Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Biarkan Aku


Qing Yue'er mundur kebelakang dengan cepat. Tapi wanita berpakaian hitam itu hanya menatapnya dengan datar.


"Hey, apa kamu mendengarku?" Qing Yue'er merasa bingung. Orang ini sepertinya tidak memusuhinya?


Wanita itu tidak menjawab pertanyaannya, dia mengambil sesuatu dari lengan bajunya. Kemudian sehelai bulu merah berapi muncul di tangannya.


"Untukmu." Suaranya terdengar sangat datar seperti tidak memiliki nyawa.


Qing Yue'er menatap bulu berapi yang ada di tangan wanita itu. Setelah melihat bulu berapi itu, dia sedikit memahami. Dia bisa merasakan aura yang terpancar dari bulu berapi.


"Tuanku memiliki hal penting."


Benar saja. Jadi orang ini adalah bawahan Mo Jingtian.


Qing Yue'er menganggukkan kepala. Dia mengambil bulu berapi dari tangannya. "Lalu untuk apa ini?"


"Tuangkan qi spiritual kedalam bulu vermillion. Setelah itu kamu akan tahu." Setelah mengatakannya, wanita itu berbalik pergi.


Qing Yue'er menggelengkan kepalanya. "Kakak, kamu sebenarnya sangat cantik. Seharusnya kamu lebih hangat dan lembut. Pasti akan banyak pria yang menyukaimu."


Wanita itu langsung menghentikan langkahnya. Tanpa berbalik dia, berkata dengan dingin, "Bukan urusanmu."


Tiba-tiba pintu kamar Qing Yue'er langsung terbanting ditutup. Untungnya Qing Yue'er sudah masuk kedalam, atau dia akan berubah menjadi pasta daging karena terjepit pintu.


"Apa dia marah?" Qing Yue'er terkekeh. Wanita itu sepertinya memiliki emosi yang buruk.


"Lupakan. Aku akan memeriksa apa isi benda ini."


Setelah itu, Qing Yue'er menuangkan qi spiritual kedalam bulu vermillion. Tiba-tiba kesadarannya memudar sejenak. Saat visinya kembali jernih, dia mendapatkan dia berdiri di dalam danau hatinya sendiri.


"Yue kecil."


Qing Yue'er menoleh menuju suara itu. Dia menemukan sosok Mo Jingtian berdiri tidak jauh di belakangnya.


Tanpa basa-basi lagi dia segera mendekatinya. Namun saat dia hendak meraihnya, tangannya tidak bisa menyentuh hal itu.


"Ini hanya sebuah kesadaran. Kamu tidak dapat menyentuhnya."


Qing Yue'er menghela nafas.


"Kali ini, mungkin aku akan pergi lama. Kamu harus tetap hidup. Atau aku akan menghancurkan semua orang."


Qing Yue'er tertegun. Kenapa Mo Jingtian mengatakan hal seperti itu?


"Jadi ... kamu harus menjaga dirimu sendiri."


"Kapan kamu akan kembali? Setahun? Sepuluh tahun? Lima puluh tahun? Seratus tahun? Atau bahkan seribu tahun?" Qing Yue'er bertanya dengan sendu.


Sayangnya sebuah kesadaran tidak dapat membalas ucapan orang lain. Itu hanya seperti proyeksi gambar dalam dunia modern.


Kesadaran Mo Jingtian menjadi kabur sedikit demi sedikit. Qing Yue'er berkali-kali ingin menyentuhnya. Tapi itu tidak bisa, semua hanya transparan dan akhirnya menghilang begitu saja.


"Aku tahu kamu memiliki sesuatu yang penting. Aku akan menunggumu bahkan jika harus seribu tahun." Qing Yue'er tidak menangis. Dia menguatkan hati dan tekadnya untuk menjadi kuat sehingga bisa bersanding dengan layak untuknya.


Setelah itu, dia merasakan visinya kabur dan kesadarannya telah kembali di kamarnya.


Malam ini dia menghabiskan waktunya untuk menyempurnakan hasil panen selama dua hari terakhir.


Ketika batu roh dan manik-manik spiritual disempurnakan, akhirnya dia mencapai sebuah terobosan dua kali berturut-turut. Saat ini berarti dia sudah memasuki level 8 alam bumi.


Ketika hari menjelang siang, Qing Yue'er mendengar ketukan pintu. Dia segera membukanya dan menemukan Qi Rong sedang tersenyum manis padanya.


"Ah Yue'er, aku sangat merindukanmu." Tangannya terentang ingin memeluknya, tapi Qing Yue'er sudah berbalik meninggalkannya.


"Aku merasa ada aura-aura menginginkan sesuatu dariku." Qing Yue'er berkata dengan datar.


Qing Yue'er menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tertarik."


Qi Rong buru-buru memohon padanya. "Oh ayolah, kenapa kamu begitu pelit? Jika kamu bisa menyembuhkannya, kamu bisa meminta imbalan apapun."


Mata Qing Yue'er langsung bersinar. "Ada imbalannya?"


"Tentu saja ada." Qi Rong mengangguk dengan cepat. Dia yakin Qing Yue'er pasti akan setuju.


