyinggungnya dengan berani. Keesokan harinya seluruh keluarganya langsung dibantai sampai habis.


Bai Su tidak pernah menyangka Hong Ming akan ikut campur dengan urusan pernikahan ini. "Tuan Hong, maafkan kekasaran mereka."


"Kakak ipar tidak perlu meminta maaf. Orang luar tidak bisa memaksakan kehendak keponakanku." Paman Wuqing berkata dengan dingin.


"Cih anak kecil berani menantang kesabaranku." Hong Ming mengepalkan tinjunya. Niat membunuh terpancar dari tubuhnya. Udara penindasan langsung menyelimuti seluruh ruangan.