Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Chapter 46


Babak kedua dari kompetisi akan dimulai. Nomor undian di ambil oleh peserta yang lolos. Peserta yang mendapatkan nomer sama, akan melakukan duel.


Bai Yin Xue membuka slip bambu yang menyatakan nomor undian. Itu adalah angka 4.


Saat ini Wei Yuan naik keatas panggung membuat orang bertanya-tanya apa yang ingin dia lakukan. Wei Yuan berdiri dengan arogan.


"Aku akan langsung menantang dia!" Jari telunjuknya mengarah pada gadis cantik yang sedang tertunduk.


Bai Yin Xue merasakan atmosfir yang salah. Dia mengangkat kepalanya hanya untuk melihat tatapan penonton yang jatuh padanya. Dia menatap Wei Yuan dengan cemberut.


"Baik."


"Yin Xue kamu harus hati-hati. Dia satu tingkat diatasmu." Ji Fan mengingatkannya.


"Cepat jatuhkan dia. Aku percaya padamu." Qi Rong mengatakan masih dengan suara yang malas.


Bai Yin Xue mengangguk dan tanpa keraguan maju ke atas panggung. Dia menatap Wei Yuan dengan datar.


"Bai Yin Xue, kamu melukai adikku."


Wei Yuan berkata dengan tajam. Dia membenci orang yang menggertak adik perempuannya.


"Bersujudlah di depanku! Aku akan memikirkan untuk mengampunimu."


Bai Yin Xue menaikkan kedua alisnya. "Jika kamu ingin membalas adikmu maka lakukan. Tidak perlu banyak omong kosong."


Wei Yuan tercengang. Bagaimana gadis itu menjadi begitu berani?


Dia merasakan auranya sebentar dan itu jelas lebih lemah darinya. Tapi kenapa gadis itu tidak takut padanya?


Wei Yuan mendengus, "heh, aku akan melihat bagaimana kamu akan terus bersikap berani didepanku."


Dia sudah lama menjadi pria yang dikagumi dan ditakuti. Dia murid kesayangan dari puncak ke-3 Akademi Xinfeng. Gadis manapun akan bermandikan air liur jika melihatnya. Tapi Bai Yin Xue bahkan tidak menaruh sedikit perhatian padanya. Apa-apaan!


Wei Yuan melepaskan aura penindasan yang kuat. Tekanan dari level 4 alam bumi segera menyelubungi panggung.


Bai Yin Xue merasakan tekanan yang datang, tapi itu tidak mempengaruhinya. Ekspresinya masih tetap acuh seperti biasa.


Dengan santai dia menyingkat senjata. Pedang es yang tipis dan panjang muncul di tangannya.


Wei Yuan adalah ahli pedang. Dia juga mengambil pedangnya, mengayunkan dengan teknik yang mengesankan.


Segera bunyi pedang bersilangan terdengar di telinga penonton. Cahaya biru dan putih dari qi pedang beradu di atas panggung membuat orang lain mendesah kagum.


Wei Yuan menebaskan pedangnya tanpa ampun. Tapi gadis itu masih bisa mengimbanginya. Kultivasinya sama sekali tidak memberikan perbedaan.


Orang harus tahu walaupun perbedaan kultivasi hanya satu tingkat, tapi jaraknya seperti surga dan bumi. Namun, Bai Yin Xue masih bisa mengimbangi lawan yang satu tingkat diatasnya.


Wei Yuan mundur beberapa langkah. Dia mencengkeram gagang pedang dengan erat. Tangan kirinya memegang sarung pedang. Pedang dan sarung disilangkan diudara dan membentuk gerakan yang aneh.


Bai Yin Xue sedikit waspada. Dia sama sekali belum mempelajari teknik-teknik pedang. Jadi dia masih kurang berpengetahuan.


Sinar biru terang menyelimuti pedang Wei Yuan. Dia dengan cepat menghunuskan pedangnya kedepan.


Bai Yin Xus mengangkat pedangnya memblokir serangan dari depan. Qi spiritual terus melonjak kedalam pedang.


"Bai Yin Xue, aku akan mengalahkanmu!" Wei Yuan berkata didepannya. Sinar pedang menjadi semakin terang.


Bai Yin Xue sedikit demi sedikit didorong mundur. Dia tidak merasa takut tapi sedikit senang. Terakhir kali dia didorong oleh Old Zu bahkan mencapai terobosan. Kali ini dia akan mengambil taruhan.


Dia mengumpulkan konsentrasinya. Kegilaan muncul dimatanya saat qi spiritual terus di dorong sampai batasnya. Pedangnya diayunkan dengan cepat saat dia melompat di udara.


Wei Yuan tidak tahu apa yang dipikirkan Bai Yin Xue. Dia balas menyerang dengan pedang yang semakin bersinar terang. "Menyerahlah atau kamu akan menyesal!"


Bai Yin Xue mengabaikan teriakan Wei Yuan. Darahnya terasa mendidih dengan qi spiritual yang terus melonjak. Dia menjadi semakin bersemangat.


"Ayo keluarkan semua kemampuanmu!" Dia berteriak memancing Wei Yuan.


Wei Yuan menjadi semakin ganas. Gerakan pedang berubah menjadi berbeda. Pedang berputar beberapa kali di udara meluncurkan sinar biru dengan kecepatan cahaya.


Bai Yin Xue sudah menunggu momen ini. Dia segera memblokir dengan qi spiritual yang didorong sampai ke ambang batasnya.


Baangg!!


Ledakan bergema di atas panggung. Bai Yin Xue di dorong mundur dan jatuh berlutut. Darah segar keluar dari mulutnya. Tapi dia mulai tertawa terbahak yang membuat penonton bingung.


"Apa yang dia lakukan? Kenapa dia tertawa?"


"Apa otaknya rusak gara-gara ledakan?"


Paman Wuqing yang sudah cemas menjadi semakin gelisah. Dia menyipitkan matanya ke arah Bai Yin Xue. Tapi matanya tiba-tiba melebar karena terkejut. Bagaimana mungkin? Bagaimana dia bisa menerobos dalam pertarungan?


Bai Yin Xue mengusap sudut bibirnya yang bernoda darah. Dia bangkit lalu tersenyum menatap Wei Yuan. Yang ditatap menelan ludahnya. Senyum itu terlihat begitu mempesona.


Bai Yin Xue menjentikan tangannya dan panah es muncul di tangannya. Senyumnya masih menggantung dengan anggun di bibirnya saat panah dengan cepat meluncur kedepan.


Wei Yuan tersentak dari pesona iblis itu dan segera menghindar kesamping. Panah itu melesat menyerempet bahu kanannya. Rasa kaku segera datang dan merambat di ototnya.


Dia segera menutup meridian di bahunya agar rasa kaku itu tidak menjalar jauh. 'F*ck! Teknik apa yang dipakai gadis itu?'


"Ha ha haa!!!"


Tiba-tiba suara tawa datang dari langit. Tawa itu terdengar sangat kejam membuat orang yang ada di bawah menggigil. Semua orang menatap ke langit untuk mencari sumber suara.


Bai Yin Xue mendongak dan segera menemukan segerombolan pria memakai seragam semerah darah. Dia menyipitkan matanya. Itu adalah Sekte Hujan Darah!


Dia mengutuk dalam hatinya. Dia tidak berharap Sekte Hujan Darah akan datang kesini lagi. Tapi saat mengingat Mu Qiang yang lolos dari kematian, dia mulai menyadari kebodohannya.


"Sial!"