Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Kediaman Keluarga Chao


Perjalanan menuju kota Li memakan waktu yang cukup lama. Ketika hari sudah gelap barulah ketiga gadis itu sampai di sana. Keadaan kota masih terasa ramai meskipun hari sudah malam. Ada banyak lampion-lampion yang digantung hampir di setiap rumah. Entah itu acara khusus atau memang sudah kebiasaan, Qing Yue'er tidak mengetahuinya.


"Kota Li memang terkenal dengan keindahan malamnya," ucap Ming Yuxia. Dia berusaha untuk memperkenalkan keadaan kota pada Qing Yue'er dan Jing Ling. Meskipun ini baru kedua kalinya dia datang, tetapi dia sudah banyak memahaminya.


"Apa kita akan langsung memulai sekarang?" tanya Jing Ling.


Qing Yue'er berpikir sejenak. "Tidak, kita bisa beristirahat malam ini. Namun aku harus mengingatkan kalian jika sewaktu-waktu aku berubah pikiran."


Jing Ling mengangkat bahunya acuh tak acuh. Dia akan mengikuti bagaimana rencana Qing Yue'er, yang terpenting dia tidak akan ditinggal pergi atau dia hanya akan menjadi orang hilang di tempat ini.


Mereka bertiga menyewa kamar penginapan. Karena Qing Yue'er menginginkan privasi akhirnya hanya ada dua kamar yang mereka sewa. Seperti biasa Qing Yue'er akan makan malam terlebih dahulu di kedai. Ini akan membantunya mengetahui informasi-informasi yang sedang menjadi bahan pembicaraan hangat di kota itu.


Sayangnya sampai makan malam selesai ternyata tidak ada topik menarik yang memasuki telinganya. Mungkin untuk saat ini tidak ada hal besar yang sedang terjadi. Akhirnya Qing Yue'er memutuskan untuk kembali ke kamar. Baiklah, mungkin saat ini dia bisa beristirahat dengan tenang.


***


Ketika hari hampir pagi, Qing Yue'er sudah terbangun. Malam ini dia tidak bisa tidur dengan nyaman, itulah kenapa dia bangun begitu awal. Dia bergerak untuk membuka jendela, ternyata langit masih sangat gelap.


"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Qing Yue'er.


Setelah berpikir sejenak, dia pun berjalan keluar kamar menuju kamar sebelah. Itu adalah kamar di mana Jing Ling dan Ming Yuxia tinggal. Tangan Qing Yue'er bergerak untuk mengetuk pintu.


Jing Ling yang saat ini sedang terlelap pun mengerutkan keningnya. Dia ingin bangkit tapi Ming Yuxia sudah lebih dulu bangun. Gadis itu sedikit merapikan pakaiannya sebelum bangkit meninggalkan tempat tidur.


"Bagus ...." Jing Ling mengacungkan jempolnya dengan keadaan mata yang masih tertutup.


Ming Yuxia tidak mengatakan apa-apa. Dia membuka pintu dan melihat Qing Yue'er yang sudah ada di sana. "Apa kita akan pergi sekarang?"


Qing Yue'er melongok ke dalam dan melihat Jing Ling yang masih terlelap. "Ya, tapi ngomong-ngomong apa yang akan kita lakukan?" Dia bertanya dengan ragu, sebenarnya dia masih belum bisa memastikan apa yang tepatnya diinginkan oleh Ming Yuxia.


"Aku hanya ingin mencari tahu tangan siapa yang tepatnya telah membunuh ibuku," ucap Ming Yuxia.


"Hanya itu?"


"Bagaimana menurutmu?"


Qing Yue'er membelai dagunya. "Baiklah, itu akan baik-baik saja jika kita menyelidiki pembunuhan ibumu dulu." Setelah itu, dia pun masuk ke dalam untuk menyeret Jing Ling pergi.


Jing Ling hanya bisa membuang rasa kantuknya. Ingin menggerutu tetapi ingat kemarin Qing Yue'er sempat mengatakan untuk bersiap jika sewaktu-waktu gadis itu berubah pikiran. Heh, tapi tidak harus sepagi ini 'kan?


Tak lama kemudian ketiga gadis itu pun bergerak menuju kediaman keluarga Chao. Ming Yuxia bisa dihitung sebagai keturunan keluarga itu, jadi semalam dia telah menyempatkan diri untuk mencari tahu posisi kediaman keluarga Chao.


Ternyata letaknya tidak begitu jauh dari penginapan. Hanya dalam beberapa saat saja mereka sudah sampai di depan pintu gerbang yang masih tertutup rapat.


