Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Token Perak


Saat ini Xie Ying Fei baru saja selesai melakukan penyembuhan ketika tiba-tiba melihat Cloud Fairy masuk. Wanita itu berjalan menghampirinya dan bertanya, “Nyonya Xie, kau baik-baik saja sekarang?”


“Seperti yang kau lihat. Ini akan segera membaik,” jawab Xie Ying Fei. Luka sayatan pedang di tubuhnya sudah tertutup dan hanya menunggu kering.


“Anak gadismu baru saja menemukan harta kultivasi. Jadi aku menyuruhnya untuk mencoba menerobos,” Cloud Fairy berkata dengan santai seperti berbicara pada seorang teman lama.


“Benarkah? Aku harap dia tidak membuat masalah di sini. Terima kasih, Nona Lin,” ucap Xie Ying Fei dengan tulus. Dia berterima kasih karena Cloud Fairy karena sudah memperlakukan dia dan Qing Yue'er dengan baik.


“Tidak perlu berterima kasih. Sebenarnya aku sudah beberapa kali bertemu dengan Qing Yue'er di benua Tongxuan. Tidak menyangka ternyata dia adalah putri dari keluarga yang terkemuka.”


Xie Ying Fei terkejut mendengar penjelasan Cloud Fairy. Pantas saja wanita itu memperlakukan Qing Yue'er seolah bukan orang asing, mereka seperti saling mengenal. Jadi itu karena mereka pernah bertemu di benua Tongxuan. Xie Ying Fei mengangguk mengerti.


“Aku bahkan menjadikan temannya sebagai muridku,” sambung Cloud Fairy yang lebih terdengar seperti bicara pada dirinya sendiri. Kemudian dia menatap Xie Ying Fei lebih serius. “Kalau boleh tahu, apa Dewa Alkimia sebelumnya pernah mengincar kipas itu?”


Pertanyaan Cloud Fairy membuat Xie Ying Fei cukup bimbang sesaat. Pada akhirnya dia mengangguk dan menjawab, “Benar. Aku tidak benar-benar yakin kenapa dia menginginkan benda itu.”


Cloud Fairy terdiam sesaat. “Apa mungkin ada sesuatu yang tersembunyi di dalamnya?”


“Bagaimana mungkin?” Xie Ying Fei sedikit ragu. Dia sudah menyimpan kipas itu sejak lama. Namun dia tidak pernah melihat atau menemukan keganjilan apa pun. Apa mungkin dia yang tidak mengetahuinya?


“Aku hanya bertanya. Jangan terlalu memikirkannya.” Cloud Fairy terkekeh. “Apa kau ingin mencoba menerobos juga? Kau bisa ikut denganku jika mau.”


“Ini suatu kehormatan untukku,” ucap Xie Ying Fei, lalu tersenyum. Dia tidak mungkin menolak penawaran bagus seperti itu. Akhirnya dia keluar mengikuti Cloud Fairy. Namun sebelum itu, Cloud Fairy menyempatkan diri untuk menemui para guru Puncak Awan Abadi. Setelah itu barulah mereka pergi ke danau untuk berkultivasi.


***


Di tempat yang jauh, sesosok pria tampak berdiri dengan wajah menunduk. Dia menatap sosok pria lain yang sudah terkapar tak berdaya di tanah. Darah ungu yang tercium cukup busuk mengalir dari lehernya. Ada bekas sayatan benda tajam di sana.


“Katakan sekarang, apa yang sebenarnya kalian rencanakan?” tanya Mo Jingtian sambil memegang pedang. Ujungnya yang sangat tajam mengarah tepat di jantung pria iblis di lantai.


“Kau benar-benar tidak tahu? Sang Dewa Kehancuran tidak tahu apa yang terjadi?” Pria yang berasal dari ras iblis itu tertawa mengejek. Dia tidak terlihat takut sama sekali.


“Kalian mengikuti arahan Pengadilan Surgawi bukan?” Mo Jingtian berdecih.


