
Qing Yue'er melemparkan batu ke sembarang arah untuk mengelabui mereka. Kedua penjaga itu langsung memeriksa ke arah di mana batu itu mendarat. Mereka selalu waspada, jadi jika ada sesuatu yang mencurigakan mereka akan datang untuk memeriksa.
Qing Yue'er memanfaatkan kecerobohan penjaga itu dan bergegas masuk kedalam. Dengan langkah yang cepat, dia sudah berhasil masuk ke dalam bangunan belakang.
Ruangan itu memiliki pencahayaan yang redup. Qing Yue'er harus menggunakan kekuatan rohnya untuk memeriksa isi ruangan itu. Setelah memeriksanya, dia menemukan ruangan itu tidak memiliki sesuatu yang spesial.
Akhirnya dia berjalan lebih masuk lagi. Langkah kakinya berakhir di sebuah pintu besi berwarna hitam pekat. Jika memang Ouyang Feng menyembunyikan sesuatu yang penting, seharusnya hal itu terletak di dalam ruangan di balik pintu besi itu.
Qing Yue'er mengamati keadaan sekitar yang masih sangat sepi. Kemudian dia mulai mencoba membuka pintu besi itu dengan hati-hati. Namun setelah beberapa saat, dia menemukan kesulitan. Pintu besi itu tidak bisa dibuka sama sekali.
Mungkin ada mekanisme lain?
"Tuan, coba perhatikan keempat kotak kecil itu. Mungkin itu kunci untuk membukanya." Suara kecil Ying Jun terdengar dari benaknya.
Qing Yue'er memperhatikan empat kotak kecil yang didesain sejajar. Kotak itu memang menonjol karena muncul di atas permukaan pintu yang datar. Jika seseorang tidak memperhatikan dengan baik, mungkin mereka akan berpikir bahwa kotak itu hanya hiasan saja.
Awalnya dia juga tidak terlalu memperhatikannya. Namun setelah diamati dengan hati-hati, kotak itu memang memiliki kemungkinan 90% sebagai mekanisme untuk membuka pintu.
Qing Yue'er tidak tahu bagaimana menjalankan mekanisme itu. Namun dari pada dia datang ke tempat ini dengan sia-sia, lebih baik dia mencoba memainkan hal konyol ini. Mungkin saja dia akan bisa membuka pintu besi sialan itu.
Tangannya bergerak untuk menyentuh kotak-kotak itu. Kemudian dia mencoba untuk menggesernya secara acak. Mata Qing Yue'er berbinar saat kotak itu bisa di geser. Sepertinya ini memang kunci untuk membuka pintu besi.
Dengan gerakan cepat, Qing Yue'er menggerakkan keempat kotak dengan pola yang acak. Satu kali, dua kali, tiga kali ... gagal. Dia tidak putus asa, tangannya tetap bergerak dengan cepat.
Setelah dia melakukan hingga puluhan kali, akhirnya dia mendengar bunyi 'klik' di dua tempat. Sepertinya dua kotak itu sudah berada di sudut yang benar. Hal ini membuat Qing Yue'er menjadi bersemangat. Jari-jarinya kembali bergerak dengan cepat.
*klik klik
Lima menit kemudian dua kotak yang tersisa telah menemukan sudut yang tepat. Pintu besi itu langsung bergetar dan mulai terbuka dengan perlahan.
Dinding bagian dalam ruangan, terdapat lampu yang akan otomatis menyala jika ada orang masuk. Hal ini memudahkan Qing Yue'er dalam bergerak. Dengan hati-hati dia berjalan masuk ke dalam. Tidak jauh dari tempatnya berdiri, dia bisa melihat tangga yang mengarah ke ruang bawah tanah.
Qing Yue'er menjadi cemberut. Bahkan ada ruang bawah tanah? Memangnya harta apa yang orang tua itu simpan?
Dengan langkah yang cepat, dia berjalan menuruni tangga. Kewaspadaannya sama sekali tidak dia kurangi. Semakin dia melangkah justru dia menjadi semakin hati-hati.
Saat dia mencapai lantai bawah, matanya menyipit saat melihat beberapa jejak darah di lantai. Dia mengusap jejak darah itu. Dari tekstur darah yang sudah mengering, sepertinya itu sudah ada sejak kemarin.
Qing Yue'er melihat sekeliling dan matanya menemukan beberapa kotak kayu yang ditumpuk menjadi satu. Kotak kayu itu memiliki lubang kecil yang dia tidak tahu untuk apa.
Kemudian dia juga menemukan ratusan botol porselen di dalam dua rak besi yang disatukan. Salah satu rak diberi plakat kecil yang di atasnya tertulis kata 'obat'. Sedangkan rak satunya lagi dibiarkan tanpa nama.
Qing Yue'er membuka salah satu botol dari rak tanpa nama. Matanya menyipit saat mengetahui apa yang ada di dalam botol. Itu adalah bau racun yang sangat menyengat. Sepertinya rak tanpa nama itu berisi botol-botol racun.
Jadi selain bisa meramu obat, Ouyang Feng juga pandai meracik racun. Sebenarnya itu bukan keahlian yang buruk. Namun jika orang tua itu memiliki sesuatu yang mengancam keselamatan kerabatnya, dia harus segera dihentikan.
Qing Yue'er kemudian berjalan mendekati tumpukan kotak kayu. Dengan hati-hati dia membuka kotak itu. Namun setelah dia melihat sesuatu yang ada di dalam kotak, dia langsung menutup kotak itu rapat-rapat.
