Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Labirin


Kuil Nushen memiliki banyak pintu di setiap sisinya. Mungkin hanya ini yang menjadikan penampilan luarnya sedikit berbeda dari kuil-kuil lainnya. Masing-masing pintu itu sudah terbuka dengan lebar. Orang-orang yang sudah lebih dulu sampai sudah bergerak masuk terlebih dahulu. Sehingga di luar kuil hanya ada beberapa orang saja yang tersisa.


Sebelum masuk ke kuil, Niu Longhao berhenti sebentar. Dia menatap anak-anak muda yang sudah menjadi murid akademi Surgawi sejak lama. Kemudian dia berkata, “Situasi di dalam kuil adalah hal yang tidak bisa ditebak. Di sana kalian masing-masing akan pergi menuju tempat atau ruangan yang mungkin terpisah dari yang lainnya.”


Qing Yue'er mendengarkan penjelasan Niu Longhao dengan baik. Orang tua itu kembali melanjutkan, “Aku tidak bisa memastikan bagaimana cara agar kita bisa tetap bersama hingga selesai. Atau tidak tahu bagaimana caranya agar kita tidak akan terpisah. Menurut sepengetahuanku, tidak banyak yang bisa tetap bersama sampai keluar kuil.”


“Aku harap kalian akan lebih berhati-hati nanti. Semua yang ada di dalam kuil adalah misteri. Ini bukan sesuatu yang dibuat oleh manusia tetapi konon merupakan cipataan dari dewi yang tidak diketahui namanya dengan pasti. Jadi, usahakan untuk berperilaku baik. Jangan serakah.”


“Itu saja yang ingin aku katakan. Masuklah, jika sudah waktunya maka kalian akan dikirim keluar dengan sendirinya,” ucap Niu Longhao. Dia tersenyum dan melambaikan tangan, membiarkan semua orang untuk masuk.


Qing Yue'er membiarkan yang lainnya masuk terlebih dahulu. Dia melihat ke sekeliling dengan saksama. Rasanya seperti ada seseorang yang sedang mengamatinya. Namun, dia tidak menemukan ada seseorang yang terlihat mencurigakan. Dia menghela napas, mungkin itu hanya perasaannya saja yang berlebihan.


Akhirnya dia mengabaikannya. Kemudian dia menatap beberapa pintu yang sudah terbuka. Mereka terlihat begitu menggoda, seakan mengajak siapa pun untuk masuk. Setelah beberapa saat, Qing Yue'er memutuskan untuk memasuki pintu yang ada di urutan ketiga. Tidak ada alasan, dia hanya menyukai angka tiga.


Qing Yue'er masuk melewati pintu besar itu. Jika seseorang berpikir mereka akan melihat ruangan yang berisi patung-patung beserta altar pemujaan, maka itu salah. Ketika baru pertama kali masuk, Qing Yue'er benar-benar dibuat terkejut.


Itu bukan ruangan yang berisi altar, tetapi ruangan yang lebih terlihat seperti ... apa? Labirin? Benar, ini adalah ruangan labirin. Namun, tentunya tidak akan sesederhana labirin biasa.


Qing Yue'er benar-benar tidak menduganya. Dia pun mengeluarkan kekuatan rohnya untuk mendeteksi apa yang mungkin ada di depan sana. Namun, semuanya benar-benar tidak normal. Kekuatan rohnya tidak berfungsi. Itu menunjukkan bahwa tempat ini memiliki kuasa penuh atas manusia yang masuk.


Ini terlalu misterius. Akhirnya Qing Yue'er menyerah untuk mencoba mendeteksi lebih jauh. Kemudian dia mulai melangkah ke depan, menysuri labirin yang terbuat dari dinding batu yang terlihat sangat kuno.


Dalam hati dia berpikir, seandainya dia memilih masuk bersamaan dengan yang lainnya, apakah mereka akan tetap berjalan bersama?


Nyatanya itu tidak akan banyak berpengaruh. Di tempat ini ada banyak formasi yang tersebar. Sekali seseorang menginjak atau menyentuh maka mereka akan dikirim ke tempat yang berbeda. Dan anehnya formasi itu tidak akan bisa dideteksi oleh manusia. Itulah kenapa Niu Longhao mengatakan bahwa sulit untuk bisa bersama hingga akhir.


Qing Yue'er tidak keberatan dengan ini. Dia sudah biasa melakukan apa pun seorang diri. Jadi jika dia harus melangkah di sini sendirian, tidak ada rasa takut akan sesuatu. Dia malah lebih khawatir dengan teman-temannya.