Pria iblis itu berubah menjadi murung. Namun sesaat kemudian dia kembali mengejek, “Jika kau sendirian kau tidak akan mungkin bisa melawan Tuan Pengadilan Surgawi. Jadi jangan pernah bermimpi!”


Pria iblis itu tidak berteriak atau mengeluarkan tanda-tanda kesakitan. Baginya, mati di tangan Mo Jingtian bukan hal yang buruk. Setidaknya itu masih sebuah kehormatan baginya.


“Mo Feng, apa kau membawa berita?” tanya Mo Jingtian setelah memastikan kematian musuhnya. Pria lain tiba-tiba muncul di belakang Mo Jingtian. Dia mengenakan pakaian sehitam tinta dan topeng perak yang menutupi wajahnya.


“Tuan, setelah diperiksa lebih lanjut ternyata ada banyak pintu terbuka di dunia bawah. Mungkin sudah ada banyak iblis berkeliaran di benua Tongxuan,” tutur Mo Feng.


“Bagaimana dengan Celestial?”


“Pintu Celestial mungkin lebih tersembunyi. Aku hanya menemukannya 2 portal yang mencurigakan.”


“Tutup semua akses yang ada! Aku juga akan mencoba mencari. Jangan sampai iblis menginjakkan kaki di Celestial!” Mo Jingtian memerintahkan dengan tegas. Matanya berkilat dengan tajam.


“Baik, Tuan,” jawab Mo Feng. Dia membungkuk memberi hormat dan bersiap pergi. Namun Mo Jingtian menahannya sebentar.


“Mo Feng, apa kau ingin berhenti sekarang?” Mendengar pertanyaan seperti itu membuat Mo Feng terkejut. Dia memberanikan diri untuk menatap Mo Jingtian. Penghormatan tampak memenuhi sorot matanya.


“Sudah bertahun-tahun aku mengikuti Tuan. Tuanlah yang sudah menyelamatkan hidupku dulu. Kemungkinan terburuk apa pun tidak akan membuatku berhenti,” ucap Mo Feng dengan sungguh-sungguh.


Mo Jingtian tersenyum tipis, hal yang jarang dia lakukan pada bawahannya. Kemudian dia memberikan sebuah token pada Mo Feng. Itu adalah token yang terbuat dari kayu pohon Willow Perak. Terdapat ukiran berpola unik di permukaannya. Penampilannya yang elegan membawa aura intimidasi yang cukup kuat.


“Pergilah ke sana. Aku memercayaimu,” kata Mo Jingtian.


“Tuan, ini ....” Mo Feng menatap Mo Jingtian dengan sudut mata yang bergetar. Keterkejutan dan tanda tanya memenuhi wajahnya di balik topeng. Setelah itu dia langsung jatuh berlutut. “Tuan, mohon pikirkan dengan baik! Ini belum saatnya untuk mengeluarkan mereka!”


“Aku tahu.” Mo Jingtian tetap tenang. “Aku hanya ingin kau memastikan apakah mereka dalam kondisi yang baik. Jika sewaktu-waktu aku membutuhkannya, maka itu tidak akan sulit.”


Mo Feng masih merasa ragu. Dia menatap Mo Jingtian dan bertanya dengan ragu, “Kenapa Tuan tidak ....”


“Jangan pernah berpikir tentang itu.” Mo Jingtian langsung memotong ucapan Mo Feng. “Aku tidak ingin menggunakan gadisku untuk sebuah kekuatan.”


Dia mengibaskan tangannya dan menyuruh Mo Feng pergi, “Pergilah. Kau hanya harus memeriksa kondisi pasukan itu. Aku tidak akan menggunakan mereka dalam waktu dekat. Jadi jangan khawatir.”


Akhirnya Mo Feng mengangguk. Dia bangkit dan menerima token perak Mo Jingtian dengan tangan yang sedikit gemetar. Kemudian dia kembali membungkuk sebelum akhirnya pergi dari hadapan Mo Jingtian.