
Trisula atau tombak bermata tiga adalah senjata yang jarang digunakan. Entah karena apa, Qing Yue'er juga sepertinya baru pertama kali melihatnya. Mungkin karena bentuknya yang kurang efisien, tapi sepertinya tidak juga.
“Apakah kita bisa mengambilnya?” Qing Yue'er bertanya sambil berjalan mendekati patung wanita itu. Memang, Qing Yue'er merasa bahwa ada sesuatu yang kurang dari patung sebelumnya. Dan sekarang setelah melihat patung ini yang memegang trisula, dia merasa patung ini bukan sekadar patung biasa.
“Cobalah, aku tidak mengetahui tentang persoalan ini,” jawab Yin Hu.
Qing Yue'er melihat ke sekeliling. Di sana tidak ada apa pun, hanya sebuah altar pemujaan yang kosong. Dia sama sekali tidak dapat mengetahui seluk-beluk patung wanita ini. Memang tidak bisa dipungkiri dia sudah tergiur untuk mengambil trisula itu, tapi dia sedikit tidak yakin untuk mengambilnya.
“Kenapa masih ragu?” tanya Yin Hu dengan penasaran. Dia bisa melihat keinginan dalam mata Qing Yue'er, tapi dia tidak dapat mengetahui kenapa gadis itu masih belum bergerak.
Bukan tanpa alasan Qing Yue'er menjadi ragu. Beruntung di ruangan itu koneksinya dengan Ying Jun tidak terputus jadi dia pun bertanya, “Yin Jun, apakah baik-baik saja mengambil senjata itu? Sepertinya itu benda yang luar biasa. Bagaimana jika patung itu ternyata bangun dan membunuhku?”
“Aku tidak tahu. Kenapa kamu tidak mencobanya saja?” balas Ying Jun.
Qing Yue'er mendengus. Sepertinya dia memang harus mencobanya. Lagi pula untuk alasan apa mereka dikirim ke ruangan ini? Apakah hanya untuk melihat pajangan patung? Itu tidak mungkin. Pasti ada alasannya.
Akhirnya Qing Yue'er mengulurkan tangannya untuk mengambil trisula itu. Kemudian tanpa ragu lagi dia segera mendaratkan tangannya pada benda panjang yang terlihat begitu istimewa. Saat itu tiba-tiba Qing Yue'er merasa pikirannya sedikit buyar selama beberapa saat.
Tidak tahu apa yang terjadi, kesadarannya sampai di tempat yang berbeda. Dia sudah mengantisipasi apa yang mungkin bisa terjadi, tapi tetap saja perasaannya masih sangat terkejut. Apalagi tempat ini terlihat begitu berbeda.
Sebuah taman bawah laut yang terlihat begitu indah. Apa yang membuatnya tertarik, yaitu ketika dia melihat seorang wanita yang tampak samar. Meskipun begitu dia tetap bisa melihatnya. Jantung Qing Yue'er berdetak kencang. Perawakan wanita itu terlalu mirip dengan patung sebelumnya. Apakah mungkin ....
“Seseorang mengatakan kepadaku bahwa orang yang tepat akan segera datang. Sepertinya memang benar,” ucap wanita itu.
Qing Yue'er merasa lebih tenang setelah mendengar suara yang bahkan lebih halus dari suara angin. Sesaat kemudian dia melihat wanita itu yang berbalik dan lalu menatapnya dengan tetapan lembut.
Dia benar-benar sangat cantik. Pakaiannya yang berwarna cyan terbalut begitu sempurna di tubuhnya. Sebuah hiasan di kepalanya membuat kecantikannya terlihat lebih nyata lagi.
Qing Yue'er tidak bisa berkata apa-apa, hanya menunggu apa yang ingin orang ini sampaikan. Meskipun dia yakin bahwa apa yang ada di depannya mungkin hanyalah ilusi, dia tetap merasa penghormatan alami yang hadir di hatinya.
“Kuil Nushen adalah rumahku, tapi ternyata aku harus meninggalkannya. Mungkin benar, di sini bukanlah tempat yang tepat untukku.” Wanita itu tersenyum sebentar. “Gadis, kamu berasal dari Celestial, 'kan?”
“Bagaimana kamu bisa tahu?” tanya Qing Yue'er dengan terkejut. Sepertinya dia tidak bisa bersembunyi di hadapan orang ini.
“Darahmu sudah menunjukkannya. Tidak sulit untuk membedakannya,” jawab wanita itu.
Qing Yue'er tertegun. “Kalau begitu kenapa kamu membawaku ke sini?”
“Hanya ingin memastikan orang yang akan mewarisi senjataku.”
