
Qing Yue'er menyimpan token batu dengan baik. Setelah itu dia pun melanjutkan perjalanan kembali ke kota Fuli, meninggalkan gumpalan awan hitam yang sekarang sudah mulai menghilang. Dengan menaiki phoenix, dia pun merasakan angin malam yang menabrak tubuhnya.
Perjalanan kembali ke kota Fuli tidak membutuhkan waktu yang lama. Kira-kira tengah malam Qing Yue'er sudah sampai di pinggiran kota. Setelah itu dia pun turun dari punggung Ying Jun, sedangkan Ying Jun kembali ke ruang dimensinya.
Qing Yue'er bingung harus pergi ke mana. Dia harus mencari Jing Ling, tapi dia tidak tahu di mana gadis itu berada. Terakhir kali mereka berpisah di kediaman klan Jiang, lebih tepatnya di Danau Kunpeng. Haruskah dia mencarinya ke sana?
Setelah berpikir beberapa saat akhirnya dia memutuskan untuk mencari ke sana. Siapa tahu Jing Ling masih menunggunya di kediaman klan Jiang. Akan tetapi ini sudah larut, dia tidak mungkin masuk begitu saja dan mengganggu orang lain bukan? Mungkin dia harus masuk dengan cara menyelinap.
Qing Yue'er bergerak dengan cepat. Dia menyembunyikan dirinya menjadi bayang-bayang. Di bawah cahaya malam yang gelap seperti ini akan memudahkannya dalam melakukan pergerakan.
Dalam sekejap dia telah tiba di kediaman klan Jiang. Dia menjelajah di sana selama beberapa saat, sayangnya dia tidak menemukan keberadaan Jing Ling. Meskipun begitu dia menemukan jejak aura Jing Ling di sana. Ada kemungkinan beberapa jam yang lalu gadis itu masih berada di sini.
Dia ingin menemui Jiang Yini untuk menanyakan hal-hal lebih lanjut, tetapi gadis itu ternyata sedang dalam kondisi meditasi. Itu tidak akan baik jika dia mengganggu konsentrasinya sekarang. Tidak ada cara lain, sepertinya dia harus mengikuti jejak aura Jing Ling.
Akhirnya Qing Yue'er segera melangkah pergi meninggalkan kediaman klan Jiang. Dia bergerak mengikuti jejak Jing Ling. Beruntung gadis itu tidak menghapus auranya. Mungkin karena itu tidak membahayakannya.
Dia terus mengikutinya, tapi setelah lama jejak itu masih juga belum berakhir. Ke mana perginya Jing Ling? Kenapa dia pergi begitu jauh? Arah ini menuju istana kerajaan Xirei, tidak mungkin Jing Ling pergi ke tempat seperti itu bukan?
Qing Yue'er merasa ragu. Dia benar-benar terkejut saat menyadari langkah kakinya berakhir di depan gerbang istana kerajaan. Saat itulah aura Jing Ling menghilang. Ada kemungkinan gadis itu menghapus auranya mulai diri sini.
Dia jadi penasaran, untuk apa Jing Ling pergi ke istana kerajaan Xirei?
Tidak mau menunggu lebih lama, dia pun bergerak menyusup ke dalam istana. Tidak ada aura Jing Ling lagi jadi dia harus mencari dengan caranya sendiri. Gadis itu benar-benar pintar berpikir untuk menghapus jejaknya, pasti untuk meminimalisir ditemukan oleh orang lain.
Qing Yue'er mencari dengan acak. Dia tidak tahu tempat-tempat di sini jadi dia melakukannya dengan sembarangan. Beruntung dia memiliki kekuatan roh yang benar-benar berguna untuk melakukan hal seperti ini.
Tubuhnya tidak terlihat, jejaknya pun tidak tersisa, selain itu inderanya jauh lebih tajam dari manusia pada umumnya. Ini adalah salah satu keberuntungan menjadi seorang spiritualis dunia. Selama tidak ada seseorang yang memiliki kekuatan roh lebih tinggi darinya maka akan sulit baginya untuk ditemukan.
Qing Yue'er melewati sebuah paviliun yang berada di sisi taman. Tiba-tiba dia melihat seorang wanita dengan balutan pakaian berwarna lembut yang sedang melakukan sesuatu. Ketika dilihat dari samping, wanita itu sedikit mirip dengan seseorang.