Setelah melangkah hingga beberapa meter, Qing Yue'er tiba di depan persimpangan. Ke mana dia harus pergi? Dia menajamkan pengamatannya tanpa menggunakan kekuatannya roh. Setelah beberapa saat akhirnya dia mengambil langkah ke kanan.


Itu masih belum ada apa pun. Dia belum menemukan harta atau pun bahaya. Dia juga tidak melihat ada orang lain di sana. Meskipun begitu Qing Yue'er tidak merasa ingin menyerah. Dia terus maju hingga berakhir di persimpangan yang lain.


Kali ini dia membelai dagunya sambil berpikir. Setelah beberapa saat dia mengambil arah kanan lagi. Dia melangkah beberapa kali dan kini dia menemukan ada pilihan lain. Lurus atau ke kiri?


Qing Yue'er mencoba memilih ke kiri. Kemudian dia melangkah lagi. Sayangnya dia menemukan jalan buntu. Akhirnya dia berbalik untuk kembali ke tempat semula. Namun, siapa yang tahu setelah berbalik, dia dikejutkan oleh kemunculan seseorang.


Tunggu, itu bukan seseorang. Setelah diamati dengan saksama akhirnya itu terlihat lebih jelas. Sebuah boneka wayang yang sangat mirip dengan tampilan manusia tampak sedang menatap ke arahnya. Tangan kanannya memegang pedang besi yang sangat besar.


Qing Yue'er terkekeh. “Bukankah pedangmu terlalu besar? Apakah itu tidak berat?"


Boneka wayang itu seakan mendengar pertanyaan Qing Yue'er. Dia menggeram dengan keras dengan mata yang memelotot. Matanya itu tidak seperti manusia normal, tetapi bersinar dengan warna semerah darah.


“Aiya, aku hanya mengatakan seperti itu dan kamu sudah marah? Tenanglah.” Qing Yue'er menatap boneka wayang itu dengan sedikit serius. Dia tidak tahu dari mana asalnya, sepertinya ini merupakan bagian dari kuil.


Boneka itu kembali menggeram. Pada saat itu juga dia langsung berlari sambil menebaskan pedang super besarnya pada Qing Yue'er.


Whoossh!


Qing Yue'er segera melompat menghindar. Seketika serangan pedang itu meleset menghantam tembok. Tembok itu langsung bergetar dan mengeluarkan bunyi ledakan. Tmbok yang terkena serangan itu berubah menjadi sedikit retak.


“Woah, bagaimana kamu bisa begitu kuat?” Qing Yue'er bertanya dengan heran. Ternyata boneka itu cukup menakutkan. Apalagi pedang besarnya itu. Jika dia tidak segera menghindar mungkin kepalanya sudah jatuh menggelinding di lantai.


Qing Yue'er akhirnya menjadi lebih serius. Dia mengambil kuda-kuda dan bergerak maju. Kaki kanannya melayang menghantam pedang yang sudah diayunkan oleh boneka itu.


Whossh!


Baanngg!


Qing Yue'er tidak memberikan kesempatan bagi boneka itu untuk melakukan penyerangan. Dia melompat ke atas pedang dan berdiri di sana dengan kaki kirinya. Sementara kaki kanannya diayunkan hingga menghantam kepala boneka itu.


Boomm!


Seketika kepala boneka itu langsung terlepas dari tempatnya hingga menggelinding ke lantai. Tidak ada darah karena itu hanya sebuah boneka tanpa kehidupan.


Sudut bibir Qing Yue'er terangkat sebelah. Dia melayang turun. Kemudian mengambil pedang besar yang sebelumnya dipakai oleh boneka. Itu sangat tebal dan berat. Tidak ada ukiran atau tanda apa pun. Namun, Qing Yue'er merasa sedikit tertarik. Dia akan memungutnya, siapa tahu dia akan bisa menggunakannya di tempat ini.


Qing Yue'er terkekeh. Ternyata cukup unik juga membawa pedang besar seperti itu. Mungkin itu tidak patut disebut pedang lagi, lebih tepatnya itu adalah saber dengan ukuran besar.


Setelah tidak ada yang lain akhirnya Qing Yue'er melangkah ke arah semula. Namun, sebelum itu dia mendengar dinding di belakangnya yang tiba-tiba bergetar. Akhirnya dia mengurungkan niatnya lagi. Sekarang dia berbalik menatap dinding yang tiba-tiba menjadi berkabut.


Apa itu?


Qing Yue'er menyipitkan matanya. Setelah beberapa saat kabut itu pun menghilang dan dinding yang awalnya buntu itu ternyata kini sudah terbuka menunjukkan jalan yang lain. Apakah itu menjadi tujuan yang selanjutnya?