Ketiga gadis itu langsung terbang untuk masuk ke dalam. Tidak ada penjagaan di wilayah gerbang dan pintu masuk. Mungkin karena ini bukan klan yang begitu besar, melainkan hanya keluarga yang memiliki pengaruh dalam bisnis kota.


Memang keluarga Chao adalah pemilik beberapa rumah lelang yang tersebar di Dataran Tengah. Itulah kenapa mereka memiliki banyak harta warisan yang berupa tanah dan emas. Mungkin itu yang diperebutkan oleh keturunan Chao.


Sekarang dia juga tidak bisa terlalu ceroboh. Meskipun keluarga pebisnis mungkin tidak memiliki kekuatan yang begitu kuat seperti keluarga kultivator pada umumnya, tetapi mereka biasanya menyewa seorang ahli yang kuat untuk melindungi keluarga mereka. Ada kemungkinan keluarga Chao juga seperti itu.


Ming Yuxia memimpin di depan untuk menjelajah di beberapa tempat kediaman. Mereka mencari sebuah petunjuk yang mungkin bersangkutan dengan pembunuhan Chao Xing. Namun itu memakan waktu terlalu lama, Qing Yue'er menjadi tidak sabar.


"Ini terlalu lama, apa kalian ingin lebih cepat?" Qing Yue'er bertanya.


"Apa ada cara lain?"


"Tentu saja."


Qing Yue'er berkata dengan percaya diri. Kemudian dia menarik kedua temannya menuju halaman yang luas. Di sana dia mencari sesuatu yang bisa dibunyikan dengan keras. Setelah beberapa saat, dia menemukan gong kecil yang tergantung di sisi halaman.


Dengan cepat Qing Yue'er mengambil gong itu dan memukulnya begitu saja. Tentu saja hal itu membuat Jing Ling dan Ming Yuxia membelalakkan mata. Mereka tidak pernah berpikir bagaimana Qing Yue'er bisa melakukan hal seperti itu.


"Xinyu, apa yang kau pikirkan?" tanya Jing Ling dengan bingung.


"Aku ingin membuat mereka datang. Mari kita langsung menanyalannya tanpa membuang waktu dengan penyelidikan-penyelidikan itu," ucap Qing Yue'er sambil terus memukul gong.


"...."


Ming Yuxia menatap Qing Yue'er dengan ekspresi yang rumit. Bukankah gadis itu terlalu berani? Bagaimana jika orang-orang di sini memiliki tingkat kultivasi yang lebih tinggi dari Qing Yue'er? Bukankah ini sama seperti sedang mencari kematian?


Semua penghuni kediaman Chao benar-benar terkejut ketika pagi-pagi buta seperti itu ada seseorang yang membuat kekacauan. Mereka tidak pernah menemui hal semacam ini. Siapa yang berani membuat kekacauan di keluarga Chao?


Di kedalaman kediaman Chao, ada seseorang yang saat ini sedang bermeditasi. Tiba-tiba telinganya menangkap suara gong yang dipukul dengan kuat. Awalnya dia tidak peduli, tetapi suara berisik itu membuatnya kehilangan konsentrasi. Siapa b*jingan itu?


Beberapa orang langsung keluar dari kamar dan bergerak untuk menemui siapa pengganggu itu. Sepertinya orang yang mengganggu itu belum pernah merasakan bagaimana sakitnya ketika kuku-kuku jarinya dicabut dengan paksa!


"Datang-datang ... ada banyak hal yang ingin kutanyakan," ucap Qing Yue'er dengan sedikit kekehan.


Setelah itu dia pun melihat beberapa orang yang mulai muncul. Mereka terlihat masih berantakan. Dan hal yang menarik adalah wajah mereka yang menggelap karena sudah dipenuhi oleh amarah.


"Siapa kalian?!" Seseorang bertanya dengan keras. Dia merasa waspada dengan kehadiran tiga gadis asing yang sudah membuat kekacauan di keluarga mereka.


Ming Yuxia mendengus. Aura dingin yang beberapa saat terakhir telah berkurang, kini sudah kembali seperti semula. Dia sangat membenci keluarga Chao karena ada orang-orang yang telah membunuh ibunya. Meskipun mungkin tidak semua orang melakukan hal itu.


"Kamu tidak berhak menanyakan siapa kami," ucap Ming Yuxia.


Orang yang barusan bertanya langsung mendengus tidak senang. Mungkin baru kali ini dia bertemu dengan orang arogan semacam Ming Yuxia. Baiklah, jika dia tidak memberi pelajaran pada pembuat onar maka dia bukanlah bagian dari keluarga Chao!


***


Harap maklumi jika banyak typo. Jangan lupa vote, like dan komen ya.