"Oh jadi seperti itu."
Qing Yue'er menganggukkan kepalanya. Senyumnya mengembang di bibir merahnya. Setelah itu dia membawa satu kotak itu di tangannya. Ini adalah sesuatu yang cukup menarik. Dia harus menunjukkan hal ini pada Zu Tiankong.
Setelah itu dia kembali menelusuri ruangan bawah tanah itu. Dia menemukan satu pintu lain. Namun setelah mencoba berkali-kali dia tidak bisa membukanya. Sebelum dia mencoba kembali, dia mendengar suara langkah kaki dari atas.
Jantung Qing Yue'er berdetak dengan cepat. Sepertinya Ouyang Feng datang ke tempat ini. Dia harus segera pergi dari sini. Tapi setelah mencari-cari, dia tidak menemukan jendela atau pintu yang bisa dipakai untuk keluar dari sana.
Ouyang Feng menuruni tangga dengan cepat. Sejak malam datang dia merasakan perasaan ancaman di hatinya. Dia tidak tahu apa yang terjadi. Namun untuk berjaga-jaga akhirnya dia memeriksa tempat dimana dia menyimpan rahasia.
Dia takut akan ada orang lain yang masuk ke satu-satunya tempat yang paling dia jaga. Jika itu terjadi, maka hasilnya akan sangat merepotkan. Namun setelah dia sampai di tempat itu, dia tidak menemukan sesuatu yang salah. Mungkinkah itu hanya perasaannya saja?
Dia berjalan mendekati kotak kayu yang telah dia susun. Alisnya mengerut dalam. Apakah dia hanya memiliki 11 kotak?
Ouyang Feng merutuk di dalam hatinya. Ini memang kesalahannya, seharusnya dia menghitung kotak yang dia miliki dengan benar. Dan sekarang dia benar-benar tidak tahu berapa sebenarnya jumlah kotak yang dia miliki.
Namun sejak pintu besi itu masih tertutup rapat, seharusnya tidak ada orang yang masuk ke tempat ini 'kan? Lupakan, mungkin dia yang terlalu banyak berpikir.
Akhirnya dengan tenang dia kembali berjalan keluar.
Qing Yue'er saat ini berada di ruang dimensinya. Ini adalah hal yang menyenangkan memiliki dimensi sendiri. Dia bisa memakainya untuk bersembunyi juga.
"Ying Jun, bagaimana jika aku ingin pergi menuju kediaman Guru Zu?" tanya Qing Yue'er.
Ying Jun menatap malas pada tuannya. "Itu sangat mudah. Kamu hanya perlu memusatkan pikiranmu ke tempat yang ingin kamu tuju."
Qing Yue'er menganggukkan kepalanya. Kemudian dia memusatkan pikirannya di kediaman Zu Tiankong. Dalam sekejap dia sudah dikirim ke tempat tujuan. Dia merasa senang, ini benar-benar sangat menghemat waktu dan energinya.
Qing Yue'er muncul tidak jauh dari halaman rumah Zu Tiankong. Kebetulan sekali dia melihat gurunya yang saat ini sedang membakar sesuatu di halamannya. Wajah tuanya yang sudah keriput terlihat sangat bersemangat.
Dia segera mendekati Zu Tiankong. Setelah jaraknya lebih dekat, dia bisa mencium aroma harum ayam panggang yang menggoda lidahnya. Qing Yue'er terkekeh, orang tua itu sepertinya sangat suka makan.
"Guru," sapanya dari belakang Zu Tiankong.
"Hmm? Untuk apa kamu malam-malam datang kemari?" tanya Zu Tiankong tanpa berbalik. Tangannya masih sangat serius membalik-balik ayam yang sebentar lagi akan matang.
"Aku menemukan sesuatu di ruang bawah tanah milik Tetua Ouyang," jawab Qing Yue'er.
Setelah mendengar ini Zu Tiankong langsung berdiri menatap Qing Yue'er dengan mata melotot. "Apa kamu datang untuk menyelidikinya?!"
Qing Yue'er hanya mengangguk sebagai jawaban. Dia tidak tahu kenapa Guru Zu melotot padanya. Apa orang ini marah padanya?
"Kamu ... bocah!"
Zu Tiankong mengambil tongkat bambu bersiap untuk memukul pantat Qing Yue'er dengan keras. Tapi kemudian dia menghela nafas. "Lupakan. Lain kali jangan lakukan hal berbahaya seperti itu lagi."
Qing Yue'er bisa merasakan kepedulian Zu Tiankong. Hatinya menghangat dan senyuman muncul di bibirnya. Orang tua itu benar-benar terlihat seperti kakeknya sewaktu dia masih hidup di bumi.
"Kotak apa itu?"
Zu Tiankong mengambilnya dari tangan Qing Yue'er. Kemudian dia mencoba merasakan isinya. Matanya langsung melebar saat mengetahui apa yang ada di dalam kotak.
"Ha ha ha bagus bagus, kerja bagus." Dia terlihat sangat senang saat ini. Ouyang Feng itu benar-benar harus diselidiki lebih jauh lagi.
Tiba-tiba hidungnya mengendus mencium bau sesuatu. Oh tidak! Zu Tiankong langsung berbalik mengambil ayam yang saat ini masih terbakar di atas api.
"Ayamku ...."
Zu Tiankong meratapi nasib ayam panggangnya yang sudah menghitam hangus. Sepertinya malam ini dia tidak jadi menikmati ayam panggang.