"Baik, bawa aku kesana."


Saat ini Wang Lin sedang berjalan berputar-putar di depan asrama kakak seniornya. Sudah sejak malam ini dia menunggu setiap dokter dan alkemis yang keluar masuk untuk mengobati racun yang diderita Wang Xun.


Kemarin sore Wang Lin mendapat kabar kalau saudaranya terkena racun ular kalajengking saat sedang dalam perburuan obat.


Ular kalajengking adalah ular yang memiliki ekor berbisa seperti kalajengking. Dikatakan bahwa sengatan ular kalajengking sangat sulit disembuhkan sehingga rawan akan kematian.


Hal itu membuat Wang Lin cemas dan bergegas kembali. Sudah banyak tabib bahkan guru alkimia yang datang untuk menanganinya. Namun sampai sekarang belum ada yang bisa menyingkirkan racun itu.


Wang Lin dan Wang Xun memiliki guru yang sama, namun mereka memiliki aliansi yang berbeda. Baiknya, itu sama sekali tidak membuat hubungan mereka menjauh. Kedua saudara seperguruan itu malah saling mendukung satu sama lain.


Guru mereka yang bernama Wang Tianji kebetulan sedang dalam pengasingan. Dia tidak bisa meminta bantuan kepadanya atau itu akan menyebabkan bahaya pada Guru Wang.


Hal itu membuat Wang Lin merasa kewalahan. Dia tidak berpengalaman dalam hal racun dan obat-obatan.


"Aih Wang Lin, jangan berputar-putar seperti itu. Kamu membuat kami bertambah sakit kepala." Seorang tetua menegurnya dari samping.


"Benar, kamu hanya membuat kepalaku semakin pusing." Orang lain menimpalinya.


Mereka adalah guru alkemis di akademi ini. Mereka juga sebelumnya sudah memeriksa Wang Xun. Namun setelah pemeriksaan, mereka hanya bisa menyerah. Sekarang satu-satunya harapan adalah orang yang saat ini sedang memeriksa Wang Xun.


Saat mereka sedang dalam kebingungan, pintu kamar dibuka dari dalam. Seorang tetua dengan wajah kusut berjalan ke arah mereka.


"Aku benar-benar tidak sanggup. Racun itu sudah mendekati jantungnya. Mungkin tidak ada yang bisa menyelamatkannya."


Harapan Wang Lin akhirnya terjatuh. Tetua Ouyang adalah guru kedokteran. Jika dia bahkan tidak dapat menyembuhkannya, lalu siapa lagi yang akan bisa?


"Aiyoh Kakek tua, jangan berbicara sembarangan. Hanya karena kamu tidak bisa bukan berarti orang lain juga tidak." Qing Yue'er berjalan mendekati mereka. Saat ini dia terlihat sangat bersemangat.


"Kakek tua?! Benar-benar tidak tahu sopan santun!" Wajah Tetua Ouyang langsung menggelap. Kalimat Qing Yue'er benar-benar telah menyinggungnya.


Bocah kecil itu berani meremehkannya? Apakah dia bahkan memiliki kemampuan menyembuhkan?


Kedua guru alkimia juga mencemooh pada Qing Yue'er. Bocah kecil seperti dia memangnya tahu apa?


Wang Lin menatap Qing Yue'er dengan rumit. "Qing Yu, tolong jangan bercanda disini. Aku sedang dalam masalah."


"Apa aku terlihat seperti sedang bercanda? Ayo biarkan aku melihat saudaramu." Qing Yue'er berbicara dengan percaya diri. Dia pasti bisa menyingkirkan racun itu. Dia adalah mahasiswa kedokteran di dunia modern. Jadi seharusnya dia juga tahu masalah racun.


"Jangan biarkan dia masuk. Bahkan aku tidak bisa menanganinya, apa lagi bocah nakal seperti dia?" Tetua Ouyang tidak menyetujuinya. Bahkan jika langit terbelah dan bumi hancur, dia tidak akan pernah mempercayai Qing Yue'er.


Qing Yue'er menjadi tidak senang. Dia mengutuk Tetua Ouyang dengan keras. "Kamu tua berkabut! Bagaimana kamu bisa hidup dengan sikap seperti itu?!"


Qi Rong yang ada di belakang Qing Yue'er menjadi cemas. Bagaimana bisa bocah ini menjadi sangat berani untuk mengutuk seorang penatua?


"Apa yang kamu katakan?! Tua berkabut? Kamu benar-benar mencari kematian!" Tetua Ouyang benar-benar kehabisan kesabarannya. Dia hendak menyerang Qing Yue'er ketika seseorang tiba-tiba menghentikannya.


"Tetua Ouyang, tolong tenangkan amarahmu. Qing Yu memang seperti itu. Jangan dimasukkan ke hati." Wang Lin mencoba menghentikan Tetua Ouyang. Bagaimanapun juga dia tahu bakat Qing Yue'er sangat tinggi, apa lagi dia sudah menjadi spiritualis dunia di usia muda.


Tetua Ouyang mendengus. Tapi dia memang menghentikan niatnya.


"Jadi bagaimana? Apakah aku diizinkan untuk mencobanya?" tanya Qing Yue'er.