“Hmm." Qing Yue'er sedikit bergumam. Akhirnya dia melangkah mendekati dinding yang baru terbuka itu. Awalnya dia pikir itu adalah jebakan atau hal berbahaya lainnya. Namun, dia melihat sesuatu yang menarik di dalam ruangan yang baru terbuka itu.


Tanpa menunggu lebih lama, Qing Yue'er langsung masuk dan memeriksa dengan hati-hati. Tidak ada apa pun yang mencurigakan. Tidak ada sesuatu yang kelihatannya berbahaya juga. Jadi, sekarang dia pun berjalan mendekati kotak hitam yang terletak di atas meja batu.


Qing Yue'er merabanya sebentar. Siapa tahu akan ada bahaya yang muncul, tetapi ternyata tidak ada respons apa pun. Akhirnya dia mencoba membuka kotak hitam itu. Tidak ada kesulitan, dengan mudahnya dia langsung bisa membukanya.


Apa yang ada di dalam kotak adalah gulungan dari kertas yang sudah berwarna kuning kecokelatan. Sudah pasti itu adalah benda yang diciptakan sejak lama.


Dengan hati-hati tangan Qing Yue'er bergerak mengambil kertas itu lalu membukanya dengan perlahan. Apa yang tertulis di sana membuat Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. “Langkah Awan Berapi?”


Itu adalah teknik bela diri. Qing Yue'er tidak dapat memastikan seberapa kuatnya teknik tersebut dan seperti apa pemakaiannya. Namun, karena itu berada di dalam kuil ini, kemungkinan besar itu bukanlah teknik yang sembarangan.


Qing Yue'er mengangguk puas. Akhirnya dia segera menyimpan catatan teknik itu dengan benar. Dia akan mempelajarinya di lain hari. Sekarang dia akan mencari harta yang lainnya.


Sebenarnya dia cukup takjub. Sepertinya dia baru masuk belum lama ini tetapi dia sudah mendapatkan sebuah harta. Meskipun bukan sumber daya untuk meningkatkan kultivasi, tetapi itu merupakan sesuatu yang cukup menguntungkan.


Qing Yue'er bergerak meninggalkan ruangan ini. Dia kembali ke jalur awal dan melanjutkan langkahnya lagi.


***


Sementara itu di sudut lain kuil Nushen, seorang wanita yang terlihat cantik sedang bergerak cepat untuk melarikan diri. Rambutnya yang putih dan panjang terlihat bergerak-gerak dengan cantiknya.


Napasnya terdengar memburu. Dia ingin bergerak ke depan lagi tetapi ternyata dia mendapatkan jalan buntu. “Sial!”


Wanita itu berbalik. Di melihat seorang lelaki dengan jubah hitam sudah berdiri tidak jauh darinya. Wajahnya tidak terlihat begitu jelas karena tertutup oleh topeng yang juga berwarna hitam.


Pria itu tertawa keras. Tawanya terdengar begitu mengejek di telinga siapa pun yang mendengar. Itu benar-benar membuat wanita berambut putih itu merasa semakin marah. Kecemasan di hatinya tergeser oleh rasa marahnya.


“Yin Hu, oh, Yin Hu. Setelah lama tidak melihatmu, apa sekarang kamu sudah berubah menjadi begitu pengecut?” ejek pria itu.


Yin Hu mendengus. “Quan Bufan, aku berlari bukan karena aku takut denganmu.”


Pria yang bernama Quan Bufan itu tertawa mengejek. “Tidak peduli apa pun itu alasannya, kau tahu sendiri ini adalah waktu yang sangat baik untuk membalaskan semua yang sudah kamu lakukan padaku dan keluarga Quan-ku.”


Yin Hu menatap Quan Bufan dengan tatapan yang rumit. Itu sudah lama sekali sejak dia bertemu dengan pria ini. Siapa yang akan tahu ternyata dia bisa bertemu kembali dengannya di sini.


Dia datang jauh-jauh dari Tongxuan Timur ke kuil Nushen ini bukan untuk mencari masalah. Dia ingin meningkatkan kekuatannya yang sudah lama mengalami kemacetan. Namun, ternyata dia bertemu dengan musuhnya yang sepertinya sudah berada di atasnya. Sekarang dia tidak memiliki jalan lagi. Mungkin dia harus menghadapinya, mau tidak mau.


Yin Hu terdiam sejenak. Setelah beberapa saat akhirnya dia pun berkata, “Quan Bufan, aku tahu apa yang kamu pikirkan. Jika kamu ingin membalasnya maka lakukan sekarang. Aku akan melayanimu dengan senang hati.”