“Maksudmu ....” Qing Yue'er menyipitkan matanya.
“Benar. Trisula itu sudah menunggu selama ratusan tahun untuk seseorang yang mungkin bisa memilikinya. Karena kamu berhasil melihat trisula itu, berarti kamu adalah orang yang telah dipilih olehnya.”
“Benar, apa yang kamu pikirkan adalah benar. Pikiran dan keinginanmu sudah dimanipulasi oleh benda itu hingga semuanya seolah-olah terjadi secara alami. Itu terjadi sejak kamu melewati kedua lentera yang berada di jalan berundak.” Terlalu menakutkan. Wanita itu ternyata bisa membaca pikiran Qing Yue'er.
“Tidak mungkin ....” Qing Yue'er menggelengkan kepalanya tidak percaya. Bagaimana ada hal mengerikan seperti itu? Bagaimana ada senjata yang bisa memanipulasi pikiran dan keinginannya? Bahkan, dari jarak yang begitu jauh. Itu terlalu menakutkan.
“Terserah padamu untuk percaya atau tidak. Itulah kebenarannya.”
Qing Yue'er hanya bisa bergidik ngeri. Bagaimana jika trisula itu memanipulasi pikirannya untuk menjadi seorang pembunuh? Bukankah itu terlalu berbahaya? Benar-benar tidak menyangka. Ternyata dia sudah bertemu dengan sesuatu yang menakutkan seperti ini.
“Jangan takut. Trisula itu tidak akan sembarangan untuk memanipulasi seseorang. Dia memang memiliki kecerdasan selayaknya manusia.”
“Apa pun itu, tapi bukankah itu terlalu mengerikan? Bagaimana jika aku dikendalikan olehnya untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginanku?” Qing Yue'er bertanya dan menuntut jawaban.
“Aku tidak tahu.”
“Omong kosong!” Qing Yue'er menutup matanya sejenak. Wanita itu adalah pemilik trisula itu, bagaimana dia malah tidak mengetahui hal ini?
“Aku hanya tahu bahwa trisula itu bukan benda dengan elemen kejahatan.” Wanita itu lagi-lagi tersenyum yang membuat Qing Yue'er merasa kesal. “Jangan cemas. Bagaimanapun juga senjata itu sudah memilihmu. Jika kamu menolaknya mungkin dia akan melompat sendiri dari tempatnya untuk mengikutimu.”
Qing Yue'er menghela napasnya. Memang trisula itu tidak memiliki aura-aura kejahatan. Mungkin tidak ada salahnya jika dia menerimanya. Lagi pula jika trisula itu melakukan hal yang berlebihan, dia bisa meminta Ying Jun atau bahkan Mo Jingtian untuk menghancurkannya.
Akhinya Qing Yue'er menganggukkan kepalanya. “Baiklah. Kalau begitu, bisakah aku mengetahui siapa kamu? Dan bagaimana kamu bisa membaca pikiranku?” tanya dia. Sedikit khawatir jika wanita itu bisa mengetahui semua tentang dirinya.
Wanita itu tersenyum. “Aku adalah Di Liying.”
Kedua mata Qing Yue'er langsung memelotot. Di Liying? Bukankah Mo Jingtian juga pernah memiliki nama Di Futian, itu adalah marga yang sama. Apa mungkin mereka saling mengenal atau terhubung?
“Mo Jingtian?” Di Liying menatap Qing Yue'er dengan mata yang disipitkan. “Kamu dua kali menyebutnya. Apakah kamu mengenalnya?”
Qing Yue'er langsung bungkam. Sial sekali, seharusnya dia tidak memikirkan Mo Jingtian. Sekarang wanita ini mengetahuinya, apakah ini baik-baik saja?
Di Liying menjadi heran. Dia tidak mungkin salah. Gadis ini baru saja memikirkan tentang Mo Jingtian atau Di Futian. Apa mungkin dia mengenalnya? Bagaimana mungkin? Di Liying menjadi heran sendiri.
“Berhenti membaca pikiranku lagi!” seru Qing Yue'er yang merasa tidak senang.
“Gadis, siapa namamu?" tanya Di Liying.
“Bukan urusanmu,” jawab Qing Yue'er dengan datar.
“Baiklah. Aku akan memberi tahu satu hal padamu.” Di Liying menatap Qing Yue'er dengan hati-hati. “Aku tidak tahu apakah kamu benar-benar mengenal Di Futian atau tidak. Aku memang mengenalnya dan sedikit banyak mengetahui sikapnya. Aku harap kamu lebih berhati-hati padanya. Dia tidak pernah melakukan hal-hal dengan cuma-cuma.”
Qing Yue'er tertegun. “Apa maksudmu?”