Hati Qing Yue'er sedikit tersentak. Wanita itu memiliki beberapa kemiripan dengan Mei Yiran. Bedanya yang ini terlihat jauh lebih dewasa dari Mei Yiran. Sekarang otak Qing Yue'er langsung berputar dengan keras. Jing Ling pergi ke istana ini, kemudian ada seorang wanita yang mirip dengan Mei Yiran ....
Tidak ada suatu kebetulan seperti itu. Pasti ada sesuatu di balik ini semua.
Sebuah pemikiran yang berani langsung masuk ke otak Qing Yue'er. Kemungkinan Mei Yiran dan wanita ini memiliki hubungan kekerabatan, sehingga Jing Ling mencari sitar itu sampai di sini. Ini masuk akal.
Kali ini dia telah tiba di sebuah bangunan dengan pintu kayu yang diukir sedemikian rupa. Dia merasa aura yang sedikit berat terpancar dari dalam ruangan ini, jadi ini sedikit mencurigakan baginya.
Qing Yue'er mengedarkan kekuatan rohnya untuk mencoba melihat apa isi dari ruangan tersebut. Namun ternyata dia tidak dapat memeriksanya. Ada suatu penghalang yang membatasi kekuatan rohnya. Hal seperti ini justru membuat Qing Yue'er merasa semakin curiga.
Dia bersiap untuk memerikaa apakah ruangan itu dikunci atau tidak. Namun tiba-tiba dia mendengar suara bisikan dari arah belakang. Qing Yue'er menoleh, pada saat itulah dia melihat dua penjaga yang saat ini sedang mengendap-endap di koridor.
Qing Yue'er mengerutkan kening. Ketika dia merasa itu tidak penting, matanya langsung membola. Dia baru sadar kalau mereka adalah Jing Ling dan satunya lagi ... Qi Rong?
Dia menggaruk kepalanya. Benar, itu adalah Qi Rong, manusia termalas yang pernah dia temui. Untuk apa pria itu datang ke kota ini? Mungkinkah ada sesuatu yang terjadi?
Dengan lambaian tangan, tubuh Qing Yue'er mulai diungkapkan. Sekarang orang-orang mulai bisa menemukan keberadaannya.
"Whooa!"
Qi Rong berseru. Dia benar-benar terkejut saat melihat gadis yang tiba-tiba muncul dari udara tipis. Itu benar-benar terlihat seperti hantu, meskipun dia sendiri tidak pernah bertemu dengan hantu.
Dia sungguh tidak menyangka kalau Qing Yue'er tiba-tiba muncul di depan mereka. Bagaimana dia tidak bisa kaget? Bahkan Jing Ling sempat melompat ke belakang. Bedanya dia tidak berteriak karena tahu ini akan membuat orang lain curiga.
"Bagaimana kamu bisa tiba-tiba muncul di sini?" tanya Jing Ling dengan berbisik sambil menepuk dadanya sendiri.
Qing Yue'er tersenyum. Dia ingin menjawab tapi tubuhnya sudah diguncang oleh Qi Rong.
"Qing Yue'er! Akhirnya kita bertemu lagi!" Qi Rong berkata dengan sangat antusias. Sepertinya dia benar-benar senang telah kembali bertemu dengan Qing Yue'er.
"Bodoh! Pelankan suaramu. Bagaimana kalau ada yang mendengarmu?!" Jing Ling memarahi Qi Rong dengan suara tertahan. Jika itu dalam keadaan normal maka suaranya pasti sudah naik lebih tinggi.
Qi Rong mengabaikan Jing Ling. Dia memandang Qing Yue'er dari atas ke bawah. Temannya itu sudah tumbuh menjadi lebih dewasa, padahal mereka hanya berpisah selama beberapa saat.
"Baguslah kamu baik-baik saja. Kadang-kadang kami semua mencemaskanmu, terutama ayahmu dan Bai Fu'er," ucap Qi Rong.
Belum sempat Qing Yue'er menjawab, dia sudah mendengar pergerakan dari dalam ruangan yang pintunya tertutup. Sial, mungkin ada yang telah mendengar seruan Qi Rong.
Qing Yue'er buru-buru menggunakan kekuatan rohnya untuk menyembunyikan keberadaan mereka bertiga. Jangan sampai mereka ditemukan sebelum menemukan hasil apa pun dari sini.